Magnet Baru di Kota Matahari Terbenam
Ruang terbuka hijau di Kota Kupang, NTT, menghadirkan kebahagiaan baru bagi warga. Mulai dari tempat piknik hingga ladang cuan. Matahari tampak bergerak turun ditelan horizon. Mahakarya semesta itu menjadi magnet bagi mereka yang datang ke pesisir Pantai Kupang. Magnet yang hanya ada kala senja menjemput malam. Seperti pada awal Januari 2024, Fritz Soares (24) bersama teman perempuannya menghabiskan waktu tiga jam di Pantai Tedis, kompleks Kota Lama. Mereka datang pukul 17.30 Wita agar tidak tertinggal menyaksikan momen detik-detik matahari seolah tenggelam ke dalam laut. Sambil menikmati momen itu, mereka bercengkerama menyeruput cokelat panas dan menyantap jagung bakar. Di sepanjang talud di garis pantai sejauh 100 meter itu, duduk pula beberapa pasangan muda-mudi, kelompok remaja, dan orangtua bersama anaknya.
Mereka baru bubar setelah cahaya matahari tak terlihat. Mereka datang memang hanya untuk melihat momen matahari terbenam. Pantai Tedis menjadi salah satu tempat favorit bagi warga Kupang atau wisatawan yang menyinggahi kota itu. Di pengujung tahun lalu, ruang terbuka yang berada dekat titik nol Kupang itu penuh sesak pengunjung. Pantai Tedis menjadi ruang publik bagi kota berpenduduk 465.000 jiwa itu. Pada 2021, Kementerian PUPR memulai proyek penataan Pantai Tedis dan Pantai Kelapa Lima. Total anggaran Rp 81 miliar. Pada 24 Maret 2023, Presiden Jokowi meresmikan proyek tersebut disaksikan ribuan warga. Ia berharap ruang terbuka itu mengubah wajah Kota Kupang, sekaligus mengubah wajah destinasi wisata. Dengan demikian, pengunjung merasa makin nyaman.
Di dua tempat itu berdiri gazebo khas suku Timor, pentas
terbuka, dan tempat berjualan yang dapat menampung 40 pedagang. Ada juga sarana
air bersih dan toilet. Wisatawan yang datang bisa merasakan denyut kehidupan
warga yang beragam. Mulai petang hingga malam, ratusan warga setempat berada di
sana. Data Dinas Pariwisata Provinsi NTT menyebutkan, setelah pandemi Covid-19,
kunjungan wisatawan pulih. Kota Kupang menjadi daerah kedua di NTT dengan jumlah
pengunjung wisatawan mancanegara tertinggi. Dua tahun terakhir, jumlahnya
melampaui 7.000 orang. Peringkat pertama diduduki Labuan Bajo. Penataan kawasan
pesisir membuat ekonomi setempat menggeliat, ditandai dengan banyaknya pedagang
makanan ringan di sekitar tempat itu. Banyak yang mendapatkan penghasilan
hingga Rp 200.000 per malam. Belum lagi penyewa kendaraan mainan anak. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023