;

Karpet Merah bagi Pelancong Asing

Ekonomi Yoga 17 Dec 2023 Kompas
Karpet Merah bagi Pelancong Asing

Industri pariwisata berangsur pulih ke kondisi sebelum pandemi Covid-19, berkat meningkatnya jumlah kedatangan wisatawan mancanegara di seluruh dunia setelah sejumlah negara mencabut pembatasan dan membuka diri. China yang terkenal dengan pembatasan superketat menjadi negara terakhir yang membuka pintu kembali pada turis asing, Maret 2023. China sadar perekonomiannya melemah karena pariwisata anjlok selama pandemi. China lantas menggenjot jumlah pelancong asing dengan menawarkan berbagai kemudahan, antara lain, kemudahan pengurusan visa, penurunan biaya visa, pemberlakuan visa elektronik (e-visa), digitalisasi proses sebelum bepergian, dan pemberian bebas visa pada negara-negara tertentu. Laporan Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) pada November 2023 menyebutkan, situasi pariwisata internasional akhir 2023 mendekati kondisi sebelum pandemi. Data terbaru menunjukkan 975 juta wisatawan mancanegara (wisman) bepergian pada Januari- September 2023, meningkat 38 % dibandingkan periode yang sama pada 2022. Berbagai destinasi wisata dunia rata-rata menerima 22 % wisman lebih banyak pada triwulan III-2023 dibanding tahun sebelumnya.

Banyaknya wisman yang datang meningkatkan penerimaan pariwisata internasional, mencapai 1,4 triliun USD pada akhir 2023. Pada 2019, penerimaannya sekitar 1,5 triliun USD. Dari seluruh negara di dunia, negara-negara di Timur Tengah tahun ini menjadi satu-satunya kawasan yang melampaui tingkat kedatangan wisman 2019. Kunci keberhasilannya adalah fasilitasi visa, pengembangan destinasi baru, investasi pada proyek-proyek baru terkait pariwisata, dan penyelenggaraan acara-acara besar. Eropa yang menjadi tujuan wisata terbesar di dunia (56 % total wisman dunia) pulih berkat wisman yang kebanyakan dari AS. Begitu pula Afsel. Hanya Asia dan Pasifik yang tertahan di 62 % dari tingkat sebelum pandemi, karena lambat membuka diri kembali untuk perjalanan internasional. Salah satu contohnya China. Thailand memberlakukan bebas visa, spesifik bagi wisman dari China, Kazakhstan, India, dan Taiwan, yang berlaku sementara, pada 25 September 2023-29 Februari 2024. Mereka mendapat masa tinggal 30 hari. Alasan Thailand memilihChina sebagai target utama karena lebih dari 10 tahun wisman China mendominasi wisatawan ke Thailand. Jumlahnya hampir 11 juta pada 2019 dan menyumbang 27,6 % seluruh kedatangan wisman sebelum pandemi. Thailand menyadari industri pariwisata adalah satu-satunya mesin ekonomi yang tersisa untuk menghasilkan pendapatan dengan cepat.

Memperpanjang masa tinggal juga dapat memacu pengeluaran pariwisata. Malaysia, misalnya, memperpanjang masa tinggal bagi warga Hong Kong menjadi 90 hari dari semula 30 hari. Sementara Vietnam merevisi masa tinggal bebas visa menjadi 45 hari dari semula 15 hari untuk negara-negara tertentu. Korsel juga menyederhanakan prosedur masuk dan memberi izin tinggal hingga 30 hari untuk mendongkrak pariwisata dan belanja dalam negeri. Jepang mengambil langkah ”lebih berani” dengan rencana mengizinkan pengusaha asing tinggal di Jepang selama 2 tahun meski belum ada tempat usaha atau belum menanamkan investasi apa pun. Situs Nikkei, 30 Oktober 2023, menyebutkan, kebijakan ini untuk membantu mereka memulai bisnisnya dengan meringankan persyaratan tempat tinggal. Langkah ini sekaligus mendorong perekonomian Jepang dengan menyuntikkan talenta internasional. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :