Risiko Kenaikan Suku Bunga
DEWAN Gubernur Bank Indonesia mengambil langkah mengejutkan dalam rapat pada 23-24 April lalu. Bank sentral memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis point menjadi 6,25 persen. Suku bunga deposit facility serta lending facility juga turut naik 25 basis point, masing-masing menjadi 5,50 persen dan 7,0 persen. Bank Indonesia beralasan, kenaikan ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah. Mata uang ini terus melemah. Sejak awal April lalu, nilainya menembus 16 ribu per dolar Amerika Serikat. Bahkan pekan ini nilainya mencapai 16.200 per dolar AS, level terendah sejak 2020.
Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kebijakan moneter Amerika. Tingkat inflasi yang masih tinggi di Negeri Abang Sam tersebut mempengaruhi spekulasi penurunan suku bunga acuan mereka atau Fed Fund Rate yang lebih kecil dan lebih lama dari perkiraan. Padahal penurunan suku bunga sudah sangat dinanti untuk mendorong aktivitas ekonomi. Kondisi tersebut diperparah oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Israel menyerang gedung konsulat Iran di Distrik Mezzeh Barat, Damaskus, pada 1 April, kemudian Iran membalas dengan gempuran pesawat nirawak pada 13 April lalu. Peluang konflik memanas masih tinggi hingga saat ini. (Yetede)
Postingan Terkait
Perang Global Picu Lonjakan Utang
25 Jun 2025
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
24 Jun 2025
Pasar Dalam Tekanan
23 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023