Perjalanan Mewah yang Jadi Tujuan Berwisata
Layanan bus sleeper seat dan kompartemen kereta mewah
membuat perjalanan dengan fasilitas premium kerap menjadi tujuan wisata itu
sendiri. Kurang sebulan menjelang liburan Natal dan Tahun Baru 2024, masyarakat
mulai mencari destinasi liburan dan akomodasi yang hendak dituju bersama teman
ataupun keluarga. Tidak hanya menentukan tujuan, memilih moda transportasi
untuk perjalanan wisata juga tak kalah penting. Pasangan suami-istri Ilham (28)
dan Ariesta (29) asal Bekasi, Jabar, selain akan menghabiskan malam tahun baru
di Bukittinggi, Sumbar, juga sudah membeli dua tiket bus antar kota antar provinsi
(AKAP) eksekutif PO Sembodo dengan fasilitas sleeper seat. Justru, prioritas
mereka dalam perjalanan wisata kali ini adalah menikmati sensasi menggunakan
sleeper seat bersama orang terkasih. ”Kami sudah merencanakan (perjalanan)
sejak pertengahan tahun ini. Saya dan istri pernah nonton konten review bus luxury
di Youtube. Terus kayaknya bakal seru dan romantis kalau kami berdua rebahan di
sleeper seat selama puluhan jam perjalanan,” ujar Ilham kepada Kompas, Rabu
(6/12).
Ini pertama kali mereka melakukan perjalanan darat dari
Jakarta menuju Bukittinggi, selama sedikitnya 33 jam dari Terminal Kampung Rambutan,
Jaktim, menuju Terminal Aur Kuning, Bukittinggi, dengan harga satu tiket
sleeper seat Rp 880.000. Sleeper bus di Indonesia mulai popular pada 2016. Saat
pertama kali muncul, bus ini mengoperasikan rute Jakarta-Purwokerto-Purbalingga
dengan harga tiket Rp 400.000-Rp 600.000. Semenjak itu, banyak PO yang
meluncurkan bus suite class dengan berbagai fasilitas dengan harga tiket yang ditawarkan
mencapai dua hingga tiga kali lipat dari tiket bus kelas biasa. Menjamurnya PO
yang menyediakan bus suite class dengan beragam rute perjalanan didorong oleh
bertumbuhnya permintaan masyarakat Indonesia terhadap layanan bus ini, sejalan dengan
data Bank Dunia pada 2020 yang mencatat dalam 15 tahun terakhir, persentase
masyarakat kelas menengah di Indonesia tumbuh dari 7 % menjadi 20 %, dengan
pengeluaran Rp 1,2 juta-Rp 6 juta per orang sebulan. Pada 2020, Bank Dunia mencatat
52 juta dari total 273 juta penduduk Indonesia merupakan masyarakat kelas menengah.
(Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023