;

Pangsa Syariah Stagnan di Tengah Potensi Besar

Ekonomi Hairul Rizal 21 May 2025 Kontan
Pangsa Syariah Stagnan di Tengah Potensi Besar
Pertumbuhan pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia masih stagnan, meski ada kenaikan aset dan pembiayaan secara tahunan. Hingga Februari 2025, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aset perbankan syariah mencapai Rp 924,9 triliun atau sekitar 7,4% dari total industri perbankan nasional. Angka ini hanya naik sedikit dari tahun-tahun sebelumnya dan menunjukkan belum optimalnya perkembangan sektor ini.

Satu-satunya pemain besar yang mendominasi adalah Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan aset Rp 401 triliun, atau sekitar 41% dari total aset industri perbankan syariah. Ini mencerminkan kurangnya kompetitor yang signifikan di sektor ini.

OJK telah mendorong konsolidasi industri dengan mewajibkan spin off unit usaha syariah (UUS) jika asetnya melebihi Rp 50 triliun. BTN merespons dengan mengakuisisi Bank Victoria Syariah, sedangkan CIMB Niaga memilih mendirikan bank syariah baru bernama Bank CIMB Niaga Syariah. Namun, Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara membuka kemungkinan akuisisi di masa depan jika ada bank yang cocok dengan strategi mereka.

Sementara itu, Direktur BCA Syariah Pranata menilai bahwa penguatan industri harus dilakukan melalui peningkatan inklusi keuangan syariah. Ia menekankan pentingnya edukasi dan layanan digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Meskipun ada pertumbuhan secara angka, perbankan syariah masih memerlukan strategi yang lebih agresif dan terkoordinasi, terutama dalam hal edukasi, transformasi digital, serta perluasan kompetitor agar tidak hanya bergantung pada satu pemain besar.
Tags :
#Perbankan
Download Aplikasi Labirin :