;

Rasio NPL Jadi Ancaman Bank-Bank Kecil

Hairul Rizal 27 May 2025 Kontan
Meskipun secara nasional rasio kredit bermasalah (NPL) industri perbankan Indonesia masih tergolong rendah — yakni 2,17% per Maret 2025 menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) — terdapat sejumlah bank yang mencatat NPL gross tinggi, bahkan melampaui ambang batas sehat 5%. Kondisi ini menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap kualitas aset perbankan, terutama di tengah pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

Contohnya, Bank Amar Indonesia mencatatkan NPL gross sebesar 10,89%, tertinggi di industri. Namun, menurut David Wirawan, SVP Finance Bank Amar, rasio tersebut disebabkan oleh fokus penyaluran kredit ke segmen UMKM, yang memang memiliki risiko tinggi. Ia menegaskan bahwa dengan cadangan kerugian (provisi) yang memadai, NPL net Bank Amar tetap rendah di 1,48%, yang dianggap aman.

Bank KB Bukopin, Bank Banten, dan Bank of India Indonesia juga mencatat NPL gross di atas 7%, namun masing-masing mengklaim telah melakukan pencadangan risiko yang memadai. Bambang Widayatmoko, Direktur Bisnis Bank Banten, menyebutkan bahwa kredit bermasalah utamanya berasal dari segmen komersial, khususnya konstruksi dan pengadaan, dan pihaknya telah menempuh penyelesaian baik litigasi maupun non-litigasi.

Sementara itu, Trioksa Siahaan, Senior VP dari LPPI, menilai bahwa tingginya NPL di beberapa bank masih merupakan warisan dampak pandemi, ditambah dengan belum optimalnya penghapusan atau pencadangan kredit bermasalah, serta berakhirnya program restrukturisasi kredit. Ia menekankan pentingnya bank untuk fokus terlebih dahulu pada penurunan NPL dan penguatan likuiditas, sebelum melakukan ekspansi kredit besar-besaran.

Industri perbankan Indonesia secara umum masih stabil, tingginya NPL di beberapa bank memerlukan pengawasan dan strategi mitigasi yang kuat. Tokoh-tokoh seperti David Wirawan, Bambang Widayatmoko, dan Trioksa Siahaan menegaskan pentingnya pencadangan risiko yang proporsional, selektivitas dalam penyaluran kredit, serta pengelolaan portofolio yang hati-hati demi menjaga keberlanjutan pertumbuhan kredit.

Swasta Masuk Proyek Data Center, Apa Risikonya?

Hairul Rizal 26 May 2025 Bisnis Indonesia (H)
Pemerintah Indonesia melalui terbitnya Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) No. 5/2025 membuka peluang keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan Pusat Data Nasional (PDN). Langkah ini disambut antusias oleh para pelaku industri pusat data, termasuk perusahaan yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia, karena dinilai bisa menggairahkan investasi di tengah keterbatasan anggaran negara.

Namun, keterlibatan swasta dalam proyek strategis ini tidak boleh mengesampingkan pengendalian penuh oleh pemerintah, terutama terkait keamanan data dan kedaulatan digital nasional. Hal ini penting agar kolaborasi tetap menjamin kepentingan publik, termasuk pelayanan publik yang aman, andal, dan efisien.

Tokoh kunci dalam kebijakan ini adalah Menteri Komunikasi dan Digital, yang menjadi pengambil keputusan atas regulasi strategis tersebut. Perannya sangat penting dalam memastikan sinergi antara pemerintah dan swasta berjalan dalam koridor yang mengutamakan kedaulatan data dan perlindungan kepentingan nasional.

Dengan pendekatan kolaboratif yang tepat dan pengawasan yang ketat, keterlibatan swasta dalam PDN berpotensi mempercepat transformasi digital Indonesia sekaligus memperkuat fondasi ekonomi digital masa depan.

Menjaga Keamanan Data Lewat Infrastruktur Nasional

Hairul Rizal 26 May 2025 Bisnis Indonesia
Pemerintah Indonesia tengah mengambil langkah strategis dalam pembangunan Pusat Data Nasional (PDN) sebagai fondasi penting menuju kedaulatan digital dan penguatan ekonomi berbasis data. Proyek ini menandai babak baru dalam sejarah ekonomi digital Indonesia, di mana kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan.

Keterlibatan perusahaan lokal seperti DCI, ELIT, EDGE DC, Telkom Indonesia, serta pemain global seperti Google Cloud, menunjukkan komitmen industri terhadap pertumbuhan sektor pusat data di Indonesia. Namun, sebagaimana disampaikan dalam artikel, keberhasilan PDN tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan teknologi, melainkan juga pada kebijakan yang adil, transparan, serta perlindungan terhadap data strategis negara.

Tokoh penting seperti Menteri Komunikasi dan Digital, meskipun tidak disebutkan secara langsung dalam artikel, menjadi pengambil kebijakan utama dalam merumuskan regulasi seperti Permenkomdig No. 5/2025, yang membuka peluang bagi swasta untuk terlibat dalam pengelolaan PDN. Di sisi lain, peran Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga sangat vital dalam menjamin aspek keamanan dan integritas data nasional.

Sementara itu, sorotan juga diberikan pada pentingnya menjaga kedaulatan digital, dengan memastikan bahwa pengelolaan data pemerintah tetap berada dalam kontrol penuh negara, meskipun melibatkan pihak swasta.

Dengan sinergi yang kuat antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat, PDN diharapkan bukan hanya menjadi infrastruktur digital, melainkan juga simbol kedaulatan informasi dan pilar utama dalam membangun masa depan ekonomi digital Indonesia yang berdaulat, aman, dan inklusif.

RI Bersiap Ekspor Mobil Listrik

Hairul Rizal 26 May 2025 Bisnis Indonesia
Indonesia semakin memantapkan langkahnya untuk menjadi pusat koneksi global dalam industri kendaraan listrik (EV), dengan dukungan penuh dari pemerintah dan sektor investasi strategis seperti BPI Danantara. Pandu Sjahrir, selaku Chief Investment Officer BPI Danantara, menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengekspor kendaraan listrik yang diproduksi di dalam negeri dan menjadi central hub dunia untuk ekosistem EV, tidak hanya untuk pasar domestik tetapi juga internasional.

Dalam upaya itu, BPI Danantara siap berkolaborasi dengan sejumlah perusahaan besar asal China, seperti Huayou, dalam berbagai sektor strategis termasuk penghiliran baterai, ketahanan energi, digitalisasi infrastruktur, dan kecerdasan buatan (AI). Pandu menekankan bahwa kerja sama tersebut harus bersifat komersial global dan saling menguntungkan, terutama dengan adanya transfer teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyoroti pentingnya pengembangan ekosistem baterai untuk sepeda motor listrik, mengingat Indonesia memiliki sekitar 140 juta unit sepeda motor yang saat ini masih berbahan bakar fosil. Bahlil menyatakan bahwa fokus pada kendaraan roda dua akan mempercepat transisi energi dan mengurangi ketergantungan terhadap BBM.

Indonesia juga telah menjalin kerja sama besar dalam proyek pengembangan baterai dari hulu ke hilir dengan dua perusahaan asing: Huayou (Proyek Titan, senilai US$9,8 miliar) dan CATL (Proyek Dragon, senilai US$6 miliar), dengan rencana groundbreaking pada Juni 2025.

Dengan kolaborasi ini, Indonesia menunjukkan keseriusannya menjadi pemain kunci dalam rantai pasok global kendaraan listrik, serta mengintegrasikan strategi investasi, teknologi, dan peningkatan kapasitas lokal untuk mendukung visi jangka panjang transisi energi dan industri hijau nasional.

Diplomasi Ekonomi RI-China Semakin Erat

Hairul Rizal 26 May 2025 Bisnis Indonesia
Kunjungan resmi Perdana Menteri China Li Qiang ke Jakarta pada 25 Mei 2025 menghasilkan 12 kesepakatan kerja sama strategis antara Indonesia dan China di berbagai bidang, menandai peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, keduanya menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan, tidak hanya dalam konteks bilateral tetapi juga demi stabilitas dan kemakmuran kawasan Asia.

Salah satu kerja sama penting yang diteken adalah nota kesepahaman antara Bank Indonesia dan People’s Bank of China mengenai transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal. Kesepakatan ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan meningkatkan stabilitas keuangan.

Selain itu, kerja sama juga mencakup sektor ekonomi, kesehatan, pariwisata, kebudayaan, hingga media. Secara khusus, Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara, mengungkapkan bahwa empat perusahaan asal China berencana membangun pabrik di Indonesia yang menyasar sektor strategis seperti baterai kendaraan listrik (EV), mobil listrik, pusat data, dan layanan konsumen. Pandu menekankan pentingnya pembangunan ekosistem EV mengingat kekayaan sumber daya Indonesia, khususnya nikel.

Pandu juga menekankan bahwa Indonesia perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor hilir agar mampu mengambil alih posisi strategis dalam industri global kendaraan listrik. Ia menyampaikan optimisme bahwa Indonesia suatu saat bisa menjadi salah satu pemimpin di bidang ini, sembari menyerap ilmu dari China yang saat ini lebih maju.

Perdana Menteri Li Qiang membawa pesan khusus dari Presiden Xi Jinping, menyampaikan harapan terbaik untuk Presiden Prabowo dan menegaskan pentingnya kerja sama Indonesia–China dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan global.

Kerja sama ini menunjukkan peningkatan kepercayaan dan sinergi antara dua ekonomi besar Asia, dengan fokus pada investasi strategis dan pertukaran teknologi untuk pertumbuhan berkelanjutan.

Juni Rawan Koreksi IHSG, Investor Waspada

Hairul Rizal 26 May 2025 Kontan (H)
Tren penurunan bursa saham yang biasa terjadi pada bulan Mei atau dikenal dengan istilah sell in May and go away kali ini tidak terjadi, ditandai dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 6,61% sepanjang Mei 2025, mencapai posisi 7.214,16. Hal ini dipengaruhi oleh kembalinya dana asing (capital inflow) dan beberapa sentimen positif, seperti meredanya perang tarif antara China dan Amerika Serikat serta penurunan peringkat kredit AS yang memicu realokasi aset dan memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga.

Menurut Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, sentimen positif tersebut membuat pelaku pasar lebih berani berinvestasi di aset berisiko, termasuk saham. Namun, Nico juga mengingatkan bahwa batas waktu penundaan tarif AS selama 90 hari akan berakhir Juni mendatang, sehingga ada potensi koreksi IHSG dan menyarankan investor untuk melakukan profit taking sekitar 50% sambil memantau kondisi pasar.

Sementara itu, Oktavianus Audi, VP Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai bahwa meski meredanya perang dagang masih menopang IHSG, penguatan sudah mulai terbatas dan IHSG rawan berbalik arah. Audi juga mengingatkan risiko efek domino dari utang AS yang memuncak dan tingginya harga aset safe haven seperti emas, yang mencerminkan pasar lebih defensif.

Analis dari Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, menilai ruang penguatan IHSG terbatas karena valuasi saat ini sudah tidak murah, dengan PER hampir 16 kali. Wafi memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 7.200–7.300 hingga akhir Mei, sementara Nico memproyeksikan kisaran 7.110–7.300 pada Juni, dengan sektor bahan baku, transportasi, dan infrastruktur sebagai sektor yang menarik.

Meski Mei 2025 menunjukkan penguatan yang berbeda dari tren historis, para analis mengingatkan adanya potensi koreksi di bulan Juni dan menyarankan kehati-hatian bagi investor.

Pemerintah Lirik Pinjaman dari Mitra Regional

Hairul Rizal 26 May 2025 Kontan
Pemerintah Indonesia tengah mempercepat penerbitan surat utang negara (SUN) dalam denominasi valuta asing (valas) dengan mengusulkan diversifikasi instrumen pembiayaan APBN melalui penerbitan global bond dalam bentuk dimsum bond (dalam yuan) dan kangaroo bond (dolar Australia). Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, menyatakan bahwa langkah ini bertujuan memperluas basis investor dan mengelola portofolio utang dengan risiko terkendali di tengah dinamika pasar keuangan global, khususnya volatilitas dolar AS. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, menambahkan bahwa diversifikasi mata uang ini relevan untuk menekan biaya pembiayaan.

Kepala Ekonom BCA, David Sumual, menilai langkah ini positif karena proses penerbitan dimsum bond yang relatif mudah dan cepat, serta adanya minat investor global terhadap obligasi pemerintah negara berkembang yang menggunakan mata uang kuat seperti yen, yuan, dan dolar Australia. David juga menyoroti tren meningkatnya permintaan valas yuan karena hubungan perdagangan dengan China. Sementara itu, Myrdal Gunarto, Global Markets Economist Maybank Indonesia, mengingatkan agar berhati-hati terhadap volatilitas mata uang yuan yang tinggi dan menyebut potensi peminat kangaroo bond mungkin lebih kecil karena tekanan nilai tukar dolar Australia.

Penerbitan global bond ini dianggap sebagai strategi diversifikasi yang penting untuk memperkuat manajemen utang pemerintah di tengah ketidakpastian pasar global.

Sektor Properti Tunggu Dampak Suku Bunga

Hairul Rizal 26 May 2025 Kontan
Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% memberikan sentimen positif bagi saham emiten properti, meskipun dampaknya terhadap kinerja penjualan properti hingga akhir 2025 diperkirakan tidak terlalu signifikan. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Ismail Fakhri Suweleh dan Wilastita Muthia Sofi, menjelaskan bahwa saham properti cenderung mengalami re-rating menjelang dan selama pemangkasan suku bunga, namun kinerja pre-sales lebih dipengaruhi oleh peluncuran produk baru dan keterjangkauan, bukan hanya perubahan suku bunga KPR.

Kinerja pre-sales emiten properti besar seperti PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) pada kuartal I-2025 masih relatif datar dengan pertumbuhan hanya 1% yoy, menurut data yang disampaikan oleh Henry Wibowo, Head of Indonesia Research and Strategy JP Morgan. Namun, Henry optimistis semester kedua 2025 akan menjadi momentum penguatan sektor properti karena mulai munculnya efek pemotongan suku bunga. Ia juga merekomendasikan saham CTRA dan PWON karena masih undervalued dengan potensi pertumbuhan laba masing-masing 11% tahun ini.

Analis Maybank Sekuritas, Kevin Halim, menambahkan bahwa penurunan suku bunga acuan juga berpotensi menurunkan suku bunga KPR dan meningkatkan likuiditas pasar, yang diharapkan mendorong penjualan properti sehingga mendukung pertumbuhan pre-sales sekitar 4,3% secara yoy pada akhir tahun 2025.

Meskipun ada risiko pelemahan pasar KPR dan ketatnya likuiditas, sektor properti masih dinilai menarik dengan rekomendasi rating overweight oleh BRI Danareksa Sekuritas, mengingat harga saham emiten properti masih relatif murah dibanding nilai wajar historisnya.

UMKM Sulit Akses Kredit di Tengah Risiko Meningkat

Hairul Rizal 26 May 2025 Kontan
Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menghadapi tekanan signifikan yang terlihat dari lemahnya pertumbuhan kredit dan memburuknya kualitas aset di segmen ini. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit UMKM hanya sebesar 2,3% secara tahunan per April 2025, dengan kredit mikro bahkan mengalami kontraksi 2,5%. Rasio kredit bermasalah (NPL) UMKM juga meningkat menjadi 4,36%, menandakan risiko yang makin tinggi di sektor ini.

Sekretaris Perusahaan BRI, Hendy Bernadi, menjelaskan bahwa BRI kini lebih ketat dalam menilai kapasitas bayar debitur pada kredit mikro karena tidak diperbolehkannya agunan tambahan, sehingga bank harus berhati-hati menyalurkan kredit. Sementara itu, Maria Trifanny Fransiska, Head of Sustainability Maybank, menyatakan bahwa Maybank fokus pada usaha menengah atas yang profil risikonya lebih bisa diantisipasi, namun tetap memberikan kredit mikro melalui kerjasama dengan lembaga keuangan lain dan fintech.

Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengungkapkan bahwa lambatnya pertumbuhan kredit UMKM disebabkan oleh menurunnya permintaan akibat stagnasi omset dan aktivitas usaha. Sedangkan EVP Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn, menyebutkan bahwa BCA berupaya mendorong kredit UMKM dengan menawarkan suku bunga khusus untuk UMKM yang berbasis lingkungan sosial, tata kelola baik, dan pengusaha wanita.

Kondisi kredit UMKM yang melemah dan meningkatnya NPL memerlukan intervensi pemerintah serta strategi perbankan yang lebih selektif dan inovatif untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan sektor ini.

Disepakatinya Nota Kesepahaman Strategis

Yoga 26 May 2025 Kompas (H)

Presiden Prabowo dan PM China, Li Qiang menyaksikan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman strategis di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (25/5). Momen ini menandai penguatan kerja sama bilateral Indonesia-China di berbagai sektor. ”Kami telah melaksanakan pembicaraan yang cukup produktif hari ini dan mencapai kesepakatan dalam banyak bidang kerja sama. Kami optimistis, kerja sama ini akan membawa kebaikan bagi kedua bangsa,” kata Presiden Prabowo saat jamuan makan siang bersama PM Li Qiang di Istana Negara, Jakarta, Minggu. Nota kesepahaman itu ditandatangani perwakilan kementerian, lembaga, serta mitra strategis dari Indonesia dan China di ruang kredensial Istana Merdeka. Penandatanganan ini dilakukan seusai pertemuan bilateral antara kedua pemimpin negara.

Nota kesepahaman utama yang ditandatangani Kemenko Bidang Perekonomian RI dan Kemendag Republik Rakyat China adalah Penguatan Kerja Sama Ekonomi di Bidang Industri dan Rantai Pasok. Ditandatangani pula nota kesepahaman trilateral antara Kemenko Perekonomian RI dan Kemendag RRC serta Pemprov Fujian mengenai proyek two countries twin parks. Di bidang keuangan, BI dan People’s Bank of China menyepakati pembentukan Kerangka Kerja Sama Transaksi Bilateral dalam Mata Uang Lokal. Juga kerja sama Dewan Ekonomi Nasional RI dengan Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional RRC dalam kebijakan pembangunan ekonomi. Li Qiang menuturkan, hubungan kedua negara makin erat berkat kepercayaan dan keinginan untuk saling mendukung menuju modernisasi bersama. ”Ke depan, Tiongkok siap berpegang tangan dengan Indonesia mempererat kerja sama bilateral, saling menyukseskan menuju modernisasi, bersama menyambut masa depan gemilang bersama,” kata Li Qiang. (Yoga)