;

Buah Pahit Buruknya Proses Seleksi Calon Komisioner KPU

Yuniati Turjandini 05 Jul 2024 Tempo
KARIER Hasyim Asy’ari di Komisi Pemilihan Umum terhenti setelah Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi pemecatan atas dirinya pada Rabu, 3 Juli 2024. Hasyim, yang berkarier di KPU sejak 2016, dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus asusila terhadap seorang anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di Den Haag, Belanda. Peneliti dari Network for Democracy and Electoral Integrity Hadar Nafis Gumay mengaku tak terkejut oleh putusan DKPP tersebut. Ia sudah menduga Hasyim bakal diganjar sanksi berat. Sebab, bukan sekali ini Hasyim melanggar kode etik penyelenggara pemilu (KEPP).

Hasyim, kata Hadar, telah berulang kali menerima sanksi dari DKPP, baik berupa pelanggaran terhadap prinsip profesionalitas maupun pelanggaran etik keras. Hadar berpendapat perilaku Hasyim yang acapkali melakukan pelanggaran berkelindan dengan proses seleksi calon anggota yang bermasalah dan cenderung tak transparan. "Misalnya pada tes kedua yang memangkas banyak calon. Hasil dan bobot penilaiannya cenderung ditutupi,” ujarnya saat dihubungi, kemarin, 4 Juli 2024. Padahal, Hadar menambahkan, transparansi hasil tes dan bobot penilaian peserta krusial untuk diketahui publik.

Sebab, tutur Hadar, dalam proses ini amat rawan terjadi praktik lancung. Peserta yang sebetulnya memiliki rekam jejak baik dan kapasitas dalam memahami isu-isu kepemiluan dapat disingkirkan dengan adanya rujukan dari pihak lain. “Kita tidak bisa naif bahwa kemungkinan seperti ini bisa terjadi,” ujarnya. Direktur Eksekutif Democracy and Electoral Empowerment Partnership Neni Nur Hayati berpendapat serupa. Ia mengatakan terdapat persoalan dalam proses seleksi calon anggota KPU dan Badan Pengawas Pemilu periode 2022-2027. Maka, tak pelik rasanya apabila Hasyim Asy’ari, salah satu nama peserta yang lolos dalam seleksi tersebut, kerap melanggar KEPP. (Yetede)

Kutukan Timah dan Berkah Belitung

Yuniati Turjandini 05 Jul 2024 Tempo
SEJARAH  Pulau Belitung tak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang industri tambang timah dan kehancuran ekosistem yang menyertainya. Berawal dari penemuan timah oleh Asisten Residen Belitong J.P. De La Motte pada 1823 dan pendirian Billiton Maatschappij beberapa tahun setelahnya, pertambangan timah di sana berjalan hingga satu abad kemudian.

Aktivitas pertambangan itu tak hanya mengubah rupa bumi Belitung. Kondisi sosial dan budaya masyarakat juga berubah, yang dipengaruhi oleh kedatangan pekerja tambang dari Cina sejak 1724. Di beberapa tempat, aktivitas pertambangan tradisional dengan “menyuntik” atau menyemprotkan air menggunakan pipa ke dalam tanah masih dilakukan karena dianggap lebih cepat mendatangkan uang. 

Keberadaan timah di Belitung kemudian menjadi “kutukan” sumber daya alam. Seperti ditulis profesor asal Turki, Sevil Acar, dalam The Curse of Natural Resources (2017), istilah kutukan itu merujuk pada kondisi ketimpangan ekonomi sejumlah negara yang kaya sumber daya alam, tapi tak mampu menyejahterakan warganya. 

Kutukan sumber daya alam di Belitung bahkan menjadi petaka besar. Terutama setelah terungkapnya kasus megakorupsi senilai Rp 271 triliun di PT Timah Tbk. Nilai kerugian itu, seperti disebutkan guru besar kehutanan Institut Pertanian Bogor, Bambang Hero Saharjo, merujuk pada nilai kerugian negara akibat kerusakan lingkungan dan perekonomian negara. (Yetede)

Gotong Royong BUMN-Swasta Belum Optimal

Yoga 04 Jul 2024 Kompas (H)

Peran perusahaan negara yang dilindungi undang-undang sebagai alat pemerintah dalam menata kebijakan perekonomian membuat entitas ini punya kekuatan besar untuk mengintegrasikan potensi dan kapasitas sektor swasta demi meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Total nilai aset milik seluruh BUMN yang pada 2022 tercatat mencapai 622 miliar USD (Rp 10.185 triliun) bukanlah modal yang kecil untuk memacu terbukanya lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Sayangnya, dalam pemanfaatan dan pengembangan aset itu, banyak BUMN yang belum optimal bersinergi dengan perusahaan-perusahaan swasta. Padahal, kolaborasi kedua entitas dapat menjaga ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sekaligus Dirut PT Hotel Sahid Jaya International Tbk Hariyadi Sukamdani menilai, terdapat perbedaan karakteristik pengembangan bisnis antara sektor swasta dan BUMN. Dalam merumuskan strategi dan arah bisnis, pihak swasta selalu mengedepankan perhitungan yang didasarkan pada mekanisme pasar. Sementara BUMN memiliki penugasan khusus dari mandat yang diberi negara untuk menjadi perintis, sekaligus membangun fondasi untuk keberlanjutan. Dari rintisan tersebut, kata Hariyadi, pasar akan tercipta dan para pelaku usaha serta industri di sektor swasta akan tergerak membantu.

”BUMN dan swasta bisa saling mengisi. Dibutuhkan kerangka kerja sama yang saling menguntungkan,” ujar Hariyadi. Namun, kondisi yang terjadi saat ini, kerja sama atau kemitraan antara pihak swasta dan BUMN belum optimal. Di sektor pariwisata, misalnya, holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, belum pernah menggandeng pihak swasta untuk sama-sama merancang target pertumbuhan bisnis. ”Kalau mau bersinergi, harus ditetapkan dulu tujuan bersamanya. Kemudian, programnya dibuat dan dibagi, lini mana yang digarap InJourney dan lini mana yang digarap swasta. Ini akan sangat ideal jika ditentukan bersama,” ucap Hariyadi. (Yoga)


Batik, Ekspresi Seni dan Nadi Hidup Madura

Yoga 04 Jul 2024 Kompas (H)

Dahulu, batik dibawa dari Majapahit ke Keraton Sumenep. Kini, batik berkembang menjadi ekspresi seni sekaligus nadi hidup masyarakat Pulau Madura. Hamid (43) memotong satu rol kain katun rayon putih di rumahnya di Dusun Banyumas, Pamekasan, Madura, Jatim. Potongan kain itu bahan baku gendongan bayi, salah satu produk batik Dusun Banyumas. ”Kemarin, saya baru kirim 150 gendongan bayi ke Situbondo,” ujar Hamid, Jumat (31/5). Membatik dan memproduksi gendongan bayi ditekuninya sejak lama. Batik produksinya dijual ke Situbondo, Bondowoso, dan daerah lain di kawasan Tapal Kuda. Hamid juga menjual ke Pasar 17 Agustus Pamekasan, salah satu pasar batik teramai di Indonesia.

Hamid tidak sendirian. Hampir setiap keluarga di Dusun Banyumas merupakan perajin batik. Maituah (45), pemilik kios Hamdani Batik di Dusun Banyumas, bercerita, dirinya mulai membatik sejak menikah. Metode membatik mereka sama dengan daerah lain, seperti Solo dan Yogyakarta. Warga Dusun Banyumas menjadikan batik sebagai penghasilan utama di samping berkebun dan pekerjaan sambilan lainnya. Selain dusun sentra batik seperti di Banyumas, ada Pasar 17 Agustus di Pamekasan yang sering didatangi pembeli dari luar daerah, baik dari Jawa, Bali, maupun pelancong dari Malaysia. ”Paling ramai Minggu sama Kamis. Pengunjung full kalau pas hari pasar. Kalau hari biasa tetap ada saja yang beli, tetapi tidak seramai hari pasar,” ujar Sri Astuti (22) di kios Fiqi Galeri.

Selain kain batik, juga di- jajakan kemeja, kain, pencung, sarung, dan udeng ikat kepala dari batik. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 15.000 untuk udeng sampai puluhan ribu hingga jutaan rupiah untuk kain batik. ”Dua motif paling terkenal, yaitu sekar jagat dan junjung drajat, paling banyak dicari. Semua batik tulis asli Pamekasan,” ucap Sri Astuti. Di Tanjungbumi, Fausi Adi Putra, pemilik Batik Lavega, menilai keunggulan batik klasik Madura terletak pada motif yang unik. Corak dan warna batiknya tak ditemukan pada batik di daerah lain. Semisal motif bang ompay dan gene sekerreng koceng renduh. Juga pada warnanya yang tajam. ”Begitu memandang langsung terpikat,” kata perajin batik generasi ketiga ini. (Yoga)


Hidup hingga Mati di Pantai Pisangan

Yoga 04 Jul 2024 Kompas

Kelenteng Hok Tek Tjeng Sin di ujung Dusun Pisangan terlihat tergerus abrasi dan empasan gelombang laut di Pantai Pisangan, Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (3/7/2024). Sejak 2002, sepanjang garis pantai di desa itu mengalami abrasi dan subsidensi atau amblesan tanah. Penggerusan tanah itu makin parah sejak 2010 dan terus berlangsung hingga kini dengan laju abrasi 2 meter per tahun. Daratan sebelumnya menjorok hingga 150 meter dari bibir pantai yang sekarang. Meski 75 keluarga sudah direlokasi di tempat baru, 80 rumah warga masih berdiri di sepanjang pantai dengan alasan dekat dengan tempat usaha. (Yoga)

Penurunan Kemiskinan Ekstrem Harus Dijaga

Yoga 04 Jul 2024 Kompas

Tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan. Hal ini membuat pemerintah optimistis target nol % kemiskinan ekstrem tahun ini bisa tercapai. Pemerintahan selanjutnya di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran diharapkan bisa menjaga tren tersebut. Survei BPS menunjukkan tingkat kemiskinan ekstrem per Maret 2024 tersisa 0,83 %, turun 0,29 % dibanding Maret 2024 di 1,12 %. Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, tiga strategi yang ditempuh meliputi pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan dan pemberdayaan masyarakat, serta pengurangan jumlah kantong kemiskinan. Upaya ini sesuai Inpres No 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

”Sekarang waktunya tinggal lima bulan untuk memastikan target kita bisa mendekati nol persen,” kata Muhadjir dalam jumpa pers di Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (3/7). Target kemiskinan ekstrem nol persen, hanya bisa dicapai jika semua kementerian, lembaga, pemeda, hingga swasta terus menguatkan komitmennya. ”Karena itu, lima bulan ini saya minta dari deputi yang menangani untuk memastikan daerah-daerah mana yang angka kemiskinan dan kemiskinan ekstremnya masih tinggi dan memang butuh intervensi dari pemerintah pusat,” tuturnya. Muhadjir menambahkan, segala upaya baik harus diteruskan dan dijaga pemerintahan selanjutnya yang akan dipimpin Prabowo-Gibran. Sebab, ini merupakan komitmen global dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem pada 2030. (Yoga)


E-katalog LKPP Ceruk Pasar Potensial bagi UMKM

Yoga 04 Jul 2024 Kompas

Sistem pengadaan barang dan jasa untuk operasionalisasi pemerintah yang dikelola Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah atau LKPP tidak hanya menjadi alat untuk mengawasi integritas pemerintah. Sistem dengan platform katalog elektronik atau e-katalog ini juga menghubungkan pelaku UMKM dengan ceruk pasar yang bernilai besar. E-katalog pertama kali diperkenalkan pada 2012. Pada tahun 2024, LKPP meluncurkan e-katalog versi ke enam yang lebih mumpuni dalam memitigasi potensi korupsi dalam proses pengadaan barang dan jasa. E-katalog juga dibuat untuk memudahkan pelaku usaha. Kepala LKPP Hendrar Prihadi di kantornya di kawasan Setiabudi, Jaksel, Sabtu (22/6) mengatakan, tantangan pertama adalah banyak penyedia barang dan jasa yang enggan tayang di e-katalog.

Penyedia jasa dan pejabat pengadaan masih suka lewat model konvensional, dengan bidding, lelang, dan penunjukan langsung. Padahal, perlu waktu 30 sampai 40 hari dari pengumuman lelang sampai sanggah banding. Kalau e-katalog, pejabat pengadaan tinggal melihat produk cocok, kalau harganya kompetitif tinggal diklik, barang dikirim minggu ini, minggu depan langsung membayar. Tantangan berikutnya adalah setelah produk pelaku usaha tayang, mereka komplain ke pemerintah karena tidak ada yang beli. Pertama, ada yang bilang harganya mahal, lalu, ada yang bilang kualitasnya belum bisa seperti produk impor.

Maka kita sosialisasi ke kementerian dan lembaga serta pemda supaya mereka  terbuka dengan pelaku usaha mengenai kebutuhan di lembaga masing-masing pemerintahan. Tantangan lainnya soal efisiensi. Kami keluarkan peraturan, wajib hukumnya (bagi pejabat pengadaan) paham harga pasar. Lalu, sebelum transaksi di e-katalog, wajib melakukan negosiasi, namanya mini kompetisi. Berita acara mini kompetisi itu tercatat di dalam e-katalog. KPK dan BPKP menilai sistemnya bagus.

E-katalog versi 6 dengan semua fitur ini sedang menjadi pilot project di lima entitas, di kantor LKPP; Kemenkeu, Kemendikbudristek; Pemprov DKI; dan Pemprov Jateng. Kalau sampai akhir tahun 2024 tidak ada masalah, pada 2025 semuanya wajib pakai katalog versi 6. Dalam Inpres No 2 Tahun 2022, setiap belanja pemda kementerian, dan lembaga minimal 40 % membeli produk atau penyedia jasa UMKM. Kedua, setiap belanja pemerintah kementerian lembaga maksimal 5 % untuk beli produk impor. Jadi, harapannya 95 % itu produk dalam negeri. (Yoga)


"Family Office” untuk Keluarga Superkaya

Yoga 04 Jul 2024 Kompas

Menjelang akhir tugasnya, Presiden Jokowi mulai mengkaji berbagai kemudahan dan layanan untuk keluarga-keluarga superkaya agar mereka dapat menanamkan dananya di Indonesia. Rencana Presiden mulai dibahas dalam rapat internal yang juga dihadiri Wapres Ma’ruf Amin, Senin (1/7). Terkait upaya menyambut keluarga superkaya berinvestasi di Tanah Air, pengamat menilai masih banyak pembenahan yang perlu disiapkan terlebih dahulu oleh pemerintah, mulai dari kepastian hukum hingga iklim berusaha yang menjanjikan. Rencana menggelar ”karpet merah” untuk keluarga-keluarga superkaya membawa dananya ke Indonesia itu digelar dalam rapat tertutup di Istana Merdeka, Jakarta.

Family office, menurut Menparekraf Sandiaga Uno, adalah kluster keuangan yang memberi kemudahan pelayanan bagi keluarga-keluarga superkaya untuk menanamkan dananya di Indonesia. ”Tadi dipikirkan mulai dari segi potensi, regulasi, hingga akan dibentuk tim khusus untuk mengkaji ini dan diharapkan kita bisa menawarkan sesuatu, seperti Singapura, Dubai, dan Hong Kong,” tutur Sandi seusai rapat. Sejauh ini, regulasi bagi bisnis keluarga besar ini sudah tersedia di IKN. Namun, menurut Sandi, banyak permintaan family office di Bali. ”Nanti bagaimana kita menyikapinya akan dilakukan melalui kajian satu bulan ke depan,” katanya.

Selain harus menyesuaikan regulasi, daya tarik Indonesia ada pada akses finansial, termasuk kegiatan investasi hijau di ekonomi hijau maupun filantropi. Sejauh ini, Singapura adalah tujuan family office paling utama. Sebab, aturan di negara tersebut dinilai tidak tumpeng tindih dan sistem hukumnya juga bereputasi. Januari 2023, tercatat ada 700 bisnis keluarga di Singapura, tujuh kali lipat dari 2017. Financial Times mencatat, saat ini keluarga-keluarga superkaya harus menanti proses pendaftaran selama 18 bulan untuk masuk Singapura. Sebab, penyidikan terkait pencucian uang marak di ”Negeri Singa” ini. Melansir Bloomberg, Rabu (3/7), enam single family office di Singapura terlibat dalam kasus pencucian uang senilai 2,2 miliar USD. (Yoga)


Tembakau Madura, dari Mitologi hingga Menjadi Komoditas ”Daun Emas”

Yoga 04 Jul 2024 Kompas

Petani di Dusun Jambangan, Sumenep, Jatim, belum mulai menanam tembakau jenis campalok. Namun, para calon pembeli telah mengantre untuk mendapatkan tembakau rajangan yang dihasilkan dusun di puncak perbukitan itu. Sebagian lagi memesan sejak dua tahun lalu. Sajak’i (41) petani tembakau, mengatakan, musim tanam serentak di kawasan tegalan dan perbukitan dimulai pertengahan Mei 2024. Namun, khusus tembakau campalok baru ditanam awal Juni 2024. ”Saat ini baru proses penyiapan lahan, seperti penggemburan tanah, dilanjutkan pembuatan bedengan (petak-petak tanam). Setelah siap tanam, baru dikasih pupuk kandang,” ujar Sajak’i, Rabu (8/5) di rumahnya. Selain menunggu lama, pembeli harus merogoh kocek dalam-dalam karena harga tembakau campalok rajangan kering tahun ini Rp 5 juta per kg, berkali lipat lebih mahal dari tembakau biasa yang berkisar Rp 70.000-Rp 120.000 per kg.

Ada dua petak ladang di Bukit Jambangan dengan luas 10 x 20 meter dan 7 x 15 meter. Hasil panen tiap tahun hanya 14-15 kg. Petak-petak ladang itu berada di bawah pohon campalok yang berusia ratusan tahun. Menurut mitologi, bunga penghias mahkota putri Kerajaan Sumenep, Potre Koneng yang berteduh di bawah pohon campalok jatuh ke tanah dan menguarkan wangi. Karena itu, tembakau yang ditanam di bawah pohon tersebut memiliki aroma wangi yang kuat, daun tembakaunya berwarna kuning keemasan. Daun yang sudah dirajang dan dikeringkan memiliki tekstur lembut. Pelanggan tembakau campalok, Ibnu Jaril, mengatakan, tembakau berkualitas tersebut kerap dipakai sebagai campuran pada industri rokok. Bisa juga disimpan di gudang untuk menguatkan aroma tembakau biasa.

”Kualitas rasanya paling enak,” ujar penikmat campalok, KH Mochammad Naqib Hasan. Di luar urusan mitologi, tembakau merupakan komoditas pertanian yang sangat berharga bagi petani di Madura, karena itu, tembakau mendapat julukan ”daun emas” atau ”emas hijau”. Hal itu tak lepas dari harganya yang tinggi dibanding padi, jagung, ketela, atau tanaman pertanian lain. Petani tembakau di Desa Kertagena Dajah, Pamekasan, Cholili (35), mengatakan, setiap 1 hektar tanaman menghasilkan 800 kg hingga 1,2 ton tembakau rajangan kering dengan harga jual Rp 70.000-Rp 100.000 per kg. Potensi pendapatan kotor petani Rp 80 juta hingga Rp 120 juta untuk satu musim tanam yang berlangsung empat bulan. (Yoga)


Garam yang Terdampak Perubahan Iklim

Yoga 04 Jul 2024 Kompas

Garam, komoditas dari sumber daya alam yang mengangkat ekonomi Madura, terancam tergerus akibat perubahan iklim. Perlu inovasi untuk meningkatkan kembali produktivitas garam. Syaiful (45) mengeruk lumpur di saluran irigasi kecil antara petak lahan garam yang dia garap, Kamis (30/5) sore, di sampingnya, selembar geomembran tertata rapi menutupi bagian dasar petak lahannya di Desa Aeng Sareh, Sampang, Jatim. Geomembran menjadi alat penjaring kristal garam. Sebelumnya, lahan itu dibiarkan terbengkalai beberapa bulan sejak memasuki musim hujan November-Desember tahun lalu. Lahan yang Syaiful tangani punya orang lain dengan luas 4 hektar. Dia memperoleh keuntungan dari bagi hasil panen. Petani penggarap mendapat satu bagian, sedang pemilik lahan mendapat dua bagian. Artinya, upah baru diperoleh setelah hasil garam laku dijual.

Saat ini harga garam di tingkat petani hanya Rp 70.000-Rp 80.000 per zak ukuran 50 kg (Rp 1.500 per kg). Firdaus (24) dan kakak iparnya juga petani penggarap tambak garam. Menurut Firdaus, butuh tiga bulan untuk mempersiapkan lahan. Tahun lalu, begitu Lebaran usai, petani langsung panen. Kini, usai Lebaran, hujan masih turun. ”Kemarin ada yang mulai produksi, namun kristal garamnya masih tipis. Sudah dipanen karena gerimis. Idealnya, paling tidak satu minggu baru panen jika kondisi cuaca bagus, tidak ada hujan,” ucap Firdaus. Ketua Asosiasi Petani Garam Sampang Miftahul Haris Salim (34) mengatakan, proses produksi garam setidaknya baru bisa dilakukan satu bulan setelah hujan terakhir turun. Sepanjang 2023, musim kemarau juga pendek. Namun, harga jual garam saat itu sangat tinggi, yakni Rp 5.200 per kg.

Sayangnya, tingginya harga jual kala itu, yang tertinggi dalam tiga dasawarsa terakhir, hanya berlangsung singkat, sekitar satu bulan, lalu turun menjadi Rp 3.000 per kg, Rp 2.000 per kg, dan sejak November 2023 stabil rendah di harga Rp 1.500 per kg. ”Makanya, banyak petani garam sekarang mengeluh. Banyak yang bekerja ke luar daerah sebagai tukang bangunan,” ucap Miftahul, yang tinggal di Desa Regung, Kecamatan Pangarengan, salah satu sentra garam di Sampang. Di Regung, 99 % warga mengandalkan kehidupannya dari garam. Lahan-lahan yang dulu digunakan untuk budidaya bandeng dan udang sekarang banyak dialihfungsikan untuk lahan garam.

Ketua Pusat Penelitian dan Inovasi Garam Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UTM Haryo Triajie mengatakan, pengaruh cuaca amat terasa karena garam rakyat 100 % mengandalkan kondisi alam, tak hanya di Madura tetapi juga daerah lain di Indonesia. ”Salah satu sumber murah dan dapat diandalkan untuk produksi garam rakyat yang murah adalah melalui solar evaporation. Jadi, cuaca paling utama berpengaruh,” ucapnya. Petani garam kini berada di bawah bayang-bayang anomaly cuaca dan perubahan iklim. Memasuki bulan Juni, cuaca belum sepenuhnya stabil. UTM tengah membuat inovasi untuk mendapat garam sepanjang musim dengan teknologi tunnel, yakni kubah (setengah lingkaran). Teknologi ini menghindarkan proses kristalisasi garam dari ancaman air hujan sehingga produksi bisa terus berjalan di tengah hujan. Dengan berbagai inovasi, diharapkan garam Madura dapat kembali berjaya (Yoga)


Pilihan Editor