PPTP Lampu Kuning
Divestasi yang berlarut-larut dan piutang usaha yang menumpuk berpotensi membuat target PT PP Tbk (PTPP) untuk menurunkan beban utang bak panggang jauh dari api. Kini, perseroan mengerem besar-besaran eksposur pendanaan perbankan dan selektif mengembangkan proyek investasi. Kebijakan itu tidak diambil tidak lepas dari utang menggunung yang ditanggung PTPP. Dalam laporan keuangannya, emiten BUMN Karya ini mengoleksi total utang sebesar Rp41,38 triliun, turun dari tahun sebelumnya sebesar Rp42,79 triliun. Imbasnya jumlah aset perseroan sedikit menciut dari sebelumnya Rp 57,61 triliun, menjadi Rp56,52 trriliun pada tahun buku 2023. Pada saat bersamaan, PTPP juga bakal menghadapi kewajiban yang mesti dipenuhi dalam jangka pendek sebesar Rp26,99 triliun dan jangka panjang sebesar Rp 14,38 triliun. (Yetede)
Surplus APBN Kian Tipis
Kinerja fiskal hingga Maret 2024 masih berjalan sesuai perkiraan, namun pemerintah tetap mewaspadai terjadinya kontraksi pendapatan negara. Apalagi surplus APBN makin tipis. Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dalam perjalanan APBN pihaknya merespons dan melakukan berbagai kemungkinan penyusunan dengan perubahan lanskap perekonmian global yang sangat dinamis. "Shock terus terjadi diberbagai faktor, APBN akan menjadi shock absorber dimana APBN diandalkan untuk melindungi masyarakat, menjaga stabilitas dan kinerja ekonomi. Namun, pada saat yang sama APBN harus dijaga kesehatan dan keberlanjutannya," kata Sri Mulyani. Situasi APBN yang menggambarkan berbagai kombisansi dan berbagai dinamika perekonomian domestik yang cukup resilen di berbagaii faktor. Namun pemerintah terus memantau berbagai aktivitas yang sangat dipengaruhi oleh global. (Yetede)
Pelemahan Rupiah Lebih Baik Dibandingkan Negara Lain
Pelemahan atau depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih lebih baik dibandingkan negara-negara lain, terutama di kawasan Asia Tenggara. Adapun nilai tuker rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat (26/4/2024), ditutup turun ditengah rilis data produk domestik bruto (PDB) kuartal I-2024 Amerika Serikat (AS), yang lebih rendah dari ekspektasi. Pada akhir perdagangan Jumat, kurs rupiah merosot 22 poin atau 0,14% menjadi Rp16.210 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.188 per dolar AS. "Indonesia dalam hal ini nilai tukarnya year to date 5,3% depresiasinya, negara-negara sekitar kita dan emerging G20 kira-kira dalam situasi yang mirip, ada yang lebih parah, tentu tergantung dari pondasi dan kondisi ekonomi masing-masing," kata Menteri keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Sri Mulyani memaparkan dalam kurun waktu yang sama, nilai tukar bath Thailand tercatat terkoreksi 8,56%, won Korea melemah 6,31%, Lira Turki juga mengalami pelemahan 10,4%. "Untuk Brasil dekat dengan kita di 5,06% terus, kita lihat Vietnam 4,7% Afrika Selatan 4,7% dan Filipina 3,9%," imbuh dia. (Yetede)
Bandara Internasional Dipangkas dari 34 Menjadi 17
Kuartal I Laba Bank Jago Naik 24%
Pengganjal Target Investasi Prabowo-Gibran
Kontroversi Padi Cina di Lahan Gambut 1 Juta Hektare
Setelah PDIP Memecat Jokowi
BEA KELUAR HASIL TAMBANG : SETORAN JUMBO FREEPORT INDONESIA
Peningkatan bea keluar konsentrat tembaga menjadi 7,5% dari sebelumnya 2,5% membuat penerimaan negara dari PT Freeport Indonesia pada kuartal pertama tahun ini melonjak tajam. Anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) holding pertambangan PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID mencatatkan beban bea keluar konsentrat tembaga sebesar US$156 juta pada kuartal I/2024. Jumlah tersebut naik signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pada kuartal I/2023, bea ekspor yang dibayarkan Freeport Indonesia hanya sebesar US$17 juta, karena tarif yang dikenakan saat itu hanya sebesar 2,5%. Hal tersebut pun menjadi perhatian dari Freeport-McMoRan Inc. (FCX). Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu berupaya untuk kembali berdiskusi dengan pemerintah agar bisa membebaskan bea keluar konsentrat tembaga pada paruh pertama tahun ini, mengingat konstruksi smelter tembaga baru Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur, sudah mencapai lebih dari 90% per akhir 2023. President Freeport-McMoRan Kathleen Quirk mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya untuk berdiskusi dengan pemerintah Indonesia saat ini ihwal kelanjutan ekspor konsentrat tembaga dan lumpur anoda sampai dengan akhir Desember 2024.
Selepas relaksasi ekspor diputuskan pada Juni 2023, Freeport Indonesia memang dikenakan bea keluar sebesar 7,5% sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 71/2023 tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar. Berdasarkan beleid yang diteken Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 12 Juli 2023 itu, tarif bea keluar untuk konsentrat tembaga bagi perusahaan dengan progres smelter 70%—90% sebesar 7,5% pada periode 17 Juli—31 Desember 2023, dan naik menjadi 10% pada 1 Januari—31 Mei 2024. Untuk perusahaan dengan progres smelter di atas 90%, bea keluar yang dikenakan sebesar 5% pada periode 17 Juli—31 Desember 2023, dan naik menjadi 7,5% pada periode 1 Januari—31 Mei 2024. Di sisi lain, Freeport Indonesia mencatat penjualan konsolidasi tembaga sebanyak 493 juta pounds, dan 564.000 ounces emas pada kuartal I/2024. Angka tersebut naik dua kali lipat dari torehan sepanjang periode yang sama tahun lalu. Pada kuartal I/2023, Freeport Indonesia diketahui hanya mencatatkan penjualan tembaga sekitar 198 juta pounds, dan emas di level 266.000 ounces.
Laporan kinerja kuartal I/2024 GCX juga mencatat produksi tembaga Freeport Indonesia pada Januari—Maret 2024 sebanyak 491 juta pound. Angka tersebut naik 49,24% dibandingkan dengan kuartal I/2023 yang hanya memproduksi 329 juta pound. Untuk produksi emas, Freeport Indonesia diketahui mampu menghasilkan 545.000 ounces emas pada Januari—Maret 2024, naik 35,57% dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu, yakni 402.000 ounce. Chairman & CEO Freeport-McMoRan Richard C. Adkerson mengatakan bahwa penjualan emas dan tembaga yang meningkat dua kali lipat pada kuartal I/2024 tersebut mencerminkan tingkat penambangan dan penggilingan, serta kadar bijih yang lebih tinggi. Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association (IMA) Hendra Sinadia menilai perusahaan pertambangan tembaga sudah maksimal berinvestasi dalam pembangunan smelter. “Optimalisasi penerimaan negara dari sektor tambang sangat mendesak. Apalagi, di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta kenaikan subsidi migas,” katanya. Selain itu, kata Hendra, kegiatan usaha pertambangan bersifat jangka panjang, sehingga membutuhkan investasi yang besar. Kepastian sangat diperlukan untuk perencanaan kegiatan perusahaan di wilayah yang menjadi konsesinya.
ENERGI BARU TERBARUKAN : Dampak Berganda Ekspansi OASA
Direktur Utama OASA Bobby Gafur Umar mengatakan, ekspansi tersebut bakal melibatkan lembaga desa dan pertanian untuk menjamin pasokan bahan baku biomassa, berupa limbah pertanian, kehutanan, dan perkebunan. “Ini merupakan langkah awal untuk mengembangkan usaha biomassa yang produktif dan bermanfaat bagi kedua pihak, masyarakat Blora dan OASA, serta didukung penuh oleh Bupati Blora,” katanya melalui keterangan resmi, Kamis (25/4). Pada tahap pertama, kapasitas industri biomassa di Blora akan mencapai 5.000 ton per bulan, dan terus dikembangkan hingga 15.000 ton per bulan. Targetnya, fasilitas di daerah tersebut bisa mencapai 60.000 ton per tahun pada tahap pertama, dan terus naik hingga 180.000 ton per tahun. Nantinya, pabrik biomassa dengan kebutuhan investasi sekitar US$100 juta tersebut akan menghasilkan wood chip sebagai bahan co-firing untuk PLTU Rembang. Dalam aksi korporasi tersebut, OASA juga menggandeng gabungan kelompok tani dan koperasi untuk menanam kembali lahan yang tanamannya dimanfaatkan untuk memproduksi wood chip sebagai bahan baku biomassa.
Misalnya di Pulau Bangka, penebangan pohon dan tanaman-tanaman untuk keperluan bahan baku biomassa telah dilakukan secara konsisten dengan melibatkan petani, dan penanaman kembali, sebagai bagian dari penghijauan, serta menjaga keberlanjutan usaha. Blora sendiri merupakan salah satu daerah yang menyimpan potensi besar dalam pengembangan usaha berbasis biomassa di Jawa Tengah. Dari potensi tersebut, OASA juga sudah mulai juga menyusun rencana pengembangan bisnis Bio-CNG dari limbah pertanian. Pabrik yang ditargetkan rampung pada 2025 itu nantinya akan menghasilkan 5 MMscfd Bio-CNG per hari, dan diekspor ke Jepang. Kebutuhan biomassa untuk co-firing PLTU sendiri sebenarnya masih cukup besar, karena pada tahun lalu capaiannya baru sebanyak 1 juta ton dari kebutuhan 10,2 juta ton yang direncanakan hingga 2025.









