DERU EKONOMI NATARU
Libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 bisa menjadi oasis bagi dinamika perekonomian nasional yang tengah memasuki periode tahun politik. Geliat konsumsi yang terpantik oleh mobilitas masyarakat seiring dengan momentum liburan akhir tahun ini menunjukkan perkembangan signifikan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat mobilitas orang menggunakan transportasi umum selama awal periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023/2024 rerata meningkat 20%-30%. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan peningkatan pergerakan orang selama periode awal Nataru 2023/2024 relatif lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Pertumbuhannya dari 2022 semua kurang lebih 20%-30%. Jadi cukup baik,” katanya di Posko Pusat Angkutan Nataru 2023/2024, Senin (25/12). Besarnya volume kendaraan selama awal periode Nataru telah direkam PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Operator jalan tol itu mencatat sebanyak 1,27 juta unit kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek selama 18—24 Desember 2023. Volume kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek itu meningkat 10,23% dibandingkan lalu lintas periode Natal 2022 yang hanya 1,1 juta unit kendaraan.
Tingginya mobilitas selama Nataru yang turut mendorong geliat di sektor perjalanan wisata juga diafirmasi oleh Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita). Asosiasi ini memprediksi bisnis perjalanan wisata meningkat hingga 30% selama Nataru ini. Wakil Ketua Asita Budijanto Ardiansjah mengatakan peningkatan 30% tersebut merupakan permintaan perjalanan wisata domestik secara year-on-year (YoY). “Ini masih berjalan sampai akhir tahun,” kata Budijanto kepada Bisnis, Senin (25/12). Sementara itu, hasil survei Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub menyebutkan pergerakan orang selama momen Nataru mencapai 107 juta orang atau melonjak 143,18% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 44 juta orang. Hal itu menandakan aktivitas perekonomian nasional menuju ke titik normal saat prapandemi Covid-19. Bila mengacu pada perhitungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga S. Uno, potensi ekonomi Nataru 2023/2024 mencapai Rp214 triliun, dengan asumsi setiap wisatawan Nusantara (wisnus) membelanjakan dana hingga Rp2 juta. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani menyatakan sejumlah bidang usaha berpeluang mengeruk keuntungan saat momen Nataru 2023/2024, di antaranya pariwisata, perhotelan, restoran, kafe, pusat hiburan dan perbelanjaan. “Ritel, jasa transportasi, informasi dan komunikasi hingga layanan jasa pengiriman barang juga akan turut terdongkrak mendulang pendapatan,” ujar Shinta.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah Redjalam meramalkan momen Nataru 2023/2024 mampu mengerek pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali berada di atas 5%, setelah kuartal III/2023 tumbuh 4,94% (YoY). Seperti halnya Idulfitri, mudik Natal yang dilakukan masyarakat bisa menaikkan aktivitas ekonomi dan belanja masyarakat. “Dengan adanya Nataru, pertumbuhan ekonomi diperkirakan kembali naik ke atas 5%, atau di kisaran 5,05%-5,1%,” kata Piter kepada Bisnis. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet melihat beberapa harga kebutuhan pangan strategis masih meningkat dan berpotensi menekan daya beli. Menurutnya, kelompok bawah cenderung masih punya pegangan dari bantuan sosial yang digulirkan pemerintah pada akhir tahun ini terutama bantuan sosial mitigasi El Nino.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023