;

Pasar Santa, Eksis di Tengah Sepi

Ekonomi Yoga 25 Sep 2023 Kompas
Pasar Santa, Eksis di Tengah Sepi

Bau harum aroma kopi menyapa pengunjung saat memasuki area lantai basemen Pasar Santa, yang diresmikan pada 1971. Sampai 2013, hanya 312 kios yang aktif dari total 1.151 kios. Tak dinyana, pasar di Jalan Cipaku I dan Jalan Cisanggiri II itu tiba-tiba booming. Puncak keramaian Pasar Santa terjadi pada September 2014 hingga pertengahan 2015. Tempat ini pernah menjadi ikon wisata Jaksel, terutama bagi pencinta seni, musik, dan kuliner. Kala itu, beberapa anak muda membuka kedai kekinian, seperti kedai kopi dan tempat makan, di pasar yang tengah kehilangan pelanggan ataupun penyewa. Upaya itu berhasil dan menarik penyewa baru dengan beragam usaha yang menjadikan Pasar Santa tempat nongkrong asyik, murah, meriah, dan berjiwa muda. Catatan Kompas, kabar baik itu tak berumur panjang. Kenaikan harga sewa dan harga jual kios menyurutkan perkembangan Pasar Santa.

Data akhir Mei 2016 menyebutkan, 546 kios atau separuh total kios di sana tutup karena tidak mampu membayar sewa kios. Pada Rabu (20/9) pukul 12.00, hanya ada lima pengunjung di lantai 3 Pasar Santa. Mereka menikmati hidangan maka siang. Selain itu, dua pengojek daring duduk dan bercengkerama di depan salah satu kedai, menunggu pesanan pelanggan. Beberapa pedagang lama masih setia berjualan di sana. Chandra Dewi, pemilik kedai Dimsum Santa Vegetarian itu masih berjualan karena sudah mengontrak kios selama 12 tahun. Dalam satu hari, ia hanya mendapatkan Rp 100.000 hingga Rp 200.000. Menurut Dewi, kebanyakan pengunjung yang datang adalah pegawai kantor sekitar pasar yang menjadi pelanggan tetapnya. Dewi menuturkan, beberapa pedagang masih ingin membuka kiosnya karena biaya sewa relatif murah. Pandemi membuat harga sewa kios kembali normal di kisaran Rp 7 juta-Rp 10 juta per tahun.

Hal senada diutarakan penjaga kedai kopi bernama Kopi Dari Akuh di lantai 3 Pasar Santa, Rizky (20). Saat sepi pembeli, ia hanya bisa menjual lima gelas kopi. Saat ramai, penjualan hanya 10 gelas kopi. Senin pekan lalu, ia tidak mendapatkan pelanggan sama sekali. Untuk menggaet banyak pengunjung, Rizky berharap pihak pengelola pasar dapat membuat kegiatan rutin setiap tahun, seperti mengadakan Santa Fest. Selain itu, kondisi kebersihan dan penerangan di lantai 3 juga menjadi perhatian para pedagang. Di tengah kondisi yang tak memuaskan itu, pada Juni 2023, Pasar Santa kembali viral. Video mengenai suasana pasar, kuliner lezat, serta barang-barang unik menyebar dengan cepat. Gelombang  baru pengunjung menyerbu. Akan tetapi, hanya beberapa pedagang yang merasakannya. Salah satu kios yang menjadi magnet baru di Pasar Santa ialah kedai kopi milik kakek berusia 75 tahun, yakni Augustinus Sollohin alias Solihin. Salah satu menu andalan di kedai Senior Coffee Stall itu ialah puding karamel seharga Rp 9.500 per porsi. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :