;

STRATEGI PELAKU USAHA : KEJAR BERKAH LIBUR LEBARAN

Ekonomi Hairul Rizal 30 Mar 2024 Bisnis Indonesia
STRATEGI PELAKU USAHA : KEJAR BERKAH LIBUR LEBARAN

Momentum Lebaran tahun 2024 menawarkan potensi pada sektor jasa pariwisata, sejalan dengan ekspektasi peningkatan kunjungan wisatawan nusantara. Kalangan pengusaha pun berancang-ancang mengejar berkah pada libur Idulfi tri kali ini. Mendekati musim libur Idulfi tri, sektor pariwisata bersiap untuk memaksimalkan layanan. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk., misalnya berupaya mengantisipasi lonjakan pengunjung. Hal ini bertolak pada kondisi tahun lalu kala perusahaan menarik 78.000 pengunjung. Direktur Operasional Pembangunan Jaya Ancol Eddy Prastiyo menjelaskan Ancol membuat skema operasional khusus selama pekan Lebaran mulai 11—13 April 2024. Dari segi keamanan, Ancol akan bekerja sama dengan pihak kepolisian.”Rencananya mereka (pihak kepolisian) akan standby sekitar 200—250 orang untuk menjaga lingkungan sekaligus memberikan pelayanan ke masyarakat di sini,” kata Eddy dalam acara Ancol Press Conference Rayakan Kemenangan Penuh Keajaibanpada Kamis (28/3).Ancol juga menyediakan skema untuk mengantisipasi antrean mengular saat pengujung hendak memasuki atau keluar dari gerbang Ancol. Eddy mengatakan, Ancol akan menyiapkan sistem parkir terpusat yang akan berlaku mulai hari kedua hingga hari keempat Lebaran. Senada, Holding BUMN Pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bakal memanfaatkan potensi lonjakan penumpang selama momentum mudik 2024. Berdasarkan proyeksi dari InJourney Airport, pada bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II, diperkirakan puncak arus mudik pada 5 April dan puncak arus balik pada 14 April 2024. Pada Lebaran 2024, sebanyak 7,9 juta penumpang diperkirakan berangkat melalui 58.000 penerbangan di 35 bandara InJourney Airports. Jumlah penumpang diprediksi meningkat 10%, sementara jumlah penerbangan naik 7%. Adapun, unit usaha perhotelan yang dikelola InJourney Hospitality atau PT Hotel Indonesia Natour (HIN) yang diprediksi mengalami peak season pada 10—11 April 2024. Kemudian, tingkat okupansi InJourney Hospitality diperkirakan mencapai 61,2% atau meningkat 8% dibandingkan dengan 2023. Melalui unit usaha retail, PT Sarinah diperkirakan menikmati puncak penjualan pada 26 Maret hingga 5 April 2024. Pada Midnight Sale, diberikan program diskon 50% dan program buy one get one untuk brand tertentu. Dari sisi destinasi, InJourney Destination Management atau PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (TWC) yang mengelola sejumlah tempat rekreasi pariwisata memperkirakan musim puncak terjadi pada 11—15 April, yang merupakan puncak libur Lebaran 2024. Sementara itu, InJourney Tourism Development Corporations atau ITDC memperkirakan peak seasonpada 11—14 April 2024. ITDC tak ketinggalan mempersiapkan berbagai destinasi pariwisata. 

Berbagai program diselenggarakan seperti promo dan juga Ramadan Festive di The Nusa Dua & The Mandalika. ITDC, The Mandalika diperkirakan menarik 60.000 pengunjung selama 12 hari libur Lebaran 2024. “Persiapan ini penting untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan jumlah pemudik terutama yang menggunakan transportasi udara dan juga pengunjung di sejumlah destinasi pariwisata di InJourney Group,” kata Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJourney, Maya Watono, dalam keterangan resmi Jumat (29/3). Sejalan dengan upaya pelaku usaha, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno meminta seluruh pemangku kepentingan dan pelaku usaha terkait untuk meningkatkan perhatian, utamanya pada lokasi—lokasi yang menjadi daya tarik wisata di tiap destinasi. “Kemenparekraf akan mengeluarkan surat himbauan menyambut Hari Raya Idul Fitri Tahun 2024 kepada seluruh pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata di Indonesia untuk memastikan kesiapan destinasi dan lokasi Daya Tarik Wisata (DTW) agar dapat memberikan pelayanan yang prima,” kata Menparekraf Sandiaga dalam agendaThe Weekly Brief With Sandi Uno pada Senin (18/3). Dihubungi terpisah, Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, mengatakan, pertumbuhan sektor pariwisata diprediksi akan tumbuh 10%—11,3% secara tahunan pada momen Lebaran tahun ini. Kenaikan tersebut salah satunya didorong dari besarnya permintaan jasa akomodasi dan penyediaan makan minum serta jasa transportasi. Adapun, untuk memastikan tercapainya target pergerakan wisnus sebanyak 35% dari target 1,2 miliar tahun ini, setidaknya ada beberapa tahap yang harus dilakukan. Pertama, memastikan arus mudik Lebaran lancar dengan berbagai rekayasa lalu lintas. Kedua, meningkatkan promosi pariwisata unggulan di daerah tujuan mudik. Khususnya untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan di daerah-daerah tujuan mudik. Ketiga, memastikan stabilitas jaringan internet dan layanan perbankan selama momen Lebaran. Keempat, mendorong agar swasta dapat tepat waktu dalam menyalurkan THR. Selain dari sisi target pergerakan wisnus, para pelaku usaha wisata disarankan untuk mulai melakukan sejumlah persiapan dalam menyambut momen libur Lebaran. Mulai dari tingkat okupansi, hingga manajemen kerumunan di tempat wisata yang bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman dari para pelancong.

Download Aplikasi Labirin :