;

Kapitalisasi Emiten Naik, Arah IHSG Membaik

Hairul Rizal 05 Jul 2024 Kontan (H)

Langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) merevisi ketentuan Papan Pemantauan Khusus (PPK) tahap II yang menggunakan skema full periodic call auction (FCA), mulai menggairahkan perdagangan saham di Tanah Air. Ini tercermin dari melonjaknya rata-rata volume transaksi perdagangan saham di BEI.Ambil contoh, transaksi perdagangan bursa di pekan terakhir Juni 2024. Di periode 24-28 Juni, rata-rata nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp 16,16 triliun, naik 6,49% dibanding pekan sebelumnya Rp 15,17 triliun. Sebagai catatan, BEI menerapkan revisi aturan papan khusus dengan skema FCA sejak 21 Juni 2024. Seiring revisi itu, BEI mengeluarkan sejumlah saham dari Papan Pemantauan Khusus. 

Ada enam emiten yang resmi dibebaskan BEI dari PPK. Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengamati, rotasi top market cap hingga awal semester kedua disebabkan oleh dua faktor. Pertama, pelemahan saham big bank  yakni BBRI dan BBNI serta saham blue chip  nonbank seperti TLKM dan ASII. Sejak awal tahun 2024, keempat saham itu turun hingga dua digit. Kedua, sejumlah saham melonjak seperti TPIA dan DSSA, serta BREN dan AMMN yang tergolong pendatang anyar. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi, mengamati, bobot top 10 saham ini sangat jumbo sehingga menyumbang lebih dari separuh total market cap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). "Jadi perubahannya memengaruhi arah IHSG," ujar Audi. Dus, Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto melihat rotasi saat ini sesuai ekspektasi dan memberikan sinyal positif terhadap IHSG. Saat ini IHSG menuju level psikologis 7.300. Kemarin, IHSG menguat 0,34% ke level 7.220,88. Pandangan optimistis juga diungkap DBS Group Research. DBS mengerek naik outlook pasar saham Indonesia dari netral jadi positif.

Emiten Atur Strategi Saat Rupiah Lemah

Hairul Rizal 05 Jul 2024 Kontan

Fluktuasi nilai tukar rupiah masih cukup kencang. Masih adanya potensi pelemahan rupiah membuat para emiten mengutak-atik strategi agar tak terperangkap dalam rugi kurs. Belakangan ini, rupiah memang mulai menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Tapi sejak awal tahun ini pelemahan rupiah terhadap dolar AS sudah mencapai lebih 6% . Mata uang Garuda masih betah bergerak di rentang Rp 16.300 hingga Rp 16.400. Per Kamis (4/7), rupiah berada di posisi Rp 16.330 per dolar AS. Fluktuasi tinggi nilai tukar menjadi momok bagi emiten yang punya utang besar dalam USD. Salah satunya PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) yang tercatat memiliki utang obligasi sebesar US$ 131,96 juta atau setara Rp 2,09 triliun per 31 Maret 2024. Sekretaris Perusahaan Agung Podomoro Land Justini Omas menjelaskan ada beberapa strategi yang disiapkan APLN. Pertama, APLN mampu mengkonversi seluruh pembiayaan menjadi rupiah, sehingga sejalan dengan sumber pendapatan yang diperoleh. Kedua, memperkuat likuiditas, seiring hilangnya tekanan akibat peningkatan beban bunga utang valuta asing. 

"Ketiga, dukungan kepercayaan bank dalam negeri dengan memberikan pinjaman dalam jumlah besar. Ini membuktikan value APLN, jelasnya kepada KONTAN, Rabu (3/7).  Emiten properti lainnya seperti PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) juga masih tercatat punya utang jangka panjang sebesar US$ 3,60 miliar. Sekretaris Perusahaan ASRI Tony Rudiyanto mengatakan, untuk menekan eksposur pinjaman dolar, ASRI akan menggantinya ke pinjaman dalam rupiah. Di saat emiten lain menghindari utang dalam mata uang asing, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) justru punya rencana untuk menerbitkan obligasi global senilai US$ 900 juta. Pada kuartal I-2024, 44% dari total utang TBIG dalam bentuk rupiah dan sisanya dolar AS. Namun, manajemen TBIG optimistis pelemahan rupiah tidak akan mempengaruhi kinerja. Direktur TBIG Helmy Yusman Santoso mengatakan, saat menerbitkan surat utang dalam dolar AS dan pinjaman bank, TBIG telah memiliki hedging sepanjang tenor obligasi maupun pinjaman. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Adityo Nugroho menjelaskan, emiten yang punya pendapatan rupiah dan secara bersamaan memiliki komposisi utang dolar AS yang tinggi memang lebih berisiko terkena rugi kurs saat rupiah melemah.

Kredit Menganggur Bank Semakin Menggunung

Hairul Rizal 05 Jul 2024 Kontan

Penyaluran kredit perbankan tumbuh dua digit. Namun, fasilitas kredit menganggur atau undisbursed loan juga terus menumpuk. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total undisbursed loan naik 10,59% secara tahunan jadi Rp 2.130,37 triliun. Padahal penyaluran kredit juga naik 13,09% menjadi Rp 7.398,76 triliun. Para bankir menyebut, anomali ini terjadi lantaran ada cukup banyak pengajuan kredit untuk proyek jangka panjang. "Kredit investasi biasanya jangka waktunya panjang. Bisa juga karena persyaratan dokumen belum dipenuhi, sehingga kredit belum bisa dicairkan," ujar Efdinal Alamsyah, Direktur Kepatuhan Bank Oke Indonesia, kemarin. Di Bank Oke, kredit menganggur naik 11,85% secara tahunan menjadi Rp 1,17 triliun per Mei 2024. Sementara total penyaluran kredit Bank Oke naik 10,29% menjadi Rp 8,83 triliun per Mei 2024. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga mencatatkan kenaikan kredit menganggur. Per Mei 2024, total kredit menganggur BCA naik 14% secara tahunan menjadi Rp 399,97 triliun. Padahal, total kredit BCA tumbuh 15,91% secara tahunan menjadi Rp 824,73 triliun. "Pagu kredit yang masih tersedia Rp 399,97 triliun. Ini untuk mengantisipasi permintaan kredit yang selaras dengan pertumbuhan ekonomi, sekaligus siklus bisnis nasabah," ujar Hera F. Haryn, VP Corporate Communication and Social Responsibility BCA. Seiring proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif, BCA yakin permintaan fasilitas kredit sepanjang 2024 akan terjaga. "Faktor inflasi yang terkendali serta likuiditas BCA yang memadai juga menambah optimisme kami agar dapat menjaga pertumbuhan kredit berkualitas secara berkelanjutan," ungkap Hera. Sementara total kredit CIMB Niaga naik 3,77% menjadi Rp 203,184 triliun. Meski kredit menganggur naik, Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, kenaikan undisbursed loan serta penyaluran kredit ini sejalan dengan tumbuhnya portofolio kredit.

PENDAR PAMOR UNIT-LINKED

Hairul Rizal 05 Jul 2024 Bisnis Indonesia (H)

Perihal perolehan premi, produk unit-linked memang sedang loyo, tetapi tidak demikian halnya dengan kinerja investasi produk asuransi jiwa ini. Faktanya, performa sejumlah investasi produk asuransi yang dikaitkan dengan asuransi (Paydi) alias unit-linked sepanjang paruh pertama tahun ini, tidaklah buruk. Mengacu pada data Infovesta Utama, kinerja rata-rata Paydi di instrumen pasar uang tumbuh 1,53%, disusul pendapatan tetap tumbuh sebesar 0,13%. Adapun, kinerja rata-rata Paydi di instrumen campuran dan saham memang melemah masing-masing 1,24% dan 1,97%, tetapi capaian itu masih mengungguli kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang tercatat melorot 2,88% sepanjang paruh pertama. Bahkan, jika dibandingkan dengan indeks acuan utama lain seperti LQ45 (-8,54%), Paydi jauh lebih digdaya. Kinerja ini ditopang instrumen yang berkaitan dengan dolar Amerika Serikat (AS) seiring dengan penguatan nilai tukar mata uang Negeri Paman Sam terhadap rupiah. Sebagai contoh, produk asuransi saham PRUlink US Dollar Global Tech Equity Fund menguat 27,71%, disusul Smartwealth Dollar Equity World Opportunities Funds US$ yang naik 23,92%. Tak ayal, para pelaku industri asuransi jiwa pun berharap hal tersebut dapat menjadi momentum untuk kembali mendongkrak kinerja unit-linked, baik dari kinerja investasi maupun perolehan premi. 

Maklum saja, sudah beberapa periode ini, premi yang dihimpun melalui produk unit-linked tak lagi mendominasi perolehan premi industri. Data termutakhir dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per kuartal I/2024 menunjukkan premi sebesar Rp19,22 triliun turun 16,36% (year-on-year/YoY), capaian itu kalah jauh dari premi tradisional yang tercatat mencapai Rp26,77 triliun, tumbuh 18,34%. Arry Herwindo, GM Corsec, Legal, and Corcomm BNI Life mengatakan peningkatan imbal hasil Paydi pasar uang disebabkan oleh meningkatnya suku bunga acuan ke level 6,25%. Adapun, untuk unit-linked jenis saham, masih terdapat beberapa produk yang mencatatkan penurunan lantaran IHSG sedang turun. Perihal masih seretnya premi unit-linked, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat salah satu pemicunya adalah masih minimnya edukasi. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengungkapkan meski pendapatan premi unit-linked mengalami penurunan, dia optimistis produk ini masih menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat. Hal itu mulai terlihat dari catatan premi baru Paydi. Guna mengerek pendapatan premi unit-linked, Togar mengimbau agar pelaku asuransi jiwa harus gencar melakukan edukasi. Para tenaga pemasar juga harus mempelajari tata cara menjual unit-linked yang sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) tentang Paydi. Sementara itu, Research Analyst Infovesta Capital Advisory Arjun Ajwani menilai prospek kinerja unit-linked saham bakal meningkat pada semester II/2024. Pemicunya adalah sentimen dari potensi pemangkasan suku bunga The Fed pada September yang berpotensi mendongkrak kenaikan harga saham dan juga penurunan yield obligasi sehingga kenaikan harga. Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono turut menyoroti masih melemahnya premi asuransi campuran.

KUNJUNGAN TURIS ASING 2024 : Sandiaga Yakin Mencapai 14 Juta

Hairul Rizal 05 Jul 2024 Bisnis Indonesia

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif optimistis target ini total kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 14 juta kunjungan bisa tercapai pada tahun ini seiring dengan kolaborasi dengan pelaku usaha pariwisata. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan kolaborasi penguatan kemitraan dengan pengusaha diperlukan guna menggenjot lebih banyak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Pada tahun ini, Indonesia menargetkan total kunjungan wisman sebanyak 14 juta kunjungan. “Ini angka yang sangat tinggi, tapi kami yakin dengan kerja sama dengan teman-teman semua, maka kita akan bisa menembus angka 14 juta,” katanya dalam sambutannya pada pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) periode 2024-2029 di Jakarta, Kamis (4/7). Pada kepengurusan Asita, Nunung Rusmiati kembali dilantik sebagai Ketua Umum periode 2024-2029, setelah sebelumnya menempati posisi yang sama. Dia siap menarik wisatawan asing untuk mengunjungi destinasi wisata di Indonesia. Dia juga mengharapkan para pengurus untuk bekerja maksimal melaksanakan program itu. “Dalam kesempatan ini, kepada seluruh pengurus DPP agar dapat melaksanakan program kerja yang telah diamanatkan dengan program-program yang dibuat oleh lingkungan DPP, dan bermanfaat bagi seluruh anggota kita yang lebih dari 7.000,” ujarnya. Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Hariyadi Sukamdani mengharapkan Asita lebih solid dan bisa merangkul semua pihak yang mungkin sempat bersilang pendapat.

HASYIM ASY’ARI DICOPOT : Tahapan Pilkada 2024 Jalan Terus

Hairul Rizal 05 Jul 2024 Bisnis Indonesia

Pencopotan Hasyim Asy’ari dari jabatan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI diklaim tidak mengganggu persiapan Pilkada Serentak 2024 yang akan berlangsung 27 November 2024. Para komisioner KPU telah menunjuk Anggota KPU RI Divisi Hukum dan Pengawasan Mochammad Afi fuddin sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPU RI menggantikan Hasyim. Sementara itu, Ketua KPU defi nitif nantinya akan diproses di Komisi II DPR RI. Afif menyampaikan bahwa untuk saat ini, lembaga yang dipimpinnya akan mempercepat langkah-langkah agar bisa menghadapi tahapan Pilkada 2024 terdekat yaitu pendaftaran calon kepala daerah pada 27—29 Agustus 2024. Dia menjelaskan bahwa KPU RI sedang melakukan konsolidasi dengan semua ketua KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota seIndonesia di Jakarta untuk memastikan setiap tahapan Pilkada 2024 berjalan lancar.Afi f juga meminta bantuan kepada para pemegang kepentingan agar turut membantu menyukseskan pelaksanaan Pilkada 2024. Menurutnya, KPU tidak bisa sukses tanpa bantuan pihak lain. Sebelumnya, DKPP resmi menghentikan Hasyim sebagai ketua sekaligus anggota KPU akibat kasus asusila.

PROPERTY TECHNOLOGY : Persaingan Marketplace Berubah

Hairul Rizal 05 Jul 2024 Bisnis Indonesia

Property Technology (Proptech) merupakan penggunaan teknologi informasi dalam industri properti untuk membantu perusahaan dan individu dalam mencari, menjual, membeli, dan mengelola properti. Teknologi ini membuat proses jual beli dan sewa properti lebih efisien dan efektif. CEO Indonesian Property Watch Ali Tranghanda mengatakan proptech dengan perkembangan teknologi harus dapat menjawab kebutuhan konsumen. Dengan teknologi di sektor properti ini, konsumen dapat memperoleh informasi end-to-end bahkan sampai transaksi. Sementara itu, Founder Viruma Indonesia Paulus Timothy menuturkan bahwa perkembangan teknologi yang sangat pesat berimbas pada semua sektor, termasuk bisnis properti. Para pelaku bisnis properti dituntut untuk dapat lebih memahami kebutuhan konsumen yang menginginkan kecepatan dan kemudahan untuk mengakses dan mendapatkan informasi mengenai proyek properti yang diminatinya. Dalam perkembangannya, brosur dibuat lebih menarik dengan gambar rendering dan pembuatan video animasi yang lebih hidup.

Hilirisasi Kerek Pertumbuhan Kredit Korporasi

Yuniati Turjandini 05 Jul 2024 Investor Daily (H)
Hilirisasi sumber saya alam (SDA) yang digeber pemerintah tidak hanya menciptakan nilai tambah ekonomi, melainkan juga bisa mengerek pertumbuhan  kredit korporasi perbankan  nasional. Ini terjadi di tengah tingginya tingkat suku bunga acuan dan ketidakpastian global. Per Mei 2024, kredit korporasi melonjak 15,9% secara tahunan menjadi Rp 3.884 triliun. Salah satu pemicunya pertumbuhan kredit korporasi per Mei 2024  adalah tingginya permintaan kredit investasi dari perusahaan yang tengah menggarap proyek hilirisasi. Memang, berdasarkan data uang beredar yang dirilis BI pertumbuhan kredit korporasi per Mei 2024 melambat dari bulan sebelumnya sebesar 17%. Akan tetapi, pertumbuhan itu lebih tinggi dari kredit  perorangan yang hanya 6,5% sekaligus total kredit nasional sebesar 13,09%. (Yetede)

Belum Semua Data Bisa Dipakai

Yuniati Turjandini 05 Jul 2024 Investor Daily (H)
Presiden Jokowi telah memerintahkan pemulihan pelayanan publik terdampak serangan siber ransomware kembali normal pada akhir Juli 2024. Saat ini, tim teknis dari pemerintahan sedang berupaya keras untuk membuka dan memulihkan data  layanan publik pada Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya yang di enskripsi oleh peretas tersebut. Kelompok peretas Brain Cipher diketahui telah memberikan kode/kata kunci (password) untuk membuka data terenskripsi pada PDNS 2 pada Rabu (3/7/2024) malam, sekitar pukul 22.00 WIB seperti dijanjikan. Upaya untuk membuka data yang tersimpan pada PDNS 2 sangat penting dilakukan. Sebab, terdapat pada guna mendukung layanan publik pada 44 instansi/lembaga pemerintah. Jika data bisa diakses, semua layanan publik pemerintah tersebut pun akan bisa dipulihkan kembali. Sebab, sebanyak 39 instansi/lembaga di antaranya tidak punya data cadangannya untuk pemulihan layanan. (Yetede)

Ramai Kredit Fiktif demi Jaga NPL

Yuniati Turjandini 05 Jul 2024 Investor Daily (H)
OJK terus meningkatkan pelaksaan (BPD NTT) fungsi penyidikan sektor jasa keuangan. Hingga akhir Juni 2024, OJKK telah menyelesaikan penanganan 127 berkas perkara yang dinyatakan lengkap (p.21) oleh Kejaksaan RI. Dari jumlah tersebut, terdiri dari 102 perkara tindak pidana perbankan, 20 perkara tindak pidana IKBN, dan lima perkara tindak pidana pasar modal dengan rata-rata hukuman pidana penjara di atas lima tahun. Dalam konteks ini, perkara paling banyak terkait dengan kegiatan usaha bank, khususnya yang menyangkut kebijakan pengurus untuk menjaga tingkat kesehatan bank seperti pembuatan kredit fiktif hanya untuk memperbaiki non performing loan (NPL). Terbaru, OJK juga menyelesaikan pendidikan dugaan tindak pidana perbankan yang terjadi di kantor Pusat PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (BPD NTT).

Pilihan Editor