;

DESA BUDAYA, Berburu Paus Bukan Cuma Urusan Sejengkal Perut

Ekonomi Yoga 29 Nov 2023 Kompas (H)
DESA BUDAYA,
Berburu Paus Bukan Cuma
Urusan Sejengkal Perut

Bagi orang Lamalera, tradisi berburu paus, lumba-lumba, dan pari manta bukan urusan sejengkal perut semata. Tradisi ratusan tahun di selatan Pulau Lembata, NTT, itu menjadi landasan hidup yang mewujud dalam beragam ekspresi budaya. Alunan syair lie yang dinyanyikan Kristoforus Plea Hariona (66) di Desa Lamalera A, Kecamatan Wulandoni, Lembata, Senin (20/11) malam memecah keheningan, sang lamafa atau juru tikam ikan paus tersebut melantunkan syair berbahasa Lamalera dalam festival budaya ”Tani Tenane Fule Penete”. Lie merupakan nyanyian selama proses melaut yang dipercaya bisa mendatangkan pertolongan. Syairnya beragam, beberapa di antaranya ditujukan untuk meminta angin saat berlayar dan kemudahan mendapatkan ikan.

”Sayangnya, banyak generasi muda mulai lupa. Padahal, ini budaya dari nenek moyang yang harus terus dilestarikan,” ujarnya. Orang Lamalera memburu paus, lumba-lumba, dan pari manta tidak sekadar untuk kebutuhan keluarga. Setelah ikan-ikan besar itu ditangkap, dagingnya dibagikan kepada warga setempat, termasuk fakir miskin, janda, dan orang sakit. Dalam festival budaya itu, warga Lamamanu membawakan tutu koda meminta hujan untuk memulai musim tanam. Sebab, kemarau masih melanda meskipun sudah di pengujung tahun. Selain tradisi lisan dan tarian, tradisi berburu paus di Lamalera juga mewujud dalam obyek kebudayaan lainnya, yaitu pengetahuan tradisional menenun yang disebut tani tenane. Gambar peledang, paus, dan pari manta menjadi motif umum tenun Lamalera.

Setiap Sabtu pagi, ibu-ibu dari Lamalera naik bus menuju Pasar Barter Wulandoni yang berjarak 9 km. Di sana mereka bertemu orang-orang dari gunung untuk menukarkan hasil laut dengan komoditas pertanian, seperti jagung, singkong, keladi, dan sayur-mayur. Tiga tahun terakhir, Alexander menjadi daya desa di Lamalera A. Ia bertugas menggerakkan warga mengoptimalkan potensi desa untuk mendukung program pemajuan kebudayaan desa dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek. “Tradisi berburu paus ibarat akar bagi budaya Lamalera yang mewariskan nilai-nilai luhur, seperti gotong royong, kerja keras, dan peduli terhadap sesama. ”Jadi, ini bukan cuma urusan perut. Kalau tradisi berburu paus yang sudah berjalan ratusan tahun dilarang, budaya-budaya Lamalera pun akan hilang,” katanya. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :