;

Perjalanan Mewah yang Jadi Tujuan Berwisata

Ekonomi Yoga 09 Dec 2023 Kompas
Perjalanan Mewah
yang Jadi Tujuan
Berwisata

Layanan bus sleeper seat dan kompartemen kereta mewah membuat perjalanan dengan fasilitas premium kerap menjadi tujuan wisata itu sendiri. Kurang sebulan menjelang liburan Natal dan Tahun Baru 2024, masyarakat mulai mencari destinasi liburan dan akomodasi yang hendak dituju bersama teman ataupun keluarga. Tidak hanya menentukan tujuan, memilih moda transportasi untuk perjalanan wisata juga tak kalah penting. Pasangan suami-istri Ilham (28) dan Ariesta (29) asal Bekasi, Jabar, selain akan menghabiskan malam tahun baru di Bukittinggi, Sumbar, juga sudah membeli dua tiket bus antar kota antar provinsi (AKAP) eksekutif PO Sembodo dengan fasilitas sleeper seat. Justru, prioritas mereka dalam perjalanan wisata kali ini adalah menikmati sensasi menggunakan sleeper seat bersama orang terkasih. ”Kami sudah merencanakan (perjalanan) sejak pertengahan tahun ini. Saya dan istri pernah nonton konten review bus luxury di Youtube. Terus kayaknya bakal seru dan romantis kalau kami berdua rebahan di sleeper seat selama puluhan jam perjalanan,” ujar Ilham kepada Kompas, Rabu (6/12).

Ini pertama kali mereka melakukan perjalanan darat dari Jakarta menuju Bukittinggi, selama sedikitnya 33 jam dari Terminal Kampung Rambutan, Jaktim, menuju Terminal Aur Kuning, Bukittinggi, dengan harga satu tiket sleeper seat Rp 880.000. Sleeper bus di Indonesia mulai popular pada 2016. Saat pertama kali muncul, bus ini mengoperasikan rute Jakarta-Purwokerto-Purbalingga dengan harga tiket Rp 400.000-Rp 600.000. Semenjak itu, banyak PO yang meluncurkan bus suite class dengan berbagai fasilitas dengan harga tiket yang ditawarkan mencapai dua hingga tiga kali lipat dari tiket bus kelas biasa. Menjamurnya PO yang menyediakan bus suite class dengan beragam rute perjalanan didorong oleh bertumbuhnya permintaan masyarakat Indonesia terhadap layanan bus ini, sejalan dengan data Bank Dunia pada 2020 yang mencatat dalam 15 tahun terakhir, persentase masyarakat kelas menengah di Indonesia tumbuh dari 7 % menjadi 20 %, dengan pengeluaran Rp 1,2 juta-Rp 6 juta per orang sebulan. Pada 2020, Bank Dunia mencatat 52 juta dari total 273 juta penduduk Indonesia merupakan masyarakat kelas menengah.  (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :