Menjaga Pangan Lokal Papua melalui UMKM
Restoran Isasai milik Ulin Epa dan suaminya, Fredi Bartholomeus terletak di Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua. Restoran yang berupa deretan rumah panggung di pinggiran Danau Sentani berkapasitas 500 orang ini dikelola wirausaha asli Papua. Pelayan yang membawa menu pun mengenakan kemeja dengan corak khas Papua, dan semua makanan yang disajikan adalah kuliner lokal dari Sentani, Kabupaten Jayapura, kampung halaman Ulin. Terdapat 12 kuliner lokal yang disediakan, antara lain papeda panas atau dalam bahasa Sentani disebut fi naunge, papeda bungkus atau finukhu, dadar sagu atau sinole, ikan gabus kuah kuning, ikan gabus kuah hitam, ubi ungu, keladi tumbuk, dan sayur genemo lilin santan. ”Isasai adalah restoran yang hanya menyajikan kuliner khas Jayapura dan tempat konservasi ikan gabus. Kami ingin mempertahankan tradisi mengonsumsi kuliner lokal yang dikemas secara menarik dan disajikan di sebuah restoran. Ada 14 pekerja di Isasai yang mayoritas pemuda setempat,” kata Ulin (36). Omzet Isasai Rp 60 juta per bulan dengan kunjungan paling ramai di hari kerja.
Yafet Wetipo (34) melahirkan usaha kafe dan sangrai kopi Papua sejak 2018 di daerah Yoka, Distrik Heram. Di tempat usahanya, Highland Roastery Coffee Papua, yang berjarak 1 km dari Restoran Isasai, Yafet mempekerjakan lima karyawan. Tempat ini juga menjual biji kopi yang belum disangrai dan telah disangrai kepada pelanggannya di 17 kedai kopi dan tiga tempat usaha sangrai kopi di Kota Jayapura, Kabupaten Manokwari, dan Kota Sorong. Highland Roastery Coffee Papua menjual 300 kg produk kopi per minggu dengan omzet Rp 25 juta per bulan. Yafet membeli biji kopi dari 100 petani dari empat kabupaten di Papua Pegunungan, yakni Jayawijaya, Yahukimo, Lanny Jaya, dan Pegunungan Bintang. Kadis Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Jayapura Robert Awi mengapresiasi UMKM restoran serta kafe yang dikelola anak asli Papua. Saat ini, industri rumah tangga di bidang kuliner dan olahan pangan lokal di Jayapura mencapai 2.100 pelaku usaha atau 30 % dari total 7.800 UMKM di Jayapura. Setiap tahun, kata Robert, pihaknya terus mendata UMKM dan menyiapkan pendampingan, pelatihan, hingga bantuan bagi pelaku UMKM yang telah berjasa bagi pertumbuhan ekonomi di Jayapura. (Yoga)
(Yoga)Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023