;

Desa Wisata Jadi Andalan Tarik Turis

Desa Wisata Jadi
Andalan Tarik Turis

Desa wisata masih diandalkan untuk menggaet wisatawan, baik domestic maupun mancanegara. Ada 5.037 desa wisata di Indonesia yang sedang dikembangkan pemerintah untuk dijadikan destinasi wisata. ”Desa wisata menjadi fokus yang sedang digarap (untuk menggaet wisatawan). Obyek wisata tersebut diyakini dapat memberi pengalaman baru bagi para pengunjung,” kata Wakil Direktur Bisnis Harian Kompas Novi Eastiyanto dalam konferensi pers peluncuran Kompas Travel Fair (KTF) 2024, Jumat (5/7) di Jakarta. Tren pariwisata 2024, menurut Kemenparekraf, kata Novi, meliputi empat hal, yaitu bleisure (business and leisure), wisata kebugaran, wisata mendalam dan bermakna, serta set-jetting (bekas lokasi shooting film).Sejumlah desa wisata menjadi prioritas dalam perhelatan KTF 2024.

Beberapa desa tersebut antara lain Desa Panglipuran (Bali), Desa Nglanggeran (Yogyakarta), Desa Adat Saba (Bali), serta Desa Arborek (Papua Barat). Desa-desa itu banyak dikenal karena berhasil meraih Anugerah Desa Wisata Indonesia dari Kemenparekraf. Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa PDTT, Sugito mengatakan, sejauh ini Kementerian Desa PDTT tengah mengembangkan 5.037 desa wisata, yang dikelola dengan memberdayakan masyarakat setempat agar mereka terlibat aktif dalam geliat industri pariwisata Indonesia. ”Setiap desa itu punya potensi, punya aset yang sangat bervariasi. Itu semua sangat potensial,” ucapnya. Desa wisata, lanjut Sugito, memiliki ciri khas yang berbeda di setiap daerah, mulai dari alam, kuliner, hingga budayanya.

Dari segi makanan, misalnya, masyarakat kota terkadang jenuh mengonsumsi makanan yang tersaji di hotel. Saat ke desa wisata, pengunjung bisa makan dan minum khas daerah sambil menikmati kekayaan alamnya, seperti hamparan sawah hijau. ”Desa wisata saat ini tengah naik daun, bahkan  signifikan perkembangannya. Apabila desa wisata juga dikelola dengan baik, bisa berkontribusi secara optimal bagi perekonomian nasional,” katanya. KTF 2024 berlangsung pada 20-23 September 2024 di Jakarta Convention Center, Jakarta. Dalam empat hari perhelatan, acara tersebut ditargetkan bisa menarik 18.000 pengunjung dengan transaksi Rp 31,4 miliar, meningkat dari tahun 2023, dengan pengunjung KTF 2023 sebanyak 15.000 orang dengan transaksi sebesar Rp 28,6 miliar. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :