Resep Suku Bunga untuk Rupiah
RAPAT Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 23-24 April 2024 memutuskan kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6,25 persen. Bank sentral mengambil langkah ini untuk merespons nilai tukar rupiah yang melemah serta memastikan inflasi tetap dalam sasaran 2,5 persen plus-minus 1 persen tahun ini hingga tahun depan. Sempat menguat setelah pengumuman kenaikan suku bunga acuan BI, rupiah melemah 32 poin ke level 16.187 per dolar Amerika Serikat pada Kamis, 25 April 2024. Kurs transaksi rupiah antarbank di pasar valuta asing atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) kemarin pun melemah ke level 16.208 per dolar AS dibanding sehari sebelumnya, 16.162 per dolar AS.
Kekhawatiran kenaikan suku bunga kredit juga datang dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Analis kebijakan ekonomi Apindo, Ajib Hamdani, mengatakan biaya pinjaman yang meningkat bisa mendongkrak biaya produksi. Pemerintah perlu memitigasi timbulnya inflasi karena pada akhirnya harga pokok produksi naik. Tantangan lain adalah pelemahan daya beli masyarakat. Dengan makin sedikitnya likuiditas dan potensi kenaikan harga barang, daya beli masyarakat akan mengalami tekanan. "Apalagi pemerintah juga mempunyai ruang fiskal yang relatif terbatas untuk menopang daya beli masyarakat dengan skema bantuan sosial," katanya.(Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023