;

Tapera Diterapkan secara Bertahap

Yoga 05 Jul 2024 Kompas

Pelaksanaan program Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera yang mewajibkan pemotongan gaji pekerja dipastikan berlangsung secara bertahap. Pemanfaatan Tapera juga tengah dijajaki untuk diperluas, yakni pembiayaan rumah bagi masyarakat kelas menengah berpenghasilan tanggung. Ketentuan Tapera diatur dalam PP No 21 Tahun 2024 tentang perubahan atas PP No 25 Tahun 2020 tentang Tapera yang ditetapkan pada 20 Mei 2024. Regulasi ini merupakan turunan UU No 4 Tahun 2016 tentang Tapera. Berdasarkan ketentuan itu, seluruh pekerja atau karyawan dengan penghasilan di atas upah minimum wajib terdaftar sebagai peserta Tapera, serta menyisihkan penghasilan dalam bentuk iuran Tapera guna membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah.

Kepesertaan Tapera diwajibkan paling lambat 2027. Komisioner Badan Pengelola Tapera (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho, mengemukakan, BP Tapera memiliki peran menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang untuk pembiayaan perumahan bagi peserta Tapera, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah. Untuk karyawan perusahaan, simpanan Tapera ditanggung bersama oleh karyawan dan perusahaan, masing-masing dipotong 2,5 % dan 0,5 % dari gaji karyawan. Sementara pekerja mandiri, potongan 3 % sepenuhnya ditanggung pekerja yang bersangkutan.

Pihaknya memahami polemik di masyarakat terkait kewajiban iuran Tapera bagi pekerja, dan pembiayaan perumahan secara gotong royong. Selain penerapan akan dilakukan secara bertahap, manfaat kepesertaan Tapera tengah dijajaki untuk diperluas dengan menyasar masyarakat berpenghasilan menengah tanggung. ”Sejumlah instrumen tengah disiapkan guna memastikan Tapera memberikan manfaat lebih bagi peserta,” ujarnya, dalam kunjungan ke Menara Kompas di Jakarta, Kamis (4/7). Heru mengatakan kepesertaan Tapera untuk pekerja dilakukan secara bertahap, karena BP Tapera masih membutuhkan banyak persiapan, pematangan model bisnis, tata kelola internal, dan pengelolaan dana tabungan. Selain itu, juga memperluas manfaat kepesertaan. (Yoga)


DPR Meminta Tambahan Anggaran Rp 598 Triliun di APBN Transisi

Yoga 05 Jul 2024 Kompas

Di tengah ruang fiskal yang semakin sempit, DPR mengusulkan pemerintah menambah anggaran Rp 598,9 triliun dalam Rancangan APBN 2025. Usulan itu datang dari kementerian dan lembaga yang merasa jatah pagu indikatif yang diterimanya tidak cukup untuk membiayai berbagai rencana kerja tahun depan. Usulan tersebut muncul dalam rapat kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR bersama pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/7). Dalam rapat itu, pemerintah dan Banggar DPR mengesahkan asumsi dasar ekonomi makro dan target pembangunan tahun 2025 yang akan menjadi dasar penyusunan RAPBN 2025. Pimpinan Banggar DPR mengusulkan agar pemerintah menambah anggaranRp 598,9 triliun dalam RAPBN 2025.

Usulan itu, menurut Ketua Banggar DPR dari Fraksi PDI-P, Said Abdullah, datang dari kementerian / lembaga (K/L) yang meminta tambahan pagu anggaran untuk tahun 2025 melalui mitra kerjanya di DPR. ”Jadi, usulan ini datang dari komisi-komisi (Komisi I sampai XI) di DPR dan bukan bagian dari keputusan Banggar. Statusnya masih berupa usulan,” kata Said di Kompleks Parlemen, Kamis. Dalam proses pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) K/L bersama komisi-komisi di DPR, banyak K/L yang ”protes” dan meminta tambahan anggaran di RAPBN 2025. Mereka menilai jatah pagu indikatif yang diterima menurun drastis dibandingkan tahun 2024 serta tidak cukup untuk mendanai berbagai rencana kerja tahun depan. Dalam RAPBN 2025,

Kemenkeu menetapkan total pagu indikatif untuk belanja K/L Rp 931,7 triliun, turun 6,8 % dibanding APBN 2024 yang sebesar Rp 999,9 triliun. Alokasi anggaran untuk belanja K/L sengaja dibuat kecil sebagai anggaran dasar (baseline) untuk transisi menuju pemerintahan baru. Beberapa K/L yang sempat meminta tambahan anggaran antara lain Kementerian Investasi yang meminta tambahan anggaran Rp 889 miliar, Kementerian PPN/Bappenasan Nasional (Rp 804 miliar), Kemenhub (Rp 15,78 triliun). Said mengatakan, usulan tambahan anggaran itu tetap perlu memperhatikan program prioritas pemerintahan yang akan datang alias Kabinet Prabowo-Gibran. Meski besarannya signifikan, ia mengatakan, tambahan anggaran itu tidak akan melebarkan postur defisit yang sudah disepakati di rentang 2,29-2,82 % dari PDB. (Yoga)


Pabrik Baterai Tonggak Kendaraan Listrik

Yoga 05 Jul 2024 Kompas

Rasa puas tampak di wajah Presiden Jokowi ketika meninjau pabrik dan meresmikan ekosistem baterai dan kendaraan listrik di PT Hyundai LG Indonesia atau HLI Green Power, karena hadirnya pabrik sel baterai pertama dan terbesar di Asia Tenggara itu menjadi wujud konsistensi Presiden Jokowi dalam membangun kemandirian ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. Presiden mengawal pembangunan pabrik baterai ini dengan hadir pada groundbreaking atau peletakan batu pertama pada September 2021, lalu kembali meninjau pada September 2023. Peresmian pabrik digelar di PT HLI Green Power, Karawang, Jabar, Rabu (3/7). Didampingi Mendag Republik Korea Inkyo Cheong, Dubes Republik Korea untuk Indonesia Lee Sang-deok, Executive Chair Hyundai Motor Group Euisun Chung, dan President LG Energy Solution Dongmyung Kim,

Presiden memperoleh penjelasan tentang battery pack dan mobil listrik Hyundai Kona. Presiden antara lain menyaksikan battery pack yang siap digunakan untuk mobil listrik Kona. Battery pack ini dilengkapi 216 unit sel baterai, yang terdiri dari baterai modul, pendingin, sistem electric vehicle, dan kontrol unit yang menjadi satu kesatuan unit baterai. Tegangan yang dihasilkan adalah 400 volt dengan tenaga listrik 65 kWh. Selanjutnya, Presiden memperoleh penjelasan tentang mobil listrik Kona yang merupakan mobil listrik pertama yang diproduksi di Indonesia dengan baterai buatan Indonesia. Model ini memiliki jarak tempuh terjauh di kelasnya, yaitu 600 km, satu kali pengecasan.

Tingkat komponen dalam negeri (TKDN) Hyundai Kona telah mencapai 80 %. Tiga item yang diresmikan Presiden Jokowi kali ini adalah baterai sel dengan nilai investasi tahap pertama 1,2 miliar USD, battery pack senilai Rp 700 miliar, dan mobil Hyundai Kona dengan investasi 1,5 miliar USD. Pabrik menyerap 1.200 pekerja, dengan 50 tenaga kerja Korsel. Dalam sambutannya, Presiden mengapresiasi investasi sebesar Rp 20 triliun dari pabrik mobil Hyundai serta konsorsium antara Hyundai dan LG dengan investasi sebesar Rp 160 triliun untuk ekosistem baterai listrik. Investasi tersebut menjadi bukti konkret dari kerja sama erat antara Indonesia dan Korsel. ”Ini merupakan tonggak penting dari komitmen Indonesia untuk menjadi pemain global dalam rantai pasok kendaraan listrik dunia,” ujar Presiden. (Yoga)


Indonesia Timur Semakin Menarik, Perusahaan Mesin Industri Berekspansi

Yoga 05 Jul 2024 Kompas

Perekonomian kawasan Indonesia Timur yang tumbuh pesat semakin menarik investor menanamkan modalnya. Mengutip data BPS pada triwulan I-2024, pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur tumbuh lebih besar dibanding kawasan Indonesia lainnya. Pertumbuhan ekonomi di Maluku, Papua, dan Sulawesi lebih tinggi dibanding kawasan lainnya, seperti Sumatera, Jawa, Bali Nusa Tenggara, dan Kalimantan. Pertumbuhan ekonomi Maluku dan Papua mencapai 12,15 %, tertinggi dibanding semua kawasan lainnya. Menurut BPS, pertumbuhan ini ditopang pertambangan, penggalian, administrasi pemerintahan, dan perdagangan. Adapun pertumbuhan ekonomi Sulawesi mencapai 6,35 %, didorong industri pengolahan, pertambangan, penggalian, dan konstruksi.

Dari sisi investasi, Kementerian Investasi/BKPM melaporkan total investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) di kawasan Indonesia Timur pada triwulan I-2024 mencapai Rp 63,8 triliun atau setara 15,9 % dari total investasi di Indonesia. Investasi di Sulawesi mencapai Rp 35,9 triliun. Sementara investasi di Maluku dan Papua mencapai Rp 27,9 triliun. Melihat potensi besar dari makin menggeliatnya berbagai kegiatan ekonomi besar di Indonesia Timur, sejumlah perusahaan mulai melakukan ekspansi antara lain perusahaan manufaktur bantalan atau bearing (laher) mesin industri SKF Indonesia. Perusahaan mesin industri yang berdiri 1907 di Swedia itu kini tersebar di 130 negara, termasuk di Indonesia.

Direktur Pelaksana Indonesia dan Presdir PT SKF Indonesia Satheswaran Mayachandran mengatakan, Indonesia punya potensi pertumbuhan ekonomi yang bisa dimanfaatkan 20-40 tahun ke depan, bersumber dari kawasan Indonesia Timur. Kawasan itu, memiliki potensi, pertambangan, konstruksi, hingga pengolahan logam. Kegiatan ekonomi yang masif di wilayah itu akan mendatangkan perusahaan-perusahaan yang operasionalnya menggunakan mesin industri. Melihat peluang ini, SKF Indonesia memasok bantalan mesin dan menawarkan jasa pendampingan pemeliharaannya operasionalisasi mesin-mesin industri tersebut. Untuk itu, SKF Indonesia membuka kantor perwakilan di Makassar. ”Semua industri membutuhkan bearing. Mesin apa saja yang berputar membutuhkan bearing. SKF Indonesia hadir untuk menyokong dan menjadi sistem pendukung kegiatan ini,” ujar Satheswaran di kantornya, Jakarta, Selasa (2/7). (Yoga)


Tarif Listrik Tidak Naik

Yoga 05 Jul 2024 Kompas

Warga terlihat sedang memeriksa meteran listrik di ruang meteran rumah susun Karet Tengsin, Jakarta Pusat, pada Hari Selasa (2/7/2024). Untuk menjaga daya saing dan mengendalikan inflasi, pemerintah memutuskan tarif listrik tetap atau tidak naik, walaupun pada sat ini nilai tukar rupiah sedang melemah terhadap dollar Amerika Serikat. Dimana 1 dollar Amerika Serikat adalah Rp 16.300. (Yoga)

Inflasi akibat Cuaca Ekstrem di Maluku

Yoga 05 Jul 2024 Kompas

Dalam sebulan terakhir, hujan kerap turun dari pagi hingga malam di wilayah Maluku, terutama di Kota Ambon., yang menyebabkan komoditas ikan, pangan utama masyarakat, sulit didapatkan. Nelayan, tidak mendapat hasil tangkapan optimal karena hujan, angin kencang, dan gelombang tinggi. Hal ini ikut memicu tingginya inflasi di Kota Ambon dan Provinsi Maluku. Berdasarkan data BPS, inflasi tahunan Maluku pada Juni 2024 sebesar 3,63 %, lebih tinggi dari inflasi tahunan nasional 2,51 %. Inflasi tahunan Ambon menjadi kontributor terbesar di angka 4,49 %. Pjt Gubernur Maluku Sadali Ie menjelaskan, sejumlah kebijakan daerah perlu diarahkan untuk menyelesaikan masalah inflasi. Salah satunya menggelar operasi pasar murah lima kali sebulan. Selain itu, ada bantuan fasilitas gudang pendinginan (cold storage) untuk nelayan.

”Ketersediaan barang, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan membangun komunikasi jadi langkah yang perlu diambil bersama. Penyimpanan oleh pedagang dan produsen perlu diperhatikan,” ucap Sadali dalam rapat bersama pimpinan pemerintah daerah dan lembaga di Ambon, Kamis (4/7). Untuk menjaga pasokan, pemerintah sudah memberikan bantuan rumah kaca (green house) untuk kelancaran produksi. Namun, bantuan ini belum cukup. Kini, pemerintah juga sedang menyiapkan bantuan plastik pelindung (screen house) untuk para petani guna mencegah tanamannya rusak akibat curah hujan tinggi. Kebijakan subsidi terhadap selisih kenaikan harga bahan pokok penyumbang inflasi akan diberikan. Terkait hal ini, Pemkot Ambon telah menandatangani nota kesepahaman dengan daerah penghasil komoditas, Kabupaten Maluku Tengah. Kepala BPS Maluku Maritje Pattiwaellapia menjelaskan, selain di Ambon, inflasi di wilayah lain juga tinggi. Inflasi tahunan Tual, 3,39 %. Di Maluku Tengah, mencapai 2,36 %. (Yoga)


Kapitalisasi Emiten Naik, Arah IHSG Membaik

Hairul Rizal 05 Jul 2024 Kontan (H)

Langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) merevisi ketentuan Papan Pemantauan Khusus (PPK) tahap II yang menggunakan skema full periodic call auction (FCA), mulai menggairahkan perdagangan saham di Tanah Air. Ini tercermin dari melonjaknya rata-rata volume transaksi perdagangan saham di BEI.Ambil contoh, transaksi perdagangan bursa di pekan terakhir Juni 2024. Di periode 24-28 Juni, rata-rata nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp 16,16 triliun, naik 6,49% dibanding pekan sebelumnya Rp 15,17 triliun. Sebagai catatan, BEI menerapkan revisi aturan papan khusus dengan skema FCA sejak 21 Juni 2024. Seiring revisi itu, BEI mengeluarkan sejumlah saham dari Papan Pemantauan Khusus. 

Ada enam emiten yang resmi dibebaskan BEI dari PPK. Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengamati, rotasi top market cap hingga awal semester kedua disebabkan oleh dua faktor. Pertama, pelemahan saham big bank  yakni BBRI dan BBNI serta saham blue chip  nonbank seperti TLKM dan ASII. Sejak awal tahun 2024, keempat saham itu turun hingga dua digit. Kedua, sejumlah saham melonjak seperti TPIA dan DSSA, serta BREN dan AMMN yang tergolong pendatang anyar. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi, mengamati, bobot top 10 saham ini sangat jumbo sehingga menyumbang lebih dari separuh total market cap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). "Jadi perubahannya memengaruhi arah IHSG," ujar Audi. Dus, Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto melihat rotasi saat ini sesuai ekspektasi dan memberikan sinyal positif terhadap IHSG. Saat ini IHSG menuju level psikologis 7.300. Kemarin, IHSG menguat 0,34% ke level 7.220,88. Pandangan optimistis juga diungkap DBS Group Research. DBS mengerek naik outlook pasar saham Indonesia dari netral jadi positif.

Emiten Atur Strategi Saat Rupiah Lemah

Hairul Rizal 05 Jul 2024 Kontan

Fluktuasi nilai tukar rupiah masih cukup kencang. Masih adanya potensi pelemahan rupiah membuat para emiten mengutak-atik strategi agar tak terperangkap dalam rugi kurs. Belakangan ini, rupiah memang mulai menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Tapi sejak awal tahun ini pelemahan rupiah terhadap dolar AS sudah mencapai lebih 6% . Mata uang Garuda masih betah bergerak di rentang Rp 16.300 hingga Rp 16.400. Per Kamis (4/7), rupiah berada di posisi Rp 16.330 per dolar AS. Fluktuasi tinggi nilai tukar menjadi momok bagi emiten yang punya utang besar dalam USD. Salah satunya PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) yang tercatat memiliki utang obligasi sebesar US$ 131,96 juta atau setara Rp 2,09 triliun per 31 Maret 2024. Sekretaris Perusahaan Agung Podomoro Land Justini Omas menjelaskan ada beberapa strategi yang disiapkan APLN. Pertama, APLN mampu mengkonversi seluruh pembiayaan menjadi rupiah, sehingga sejalan dengan sumber pendapatan yang diperoleh. Kedua, memperkuat likuiditas, seiring hilangnya tekanan akibat peningkatan beban bunga utang valuta asing. 

"Ketiga, dukungan kepercayaan bank dalam negeri dengan memberikan pinjaman dalam jumlah besar. Ini membuktikan value APLN, jelasnya kepada KONTAN, Rabu (3/7).  Emiten properti lainnya seperti PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) juga masih tercatat punya utang jangka panjang sebesar US$ 3,60 miliar. Sekretaris Perusahaan ASRI Tony Rudiyanto mengatakan, untuk menekan eksposur pinjaman dolar, ASRI akan menggantinya ke pinjaman dalam rupiah. Di saat emiten lain menghindari utang dalam mata uang asing, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) justru punya rencana untuk menerbitkan obligasi global senilai US$ 900 juta. Pada kuartal I-2024, 44% dari total utang TBIG dalam bentuk rupiah dan sisanya dolar AS. Namun, manajemen TBIG optimistis pelemahan rupiah tidak akan mempengaruhi kinerja. Direktur TBIG Helmy Yusman Santoso mengatakan, saat menerbitkan surat utang dalam dolar AS dan pinjaman bank, TBIG telah memiliki hedging sepanjang tenor obligasi maupun pinjaman. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Adityo Nugroho menjelaskan, emiten yang punya pendapatan rupiah dan secara bersamaan memiliki komposisi utang dolar AS yang tinggi memang lebih berisiko terkena rugi kurs saat rupiah melemah.

Kredit Menganggur Bank Semakin Menggunung

Hairul Rizal 05 Jul 2024 Kontan

Penyaluran kredit perbankan tumbuh dua digit. Namun, fasilitas kredit menganggur atau undisbursed loan juga terus menumpuk. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total undisbursed loan naik 10,59% secara tahunan jadi Rp 2.130,37 triliun. Padahal penyaluran kredit juga naik 13,09% menjadi Rp 7.398,76 triliun. Para bankir menyebut, anomali ini terjadi lantaran ada cukup banyak pengajuan kredit untuk proyek jangka panjang. "Kredit investasi biasanya jangka waktunya panjang. Bisa juga karena persyaratan dokumen belum dipenuhi, sehingga kredit belum bisa dicairkan," ujar Efdinal Alamsyah, Direktur Kepatuhan Bank Oke Indonesia, kemarin. Di Bank Oke, kredit menganggur naik 11,85% secara tahunan menjadi Rp 1,17 triliun per Mei 2024. Sementara total penyaluran kredit Bank Oke naik 10,29% menjadi Rp 8,83 triliun per Mei 2024. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga mencatatkan kenaikan kredit menganggur. Per Mei 2024, total kredit menganggur BCA naik 14% secara tahunan menjadi Rp 399,97 triliun. Padahal, total kredit BCA tumbuh 15,91% secara tahunan menjadi Rp 824,73 triliun. "Pagu kredit yang masih tersedia Rp 399,97 triliun. Ini untuk mengantisipasi permintaan kredit yang selaras dengan pertumbuhan ekonomi, sekaligus siklus bisnis nasabah," ujar Hera F. Haryn, VP Corporate Communication and Social Responsibility BCA. Seiring proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif, BCA yakin permintaan fasilitas kredit sepanjang 2024 akan terjaga. "Faktor inflasi yang terkendali serta likuiditas BCA yang memadai juga menambah optimisme kami agar dapat menjaga pertumbuhan kredit berkualitas secara berkelanjutan," ungkap Hera. Sementara total kredit CIMB Niaga naik 3,77% menjadi Rp 203,184 triliun. Meski kredit menganggur naik, Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, kenaikan undisbursed loan serta penyaluran kredit ini sejalan dengan tumbuhnya portofolio kredit.

PENDAR PAMOR UNIT-LINKED

Hairul Rizal 05 Jul 2024 Bisnis Indonesia (H)

Perihal perolehan premi, produk unit-linked memang sedang loyo, tetapi tidak demikian halnya dengan kinerja investasi produk asuransi jiwa ini. Faktanya, performa sejumlah investasi produk asuransi yang dikaitkan dengan asuransi (Paydi) alias unit-linked sepanjang paruh pertama tahun ini, tidaklah buruk. Mengacu pada data Infovesta Utama, kinerja rata-rata Paydi di instrumen pasar uang tumbuh 1,53%, disusul pendapatan tetap tumbuh sebesar 0,13%. Adapun, kinerja rata-rata Paydi di instrumen campuran dan saham memang melemah masing-masing 1,24% dan 1,97%, tetapi capaian itu masih mengungguli kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang tercatat melorot 2,88% sepanjang paruh pertama. Bahkan, jika dibandingkan dengan indeks acuan utama lain seperti LQ45 (-8,54%), Paydi jauh lebih digdaya. Kinerja ini ditopang instrumen yang berkaitan dengan dolar Amerika Serikat (AS) seiring dengan penguatan nilai tukar mata uang Negeri Paman Sam terhadap rupiah. Sebagai contoh, produk asuransi saham PRUlink US Dollar Global Tech Equity Fund menguat 27,71%, disusul Smartwealth Dollar Equity World Opportunities Funds US$ yang naik 23,92%. Tak ayal, para pelaku industri asuransi jiwa pun berharap hal tersebut dapat menjadi momentum untuk kembali mendongkrak kinerja unit-linked, baik dari kinerja investasi maupun perolehan premi. 

Maklum saja, sudah beberapa periode ini, premi yang dihimpun melalui produk unit-linked tak lagi mendominasi perolehan premi industri. Data termutakhir dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per kuartal I/2024 menunjukkan premi sebesar Rp19,22 triliun turun 16,36% (year-on-year/YoY), capaian itu kalah jauh dari premi tradisional yang tercatat mencapai Rp26,77 triliun, tumbuh 18,34%. Arry Herwindo, GM Corsec, Legal, and Corcomm BNI Life mengatakan peningkatan imbal hasil Paydi pasar uang disebabkan oleh meningkatnya suku bunga acuan ke level 6,25%. Adapun, untuk unit-linked jenis saham, masih terdapat beberapa produk yang mencatatkan penurunan lantaran IHSG sedang turun. Perihal masih seretnya premi unit-linked, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat salah satu pemicunya adalah masih minimnya edukasi. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengungkapkan meski pendapatan premi unit-linked mengalami penurunan, dia optimistis produk ini masih menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat. Hal itu mulai terlihat dari catatan premi baru Paydi. Guna mengerek pendapatan premi unit-linked, Togar mengimbau agar pelaku asuransi jiwa harus gencar melakukan edukasi. Para tenaga pemasar juga harus mempelajari tata cara menjual unit-linked yang sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) tentang Paydi. Sementara itu, Research Analyst Infovesta Capital Advisory Arjun Ajwani menilai prospek kinerja unit-linked saham bakal meningkat pada semester II/2024. Pemicunya adalah sentimen dari potensi pemangkasan suku bunga The Fed pada September yang berpotensi mendongkrak kenaikan harga saham dan juga penurunan yield obligasi sehingga kenaikan harga. Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono turut menyoroti masih melemahnya premi asuransi campuran.

Pilihan Editor