"Family Office” untuk Keluarga Superkaya
Menjelang akhir tugasnya, Presiden Jokowi mulai mengkaji berbagai kemudahan dan layanan untuk keluarga-keluarga superkaya agar mereka dapat menanamkan dananya di Indonesia. Rencana Presiden mulai dibahas dalam rapat internal yang juga dihadiri Wapres Ma’ruf Amin, Senin (1/7). Terkait upaya menyambut keluarga superkaya berinvestasi di Tanah Air, pengamat menilai masih banyak pembenahan yang perlu disiapkan terlebih dahulu oleh pemerintah, mulai dari kepastian hukum hingga iklim berusaha yang menjanjikan. Rencana menggelar ”karpet merah” untuk keluarga-keluarga superkaya membawa dananya ke Indonesia itu digelar dalam rapat tertutup di Istana Merdeka, Jakarta.
Family office, menurut Menparekraf Sandiaga Uno, adalah kluster keuangan yang memberi kemudahan pelayanan bagi keluarga-keluarga superkaya untuk menanamkan dananya di Indonesia. ”Tadi dipikirkan mulai dari segi potensi, regulasi, hingga akan dibentuk tim khusus untuk mengkaji ini dan diharapkan kita bisa menawarkan sesuatu, seperti Singapura, Dubai, dan Hong Kong,” tutur Sandi seusai rapat. Sejauh ini, regulasi bagi bisnis keluarga besar ini sudah tersedia di IKN. Namun, menurut Sandi, banyak permintaan family office di Bali. ”Nanti bagaimana kita menyikapinya akan dilakukan melalui kajian satu bulan ke depan,” katanya.
Selain harus menyesuaikan regulasi, daya tarik Indonesia ada pada akses finansial, termasuk kegiatan investasi hijau di ekonomi hijau maupun filantropi. Sejauh ini, Singapura adalah tujuan family office paling utama. Sebab, aturan di negara tersebut dinilai tidak tumpeng tindih dan sistem hukumnya juga bereputasi. Januari 2023, tercatat ada 700 bisnis keluarga di Singapura, tujuh kali lipat dari 2017. Financial Times mencatat, saat ini keluarga-keluarga superkaya harus menanti proses pendaftaran selama 18 bulan untuk masuk Singapura. Sebab, penyidikan terkait pencucian uang marak di ”Negeri Singa” ini. Melansir Bloomberg, Rabu (3/7), enam single family office di Singapura terlibat dalam kasus pencucian uang senilai 2,2 miliar USD. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023