;

Suku Bunga Kredit Masih Stabil Demi Jaga Kualitas

Yuniati Turjandini 03 Jul 2024 Investor Daily (H)

Perbankan nasional masih mempertahankan suku bunga kredit di tengah suku bunga tinggi dalam waktu yang lama atau higher for longer. Strategi ini dilakukan perbankan untuk menjaga kualitas kredit tetap terkendali  dengan non performing loan (NPL) di level yang rendah. Berdasarkan data BI, pada Mei 2024 rata-rata pertimbangan suku bunga kredit relatif stabil sebesar 9,26%, naik 1 poin (bps) dibandingkan dengan bulan sebelumnya 9,25%. Suku bunga perbankan tetap terjaga, dipengaruhi oleh likuiditas perbankan yang memadai sejalan dengan bauran kebijakan BI serta dampak kebijakan transparansi suku bunga kredit yang membuat efisiensi suku bunga perbakan terjaga. (Yetede)

Adu Balap Sarana Menara dan Mitratel di Industri Tower

Yuniati Turjandini 03 Jul 2024 Investor Daily (H)
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel saling adu balap mengukuhkan posisinya sebagai pemain top industri menara (tower). Paling baru, kompetisi ini nampak ketika keduanya berupaya mengakuisisi emiten menara Grup Sinar Mas, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) senilai Rp 3,42 triliun pada 1 Juli 2024. Mitratel yang merupakan anak usaha PT Telkom Indonesia  Tbk sebetulnya telah menunjukkan minatnya untuk mengambilalih saham  IBTS. Bahkan, MTEL sudah mengestimasikan , akuisisi IBTS tersebut akan menjadi transaksi paling jumbo perseroan pada tahun ini. (Yetede)

Shopee Akui Kesalahan

Yuniati Turjandini 03 Jul 2024 Investor Daily

PT Shopee International Indonesia dan PT Nusantara Ekspress Kilat (Shopee Express) melakukan penandatanganan Pakta Integritas pada sidang majelis keempat di kantor Komisi Pengawas Persaingan usaha (KPPU) Jakarta pada Selasa (2/7/2024). Inisitaif ini dilakukan untuk memastikan komitmen Shopee dalam perubahan perilaku yang sudah disepakati. Sebelumnya, Shopee dan Shopee Express telah menyetujui berbagai poin perubahan perilaku yang telah ditetapkan Majelis KPPU pada sidang ketiga tanggal 25/6/2024. Penandatanganan Pakta Integritas tersebut ditandatangani oleh Direktur Eksekutif PT Shopee Internasional Indonesia Handika Jahja, dan Direktur Utama SPX Express Richard Anggoro. Pada sidang keempat ini, Ketua Majelis KPPU Aru Armando meminta kuasa hukum pihak terlapor untuk membacakan poin-poin terkait Pakta Integritas. Kami ingin tahu apakah draft yang dibacakan di persidangan kemarin itu sama dengan Pakta Integritas yang ditandatangani oleh para pihak," papar dia.

Poin pertama, tidak akan melakukan perilaku anti persaingan sebagaimana  yang tertuang di Laporan Dugaan Pelanggaran  (LPD). Poin kedua, menghentikan kegiatan posisi dominan sebagaimana yang tertuang dalam LPD. Poin ketiga, bersedia menyampaikan bukti berupa surat atau dokumen bahwa telah terjadi perubahan perilaku kepada tim pengawas perubahan perilaku. Poin keempat, bersedia aktif dan koopertif dalam setiap proses verifikasi dan validasi alat bukti sesuai dengan ketentuan Pasal 94. Poin kelima, pengawasan perusahaan perilaku dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama 90 hari yaitu sejak tanggal 3 Juli 2024 sampai dengan 6 November 2024. Poin keenam, Bahwa terlapor I dan terlapor II wajib mengikuti program kepatuhan KPPU. (Yetede)

Akuntabilitas Perlindungan Data Publik

Yuniati Turjandini 03 Jul 2024 Tempo
PEMERINTAH perlu banyak belajar dari Brain Cipher. Kelompok penjahat siber yang meretas Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 Surabaya itu tak hanya lebih pintar, tapi juga lebih beretika. Mereka lebih dulu meminta maaf kepada rakyat Indonesia atas dampak peretasan pada dua pekan lalu. Sedangkan pejabat negara ini, termasuk Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, sibuk cuci tangan.

Permohonan maaf Brain Cipher itu tersebar luas di platform X yang diunggah akun StealthMole, organisasi intelijen pemantau ancaman siber, kemarin. Melalui situs komunikasi yang mereka bangun khusus di jaringan Internet bawah tanah, Brain Cipher mengatakan peretasan yang mereka lakukan tidak bermuatan politik. Mereka juga menyatakan akan memberikan kunci enskripsi data PDN secara gratis pada hari ini. 

Brain Cipher tak menjelaskan mengapa mereka mengembalikan akses data PDN secara cuma-cuma. Biasanya, hacker ransomware mengancam korbannya untuk tujuan pemerasan. Sebuah tamparan keras kepada pemerintah kita yang abai menjaga dan melindungi data publik. Dalam dua pekan terakhir, perangai dan pernyataan-pernyataan pejabat negara bikin gemas. Baru menyadari PDNS 2 Surabaya bobol dua hari setelah 20 Juni 2024, mereka pun saling lempar soal siapa yang bertanggung jawab. Alih-alih meminta maaf dan menjelaskan cara-cara pemulihan, mereka sibuk saling menyalahkan.

Serangan siber kali ini, yang sudah terjadi berkali-kali, menunjukkan bahwa penyediaan pusat data nasional melenceng dari tujuan. Dibuat lima tahun lalu, integrasi data secara digital ini bertujuan mulia: hemat anggaran dalam mengelola data administrasi secara aman. Faktanya, PDNS 2 boros dan rapuh keamanannya. Integrasi membuat data mudah dijebol sehingga butuh banyak dana untuk melindunginya. Sudah begitu, pemerintah tak punya salinannya, yang membuat data yang digondol peretas itu sulit dipulihkan. (Yetede)

Imbas Tarif Listrik Tak Naik

Yuniati Turjandini 03 Jul 2024 Tempo
EMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan tidak ada kenaikan tarif listrik bagi 13 golongan pelanggan nonsubsidi pada kuartal ketiga 2024 atau sepanjang Juli hingga September. Tarif listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi juga tidak naik. Keputusan ini dibuat untuk menjaga inflasi dan daya saing industri. Namun kebijakan itu dinilai berisiko membebani PT Perusahaan Listrik Negara. Pengamat energi dari Universitas Indonesia, Iwa Garniwa, mengatakan langkah ini memang dapat meringankan masyarakat karena daya beli pada kondisi ekonomi sekarang sedang melemah. Di sisi lain, keputusan ini akan memberatkan PLN. Imbasnya, pemerintah harus membayarkan kompensasi kepada PLN atas keputusan tidak menaikkan tarif listrik bagi pelanggan nonsubsidi. Besaran subsidi listrik pun bisa terkena dampak.

Subsidi listrik dibayarkan ke PLN sesuai dengan realisasi penyaluran listrik kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Sedangkan kompensasi listrik kepada PLN dibayarkan sekaligus atau bertahap sesuai dengan hasil pemeriksaan auditor dan rapat koordinasi Menteri Keuangan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Menteri Badan Usaha Milik Negara. Kompensasi dibayarkan pemerintah kepada badan usaha atas kekurangan penerimaan badan usaha sebagai akibat kebijakan penetapan harga oleh pemerintah. Iwa menjelaskan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal meningkatkan biaya produksi PT PLN. Sebab, masih banyak komponen biaya yang bergantung pada dolar Amerika. "Akibatnya, pemerintah harus membantu dengan me-review kembali subsidi yang disepakati," ujarnya kepada Tempo, kemarin, 2 Juli 2024. (Yetede)

Koordinasi Berantakan Pemberantasan Korupsi

Yuniati Turjandini 03 Jul 2024 Tempo
Dua pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango dan Alexander Marwata, mengungkapkan masalah koordinasi dan supervisi (korsup) dalam rapat kerja dengan Dewan Perwakilan Rakyat pada Senin, 1 Juli 2024. Masalah ini membuat pemberantasan tindak pidana korupsi tak berjalan maksimal.

Nawawi mengatakan sinergi antara KPK, kejaksaan, dan Polri dalam penanganan perkara korupsi itu tidak berjalan mulus. Persoalan itu, menurut dia, membuat KPK tidak optimal menjalankan tugasnya dalam melakukan korsup. “Kami harus mengakui sinergi antara aparat penegak hukum dan KPK tidak berjalan baik, juga pelaksanaan tugas koordinasi dan supervisi tidak berjalan,” kata Nawawi.

Dia mencontohkan saat pihaknya menangkap Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso Puji Triasmoro karena menerima suap senilai Rp 475 juta pada November 2023. Saat itu, menurut Nawawi, Kejaksaan Agung seperti menutup ruang untuk melakukan korsup dengan KPK. Padahal, menurut dia, pemerintah telah memberi arahan yang jelas dalam Peraturan Presiden Nomor 102 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Supervisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Yetede)

Genjot Penerimaan Tanpa Naikkan Pajak

Yoga 03 Jul 2024 Kompas

Setelah penerimaan pajak sempat meroket akibat naiknya harga komoditas global pada 2022 dan 2023, kinerja pajak tahun 2024 turun drastis seiring melandainya harga komoditas tersebut. Lima bulan berturut-turut sepanjang awal 2024, setoran pajak merosot. Berdasar data Kemenkeu, penerimaan pajak Januari-Mei 2024 terkontraksi 8,4 % dibandingk periode yang sama tahun lalu, yakni dari Rp 830,5 triliun jadi Rp 760,4 triliun Turunnya kinerja pajak itu sudah terjadi sejak awal 2024. Per Januari 2024, setoran pajak minus 8,07 % secara tahunan. Berturut-turut minus 3,9 % per Februari, minus 8,8 % per Maret, dan minus 9,3 % per April. Sementara, pengeluaran pemerintah semakin besar. Selain belanja wajib dan rutin yang harus dialokasikan di APBN, pemerintah juga harus membayar cicilan bunga utang yang semakin besar.

Tahun ini, pembayaran bunga utang mencapai Rp 497,3 triliun. Tahun depan, nilainya membengkak jadi Rp 561 triliun. Di tengah kondisi keuangan negara yang semakin ”cekak”, pemerintah punya proyek ambisius. Ada pembangunan IKN yang ”diwariskan” rezim Jokowi kepada Prabowo Subianto. Ada program makan bergizi gratis, janji kampanye Prabowo, yang butuh anggaran Rp 71 triliun pada 2025. Di antara opsi lain, seperti berutang, pilihan paling ideal tentunya menaikkan penerimaan pajak. Tantangannya adalah pada caranya. Cara paling mudah dan cepat adalah dengan menaikkan tarif pajak yang dipungut dari setiap wajib pajak.

Berdasar amanat UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), tarif PPN atau Pajak Konsumsi semestinya dinaikkan dari 11 % menjadi 12 % pada 1 Januari 2025. Namun, keputusan menaikkan tarif pajak di tengah kondisi gejolak ekonomi, daya beli masyarakat yang sedang melemah, serta sektor riil yang tertekan adalah tidak mudah dan belum tentu tepat pula. Publik akhir-akhir ini sangat resistan terhadap kebijakan pemerintah yang bisa menambah beban biaya hidup. ”Akan sulit menaikkan tarif PPN karena itu bukan hal yang populis meski dibutuhkan. Keputusannya bagaimana, kita tunggu pemerintahan selanjutnya. Namun, sepertinya akan sulit sehingga kita bakal lebih berharap pada intensifikasi (pajak),” kata peneliti dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Fajry Akbar, Minggu (30/6). (Yoga)


Tingkat Kemiskinan di Kota Masih Lebih Tinggi Dibandingkan Sebelum Pandemi

Yoga 02 Jul 2024 Kompas

Laju penurunan kemiskinan di wilayah perkotaan berjalan lambat. Akibatnya, tingkat kemiskinan di kota saat ini masih lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. Data terbaru BPS yang dirilis Senin (1/7) menunjukkan, tingkat kemiskinan kota per Maret 2024 lebih tinggi dibanding kondisi sebelum pandemi. Per Maret 2024, persentase penduduk miskin di perkotaan 7,09 % atau 11,64 juta orang, lebih tinggi dibanding persentase penduduk miskin perkotaan sebelum pandemi, yaitu 6,56 % atau 9,86 juta orang pada September 2019. Plt Sekretaris Utama BPS Imam Machdi menyampaikan, hal ini menjadi catatan penting yang perlu diperhatikan. Penurunan kemiskinan di kota berjalan relatif lebih lambat. Bahkan, meski empat tahun sudah berlalu, tingkat kemiskinan kota per Maret 2024 masih lebih tinggi dibanding kondisi sebelum pandemi.

Walakin, persentase penduduk miskin di Indonesia terus menurun. Per Maret 2024, penduduk miskin berkurang 680.000 orang atau turun 0,33 % dibanding pada Maret 2023, menjadi 9,03 % total penduduk atau 25,22 juta orang. Ini lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi Covid-19, yakni 9,41 % atau 25,14 juta orang pada Maret 2019 alias prapandemi. Bahkan, dalam 10 tahun terakhir, selama masa pemerintahan Presiden Jokowi, jumlah penduduk miskin Indonesia berkurang 3,06 juta orang atau turun 2,22 %.  Pada Maret 2014, persentase penduduk miskin adalah 11,25 % atau 28,28 juta orang. Secara rata-rata, jumlah penduduk miskin di Indonesia berkurang 300.000 orang per tahun dalam 10 tahun. Imam mengatakan, upaya menurunkan kemiskinan di perkotaan lebih sulit dibanding perdesaan. Sebagai perbandingan, tingkat kemiskinan di perdesaan pada Maret 2024 lebih rendah 0,81 % poin dibanding prapandemi. Namun, tingkat kemiskinan di perkotaan per Maret 2024 masih lebih tinggi 0,53 % poin dibanding kondisi prapandemi. (Yoga)


Kunjungan Wisatawan ke Lombok

Yoga 02 Jul 2024 Kompas

Wisatawan terlihat turun dari pesawat Wings Air yang melayani rute Bali-Lombok di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin (1/7/2024). Saat ini, geliat pariwisata di NTB semakin terasa. Selain karena memasuki high season wisata mancanegara, juga banyaknya ajang internasional di daerah tersebut. Menurut data Badan Pusat Statistik, sebanyak 92.184 tamu menginap di hotel
berbintang di NTB selama Mei 2024, meningkat 28,44 persen dari April 2024 yang mencapai 71.771 orang. (Yoga)

Di Juni 2024, Kinerja Manufaktur Merosot

Yoga 02 Jul 2024 Kompas

Kinerja industri manufaktur Indonesia pada Juni 2024 merosot dibanding bulan-bulan sebelumnya. Penyebabnya adalah menurunnya permintaan produk. Purchasing Managers Index (PMI) Indonesia Juni 2024 yang dirilis oleh S&P Global berada pada level 50,7, menurun dibandingkan pada Mei 2024 yang ada pada level 52,1. Kendati masih tergolong ekspansif, ini sudah mendekati ambang batas menuju kontraksi. Sebab, indeks berada di atas 50 menunjukkan industri manufaktur dalam posisi ekspansif, sementara di bawah 50 menunjukkan sebaliknya. Economics Director S&P Global Market Intelligence, Trevor Balchin, menjelaskan, manufaktur Indonesia kehilangan momentum besar pada bulan Juni, dengan pertumbuhan permintaan baru hampir berhenti karena ekspor turun selama empat bulan berturut-turut.

Ia mengatakan, PMI Indonesia masih bertahan di atas tren rata-rata jangka panjang, tetapi perkiraan Indeks Output Masa Depan tidak bergerak dari posisi pada bulan Mei dan merupakan bagian dari yang terendah dalam rekor. Hal ini menggambarkan kekurangan perekrutan tenaga kerja pada bulan Juni, dan penurunan pertama pada penumpukan pekerjaan dalam tujuh bulan. ”Arah pergerakan menunjukkan penurunan seketika pada permintaan baru  pada awal semester kedua di tahun ini, yang merupakan kontraksi kedua sejak pertengahan 2021,” ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (1/7/2024).

PMI Indonesia disusun berdasarkan jawaban-jawaban kuesioner bulanan yang dikirimkan kepada manajer pembelian yang tergabung dalam satu panel terdiri atas 400 perusahaan manufaktur. Panel tersebut dikelompokkan berdasarkan ukuran sektor dan tenaga kerja perusahaan secara terperinci berdasarkan kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB). ”Sektor industri saat ini memang sudahmasuk ke kondisi waspada. Optimisme pelaku industri menurun terhadap perkembangan bisnis mendatang, dipengaruhi melemahnya pertumbuhan pesanan baru yang dipengaruhi oleh kondisi pasar, hambatan perdagangan di negara lain, juga regulasi yang kurang mendukung,” ujar Febri. (Yoga)


Pilihan Editor