Selebritas dan Elpiji ”Melon”
Elpiji ”melon” alias elpiji tabung 3 kg sedang menjadi topik
hangat di kalangan warganet, berawal dari video yang diunggah selebritas Prilly
Latuconsina di akun Instagram-nya, tentang kegiatannya memasak di dapur untuk
persiapan Lebaran 2024, karena elpiji melon yang tampak digunakan sebagai bahan
bakarnya. Sontak warganet menghujani perempuan muda itu dengan kritik. Sebagai
respons, Prilly pun membuat klarifikasi sekaligus minta maaf pada Kamis (11/4)
pukul 14.30 WIB, yang mendapatkan 6.653 komentar. Salah satunya dari akun quins_bee.
”Gas melon, kan, itu subsidi untuk warga kurang mampu. Salah satu faktor gas
melon langka, ya, kayak gini dipakai oleh pihak yang sebenarnya mampu,” katanya.
Elpiji melon adalah elpiji subsidi dari pemerintah untuk
masyarakat miskin, namun banyak warga bukan kategori miskin menggunakan barang
yang distribusinya terbuka itu. Akibatnya, volume penyalurannya terus
membengkak setiap tahun. Anggaran negara untuk menyubsidi pun menggelembung. Persoalan
kian pelik karena 77 % kebutuhan elpiji dalam negeri dipenuhi impor. Dengan
demikian, beban keuangan negara menjadi kian berat, apalagi jika nilai tukar
dollar AS melonjak atau kurs rupiah anjlok. Mengutip informasi dari Kementerian
ESDM, konsumsi elpiji melon tujuh tahun terakhir melonjak 2,9 juta metrik ton
(MT). Pada 2007, distribusinya mencapai 6,29 juta MT. Pada 2023, distribusinya
telah menggelembung menjadi 8,0 juta MT.
Dari tahun ke tahun, tingkat migrasi pengguna dari elpiji
nonsubsidi ke elpiji subsidi semakin tinggi. Kementerian ESDM mencatat,
realisasi penyaluran elpiji subsidi pada 2020-2022 meningkat 4,5 %. Sementara
penyaluran elpiji nonsubsidi turun 10,9 %. Pada 2023, dari total 8,6 juta ton
realisasi elpiji, 8,03 juta ton di antaranya adalah elpiji 3 kg. Artinya, secara
proporsi, elpiji melon dominan dengan persentase mencapai 93,3 %, karena
disparitas harga jual elpiji subsidi dan nonsubsidi di penyalur/agen yang kian
lebar. Pada Januari 2021, selisih harga elpiji nonsubsidi dan elpiji subsidi
ialah Rp 7.333 per kg.
Disparitas ini melebar hingga Rp 13.500 per kg pada Juli
2023. Berdasarkan regulasi, baik Perpres maupun Permen ESDM, harga jual eceran
(HJE) elpiji 3 kg di agen/penyalur adalah Rp 4.250 per kg atau Rp 12.750 per
tabung. Sejak 2008 hingga sekarang, harga itu tak berubah. Terus melebarnya disparitas
harga antara elpiji nonsubsidi dan elpiji subsidi membuat migrasi ke elpiji melon
semakin tidak terhindarkan. Pemerintah berulang kali menekankan, elpiji 3 kg
hanya diperuntukkan bagi warga tidak mampu. Namun, selama tidak ada regulasi
yang tegas untuk mengaturnya, celah ketidaktepatan sasaran selalu terbuka. Selain
itu, kondisi ini juga rentan penyalahgunaan lewat pengoplosan. (Yoga)
Mengobati Kerinduan Mudik, Berwisata Keliling Jakarta
Saat libur Lebaran, ribuan pengunjung menyerbu sejumlah obyek
pariwisata di Jakarta. Pengelola tempat wisata berlomba menyajikan acara dan
atraksi menarik. Tasirin (40) menyaksikan acara di anjungan Provinsi Bali di
Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jaktim, Kamis (11/4). Warga Bekasi ini mengajak
keluarga dan tetangganya untuk berlibur bersama. Tasirin juga melihat beberapa
anjungan lain, salah satunya anjungan DIY tempat kelahirannya. Melihat anjungan
DIY, seakan menjadi obat rindu bagi Tasirin yang tidak bisa mudik. Menurut
Tasirin, kunjungan kali ini menghadirkan nostalgia saat berkunjung ke TMII pada
1993.
Dulu, untuk berkeliling ke anjungan, pengunjung harus jalan
kaki, sekarang sudah ada kendaraan listrik. Wakil Presiden Komunikasi Marketing
TMII Erika Silviana berujar, nostalgia merupakan hal yang otentik yang tak dimiliki
tempat wisata yang lain. ”Nostalgia inilah yang ingin kami perkuat untuk
menarik minat para wisatawan,” kata Erika. Bedanya, atraksi dan kekayaan
teknologi sudah disematkan ketika TMII direvitalisasi pada 2023. Untuk itu, program
libur Lebaran, 8 April-15 April 2024, TMII mengusung tema Jelajah Seru Lebaran
di Festival Pulang Kampung.
Harapannya, setiap pengunjung bisa merasakan nostalgia pulang
kampung. Misalnya, di anjungan Sumut, pengunjung akan disambut dengan bahasa,
pakaian, dan makanan khas Sumut. ”Semua itu agar pengunjung merasakan suasana
kampung halaman,” kata Erika. Di hari biasa, tingkat kunjungan 10.000 orang per
hari, di masa libur Lebaran, hingga tengah hari, jumlah kunjungan menyentuh
20.000 dan bahkan lebih. Pengelola TMII menargetkan pengunjung selama liburan
sebanyak 157.000 orang. Pada malam hari, pengunjung lebih banyak karena ingin
menyaksikan air mancur menari (dancing fountain) di anjungan Tirta Cerita, yang
merupakan nomor lima terbaik di dunia dan terbesar se-Asia Tenggara.
Wahana dilengkapi musik aransemen khas daerah dan dimeriahkan
dengan pertunjukan pesawat nirawak. Serbuan pengunjung juga terlihat di Taman
Margasatwa Ragunan, Jaksel. Bahkan, di hari pertama periode Lebaran, jumlah
kunjungan mencapai 75.000 orang. Wahyudi Bambang dari Humas Taman Margasatwa Ragunan
mengatakan, program libur Lebaran berlangsung pada 11 April-21 April, dengan target
kunjungan wisatawan 800.000 orang. Target itu mengacu pada pencapaian tingkat
kunjungan tahun lalu yang menyentuh 756.000. ”Kemungkinan puncak kunjungan terjjadi
akhir pekan,” kata Wahyudi. (Yoga)
Transjakarta Sediakan Rute Khusus Wisata
Transjakarta menyediakan rute khusus bagi warga yang hendak
mengisi libur Lebaran dengan berwisata ke Ancol Taman Impian dan Taman
Margasatwa Ragunan pada 11-15 April 2024. Warga yang hendak menge lilingi Kota
Jakarta juga dapat memanfaatkan bus wisata atau bus tingkat dengan jam
operasional yang diperpanjang dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00. Transjakarta
menyambut libur Lebaran 2024 dengan mengoperasikan rute khusus liburan pada
11-15 April, yaitu 4H Pulo Gadung-Ragunan, 5H Juanda-Ancol, dan 13D Puri Beta-Ragunan.
Warga juga tetap bisa menggunakan rute lain, seperti 5
Kampung Melayu-Ancol, 5D Cililitan-Ancol, 14B Tanjung Priok-Senen, mikrotrans
Jak88 Tanjung Priok-Ancol Barat, Jak89 Tanjung Priok-Taman Kota Intan, dan
Jak90 Tanjung Priok-Rusun Kemayoran. Pengunjung Ragunan dapat mengakses Koridor
6 Ragunan-Galunggung, 6A Balai Kota-Ragunan, 6B Monas-Ragunan, 6V Ragunan-Gelora
Bung Karno, 7E Kampung Rambutan-Ragunan, 5N Kampung Melayu-Ragunan, 6N Ragunan-Blok
M via Kemang, mikrotrans Jak45 Lebak Bulus-Ragunan, Jak46 Pasar
Minggu-Jagakarsa, dan Jak47 Pasar Minggu-Ciganjur via Ragunan.
Bus wisata gratis ini melayani tujuh rute berbeda. Semuanya
menelusuri ikon dan landmark Kota Jakarta. BW 1 Sejarah Jakarta, BW 2 Jakarta
Baru, BW 3 Kesenian dan Kuliner, BW 4 Pencakar Langit, BW 5 Ruang Terbuka, BW 6
Cagar Budaya Jakarta, dan BW 7 Belanja Jakarta. Keberangkatan bus wisata
Jakarta dimulai dari Halte Balai Kota atau IRTI. Warga bisa langsung menuju
titik awal keberangkatan jika ingin berwisata keliling Jakarta sesuai variasi
yang tersedia.
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyebut, sebagian
warga sudah mudik dan sebagian lain tetap berada di Jakarta. Warga kota ini
tetap bisa menikmati beragam pilihan wisata dan hiburan yang ada, seperti Ragunan,
Ancol, dan Taman Mini Indonesia Indah. ”Jika melakukan kegiatan semasa liburan
tetap jaga keselamatan. Tempat wisata akan padat, tetap bersabar dan tertib. Manfaatkan
layanan yang ada,” ujar Heru selepas shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal,
Jakarta, Rabu (10/4). (Yoga)
Luis Hay Penjaga ”Burung Surga” Papua
Kerusakan hutan mengancam ruang hidup burung cenderawasih di
Tanah Papua. Melalui ekowisata di Pulau Misool, Raja Ampat, yang dikelolanya sejak
tujuh tahun lalu, Luis Hay (39) menjaga kelestarian ”burung surga” itu dari
kepunahan. Rabu (27/3) subuh, bersama sejumlah pengunjung, Luis menyusuri
perairan di sisi barat Kampung Kapatcol, Misool Barat, Raja Ampat, Papua Barat
Daya, menuju kawasan ekowisata yang menjadi habitat berbagai jenis burung, salah
satunya cenderawasih. Ia harus berangkat pagi-pagi buta. Sebab, biasanya burung
cenderawasih bermain di kawasan ekowisata itu pukul 06.00-09.00 WIT. ”Kita
harus tiba di lokasi sebelum cenderawasih datang. Kalau cuaca bagus,
cenderawasih akan keluar dan jelas terlihat,” ujarnya.
Setengah jam berlayar, Luis tiba di dermaga kayu di pintu
masuk kawasan ekowisata. Dari kejauhan terlihat dua gubuk bertiang kayu dan
beratap daun-daun kering. ”Kita tunggu di gubuk ini. Semoga sebentar lagi
langit cerah. Kalau tetap hujan cenderawasih jarang keluar. Masih ada waktu menunggu
hujan berhenti,” ucapnya. Ketika hujan reda, kicau burung dengan suara beragam
mulai terdengar. Luis yang semula berdiri segera berjongkok. Para wisatawan pun
mengikutinya. Dari berbagai kicauan itu, ia bisa mengidentifikasi jenis-jenis burung
yang datang, seperti cenderawasih, kakatua, mambruk, nuri, dan maleo. Tak
berselang lama, mata Luis berhasil menemukan posisi burung cenderawasih.
Tangannya menunjuk pohon setinggi sekitar 25 meter. Sembari mengikuti
cenderawasih itu, beberapa wisatawan membidikkan kamera untuk memotret.
Sejak 2017, Luis mengembangkan kawasan ekowisata di hutan
yang berdekatan dengan kebun miliknya. Maraknya perburuan cenderawasih menjadi alasan
yang mendorongnya mengelola ekowisata tersebut. Kepala Kampung Kapatcol itu menjaga
kawasan hutan dari perburuan satwa, dibantu beberapa warga. ”Kalau cenderawasih
terus-terusan diburu dan hutannya ikut dirusak, lama-lama akan punah. Suatu
saat, generasi masa depan Papua mungkin cuma bisa mendengar tentang cenderawasih
tanpa bisa melihatnya hidup di alam bebas,” katanya. Menurut Luis, melalui
ekowisata, hutan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Sebab, tanpa menebang pohon dan menangkap satwa-satwa liar
yang hidup di sana, warga tetap bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan
wisata. Selain pelancong lokal, kawasan ekowisata itu telah dikunjungi
wisatawan banyak negara, seperti Korsel, Australia, Perancis, India, Jerman, AS
dan Swedia. Pengunjung dikenai biaya transportasi perahu motor Rp 200.000-Rp
300.000. ”Ekowisata itu menjadi salah satu cara menyelamatkan lingkungan. Sejumlah
pengunjung dari luar negeri datang hanya untuk melihat cenderawasih di hutan.
Kalau cenderawasih ditangkap lalu dijual, di masa depan kami tidak akan mendapatkan
apa-apa lagi,” ujarnya. (Yoga)
Menuju Desa Berdaulat Desa Berbudaya
Hiruk-pikuk revisi UU Desa telah selesai dengan disetujuinya
perubahan terhadap UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa. Ada lima poin yang paling
disorot, yaitu tentang penambahan penghasilan kepala desa, alokasi anggaran
dana desa, insentif RT dan RW serta masa jabatan kepala desa. Melalui negosiasi
dan kompromi masa jabatan kepala desa menjadi delapan tahun dan dapat dipilih kembali
sekali. Dengan disahkannya UU Desa pada 28 Maret 2024, sudah waktunya melakukan
pembenahan dan percepatan agar target dan capaian yang direncanakan bisa
terwujud. Terutama mewujudkan desa yang berdaulat dalam berkebudayaan.
Masyarakat di desa-desa pada masa lalu selalu memproduksi
sumber pangan yang berasal dari umbi-umbian dan sumber lain di sekitarnya, yang
mulai banyak ditinggalkan. Dalam menanggulangi gizi buruk, tetumbuhan dan
tanaman obat yang sudah tumbuh di mana-mana dan dipraktikkan sejak dulu kala,
telah mampu menjadi sumber yang cukup penting dalam menjaga kesehatan dan
bersahabat dengan alam. Melihat potensi kebudayaan yang ada, Sustainable
Development Goals (SDGs) Desa merupakan upaya konkret dalam mencapaitujuan
pembangunan berkelanjutan.
Pada SDGs Desa ada 18 tujuan, yaitu desa tanpa kemiskinan,
desa tanpa kelaparan, desa sehat dan sejahtera; pendidikan desa berkualitas;
desa berkesetaraan jender; desa layak air bersih dan sanitasi; desa berenergi
bersih terbarukan, pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi desa, inovasi dan
infrastruktur desa; desa tanpa kesenjangan; kawasan permukiman desa berkelanjutan;
konsumsi dan produksi desa yang sadar lingkungan. Mengacu pada data Indeks Desa
Membangun (IDM) 2023, desa di Indonesia jumlahnya 74.400-an. Terbagi dalam
beberapa kategori: desa maju sebanyak 23.030 desa; desa mandiri 11.456 desa.
Melalui pemanfaatan ragam kebudayaan yang ada seperti penyelenggaraan
festival dan bazar, akan memperkuat kohesi sosial antar masyarakat sehingga
nilai-nilai gotong royong yang sudah ada sejak lama dapat terus terbangun. Peran
kepala desa yang masa jabatannya delapan tahun dan bisa mencapai 16 tahun, diharapkan
dapat menggali dan mengajak generasi muda dan kaum terpelajar melihat potensi
yang ada di desa. Dengan adanya dana desa yang jumlah semakin meningkat dari
tahun ke tahun, sudah waktunya desa mengalokasikan sebagian dananya untuk
pemajuan kebudayaan desa untuk membantu menyelesaikan problem lainnya, terutama
yang berkaitan dengan SDGs Desa. (Yoga)
China, Faktor Pemicu Relasi
Presiden AS Joe Biden dan PM Jepang Fumio Kishida dalam
pertemuan Rabu (10/4) petang mengungkap rencana strategis kerja sama militer
dan berbagai proyek dari peluru kendali hingga pendaratan di bulan. Langkah
tersebut memperkuat hubungan AS-Jepang sekaligus mengimbangi pertumbuhan China-
Rusia. Dalam jumpa pers bersama di Gedung Putih, Biden dan Kishida
mengungkapkan, mereka juga membahas isu Gaza, Israel, Ukraina-Rusia, Korut, dan
sejumlah hal penting lainnya. ”Ini adalah pertemuan yang menyepakati
peningkatan kerja sama secara mendasar sejak hubungan ini dilakukan,” kata
Biden seusai menggelar pertemuan bilateral selama dua jam dengan Kishida. Mereka
juga membahas ketegangan di Indo-Pasifik dan tindakan China di kawasan.
AS dan sekutunya, termasuk Jepang, sedang memperkuat postur
militer mereka demi membendung apa yang mereka sebut sebagai ancaman China di Laut
China Selatan dan Laut China Timur, termasuk isu Taiwan. Secara keseluruhan,
AS-Jepang menyepakati 70 jenis kerja sama di bidang pertahanan, termasuk upaya
meningkatkan struktur komando militer AS di Jepang sehingga dapat lebih baik
dalam kerja sama dengan Jepang di masa krisis. Selanjutnya, Biden dan Kishida
akan menggelar pertemuan trilateral dengan Presiden Filipina Ferdinand Marcos
Jr. Isu utama yang akan mereka bahas adalah isu keamanan di kawasan Laut China
Selatan. Selain isu keamanan, pertemuan trilateral itu juga akan menyoroti isu
ekonomi.
The Strait Times menyebut, Filipina mengincar kesepakatan
investasi hingga 100 miliar USD dari pertemuan trilateral dengan AS dan Jepang.
”Kita berbicara tentang 100 miliar USD dalam lima hingga 10 tahun ke depan,”
kata Dubes Filipina untuk AS, Jose Manual Romualdez, seperti dikutip dalam
pernyataan Kantor Komunikasi Kepresidenan. Sebelum meninggalkan Manila pada
Rabu, Marcos mengatakan akan menyoroti pentingnya peningkatan kerja sama ekonomi
dengan Jepang dan AS demi memajukan ketangguhan ekonomi dan keamanan. PNA
menyebut Marcos ingin mengeksplorasi cara-cara meningkatkan kerja sama,
terutama di ranah infrastruktur krusial, semikonduktor, digitalisasi, keamanan
siber, mineral penting, energi terbarukan, serta kerja sama maritim dan pertahanan.
(Yoga)
Risiko Kredit Macet Pinjol Lebaran
Data Kredit Macet Pinjol
Ramadan di Pulau Rempang Tak Sehikmat Dulu
RUMAH di Kampung Tua Pasir Merah, Kelurahan Sembulang, Pulau Rempang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, itu tampak ramai pada Selasa sore, 2 April 2024. Silvi, sang empunya rumah, sibuk menerima tamu-tamunya yang hendak menghadiri acara doa dan buka puasa bersama. Tetamu itu tak hanya berasal dari Kampung Tua Pasir Merah. Ada juga yang berasal dari Kampung Tua Sembulang Hulu dan Kampung Tua Sembulang, yang bersebelahan.
Kampung Tua Pasir Merah merupakan atu dari 12 kampung di pulau Rempang yang terkena dampak Proyek Strategis nasional (PSN) Rempang Eco-City. Pemerintah menetapkan warga di 12 kampung itu harus direlokasi karena disana akan dibangun pabrik solar panel kerja sama antara PT Makmur Elok Graha (MEG) milik pengusaha Tommy Winata dan Xinyi Glass Holding Ltd, perusahaan asal Cina. Dari 12 kampung itu, pemerintah merencanakan lima kampung sudah harus dikosongkan pada tahap asal pembangunan. kelima kampung itu adalah Sembulang Hulu, Sembulang tanjung, Pasir Merah, Pasir Panjang, dan Bloken.
Penolakan warga terhadap proyek itu berbuah aksi demonstrasi panjang sejak Agustus 2023 hingga saat ini. bentrokan sempat pecah saat pemerintah mengerahkan sekitar seribu aparat gabungan untuk mengosongkan kampung-kampung tua itu pada 7 September 2023. Demonstrasi di depan Kantor Badan Pengelola Batam empat hari berselang pun berakhir ricuh dan menyebabkan 35 orang ditahan dan akhirnya kini harus mendekam dalam penjara karena dianggap membuat kerusuhan. (Yetede)
Kebijakan Moneter dalam Dominasi Fiskal
Dinamika pasang surut perekonomian (siklus bisnis) telah
mengakibatkan perubahan arah kebijakan (politik) ekonomi. Pandemi Covid-19
membuat tingkat utang pemerintah di seluruh dunia melonjak. Sementara itu,
tekanan harga (inflasi) semakin sulit dikelola. Inflasi banyak dipengaruhi
faktor nonekonomi sehingga kenaikan suku bunga (saja) tidak efektif menurunkan
harga. Berbagai persoalan lain menambah kerumitan kebijakan ekonomi, mulai dari
isu geopolitik hingga perubahan iklim. Majalah Finance & Development
terbitan Dana Moneter Internasional (edisi Maret 2023) mengulas arah baru
kebijakan moneter di tengah dominasi fiskal. Suku bunga rendah bertahun-tahun
telah membuat tingkat utang membubung tinggi. Kini, kebijakan moneter harus
berputar arah guna mengatasi inflasi tinggi akibat lonjakan harga energi dan
komoditas yang dipicu krisis Ukraina.
Sementara kebutuhan stimulus ekonomi melalui penambahan utang
baru masih dibutuhkan. Kebijakan moneter menjadi sangat dilematis. Pandemi
Covid-19 memaksa perekonomian bertumpu pada kebijakan fiskal. Satu-satunya cara
mendorong perekonomian adalah menggelontorkan stimulus yang dibiayai dari penerbitan
surat utang. Di banyak negara, termasuk Indonesia, bank sentral turut bertanggung
jawab dengan cara menjadi pembeli surat utang yang diterbitkan pemerintah.
Dengan kata lain, bank sentral turut membiayai krisis dengan mencetak uang. Sesuatu
yang tidak pernah terjadi selama ini dan bertentangan dengan kebijakan moneter
konvensional. Realitas perekonomian mengubah arah kebijakan ekonomi (moneter).
Pengalaman setiap negara berbeda-beda. Namun, gejalanya
serupa, yakni episentrum ebijakan ekonomi lebih condong pada kebijakan fiskal,
sementara kebijakan moneter cenderung akomodatif terhadap fiskal. Begitu pun
pengalaman di Indonesia ketika menghadapi krisis pandemic Covid 19. Akibat
tekanan fiskal yang begitu besar, BI harus turut berperan da lam membiayai
krisis akibat pandemi. Mekanisme sinergi antara Kemenkeu dan BI dalam membiayai
krisis akibat pandemi tertuang dalam surat keputusan bersama (SKB) mengenai
burden sharing. Pada periode 2020-2022, terbit tiga SKB dengan nilai total Rp
1.144 triliun. Kebijakan ini merupakan inovasi dalam pembiayaan krisis. Di sisi
lain, ini menjadi preseden bagi praktik kebijakan moneter di masa depan. (Yoga)









