Inflasi Masih Belum Terkendali
Fintech Mampu Atasi Gap Pembiayaan UMKM
OJK menyatakan, pembiayaan kepada UMKM masih berpotensi
tumbuh, seiring dengan kebutuhan akan pembiayaan UMKM yang masih cukup besar.
UMKM diperkirakan membutuhkan pembiayaan Rp 3.800 triliun pada 2024. Namun,
jumlah yang dibutuhkan itu baru mampu dipenuhi Rp 1.600 triliun. Berdasarkan
data OJK pada 2021, pembiayaan bagi UMKM yang dapat dipenuhi perbankan hanya Rp
1.221 triliun, sedangkan sektor pasar modal dan industri keuangan non bank
(IKNB) baru bisa berkontribusi Rp 229 triliun.
OJK pun mencatat terdapat total Rp 1.290 triliun pembiayaan
UMKM yang belum dapat dipenuhi sektor jasa keuangan pada 2021. Menurut Direktur
Pengaturan Lembaga Pembiayaan Modal Ventura Lembaga Keuangan mikro dan Jasa
Keuangan Lainnya OJK Irfan Sitanggang di Jakarta, pemanfaatan platform digital
dapat menjadi alternative untuk mengatasi permasalahan terkait kesenjangan taua
gap pembiayaan bagi UMKM. “Untuk pembiayaan ke UMKM bisa dioptimalisasi melalui
pemanfaatan platform digital yang dapat menjadi solusi alternative yang
efektif,” ujarnya. (Yetede)
Satgas Sita Aset Properti Eks BLBI Rp 257 Miliar
Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas BI
(Satgas BLBI) melakukan penyitaan barang jaminan terkait debitur/obligor eks
BLBI dan penguasaan fisik. Hal ini berupa pemasangan plang atas asset properti
eks BLBI di beberapa wilayah Indonesia yang bertujuan untuk penyelesaian dan
pemulihan hak negara dari dana BLBI oleh Satgas BLBI. Ketua Satgas BLBI Rionald
Silaban menjelaskan, saat ini Satgas BLBI melakukan penyitaan dan penguasaan
fisik dengan total estimasi nilai sebesar Rp 257.004.467.000.
Terhadap aset property eks BPPN/eks BLBI yang telah dilakukan
penguasaan fisik tersebut, selanjutnya akan dilakukan optimalisasi pengelolaan sesuai
ketentuan yang berlaku. “Untuk tahap berikutnya, Satgas BLBI telah merencanakan
penguasaan asset fisik atas asset property yang tersebar di berbagai
kota/kabupaten di Indonesia,” jelas dia dalam keterangan tertulis, Senin (1/4).
(Yetede)
Jumlah Kunjungan Wisman Meningkat 11,67 %
Paradise Indonesia Bidik Pertumbuhan 20 %
PT Paradise Property Tbk (Paradise Indonesia) membidik
pertumbuhan penjualan 20 % pada 2024 dibandingkan dengan setahun sebelumnya. “Tahun
2024 kami berharap penjualan bertumbuh 20 % menjadi Rp 1,3 triliun ,” ujar
Surina, Direktur dan chief financial officer (CFO) Paradise Indonesia di
Jakarta, Senin (1/4).
Pada 2023, mengutip laporan keuangan perseroan, emiten property
berkode saham INPP itu mengantongi pendapatan Rp 1,10 triliun, tumbuh 16 %
dibandingkan setahun sebelumnya di Rp 955,54 miliar. Dari total pendapatan
2023, sekitar 85 % berasal dari pendapatan berulang (recurring income) hotel
dan mal (komersial). (Yetede)
Pemerintah Segera Sesuaikan HPP Gabah
Bapanas/NFA segera menyesuaikan harga pembelian pemerintah
(HPP) gabah/beras. Dengan begitu HPP gabah kering panen (GKP) yang saat ini di
petani Rp. 5.000 per kg akan naik. Melalui penyesuaian HPP itu diharapkan bisa
memudahkan Perum Bulog untuk berburu beras dari dalam negeri guna meningkatkan
stok cadangan beras pemerintah (CBP). Pengadaan Bulog dari domestic per 25
Maret 2024 baru 24.617 ton, sepanjang tahun lalu 1,066.335 ton.
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, “Pak Mentan
sudah telepon, kita akan menghitung HPP bersama dengan melibatkan stakeholder
pangan seperti SPI (serikat petani Indonesia), HKTI (Himpunan Kerukunan Tani
Indonesia) dan KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) dan Kementerian/lembaga (K/L)
lain, termasuk Kemendag,” ungkap Arief saat Apel Siaga Pengamanan Pasokan dan
Harga Pangan Jelang Lebaran 2024 di Jakarta, Senin (01/04). (Yetede)
Inalum Ekspor Perdana Aluminium Ingot 7.000 Ton
PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) melakukan ekspor
Aluminium Ingot Seri G-1 sebanyak 7.000 metrik ton (MT) ke China. Hal ini
sekaligus sebagai momen ekspor perdana korporasi pada tahun 2024. Ekspor yang dilakukan di Pelabuhan Inalum di
Kuala Tanjung merupakan bukti produk Inalum semakin kompetitif di pasar global.
Corporate Secretary Inalum Mahyaruddin Ende dalam
keterangannya di Jakarta, Senin (1/4) menyampaikan, “Momen ekspor 7.000 MT ini
merupakan langkah perusahaan dalam hal ekspansi pasar aluminium khususnya pasar
global. Hal itu sejalan dengan salah satu dari tiga mandat pemerintah kepada
keluarga besar BUMN Holding Mind ID yaitu memiliki kepemimpinan pasar yang
terwujud melalui optimalisasi komoditas mineral dan ekspansi bisnis sekaligus
pembuktian korporasi memenuhi kebutuhan pasar domestik dan internasional”. (Yetede)
Kerugian Korupsi Timah Rp 271 Triliun. Bagaimana Menghitungnya?
Kejaksaan Agung memeriksa pengusaha Robert Bonosusatya alias
RBT alias RBS sebagai saksi dalam dugaan korupsi tata niaga komoditas timah di
wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015-2022, 1 April
2024. Jaksa sudah menetapkan dua orang dekatnya, Harvey Moeis dan Helena Lim,
tersangka perkara yang ditaksir merugikan negara hingga Rp 271 triliun. Nilai
kerugian korupsi timah hingga Rp 271 triliun merupakan perhitungan kerugian
ekologis, kerugian ekonomi lingkungan, dan kerugian biaya pemulihan lingkungan.
Kejaksaan menggandeng guru besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB
University Bambang Hero Saharjo dan guru besar ekologi hutan IPB Basuki Haris
untuk menilai kerugian tersebut.
Melalui pengamatan citra satelit dari 2015 hingga 2022,
Bambang dan Basuki memperkirakan terdapat 350 ribu hektare lahan yang tergarap
akibat aktivitas tambang ilegal di tujuh kabupaten di Bangka Belitung. Selain
mengamati citra satelit, keduanya juga melakukan pemeriksaan langsung di
lapangan. "Kami terkejut ada ratusan perusahaan yang beroperasi di balik
kasus ini," kata Bambang. Penghitungan kerugian ekologi didasarkan pada
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2014 tentang Kerugian
Lingkungan Hidup Akibat Pencemaran atau Kerusakan Lingkungan. Kerugian
lingkungan hidup akibat tambang timah dalam kawasan hutan mencapai Rp 223,36
triliun.
Jumlah ini terdiri
atas biaya kerugian lingkungan (ekologi) sebesar Rp 157,83 triliun, biaya kerugian
ekonomi lingkungan Rp 60,27 triliun, dan biaya pemulihan lingkungan Rp 5,26
triliun. Sedangkan ihwal kerugian lingkungan hidup akibat tambang timah di luar
kawasan hutan atau di area penggunaan lain, biaya kerugian lingkungannya
sebesar Rp 25,87 triliun, biaya kerugian ekonomi lingkungan Rp 15,2 triliun,
dan biaya pemulihan lingkungan Rp 6,62 triliun, sehingga totalnya Rp 47,70
triliun. "Kalau semua digabung, kawasan hutan dan luar kawasan hutan,
total kerugian akibat kerusakan yang juga harus ditanggung negara adalah Rp
271,06 triliun," kata Bambang. (Yetede)
Robert Bonosusatya dalam Berbagai Skandal
Nama Robert Bonosusatya alias RBT alias RBS kembali mencuat
dalam masalah hukum. Kali ini, pengusaha 61 tahun ini tersangkut kasus korupsi
tata kelola niaga komoditas timah di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT
Timah Tbk tahun 2015-2022. Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus
Kejaksaan Agung memeriksa Robert pada Senin kemarin, 1 April 2024. Direktur
Penyidikan Jampidsus Kejagung Kuntadi menyatakan pihaknya memeriksa Robert
untuk memperjelas hubungannya dengan PT Refined Bangka Tin (RBT), perusahaan
yang menjadi mitra utama PT Timah Tbk dalam kasus ini. Kejagung sebelumnya menetapkan
tiga petinggi PT RBT, Suparta, Reza Ardiansyah, dan Harvey Moeis, bersalah dalam
kasus ini
Nama Robert Prinantio Bonosusa pertama kali muncul dalam
kasus "rekening gendut" mantan Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi
Gunawan pada 2015. Saat itu, dokumen hasil pemeriksaan Bareskrim Mabes Polri
mencatat transaksi ganjil sebesar Rp 57 miliar di rekening Budi. Sekian lama
menghilang, nama Robert Bonosusatya kembali muncul dalam kasus korupsi Korps
Lalu Lintas Polri yang ditangani KPK, Kasus dugaan korupsi ini kemudian menguap
begitu saja. KPK hanya mengusut kasus pengadaan simulator SIM yang memenjarakan
eks Kepala Korlantas Polri, Djoko Susilo
Menurut Boyamin, Robert berperan menyuruh Harvey Moeis dan
Helena Lim memanipulasi uang hasil korupsi dengan modus penyaluran dana sosial
perusahaan (CSR) agar bisa dinikmati secara legal. Selain itu, Robert disebut
sebagai pihak yang mendirikan dan mendanai perusahaan-perusahaan yang menjadi
alat korupsi dalam perkara ini. “RBS adalah terduga penikmat utama keuntungan
dan pemilik sesungguhnya dari perusahaan-perusahaan pelaku penambangan timah
ilegal sehingga semestinya RBS dijerat dengan TPPU guna merampas seluruh
hartanya guna mengembalikan kerugian negara dengan jumlah fantastis,” kata dia.
(Yetede)
Siap-siap: Empat Menteri Jokowi Bersaksi dalam Sengketa Pemilihan Presiden
Senyum semringah menghiasi wajah tim hukum pasangan calon
presiden dan wakil Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar saat keluar ruang sidang
utama MK. Mereka senang setelah Ketua MK Suhartoyo memastikan memanggil empat
menteri Presiden Jokowi dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dalam
sidang sengketa pemilihan presiden 2024. "Ada kabar gembira sore ini.
Permohonan kami telah menginspirasi majelis hakim mencari materi kebenaran
dalam persidangan ini," kata Heru Widodo, anggota tim hukum
Anies-Muhaimin, setelah sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi, Senin,
1 April 2024.
Sebelum menutup sidang sengketa perselisihan hasil pemilu,
Suhartoyo mengumumkan memanggil dua menteri, dua menko, dan DKPP. Mereka antara
lain Mensos Tri Rismaharini, Menkeu Sri Mulyani, Menko Perekonomian Airlangga
Hartarto, serta Menko PMK Muhadjir Effendy. Suhartoyo menjelaskan, MK memanggil
para menteri tersebut dan DKPP semata-mata karena hakim menilai keterangan
mereka penting. Keempat menteri dan DKPP akan bersaksi untuk dua perkara sekaligus.
Penggugat, tergugat, ataupun pihak terkait tidak akan diperkenankan bertanya
kepada empat menteri dan DKPP lantaran Mahkamah Konstitusi yang memerlukan
keterangan para saksi tersebut. "Jadi yang melakukan pendalaman hanya
majelis hakim," kata Suhartoyo sebelum menutup sidang.
Keputusan MK tampaknya tidak membebani tim capres 02. Wakil
Ketua Tim Pembela Prabowo-Gibran, Otto Hasibuan, mengaku tak mempermasalahkan
jika empat menteri kabinet Jokowi itu diperiksa majelis hakim MK. Menurut dia,
kehadiran empat menteri itu akan membuat timnya tak kerepotan membuktikan bahwa
tidak ada masalah dalam program bansos. "Dengan dihadirkannya para menteri
ini, semua masyarakat Indonesia akan melihat bahwa bansos itu tidak ada
kaitannya dengan perolehan suara Prabowo-Gibran," ujar Otto saat ditemui
seusai sidang. (Yetede)









