WABAH VIRUS MENULAR : WASPADA FLU SINGAPURA
Wabah patogen yang dipicu virus harus makin diwaspadai. Terbaru, kasus flu Singapura yang merebak dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian tersendiri Kementerian Kesehatan lantaran memiliki pola penularan yang mirip dengan virus Covid-19, yakni melalui kontak langsung dengan penderita. Belakangan, penyakit flu Singapura kian diwaspadai di seluruh dunia. Khususnya di Asia Pasifik, virus ini mengintai di wilayah Asia Tenggara seperti Malaysia, Vietnam, Singapura, hingga Indonesia.
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat lebih dari 5.000 pasien terinfeksi flu Singapura di Indonesia dalam 11 pekan terakhir. Di Indonesia, sebagian besar virus ini menyerang bayi dan anak-anak. Namun, kasus yang tercatat pada usia dewasa juga tak sedikit. Dokter Spesialis Paru RSPI Sulianti Saroso Pompini Agustina Sitompul menerangkan, terdapat 2 jenis virus yang membuat kasusnya meninggi. virus Coxsackievirus A16 yang merupakan golongan dari famili enterovirus yang digadang menjadi biang dari lonjakan kasus flu Singapura di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Sementara di kawasan Asia Pasifik, Pompini menyebut jenis Enterovirus A71 lebih banyak ditemukan. Pompini menyambung, sebanyak 8 negara di Asia Tenggara diperkirakan mengalami lonjakan dengan kasus rawat inap mencapai 6%. Sebanyak 18,7% dari kasusnya diidentifi kasi mengalami komplikasi yang berakhir pada kematian. Pompini menjelaskan, penularan virus flu Singapura ini terjadi melalui kontak dengan orang yang terjangkit melalui droplet atau cipratan liur, baik dari hidung atau mulut. Biasanya, pasien yang terjangkit akan mengalami gejala bercak kemerahan di area telapak tangan, telapak kaki, hingga mulut. Lonjakan kasus flu Singapura pada anak tentu menjadi perhatian.
Sebab, anak-anak masuk dalam orang dengan faktor risiko yang rentan terkena flu Singapura.
Dokter Anak RSPI Sulianti Saroso Nuraliza menjelaskan, gejala demam yang menyertai flu Singapura biasanya berada di bawah 38 derajat celcius. Gejala inipun samar sebab mirip dengan gejala sebagian besar penyakit infeksi lainnya. Virus flu Singapura juga membutuhkan waktu untuk bisa berkembang di usus.
Untuk mendiagnosa pasien dengan flu Singapura, dokter akan melihat dari gambaran klinis pada pasien. Lenting dan bercak pada area kaki, tangan, dan mulut menjadi penanda utama dari gejala flu Singapura. Menurut Nuraliza, ada beberapa kondisi pasien flu Singapura yang membutuhkan rawat inap. Biasanya, pasien direkomendasikan untuk menjalani rawat inap jika gejala penyertanya tergolong parah.
Tags :
#KesehatanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023