SEMARAK MUDIK LEBARAN
Di tengah antusiasme masyarakat yang kian tinggi dalam menjalankan rutinitas mudik Lebaran 2024, langkah antisipasi gelombang besar pergerakannya harus dijalankan secara terencana, terukur, dan tepat. Ini dilakukan agar gegap gempita ritual pulang kampung tersebut dapat berlangsung lancar, aman, dan mampu menggeliatkan perekonomian.Menurut Survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) 2024, pergerakan nasional periode Lebaran 2022 sejak 3 tahun lalu terus menanjak. Pada saat pandemi 2022, pergerakan periode Lebaran mencapai 85,5 juta, lalu meningkat 123,8 juta pada 2023, dan diproyeksikan mencapai 193,6 juta pada tahun ini. Pemerintah mengeklaim telah menyiapkan sejumlah antisipasi seperti rekayasa lalu lintas, memastikan kemantapan infrastruktur jalan nasional dan tol, hingga langkah mitigasi cuaca di tengah puncak musim hujan.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan masifnya pergerakan masyarakat selama mudik Lebaran 2024 menunjukkan tren pemulihan mobilitas yang semakin baik pascapandemi. Tingginya pergerakan masyarakat, lanjutnya, juga mengindikasikan naiknya kepercayaan diri masyarakat untuk bepergian. “Kalau mudik bisa dilaksanakan secara baik dengan jumlah pergerakan yang besar, bisa membuat perekonomian di daerah bagus,” ujarnya sesuai acara Pelepasan Jelajah Lebaran 2024 di Wisma Bisnis Indonesia, Jumat (5/4). Kemenhub bersama dengan Korlantas Polri juga mempersiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah, contrafl ow, dan ganjil-genap. Pasalnya, puncak mudik Lebaran diproyeksikan terjadi pada 6—8 April. “Kami berusaha agar V/C ratio (volume/capacity) di bawah 0,7% agar arus kendaraan tetap optimal,” katanya.Salah satu ruas yang dikhawatirkan mengalami kepadatan saat puncak arus mudik dan balik Lebaran yakni tol Cikopo–Palimanan (Cipali).
Hal ini dikarenakan ruas tol ini belum mengalami penambahan lajur jalan selama dua periode Lebaran terakhir. Selain jalan tol, terdapat dua titik krusial lain yang menjadi perhatian khusus Kemenhub yakni Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Merak karena salah satu risiko besar pada angkutan penyeberangan adalah cuaca buruk.
Sementara itu, Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi menuturkan pihaknya terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan BMKG, kepolisian, dan Kemenhub untuk memperoleh informasi terbaru tentang kondisi cuaca dan perizinan berlayar sesuai jadwal.
Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo memastikan keandalan sarana dan prasarana, melakukan ramp check atau pemeriksaan kelaikan dan kesiapan operasional lokomotif dan kereta untuk memastikan dalam kondisi prima. Terpisah, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menuturkan pihaknya menjamin keamanan infrastruktur ruas jalan tol selama mudik Lebaran 2024.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023