;
Tags

UMKM

( 686 )

Impor Baju Bekas Matikan UMKM

KT3 14 Mar 2023 Kompas

Menjamurnya impor pakaian bekas di dalam negeri dapat mematikan UMKM perajin tekstil. Pelaku UMKM ini menjadi kehilangan pendapatan karena pasarnya tergerus produk impor pakaian bekas. Lantaran gangguan penjualan pada bagian hilir industritekstil, bagian hulu juga akan terdampak hingga berpotensi terjadi pengurangan tenaga kerja. ”Ini ilegal. Ini tidak bisa di benarkan. Impor pakaian bekas menggerus pasar sehingga mematikan UMKM,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam diskusi dengan media di Jakarta, Senin (13/3). Menurut Teten, fenomena menjamurnya impor pakaian bekas juga melanda di sebagian negara di kawasan Afrika.

Dalam sebuah studi, menjamurnya impor pakaian bekas ini tak hanya mematikan UMKM yang kalah bersaing di pasar domestik, tetapi juga memicu hilangnya potensi tenaga kerja di sana hingga puluhan ribu orang. Teten menambahkan, salah satu yang  bisa dilakukan untuk menyelamatkan produk tekstil UMKM adalah mengedukasi konsumen bahwa pakaian bekas hasil impor itu lebih banyak mudaratnya. Selain berpotensi mematikan bisnis UMKM, impor pakaian bekas juga tidak sejalan dengan semangat bangga produk buatan dalam negeri. Pakaian bekas impor, lanjut Teten, juga memiliki permasalahan kebersihan.  sebab, pembeli tidak pernah tahu sebelumnya pakaian ini dipakai siapa dan bisa saja membawa suatu penyakit tertentu karena tidak terjamin kebersihannya. (Yoga)


UMKM Dapat PPh Final 0% Hingga 2035

HR1 10 Mar 2023 Kontan

Insentif pajak yang diberikan pemerintah khusus untuk penanaman modal di Ibu Kota Nusantara (IKN) tak hanya menyasar usaha besar, tetapi juga usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Sektor ini bakal mendapatkan insentif berupa pajak penghasilan (PPh) final. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12/2023 yang diteken oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan berlaku mulai 6 Maret 2023. Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa wajib pajak dalam negeri tidak termasuk bentuk usaha tetap yang melakukan penanaman modal di IKN dengan nilai kurang dari Rp 10 miliar dan memenuhi persyaratan tertentu dapat dikenai pajak penghasilan yang bersifat final dengan tarif sebesar 0%. Fasilitas ini diberikan terhitung sejak persetujuan pemberian fasilitas sampai dengan tahun 2035. Apabila pelaku UMKM memiliki lebih dari satu tempat usaha atau cabang yang berada di wilayah IKN, penentuan batasan nilai penanaman modal di IKN ditentukan berdasarkan jumlah dari seluruh lokasi tempat usaha atau cabang wajib pajak yang berada di wilayah IKN. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, kebijakan itu menunjukan keberpihakan pemerintah pada sektor UMKM sebagai penggerak utama roda perekonomian. "PP itu mengatur fasilitas PPh final 0% atas penghasilan dari peredaran bruto usaha. Sementara di luar IKN dikenakan 0,5% dari omzet," kata Bahlil, Kamis (8/3).

Menjaga Pangan Lokal Papua melalui UMKM

KT3 10 Mar 2023 Kompas (H)

Restoran Isasai milik Ulin Epa dan suaminya, Fredi Bartholomeus terletak di Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua. Restoran yang berupa deretan rumah panggung di pinggiran Danau Sentani berkapasitas 500 orang ini dikelola wirausaha asli Papua. Pelayan yang membawa menu pun mengenakan kemeja dengan corak khas Papua, dan semua makanan yang disajikan adalah kuliner lokal dari Sentani, Kabupaten Jayapura, kampung halaman Ulin. Terdapat 12 kuliner lokal yang disediakan, antara lain papeda panas atau dalam bahasa Sentani disebut fi naunge, papeda bungkus atau finukhu, dadar sagu atau sinole, ikan gabus kuah kuning, ikan gabus kuah hitam, ubi ungu, keladi tumbuk, dan sayur genemo lilin santan. ”Isasai adalah restoran yang hanya menyajikan kuliner khas Jayapura dan tempat konservasi ikan gabus. Kami ingin mempertahankan tradisi mengonsumsi kuliner lokal yang dikemas secara menarik dan disajikan di sebuah restoran. Ada 14 pekerja di Isasai yang mayoritas pemuda setempat,” kata Ulin (36). Omzet Isasai Rp 60 juta per bulan dengan kunjungan paling ramai di hari kerja.

Yafet Wetipo (34) melahirkan usaha kafe dan sangrai kopi Papua sejak 2018 di daerah Yoka, Distrik Heram. Di tempat usahanya, Highland Roastery Coffee Papua, yang berjarak 1 km dari Restoran Isasai, Yafet mempekerjakan lima karyawan. Tempat ini juga menjual biji kopi yang belum disangrai dan telah disangrai kepada pelanggannya di 17 kedai kopi dan tiga tempat usaha sangrai kopi di Kota Jayapura, Kabupaten Manokwari, dan Kota Sorong. Highland Roastery Coffee Papua menjual 300 kg produk kopi per minggu dengan omzet Rp 25 juta per bulan. Yafet membeli biji kopi dari 100 petani dari empat kabupaten di Papua Pegunungan, yakni Jayawijaya, Yahukimo, Lanny Jaya, dan Pegunungan Bintang. Kadis Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Jayapura Robert Awi mengapresiasi UMKM restoran serta kafe yang dikelola anak asli Papua. Saat ini, industri rumah tangga di bidang kuliner dan olahan pangan lokal di Jayapura mencapai 2.100 pelaku usaha atau 30 % dari total 7.800 UMKM di Jayapura. Setiap tahun, kata Robert, pihaknya terus mendata UMKM dan menyiapkan pendampingan, pelatihan, hingga bantuan bagi pelaku UMKM yang telah berjasa bagi pertumbuhan ekonomi di Jayapura. (Yoga)

(Yoga)

Penguatan Kawasan Asean Melalui Peningkatan Inklusi Keuangan Digital UMKM

KT1 08 Mar 2023 Investor Daily (H)

Asean merupakan salah satu episentrum pertumbuhan perekonomian global. Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan perekonomian kawasan Asean tumbuh 4,7% pada tahun 2023, lebih tinggi dari kawasan lainnya dan kelompok negara maju. Ke depan, kawasan Asean juga diproyeksikan masih tetap tumbuh dengan tingkat yang lebih besar dibandingkan kawasan lainnya. Sebagai pemegang Keketuaan Asean (Asean Chairmanship) pada tahun 2023 ini, Indonesia, selaku salah satu pendiri Asean, tentu perlu memanfaatkan kesempatan ini untuk menghasilkan terobosan yang dapat membawa Asean menjadi kawasan terbaik di dunia. Salah satu agenda prioritas Keketuaan Indonesia di Asean di sektor keuangan adalah mendorong literasi dan inklusi keuangan digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Agenda ini dipilih dengan pertimbangan yang matang. Pertama, geliat pertumbuhan ekonomi kawasan Asean tidak lepas dari peranan UMKM sebagai salah satu tulang punggung perekonomian. Lebih dari 97% usaha di kawasan Asean merupakan UMKM, yang berkontribusi terhadap penciptaan 67% lapangan kerja dan 45% Produk Domestik Bruto (PDB) di kawasan (Asean Investment Report 2022). (Yetede)

Pelaku UKM Dilatih soal Operasi Pabrik Pintar

KT3 01 Mar 2023 Kompas

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) bekerja sama dengan Asosiasi Inovasi Bisnis Korea Selatan memberikan pelatihan sumber daya manusia untuk pengoperasian pabrik pintar. Deputi Bidang UKM Hanung Harimba Rachman, Selasa (28/2) menjelaskan, pelatihan tersebut saat ini diberikan kepada 30 pegiat UKM, antara lain, dari sektor pertanian, pangan, dan tekstil. (Yoga)

Kepri Dorong UMKM Manfaatkan Pengalengan

KT3 28 Feb 2023 Kompas

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memberikan bantuan Rp 1 miliar kepada koperasi usaha mikro, kecil, dan menengah untuk mendirikan pabrik sterilisasi makanan atau pengalengan. UMKM didorong memanfaatkan fasilitas ini, dengan catatan produknya harus beragam. ”Yang tak kalah penting, rasa dan mutu produknya juga harus dijaga karena ini untuk pasar ekspor,” kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Senin (27/2). (Yoga)

Januari Pertumbuhan Mikro Kian Meleset 36,8%

KT1 28 Feb 2023 Investor Daily (H)

Penyaluran kredit kepada skala usaha mikro tercatat sebesar Rp 512,3 triliun, melesat 36,8% secara tahunan (year on year/yoy) per Januari 2023. Pertumbuhan tersebut juga menjadi pendorong kredit UMKM secara keseluruhan yang mencapai Rp 1.246,5 triliun, tumbuh 9,3% (yoy) pada awal tahun ini. Berdasarkan data Uang Beredar Bank In[1]donesia (BI), kredit skala mikro tumbuh lebih lambat dari posisi Desember 2022 yang meningkat 38,4% (yoy). Sedangkan, kredit UMKM skala kecil tumbuh 2,7% (yoy) menjadi Rp 441 triliun, dan kredit menengah terkoreksi dalam 12,8% (yoy) menjadi Rp 293,2 triliun per Januari 2023. Merujuk jenis penggunaan, perkembangan kredit UMKM di Januari 2023 ter utama dipengaruhi oleh perkembangan kredit modal kerja dengan nilai kredit mencapai Rp 948,9 triliun, tumbuh 8,2% (yoy), setelah pada Desember 2022 tumbuh 9,9%.

Penggunaan kredit UMKM untuk investasi mencatatkan pertumbuhan 13% (yoy) menjadi Rp 297,6 triliun pada Januari 2023, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 10,2% (yoy). Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, kredit perbankan pada Januari 2023 tumbuh sebesar 10,53% (yoy) menjadi Rp 6.310,88 triliun. Penguatan kredit tersebut utamanya ditopang oleh kredit investasi dan kredit modal kerja yang masing-masing tumbuh sebesar 12,61% dan 10,03%. “Intinya kita masih optimis pertumbuhan kredit masih double digit 10-12% dan ini kami lihat indikator ekonomi dan target ekonomi yang ditetapkan sepertinya sangat optimis dari RBB kita lihat optimisme itu meliputi perbankan di Indonesia,” jelas Dian, Senin (27/2/2023). (Yetede)


Panggung untuk Produk UMKM Bandar Lampung

KT3 24 Feb 2023 Kompas (H)

Tri Indah Noviana (42) menunggu pencairan program pinjaman modal bunga nol % yang digulirkan Pemkot Bandar Lampung. Setelah mendaftar dan lolos verifikasi perbankan, ia berharap pinjaman modal usaha Rp 50 juta bisa cair sebelum Idul Fitri 2023. ”Saya berencana menggunakannya untuk meningkatkan kapasitas produksi dan merapikan galeri,” kata Tri di rumahnya di Bandar Lampung, Jumat (17/2). Pemilik usaha kerajinan tangan dan tapis ”Galeri Omah Cinta” itu mengecek pesanan daring via gawainya. Ia sangat bersyukur bisa mengakses program permodalan tanpa bunga dan tanpa agunan. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas untuk memamerkan produk. Di Kecamatan Kemiling kini berdiri sentra industri kecil dan menengah (IKM). Gedung yang dibangun Pemkot Bandar Lampung itu dipakai sebagai galeri bersama pelaku usaha tapis dan batik Lampung. ”Untuk sementara, kami bergantian menjaga galeri. Gedung ini juga mulai dimanfaatkan untuk pelatihan UMKM agar makin ramai,” katanya. Keberadaan gedung itu semakin meneguhkan Kecamatan Kemiling sebagai daerah sentra tapis dan batik di Bandar Lampung. Sulastri (39), pelaku usaha yang mengembangkan batik tulis dengan pewarna alami sejak 2019. Ia pernah bekerja dengan Laila Al-Khusna terjun di usaha batik tulis. Inovasinya membuat pewarna alami dari air rebusan kulit jengkol dan ranting sungkai membuat usahanya melejit. Kini, ia memberdayakan 5-10 ibu rumah tangga di Kemiling untuk membatik. Dalam satu bulan, ia memproduksi 120 helai batik tulis.

Selain tapis dan batik, ada juga sentra keripik yang terletak di Gang PU, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung. Di gang itu, puluhan kios menjual aneka keripik pisang dan singkong. Ragam oleh-oleh makin banyak yang dijual di sentra keripik itu, di antaranya kopi, opak, molen, kerupuk, pie pisang, keripik buah, hingga pisang goreng beku. Sinta (36), pemilik usaha keripik pisang yang merintis usaha sejak 2005, mengatakan, Gang PU semakin dikenal sebagai sentra keripik oleh-oleh wisatawan. Setiap bulan, perputaran uang dari aktivitas jual beli keripik di kawasan itu bisa miliaran rupiah. Kadis Perindustrian Kota Bandar Lampung Adiansyah menuturkan, pinjaman modal usaha dengan bunga nol rupiah dan tanpa agunan digulirkan untuk mengurangi beban pelaku usaha. Saat ini IKM yang mengakses program itu jumlahnya baru puluhan. Padahal, ada 57.019 UMKM di Bandar Lampung. Sebagian terkendala karena masih memiliki pinjaman modal serupa sehingga tidak lolos verifikasi perbankan. Pengembangan sentra IKM di Bandar Lampung memang menjadi program unggulan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana. Lewat program itu, ia berupaya mendongkrak perekonomian pelaku usaha demi memajukan perekonomian daerah. (Yoga)


Peluang Bisnis E-dagang Masih Besar

KT3 13 Feb 2023 Kompas

JAKARTA, KOMPAS — Tutupnya sejumlah perusahaan penyedia lokapasar tidak lantas membuat bisnis e-dagang meredup. Masih terdapat peluang memperluas jejak perdagangan digital ke luar kota metropolitan. Principal di Kearney, Ishan Nahar, dalam pernyataan resmi yang dikutip hari Minggu (12/2/2023), di Jakarta, mengatakan, kota di luar metropolitan atau kota urban baru (tier 2–4) di Indonesia memiliki jumlah penduduk 230 juta jiwa, jauh lebih besar daripada jumlah penduduk kota tier 1 yang hanya sekitar 40 juta jiwa. Populasi penduduk yang lebih besar akan dapat menciptakan basis pelanggan yang lebih luas bagi perusahaan teknologi e-dagang. Sementara itu, baru sekitar 30 persen dari 60 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan solusi digital untuk aktivitas bisnis ataupun perdagangan mereka. ”Para pelaku aplikasi super di bidang e-dagang sebenarnya telah membangun platform untuk UMKM. Namun, kami melihat masih terbuka peluang bagi mereka memperluas layanan ke seluruh rantai operasi UMKM. Di samping itu, kami juga mengamati masih ada ruang bagi mereka guna membantu meningkatkan pelatihan kompetensi digital untuk pelaku UMKM,” ujar Ishan. (Yoga)

Kredit UMKM Bank Mandiri Tumbuh 13,2% Pada 2022

KT1 10 Feb 2023 investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan kredit sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara bank only sebesar Rp 117,2 triliun pada 2022. Nilai tersebut tumbuh 13,2% dibandingkan tahun 2021 yang mencapai Rp 103,5 triliun. Pertumbuhan kredit UMKM itu ditopang penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) 2022. Bank Mandiri berhasil memenuhi target penyaluran dari pemerintah sebesar Rp 40 triliun untuk lebih dari 351 ribu pelaku UMKM. Penyaluran KUR Bank Mandiri utamanya disalurkan ke sektor produksi yaitu sebanyak 59,73% atau senilai Rp 23,9 triliun. Tren peningkatan penyaluran KUR sektor produktif tercermin dari seluruh sektor yang meningkat, salah satunya sektor pertanian yang menyumbang 29,53% dari total KUR senilai Rp11,81 triliun. Disusul sektor jasa produksi yang mencapai Rp 8,03 triliun atau sekitar 20,07%. Bank Mandiri mengaku terus melanjutkan komitmen dalam mendukung pengembangan pelaku UMKM. Komitmen itu diwujudkan melalui optimalisasi keberadaan Rumah BUMN (RB) yang merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) guna memperkokoh wadah pengembangan UMKM di wilayah kerja perseroan. (Yetede))