;

Masa Depan Kami Terbentang di Desa

Ekonomi Yoga 26 Nov 2023 Kompas
Masa Depan Kami
Terbentang di Desa

Pariwisata di Desa Kemiren berdetak kencang. Anak-anak muda setempat mulai berpikir, tak perlu jauh-jauh bertarung hidup di kota. Lebih baik hidup tenang di desa, memelihara akar budaya dan memanfaatkan semua kebaikan alam yang ada, lantas mengemasnya dalam paket-paket wisata. Malam telah menembus pagi. Seribu-dua ribu orang yang sejak semalam begadang mengikuti pertunjukan barong sepuh di pelataran Anjungan Wisata Osing, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jatim, merangsek mendekati panggung. Mereka tidak sabar menyaksikan momen puncak pertunjukan: orang-orang kesurupan ”roh macan”. Seiring makin kencangnya tetabuhan gamelan, otot-otot tangan dan wajah anak muda itu menegang. Sedetik kemudian, ia bergerak liar dan hendak melompat. Jika tidak dipegangi, ia akan menerkam dan konon menggigit penonton. Semakin liar gerakan mereka yang kesurupan, semakin senang penonton. ”Ini yang ditunggu semua orang, momen orang kesurupan macan,” ujar Adi, sopir mobil sewaan yang mengaku tidak pernah bosan menonton barong sejak ia kecil.

Pertunjukan barong sepuh yang dimainkan kelompok Tresno Budaya semalam suntuk sejak Sabtu (18/11/2023) malam pukul 20.00-an hingga Minggu pagi pukul 06.00-an menutup Festival Kemiren ”Raksa Rumyat Bentur” yang berlangsung sejak 17 November 2023. Panitia yang terdiri atas anak-anak muda Kemiren, yang bergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kencana, bisa bernapas lega. ”Semua berjalan lancar dan denes,” ujar Edi Saputro (26), pentolan anak muda di Pokdarwis Kencana. Denes yang dia maksud berarti sempurna. Untuk memperbesar pasar wisata, Pokdarwis Kencana membuat paket-paket wisata yang bertumpu pada tradisi Kemiren. Bagaimanapun budaya merupakan kekuatan dasar Desa Kemiren. ”Jadi, wisata mesti mengikuti budaya, bukan sebaliknya,” kata Edi. Selain itu, wisata harus dikerjakan bersama-sama warga sesuai filosofi lung-lungan atau gotong royong orang Kemiren, serta melibatkan lembaga adat, ujar Ketua Lembaga Adat Desa Kemiren Suhaimi. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :