;
Tags

UMKM

( 686 )

Kemitraan UMKM Masih Rendah

KT3 24 May 2023 Kompas

Kesiapan UMKM untuk kemitraan dinilai masih rendah. UMKM masih cenderung berjalan sendiri-sendiri dan sulit masuk dalam kemitraan untuk rantai pasok utama industri. Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Bidang Ekonomi Kerakyatan Muhammad Riza Damanik mengemukakan, jumlah UMKM di Indonesia sekitar 64 juta unit usaha. Namun, partisipasi kemitraan UMKM masih cenderung rendah. Sebagian besar UMKM merupakan usaha mikro yang sangat rentan dengan perubahan lingkungan. Data dari Bank Pembangunan Asia 2021, partisipasi kemitraan UMKM Indonesia dengan rantai produksi global baru 4,1 % dari total unit usaha. Bappenas pada 2020 mencatat, jalinan kemitraan usaha menengah kecil dan usaha menengah besar baru 7 %.

Persoalan mendasar selama ini, lanjut Riza, usaha yang dijalankan UMKM cenderung sendiri-sendiri dalam skala terbatas sehingga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas usaha tidak berjalan dengan baik. Di sisi lain, praktik kemitraan dengan industri di masa lalu kerap hanya menguntungkan usaha besar, sementara alih teknologi berjalan lambat. Kemitraan industri dengan UMKM cenderung bukan mendorong UMKM tersebut untuk masuk ke rantai pasok atau menghasilkan produk turunan dari industri. ”Apabila UMKM terus dibiarkan tumbuh sendiri-sendiri, tidak terhubung dengan rantai pasok industri  nasional dan BUMN, maka sulit untuk bisa naik kelas, apalagi mau masuk ke dalam pasar global,” kata Riza, saat dihubungi, Selasa (23/5) di Jakarta. (Yoga)


SISI LAIN KTT ASEAN, Seberangi Lautan demi Meriahkan Pesta Rakyat

KT3 13 May 2023 Kompas (H)

Sejumlah perempuan perajin di Kabupaten Lembata, NTT, tampak piawai menenun di bawah tenda yang berdiri di balik puluhan gerai di pameran Pesta Rakyat di Lapangan Waekesambi, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Minggu (7/5). Terhalang di sudut lapangan, letak tenda nyaris tidak terlihat pengunjung kala memasuki pameran. Diadakan untuk memanggungkan budaya dan karya kreatif masyarakat lokal, pameran itu turut memeriahkan KTT Ke-42 ASEAN. Proses pembuatan tenun ikat dimunculkan dalam pameran untuk mengangkat kekayaan budaya tenun di NTT. Diperkirakan, ada 700 motif tenun di NTT. ”Supaya tamu dari luar negeri bisa menyaksikan proses ini,” ujar Bernadus Keytimu, koordinator kelompok tenun dari Lembata. Untuk menghasilkan satu helai kain tenun ikat alami ukuran 1x2 meter membutuhkan waktu hampir dua tahun. Satu helai dibanderol paling murah Rp 30 juta.

Tingginya semangat memperkenalkan tenun mendorong Bernadus bersama sembilan perempuan penenun dating jauh-jauh dari Lembata ke Labuan Bajo. Lembata ada di seberang timur Pulau Flores, sedang Labuan Bajo di sisi barat Flores, berjarak 723 kilometer. Mereka berlayar selama 3,5 jam ke Pelabuhan Larantuka di Kabupaten Flores Timur, dilanjutkan dengan kendaraan ke Maumere, Kabupaten  ikka, selama 4 jam. Lalu, menumpang kapal ke Labuan Bajo selama 15 jam. Ironis, tiba di Labuan Bajo, mereka tidak kebagian stan pameran. Mereka lantas menyewa tenda dengan tarif Rp 400.000 per hari. Di tenda itu pula, mereka tidur lantaran semua hotel dan penginapan di Labuan Bajo terisi tamu KTT Ke-42 ASEAN. Pameran itu pun hanya digelar satu hari. ”Kami datang jauh-jauh, tetapi pameran hanya  dibuka satu hari. Kalau seperti ini, bagaimana orang bisa melihat produk kami,” kata Bernadus mengungkapkan kekecewaan.

Di stan pameran lain, Erlin Owa (33) bersama dua rekannya datang dari Kabupaten Nagekeo, NTT. Membawa hasil olahan berupa kacang goreng, keripik pisang, dan pisang cokelat, mereka datang menggunakan kapal dengan waktu tempuh 19 jam. Mereka juga tidak kebagian stan sehingga harus menyewa tenda. ”Kami tidak terlalu peduli berapa banyak uang yang kami dapatkan dari pameran ini, tetapi yang paling penting adalah produk kami diketahui orang,” ujarnya. Tapi, Bony Oldam Romas yang menjabat Ketua Kadin Kabupaten Manggarai kebagian stan. Sebanyak empat pengusaha kopi ikut. Selama momentum KTT ASEAN berlangsung, ia memperkirakan penghasilan setiap pengusaha kopi mencapai lebih dari Rp 20 juta. Ia berharap pameran seperti itu dapat digelar lebih dari satu hari agar ruang pengenalan lebih lama. Waktu pelaksanaan pameran yang hanya satu hari dinilai tidak cukup. Padahal, ribuan orang tengah berkunjung ke Labuan Bajo. (Yoga)


Harga Beras Tekan Usaha Warung Nasi

KT3 05 May 2023 Kompas

Tingginya harga beras turut menekan pedagang warung nasi. Sejumlah pedagang yang mayoritas berskala UMKM serta melayani pekerja sektor informal sebagai pelanggan memilih untuk menanggung kenaikan harga. Namun, sebagian lainnya terpaksa menaikkan harga atau mengurangi porsi nasi yang dijual. Berdasarkan data Panel Harga Bapanas per Kamis (4/5) rata-rata nasional harga beras medium ditingkat pedagang eceran senilai Rp 11.900 per kg, sedangkan beras premium Rp 13.620 per kg. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, rata-rata nasional harga beras medium Rp 10.810 per kg dan beras premium Rp 12.340 per kg. Sejumlah pelaku UMKM, khususnya warung nasi, mengandalkan beras sebagai bahan baku.

Mereka antara lain pelaku usaha warung tegal, nasi padang, nasi goreng, nasi uduk, nasi kuning, nasi kucing, dan nasi rames. Ada juga dagangan lain yang mengandalkan beras, seperti ketupat, lontong, dan arem-arem. Ketua Umum Asosiasi Industri UMKM Indonesia (Akumandiri) Hermawati Setyorinny, Kamis (4/5), mengatakan, sejumlah pelaku UMKM pedagang warung nasi sudah menaikkan harga. Dia mencontohkan, terdapat pedagang yang menaikkan harga nasi dari Rp 3.000 per porsi pada tahun lalu jadi Rp 4.000 per porsi. Adapun bagi pedagang yang tidak menaikkan harga, pilihannya adalah mengurangi porsi nasi yang dijual. Oleh sebab itu, untuk mengatasi kesulitan pedagang warung nasi, Hermawati berharap pemerintah dapat meredam harga beras, karena ada tambahan pasokan dari impor. Pasokan ini diharapkan dapat segera membanjiri pasar. (Yoga)


Semangat Pagi di Pasar Darfuar

KT3 30 Apr 2023 Kompas

Sebuah minibus berwarna biru perlahan memasuki area terminal yang berada di sisi utara Pasar Darfuar di Distrik Samofa, Biak Numfor, Papua, Rabu (19/4). Sejumlah buruh angkut yang telah menunggu bergegas mendekat ke minibus. Salah seorang di antaranya naik ke atap untuk menurunkan muatan satu per satu. Barang-barang yang dikemas dalam karung tersebut adalah milik mama-mama Papua yang akan berjualan di Pasar Darfuar. Setelah diturunkan, karung-karung tersebut kemudian dipindahkan ke troli. Sebagian besar adalah hasil kebun, seperti ubi jalar, ubi kayu, cabai, tomat, pisang, dan pinang. Buruh angkut lantas mendorong troli menuju lapak yang ditempati para mama Papua berjualan di dalam pasar. Untuk sekali mengantarkan barang, para buruh angkut menerima upah Rp 5.000 dengan jarak hanya 50 meter dari lokasi bongkar muat menuju ke lapak-lapak pedagang di dalam pasar.

Pasar Darfuar merupakan pasar tradisional yang juga berperan sebagai pasar induk untuk memasarkan hasil bumi dan komoditas pangan yang dihasilkan oleh warga setempat. Para mama Papua inilah yang membawa sendiri dan menjual langsung komoditas pertanian dan perkebunan mereka di pasar. Mereka mulai berjualan sejak pagi hingga malam atau pulang setelah barang-barang laku terjual. Ina Krar (52) menuturkan, dirinya sejak pukul 07.00 sudah berada di pasar. Ina yang berjualan sayur dan pinang sering berjualan hingga menjelang petang. Terkadang ia baru pulang setelah pukul 19.00 ketika hasil kebun yang dibawanya belum laku terjual. (Yoga)


Mendorong UMKM Masuk Rantai Pasok Industri

KT3 25 Apr 2023 Kompas

Dace (44) akhirnya putus hubungan dengan tengkulak. Ia tak lagi menerima ijon dari orang-orang yang mengelilingi Desa Tanjungsari di Kabupaten Bogor, Jabar, untuk menawar kopi para petani dengan harga murah, berkat program KUR mikro berbasis kluster yang diterima Dace secara simbolis dari Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Rabu (12/4). Ia membawa pulang pinjaman Rp 50 juta yang bisa dipakai hingga setahun ke depan untuk mengolah 2 hektar kebun kopi robusta miliknya. ”Ini untuk tambah modal sehari-hari urus kopi. KUR ini sangat membantu untuk beli bibit sama panen. Kalau pakai modal sendiri, petani enggak akan bisa,” kata Dace saat ditemui di selasar kantor Kemenkop dan UKM di Jakarta. Dana KUR itu ia dapat dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Dalam program KUR berbasis kluster itu, Dace dinaungi PT Bogor Kopi Indonesia. Perusahaan itulah yang satu-dua tahun terakhir menggantikan peran tengkulak langganannya sebagai pembeli tetap (offtaker) hasil panen Dace.

Dace hanyalah satu dari sekian petani yang kini menjadi pemasok biji hijau bagi PT Bogor Indonesia. Realino Daru, penyelia pemasaran BNI Bogor, menyebutkan sedikitnya puluhan petani kopi di desa-desa sekitar Tanjungsari bermitra dengan PT Bogor Kopi Indonesia. Seiring waktu hingga pengajuan KUR, lanjut Realino, para petani itu dibina agar mampu meningkatkan kualitas panen kopi sesuai kebutuhan pabrik. ”Standar kopi petani binaan ini jadi grade A. Kapasitas produksinya juga stabil, bisa 2 ton per tahun,” ujarnya. Program KUR berbasis kluster tahun ini makin didorong pemerintah melalui Kemenkop dan UKM. Lewat skema ini, pelaku UMKM, termasuk petani, diharapkan mampu memperkuat peran dalam rantai pasok industri sebagai penyedia bahan baku. Teten Masduki yakin, jika UMKM menjadi bagian dari industri, kesempatan untuk meningkatkan skala ekonomi bisnis akan lebih besar. Begitu pula kualitas dan standar produknya. (Yoga)


Penciptaan Wirausaha Baru di Pamekasan

KT3 20 Apr 2023 Kompas

Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jatim, mendorong adanya 10.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) atau wirausaha baru. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Pamekasan Harisandi, di Pamekasan, Rabu (19/4) mendukung komitmen pemerintah tersebut. ”Berbagai program dilakukan agar UMKM bisa tumbuh setelah pandemi Covid-19 dan sedang menghadapi resesi ekonomi global,” katanya. (Yoga)

Bersemi karena Kenaikan Konsumsi

KT1 20 Apr 2023 Tempo

Sepekan menjelang Lebaran, Nuraeni, 47 tahun, sibuk menyelesaikan pembuatan tunik terakhirnya. Pakaian wanita itu jadi produk kesembilan yang ia buat sejak dua bulan lalu. "Semuanya pesanan buat Lebaran," tuturnya kepada Tempo, kemarin. Penjahit asal Brebes ini tak menyangka bisa memproduksi pakaian sebanyak itu di rumahnya. Sejak dua bulan lalu, permintaan masuk bergantian. Kondisi tahun ini jelas jauh berbeda dengan Ramadan tiga tahun terakhir, di mana Nuraeni mengaku sangat sulit mendapatkan order jahitan. "Waktu pandemi, (membeli atau menjahit) baju kan bukan pilihan utama masyarakat."

Kenaikan permintaan juga dirasakan pengusaha bingkisan Lebaran alias hampers, Dinda Audriene. Selama Ramadan ini, pesanan paket makanan dan minuman berdatangan hingga wanita berusia 30 tahun ini mengantongi omzet lebih dari Rp 30 juta. "Angkanya naik berkali lipat dibanding tahun lalu," ujarnya. Selain karena ada kenaikan daya beli, pertumbuhan penjualan tersebut berkat upaya Audriene mengembangkan pasarnya. Akun instagram @jajandirumah yang ia gunakan untuk berdagang menjangkau semakin banyak pengguna. Tahun ini dia bahkan menerima pesanan pembuatan hampers dari salah satu BUMN.

Ramadan kali ini diperkirakan menjadi musim semi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menggenjot pemasukan, setelah tiga tahun terakhir usaha mereka lesu dihantam pandemi. Head of Mandiri Institute, Teguh Yudo Wicaksono, mengatakan momentum Ramadan selalu memicu kenaikan permintaan dan konsumsi. (Yetede)


PEMBERDAYAAN WARGA, Masyarakat Jadi Produsen Sandal Hotel

KT3 13 Apr 2023 Kompas

Masyarakat permukiman padat penduduk di Kampung Bedeng, Jalan Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, diberdayakan melalui pelatihan pembuatan sandal hotel. Sandal tersebut disalurkan ke hotel-hotel yang telah menjalin kerja sama dengan Kemensos. Mensos Tri Rismaharini mengatakan, dirinya diminta untuk memperhatikan permukiman padat penduduk dan kumuh di Kampung Bedeng.Bantuan berupa pelatihan menjahit dan pembuatan sandal hotel kemudian diberikan ke warga melalui Koperasi Cempaka Sejahtera Berkemajuan. Ada 20 warga yang bersedia dilatih. Pelatihan berlangsung selama lima hari, 24-28 Maret 2023. Selain pelatihan, warga juga diberi bantuan empat mesin jahit dan bahan pembuatan sandal senilai Rp 45,5 juta. Sebanyak 20 penerima manfaat program pemberdayaan ini juga menerima bantuan modal usaha senilai Rp 30.592.000 serta tiga motor senilai Rp 97.522.800. Bantuan itu agar digunakan membuat usaha kuliner dan toko kelontong.

”Kenapa kita bentuk koperasi? Karena nanti kalau koperasi ini ada keuntungan, maka keuntungan juga diberikan kepada anggotanya. Jadi, mereka menerima keuntungan setiap tahun atau akhir tahun setelah RAT (rapat anggota tahunan) sesuai UU Perkoperasian,” kata Risma, di Jakarta, Rabu (12/4/2023). Sandal hotel yang diproduksi selanjutnya didistribusikan ke hotel-hotel di bawah naungan PT Prima Hotel Indonesia. Perusahaan tersebut membawahi sembilan hotel di Jakarta dan Tangerang, antara lain Ashley dan Yellow Bee. Direktur Operasional PT Prima Hotel Indonesia Ade Noerwenda mengatakan, perusahaannya membutuhkan 50.000 pasang sandal per bulan. Sebanyak 10 % dari kebutuhan itu akan dibeli dari produsen di Kampung Bedeng. (Yoga)


Kesiapan Kerja Lulusan Jadi Fokus

KT3 10 Apr 2023 Kompas

Kesiapan lulusan perguruan tinggi memasuki dunia kerja menjadi fokus pendidikan di kampus-kampus. Perguruan tinggi pun mulai mengoptimalkan peluang belajar lewat magang hingga pembelajaran berbasis proyek untuk mengasah kemampuan dan karakter mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan dunia kerja. Rektor Universitas Yarsi Fasli Jalal seusai acara Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Universitas Yarsi Semester Ganjil Tahun Akademik 2022-2023 di Jakarta, Sabtu (8/4), mengatakan, perguruan tinggi membekali mahasiswa untuk siap mengantisipasi dan beradaptasi karena lingkungan berubah dengan cepat. ”Namun, dengan selalu belajar dan terbuka dengan hal baru, lulusan perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi pemelajar sepanjang hayat. Dengan demikian, mereka bisa mengantisipasi perubahansedahsyat apa pun, bisa memahami dan mencari cara pnyesuaian baru lagi di tengah kondisi yang berubah,” tutur Fasli.

Wisuda Universitas Yarsi sekaligus menyambut Dies Natalis Ke-56 Universitas Yarsi itu juga menampilkan orasi ilmiah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Muhammad Jusuf Kalla. Jusuf Kalla mengingatkan, kesempatan kuliah di perguruan tinggi bermanfaat untuk memberikan ilmu pengetahuan dan mengembangkan logika serta cara berpikir yang baik bagi generasi muda. Hal ini dibutuhkan untuk mengembangkan ekonomi yang efisien dan memecahkan masalah sosial. Apalagi, Indonesia sebagai negara dengan masyarakat Muslim terbesar di dunia harus mampu menghasilkan ilmuwan yang membawa kemajuan ilmu pengetahuan pada dunia. ”Pilihan bekerja yang terbatas harus dijawab dengan mendorong lulusan perguruan tinggi juga siap menjadi pelaku wirausaha atau entrepreneur,” ungkap Jusuf Kalla. (Yoga)


Penurunan Harga Untungkan UMKM

KT3 10 Apr 2023 Kompas

Indeks harga pangan Organisasi Pangan dan Pertanian atau FAO pada Maret 2023 menurun. Penurunan ini diharapkan berdampak positif bagi para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) serta UMKM seiring perolehan bahan baku impor yang lebih murah. Kendati demikian, Indonesia tetap mesti mewaspadai kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. FAO pada Jumat (7/4/2023) merilis indeks harga pangan secara umum pada Maret 2023 berada di posisi 126,9 poin. Posisi tersebut lebih rendah 2,1 % dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Maret 2022, indeks itu menurun 20,5 %. Berdasarkan jenis komoditasnya, kelompok serealia, minyak nabati, dan susu menyumbang penurunan tersebut. Indeks harga kelompok serealia pada Maret 2023 senilai 138,6 poin atau turun 5,6 % dibandingkan bulan sebelumnya.

Angka tersebut juga lebih rendah 18,6 % dibandingkan Maret 2022. Penurunan itu salah satunya akibat pelemahan harga gandum 7,1 % karena adanya perpanjangan Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam yang membuat Ukraina dapat mengekspor pasokannya. Perkiraan jumlah panen gandum di Australia yang tinggi serta kenaikan kualitas lahan tanam di kawasan Uni Eropa turut menyebabkan harga di pasar dunia menurun. Menurut Dirjen IKM Kemenperin Reni Yanita, penurunan harga gandum tersebut semestinya berdampak positif bagi industry kecil menengah di bidang makanan-minuman, khususnya di tengah kenaikan permintaan pada masa Ramadhan-Lebaran 2023. ”Harga (di pasar global) yang cenderung menurun membuat industri tepung terigu tidak kesulitan mendapatkan gandum sebagai bahan baku,” tutur Reni saat dihubungi pada Minggu (9/4). (Yoga)