;

BTN Catat Laba Bersih Rp 860 M

Yuniati Turjandini 26 Apr 2024 Investor Daily
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 7,4% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 860 miliar pada kuartal I-2024. Strategi perseroan untuk fokus mengembangkan  segmen high yield dan komersial mulai membuahkan hasil. Pencapaian tersebut didukung oleh pendapatan bunga yang naik 14,9% menjadi Rp 7,67 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini. Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BTN tumbuh 3,4 menjadi 3,22 triliun. Hingga akhir Maret 2024, jumlah pengguna aktif BTN Mobile mencapai 1,4 juta, dengan nilai transaksi mencapai Rp2,5 triliun hingga akhir kuartal I-2023, bertumbuh pesat sebesar  60,1% (yoy). Peningkatan transaksi di BTN Mobile tersebut turut menjadi salah satu penyumbang pendapatan berbasis biaya (fee based income/FBI) yang pada kuartal I-2024 mencapai Rp 686 miliar naik 14,27% (yoy). (Yetede)

XL dan Smartfren Konsolidasi Hadapi Ancaman Starlink

Yuniati Turjandini 26 Apr 2024 Investor Daily
Rencana konsolidasi antara PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom (FREN) patut dibaca sebagai bagian  dari rencana besar XL dalam menghadapi persaingan industri di masa depan. Terlebih, kehadiran satelit Startlink milik SpaceX yang dikendalikan Elon Musk kian  di depan mata. Eksistensinya bisa menguntungkan, tapi bukan tidak mungkin juga memberikan ancaman. Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini angkat bicara mengenai situasi tersebut. Menurut dia, konsolidasi bersama operator telekomunikasi lain termasuk FREN selalu dilihat sebagai peluang. Sebab bagaimanapun, perkawinan dua operator sekaligus bakal berimbas positif terhadap industri yang lebih baik," ujar Dian. Apalagi, sambungnya, laju perkembangan teknologi itu sulit dibendung sehingga perseroan harus selalu siap. Mulai persiapan untuk ekspansi dalam rangka memperkuat jumlah spektrum, maupun merespon kehadiran  Starlink di Tanah Air. (Yetede)

Mempertajam Intensif Fiskal Di Tengah Kenaikan Suku Bunga Acuan

Yuniati Turjandini 26 Apr 2024 Investor Daily
Bank Indonesia (BI) sudah menaikkan suku bunga acuan menjadi 6,25% untuk mengantisipasi geliat ekonomi global. Sementara itu, pemerintah belum berencana untuk menambah insentif fiskal dalam upaya mengimbangi kenaikan suku bunga acuan. Padahal kenaikan suku bunga acuan BI dikhawatirkan akan  berdampak kontraproduktif terhadap upaya mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, pemerintah akan melakukan penguatan terhadap insentif fiskal yang sebelumnya sudah dijalankan. BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan BI-rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,25%. Sedangkan suku bunga deposit facility baik sebesar 25 basis poin menjadi  7%, dalam Rapat Dewan Gubernur pada 23-24 April 2024. Sebelumnya BI menaikkan suku bunga acuan dari 5,75% menjadi 6% pada Oktober 2023. lalu pada November 2023 pemerintah menaikkan insentif fiskal terhadap sektor  properti untuk mengimbangi suku bunga acuan tersebut. (Yetede)

SPC Dukung Pembatasan Impor Produk Elektronik

Yuniati Turjandini 26 Apr 2024 Investor Daily
PT Supertone atau dikenal sebagai SPC, perusahaan manufaktur produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan elektronik di Indonesia, mendukung kebijakan pemerintah tentang pembatasan impor 78 barang-barang produk elektronik dan TIK. Di sisi lain, SPC mendukung pemanfaatan  lebih banyak produk TIK dan  elektronik dari produsen lokal, termasuk CCTV dan layar monitor buatan dalam negeri. SPC pun telah siap memasok produk elektronik ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pebisnis hingga konsumen. Menteri Perindustrian  Agus Gumiwang Kartasasmita  telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 6 Tahun 2024 tentang Tata Cara Penerbitan Pertimbangan Taknis Impor Produk Elektronik. Adapun dalam aturan tersebut, tertera 78 barang elektronik yang impornya harus dibatasi. (Yetede)

Pengembang Harus Menerapkan Konsep ESG

Yuniati Turjandini 26 Apr 2024 Investor Daily
Para pengembang harus menerapkan  konsep environment, social, dan governance (ESG) atau ramah alam, bermanfaat secara sosial, serta tata kelola yang solid guna mengurangi kerusakan alam. Menurut Ignesjz, Kepala Badan kajian Strategi Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI), konsep ESG mau tak mau harus diterapkan pebisnis, baik dalam proses produksi maupun operasional menyusul makin meresahkannya pemanasan global dan perubahan iklim akibat emisi CO2 yang berlebihan. Dia menerangkan, fokusnya adalah bagaimana mengurangi konsumsi energi agar bisa mereduksi emisi gas rumah kaca, ditambah reduksi konsumsi air, pengolahan sampah dan limbah. "Pengembang tidak bisa hanya berorientasi profit, karena profit akan bisa dicapai kalau alamnya sudah rusak, dan sebaliknya. Pebisnis harus berpartisipasi mengurangi kerusakan alam itu," katanya. (Yetede) 

Perlu Pembenahan Program Konversi Motor Listrik

Yuniati Turjandini 26 Apr 2024 Investor Daily
Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dinilai perlu mengevaluasi kebijakan konversi motor listrik secara menyeluruh. Pasalnya, meski program konversi ini tidak dipungut biaya, namun minat masyarakat masih terbilang minim. Ada beberapa catatan yang harus dibenahi, mulai dari penyederhanaan administrasi, hingga kepastian penyaluran dana insentif kepada bengkel konversi. Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengatakan Kementerian ESDM sudah melakukan serangkaian upaya dalam menarik minat masyarakat. Hanya saja ikhtiar yang dijalankan  belum membuahkan hasil. Hal ini lantaran realisasi konversi  motor elektrik pada tahun lalu kurang dari 1.000 unit. Sedangkan target konversi yang ditetapkan pada 2023 sebanyak 50 ribu unit motor. "Lakukan evaluasi menyeluruh terhadap program-program sebelumnya untuk mengidentifikasi kelemahan dan kegagalan yang mungkin telah terjadi. Hasil evaluasi itu harus digunakan sebagai dasar menyusun strategi berikutnya," kata Yannes kepada Investor Daily. (Yetede)

Tidak Adil Bagi Petani Sawit, Permintaan Tunda UEDR Meluas

Yuniati Turjandini 26 Apr 2024 Investor Daily
Langkah Indonesia dan Malaysia yang lebih dulu menggunakan ketidaksetujuannya atas European Union Deforestation-Free Regulation (UEDR) telah menginspirasi pihak lain untuk turut menyuarakan  penundaan dan perubahan kebijakan tersebut. Pihak-pihak itu diantaranya negara-negara Like-Minded Countries (LMCs), kelompok bipartisan di Amerika Serikat, serta asosiasi pertanian terkemuka di Uni Eropa (UE). Meluasnya seruan penundaan dan perubahan kebijakan EUDR karena regulasi itu dinilai tidak adil, terutama bagi petani sawit. Seiring upaya penolakan EUDR  RI dan malaysia, kelompok bipartisan di AS, baik dari Partai Republik maupun Partai Demokrat, seperti dilansir mypolmoilpolicy.com, juga menyoroti kebijakan yang tidak adil bagi para petani  yang hendak masuk pasar  Eropa. Penundaan implmentasi atau perubahan EUDR dinilai sebagai salah satu solusi  yang bisa dilakukan saat ini.

Narkoba Jenis Baru dalam Berbagai Rupa

Yuniati Turjandini 26 Apr 2024 Tempo
MODUS peredaran dan penggunaan narkotik, psikotropika, dan bahan adiktif berbahaya (narkoba) saat ini makin beragam. Pengedar, dengan berbagai cara, berupaya memodifikasi narkoba jenis baru dalam berbagai bentuk. Tujuannya tentu agar bisnis barang terlarang itu bisa terus berjalan. Anggota Kelompok Ahli Badan Narkotika Nasional (BNN) Bidang Kriminologi, Adrianus Eliasta Meliala, mengatakan zat psikoaktif baru (new psychoactive substances/NPS) atau narkoba jenis baru akan selalu muncul selama permintaan pasar masih ada. “Strategi di balik penciptaan NPS memang begitu,” kata Adrianus, kemarin, 25 April 2024.

Kepolisian dan BNN sudah beberapa kali mengungkap peredaran narkoba bentuk baru. Contoh teranyar adalah kasus penggunaan narkotik yang melibatkan selebgram Chandrika Chika. Ia dan kawan-kawannya kedapatan menggunakan liquid (cairan) rokok elektronik yang mengandung tetrahydrocannabinol (THC), senyawa utama dari ekstrak tanaman ganja. “Ini termasuk modus baru menggunakan narkotik,” kata Wakil Ketua Reserse Narkoba Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Rezka Anugras. “Sekarang liquid vape (rokok elektronik) bisa disisipi narkotik, jadi harus waspada.”

Pada 2023, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya juga pernah mengungkap peredaran liquid rokok elektronik yang mengandung sabu. Narkoba itu diproduksi di sebuah rumah di Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Dari hasil penyelidikan, diketahui pembuat liquid rokok elektronik itu melibatkan sindikat narkoba jaringan Iran-Cina-Jakarta.  Kemudian, pada 2015, BNN membongkar modus peredaran narkoba dalam produk cokelat dan brownies yang mengandung ganja. Penganan itu dijual di sebuah toko di Blok M Plaza lantai 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Yetede)

Resep Suku Bunga untuk Rupiah

Yuniati Turjandini 26 Apr 2024 Tempo
RAPAT Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 23-24 April 2024 memutuskan kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6,25 persen. Bank sentral mengambil langkah ini untuk merespons nilai tukar rupiah yang melemah serta memastikan inflasi tetap dalam sasaran 2,5 persen plus-minus 1 persen tahun ini hingga tahun depan. Sempat menguat setelah pengumuman kenaikan suku bunga acuan BI, rupiah melemah 32 poin ke level 16.187 per dolar Amerika Serikat pada Kamis, 25 April 2024. Kurs transaksi rupiah antarbank di pasar valuta asing atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) kemarin pun melemah ke level 16.208 per dolar AS dibanding sehari sebelumnya, 16.162 per dolar AS.

Kekhawatiran kenaikan suku bunga kredit juga datang dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Analis kebijakan ekonomi Apindo, Ajib Hamdani, mengatakan biaya pinjaman yang meningkat bisa mendongkrak biaya produksi. Pemerintah perlu memitigasi timbulnya inflasi karena pada akhirnya harga pokok produksi naik. Tantangan lain adalah pelemahan daya beli masyarakat. Dengan makin sedikitnya likuiditas dan potensi kenaikan harga barang, daya beli masyarakat akan mengalami tekanan. "Apalagi pemerintah juga mempunyai ruang fiskal yang relatif terbatas untuk menopang daya beli masyarakat dengan skema bantuan sosial," katanya.(Yetede)

Risiko Kenaikan Suku Bunga

Yuniati Turjandini 26 Apr 2024 Tempo
DEWAN Gubernur Bank Indonesia mengambil langkah mengejutkan dalam rapat pada 23-24 April lalu. Bank sentral memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis point menjadi 6,25 persen. Suku bunga deposit facility serta lending facility juga turut naik 25 basis point, masing-masing menjadi 5,50 persen dan 7,0 persen. Bank Indonesia beralasan, kenaikan ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah. Mata uang ini terus melemah. Sejak awal April lalu, nilainya menembus 16 ribu per dolar Amerika Serikat. Bahkan pekan ini nilainya mencapai 16.200 per dolar AS, level terendah sejak 2020.

Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kebijakan moneter Amerika. Tingkat inflasi yang masih tinggi di Negeri Abang Sam tersebut mempengaruhi spekulasi penurunan suku bunga acuan mereka atau Fed Fund Rate yang lebih kecil dan lebih lama dari perkiraan. Padahal penurunan suku bunga sudah sangat dinanti untuk mendorong aktivitas ekonomi. Kondisi tersebut diperparah oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Israel menyerang gedung konsulat Iran di Distrik Mezzeh Barat, Damaskus, pada 1 April, kemudian Iran membalas dengan gempuran pesawat nirawak pada 13 April lalu. Peluang konflik memanas masih tinggi hingga saat ini. (Yetede)

Pilihan Editor