;

KPK Gerebek Kemenaker, Usut Dugaan Korupsi

Hairul Rizal 21 May 2025 Bisnis Indonesia
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyelidiki dugaan korupsi terkait pengurusan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Dalam rangka penyidikan, tim KPK melakukan penggeledahan di kantor Kemnaker di Jakarta Selatan pada Selasa, 20 Mei 2025.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengonfirmasi bahwa kasus ini berkaitan dengan suap dan/atau gratifikasi terkait tenaga kerja asing (TKA). Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menambahkan bahwa kasus ini merupakan penyidikan baru yang dimulai pada Mei 2025, dengan delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer menyatakan bahwa dirinya belum mengetahui secara pasti ihwal penggeledahan tersebut dan belum mendapatkan informasi dari Menteri Ketenagakerjaan.

Kasus ini menunjukkan komitmen KPK dalam menindak dugaan korupsi di sektor ketenagakerjaan, khususnya dalam tata kelola TKA, yang selama ini kerap menjadi sorotan publik.

Belanja Pemerintah Jadi Kunci Pemulihan

Hairul Rizal 21 May 2025 Kontan (H)
Pemerintah Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi pada 2026 dapat mencapai 5,2%–5,8%, dengan fokus pada penguatan konsumsi rumah tangga sebagai motor utama. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, stabilisasi harga, daya beli yang kuat, dan peningkatan lapangan kerja akan menopang pertumbuhan tersebut. Namun, sejumlah ekonom memandang target ini terlalu ambisius.

Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif CELIOS, mengkritik asumsi makro pemerintah yang dinilai terlalu optimistis di tengah tekanan ekonomi global dan prediksi pertumbuhan ekonomi 2025 yang sulit menembus 5%. Ia mendorong pemerintah untuk menyusun APBN yang lebih moderat, fokus menjaga daya beli masyarakat bawah, serta memberi insentif dan stimulus riil yang lebih tepat sasaran, seperti diskon listrik atau perbaikan insentif pajak.

Senada, Banjaran Surya Indrastomo, Chief Economist Bank Syariah Indonesia, menyarankan pemberian stimulus bersama dengan sektor swasta untuk mendorong konsumsi rumah tangga, seperti program diskon dan pajak ditanggung pemerintah untuk barang konsumsi. Ia mencontohkan kebijakan serupa di China yang terbukti mampu mendorong pertumbuhan konsumsi dan PDB.

Sementara itu, Syafruddin Karimi, ekonom Universitas Andalas, menyoroti bahaya ketergantungan berlebihan pada konsumsi rumah tangga. Ia menekankan perlunya transformasi sektor produksi dan industrialisasi bernilai tambah tinggi untuk menciptakan lapangan kerja formal yang berkelanjutan dan memperkuat fondasi ekonomi jangka menengah-panjang.

Meskipun target pertumbuhan pemerintah ambisius, pencapaiannya sangat bergantung pada strategi konkret yang berpihak pada sektor produktif, stimulus yang efektif, dan penguatan daya beli masyarakat secara menyeluruh.

Dirjen Pajak & Bea Cukai Resmi Diganti

Hairul Rizal 21 May 2025 Kontan
Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Bimo Wijayanto sebagai Direktur Jenderal Pajak dan Letnan Jenderal TNI Djaka Budi Utama sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai, menggantikan Suryo Utomo dan Askolani. Penunjukan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat integritas dan efektivitas dua lembaga vital penerimaan negara tersebut.

Bimo menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan mandat untuk mempercepat reformasi sistem perpajakan, termasuk pembenahan sistem Coretax, serta menguatkan akuntabilitas dan integritas Ditjen Pajak dalam mendukung program-program nasional. Pelantikannya diperkirakan akan dilakukan dalam waktu dekat.

Bimo, yang sebelumnya menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden dan Asisten Deputi Investasi Strategis di Kemenko Marves, diketahui memiliki kekayaan bersih Rp 6,67 miliar pada akhir 2021, berdasarkan data e-LHKPN KPK.

Dari sisi profesional, Raden Agus Suparman, Konsultan Pajak dari Botax Consulting Indonesia, menilai pentingnya Dirjen Pajak baru segera menyiapkan realisasi Badan Penerimaan Negara (BPN) yang menjadi bagian dari agenda besar nasional. Ia juga mendorong pelaksanaan tax amnesty jilid III untuk mengatasi tren kontraksi penerimaan pajak di awal tahun.

Dengan pengangkatan dua tokoh ini, harapannya reformasi struktural di bidang perpajakan dan bea cukai akan semakin nyata demi memperkuat penerimaan negara dan stabilitas fiskal Indonesia ke depan.

Harga Emas Melonjak, Investasi Kian Menggoda

Hairul Rizal 21 May 2025 Kontan
Kinerja keuangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diperkirakan akan tetap solid sepanjang tahun 2025, ditopang oleh lonjakan penjualan emas dan bijih nikel, serta prospek cerah dari bisnis baterai kendaraan listrik (EV).

Menurut Hasan Barakwan, Analis Maybank Sekuritas, ANTM mencatat pemulihan operasional yang kuat pada kuartal I-2025, dengan penjualan emas meningkat 93% secara tahunan dan penjualan bijih nikel melonjak 282% yoy. Kinerja ini dipicu oleh tingginya permintaan domestik serta pengiriman emas ke Freeport dalam kerangka kontrak pasokan baru. Hasan memproyeksikan laba ANTM akan tumbuh hingga 30% mencapai Rp 6,15 triliun tahun ini.

Miftahul Khaer dari Kiwoom Sekuritas menambahkan bahwa margin tinggi dari penjualan produk nikel olahan turut menjadi faktor signifikan dalam peningkatan kinerja. Namun, ia mengingatkan agar tetap mewaspadai fluktuasi harga komoditas akibat dinamika ekonomi dan geopolitik global.

Di sisi lain, ekspansi ANTM ke bisnis baterai EV melalui kemitraan dengan CBL juga menjadi katalis jangka menengah. ANTM memiliki 30% kepemilikan di proyek smelter RKEF dan 40% di proyek HPAL yang akan dibangun di Halmahera Timur. Miftahul menilai porsi kepemilikan ini memberi peluang besar bagi ANTM untuk memperkuat posisi di ekosistem kendaraan listrik.

Dari sisi rekomendasi saham, Devi Harjoto dari OCBC Sekuritas memberikan rekomendasi buy dengan target harga Rp 3.000, berdasarkan kekuatan segmen emas dan nikel serta tambahan dari bisnis bauksit dan proyek smelter alumina di Mempawah. Miftahul merekomendasikan hold, sementara Hasan tetap pada posisi buy dengan target harga yang sama.

Pangsa Syariah Stagnan di Tengah Potensi Besar

Hairul Rizal 21 May 2025 Kontan
Pertumbuhan pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia masih stagnan, meski ada kenaikan aset dan pembiayaan secara tahunan. Hingga Februari 2025, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aset perbankan syariah mencapai Rp 924,9 triliun atau sekitar 7,4% dari total industri perbankan nasional. Angka ini hanya naik sedikit dari tahun-tahun sebelumnya dan menunjukkan belum optimalnya perkembangan sektor ini.

Satu-satunya pemain besar yang mendominasi adalah Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan aset Rp 401 triliun, atau sekitar 41% dari total aset industri perbankan syariah. Ini mencerminkan kurangnya kompetitor yang signifikan di sektor ini.

OJK telah mendorong konsolidasi industri dengan mewajibkan spin off unit usaha syariah (UUS) jika asetnya melebihi Rp 50 triliun. BTN merespons dengan mengakuisisi Bank Victoria Syariah, sedangkan CIMB Niaga memilih mendirikan bank syariah baru bernama Bank CIMB Niaga Syariah. Namun, Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara membuka kemungkinan akuisisi di masa depan jika ada bank yang cocok dengan strategi mereka.

Sementara itu, Direktur BCA Syariah Pranata menilai bahwa penguatan industri harus dilakukan melalui peningkatan inklusi keuangan syariah. Ia menekankan pentingnya edukasi dan layanan digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Meskipun ada pertumbuhan secara angka, perbankan syariah masih memerlukan strategi yang lebih agresif dan terkoordinasi, terutama dalam hal edukasi, transformasi digital, serta perluasan kompetitor agar tidak hanya bergantung pada satu pemain besar.

Perdagangan Global Melambat

Yuniati Turjandini 20 May 2025 Investor Daily (H)
Setelah bertahun-tahun diguncang pendemi, gangguan karena perang, dan kalibrasi ulang perekonomian dunia, perdagangan global sekali lagi berada di persimpangan jalan. Tapi, kali ini sinyalnya lebih keras: 2025 bukan waktunya bisnis seperti biasa. Badan -badan internasional terkemuka dan WTO hingga IMF membunyikan alarm. WTO memperkirakan perdagangan barang global akan menyusut sebesar 0,2% pada tahun 2025. Jika gesekan geopolitik saat ini memburuk, penurunan itu bisa makin dalam menjadi 1,5%. IMF sedikit lebih optimistis, memperoyeksikan  pertumbuhan perdagangan besar 1,7%- ini semua merupakan angka-angka yang demikian rendah dibanding tahun-tahun 'booming' perdagangan yang dahulu mendorong proses globasilisasi. Pesannya jelas: perdagangan global sedang melambat, dan pilihan kebijakan saat ini akan menentukan apakah kita akan tersandung-sandung untuk sementara waktu atau berantakan dalam jangka panjang. Kita menyaksikan perubahan bersejarah. Ideologi pasar terbuka dan perdagangan multilateral yang pernah dominan kini memberikan jalan bagi nasionalisme ekonomi, aleniasi strategis, dan kebijakan yang semakin intervensionis. (Yetede)

Industri Multifinance Melakukan Diversifikasi

Yuniati Turjandini 20 May 2025 Investor Daily
Di tengah tantangan penjualan otomotif saat ini, OJK mendorong industri pembiayaan (multifinance) untuk melakukan diversifikasi ke sektor produktif. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan, per maret 2025 mencatatkan pertumbuhan piutang  pembiayaan sebesar 4,6% secara year on year (yoy) menjadi Rp510,97 triliun. "Untuk menghadapi tantangan industri multifinance didorong untuk melakukan diversifikasi ke sektor produktif antara lain seperti alat berat, energi terbarukan, dan kendaraan listrik," kata Agusman. Agusman menilai prospek industri multifinance masih terbuka lebar dengan diversifikasi produk. Mengingat, pembiayaan kendaraaan listrik saat ini cukup menjanjikan. Di mana, penyaluran pembiayaan kendaraan listrk per Maret 2025 meningkat 5,66% secara bulanan (month to month/mtm) menjadi besar Rp16,63 triliun dibandingkan bulan sebelumnya Rp15,74 triliun, dengan porsi sebesar 3,08% dari total pembiayaan multifinance. "Secara umum, potensi pembiayaan atas kendaraan bermotor lisitrik di Indonesia masih cukup terbuka lebar seiring dengan rencana pembukaan investasi dalam bentuk pabrik dari manufaktur kendaraan bermotor lustirk di Indonesia," tutur Agusman. (Yetede) 

Kondisi Likuiditas Perbankan Diprediksi Mulai Mengendur

Yuniati Turjandini 20 May 2025 Investor Daily
Pada paruh kedua tahun ini, kondisi likuiditas perbankan diperkirakan mulai mengendur. Sejalan dengan proyeksi suku bunga acuan dan Bank Indonesia (BI) yang akan dipangkas pada tahun ini. Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro memprediksikan BI akan memangkas BI7 day repo rate (BI7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 20-21 mei 2025. Menurut dia, dengan pemangkasan suku bunga acuan BI, otomoatis suku bunga deposito dan bunga kredit yang menggunakan bencmark dari BI Rate juga akan mengikut, dengan membutuhkan waktu transmisi. "Mestinya isu likuiditas walau memang relatif ketat karena pertumbuhan kredit masih tinggi, tapi tensinya tidak setinggi atau seketat tahun lalu, karena ada faktor kredit relatif lebih rendah di 2025 ini dibanding 2024," ucap Asmo. Dengan demikian, menurut Asmo tensi dari perebutan dana diperankan seharusnya tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya. Penurunan BI Rate diharapkan menjadi angin segar, tak terkecuali  bagi perbankan nasional. sebab, perbankan hingga saat ini mengeluhkan masih tingginya tingkat suku bunga sehingga biaya dana yang dikeluarkan b ank juga menebal. Apabila BI memangkas suku bunga acuannya, diharapkan biaya dana (cost of fund) perbankan juga semakin rendah. (Yetede)

Perlunya Kerja Sama Satgas PHK dan Satgas Investasi

Yuniati Turjandini 20 May 2025 Investor Daily
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid  Ahmad menerangkan, satgas PHK harus berhubungan dengan Satgas Investasi. "Karena yang karena PHK ini juga saya kira mereka sudah punya skill juga bisa dialokasikan pada investasi baru, yang kemudian bisa menyerap tenaga kerja mereka yang memungkinkan terdampak dari situasi ini," kata dia. Satgas PHK sebelum dibentuk pada 1 Mei 2025 ini. Satgas ini dibentuk akibat banyaknya gelombang PHK kian mengkhawatirkan  berbagai sektor industri di tanah air. Pada 2024, terjadi PHK sekitar 80.000 orang, Sementara di kuartal 1-2025 ini jumlahnya mencapai 24.000 orang. Ada pun fokus daripada Satgas PHK ini untuk mencegah pemutusan PHK, menjaga stabilitas ketenagakerjaan, dan memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi sesuai aturan. Tauhid melihat, tugas satgas PHK saat ini masih mencari infromasi dan gagasan terkait sektor lemah atau kuat untuk ke pasar Amerika Serikat. "Misalnya punya 10 komoditas utama ke AS, jadi diindentifikasikan mana yang masih bisa bertahan dan mana yang kena imbasnya (PHK)," kata dia. Untuk meminimalisir semakin banyaknya jumlah perkerja yang kena PHK, Tauhid menegaskan mulai mengkaitkan pekerja tersebut dengan investasi baru. Ini missing linknya yang belum saya lihat saat ini." ucap dia. (Yetede)

Perbanyak Insentif Industri Otomotif, Daripada Menambah Pajak

Yuniati Turjandini 20 May 2025 Investor Daily
Pemerintah diharapkan dapat memperbanyak insentif untuk industri otomotif daripada menambah pajak. Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menerangkan, pemberian insentif pajak mobil bisa menjadi obat mujarab untuk menaikkan penjualan mobil dalam jangka pendek, Ini sudah dibuktikan pada 2021. Dia mengakui, saat memberikan insentif, penerimaan negara bisa berkurang. Tetapi, ini akan ternormalisasi, begitu pasar mobil pulih. "Kami tidak minta utang atau subsidi, melainkan penundaan penyetoran pajak pada periode tertentu. Begitu ekonomi bangkit, penerimaan pemerintah akan kembali," kata Kukuh saat dalam diskusi "Menakar Efetivitas Insentif otomotif," yang digelar Forum Wartawan Industri (Forwin) di Jakarta. Dia mengatakan, pajak kendaraan di Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan di Malaysia. Di Malaysia pajak tahunan Avanza 1.5L Rp330.000, kemudian biaya balik nama hanya Rp7.000, tidak ada mutasi daerah dan tidak ada perpanjangan 5 tahunan. Sedangkan di Indonesia pajak tahunan mobil yang sama mencapai Rp4.000.000, ada wajib perpanjangan 5 tahunan serta biaya balik nama Rp.300.000-500.000. "Mohon maaf saya sebut jenama supaya gampang, Di sana pajak tahunannya engga lebih dari Rp 1 juta. Di sini Rp 6 juta, jadi bisa dibayangkan. Kalau ini dikurangikan  lumayan," kata Kukuh. (Yetede)