Pembiayaan Kapal Masih Jadi Tantangan Sektor Maritim yang Kompetitif
Yuniati Turjandini
24 May 2025 Investor Daily (H)
Dukungan pendanaan untuk pembiayaan kapal masih menjadi salah satu tantangan utama menciptakan industri maritim yang kompetitif. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners' Association (DPP INSA) Carmelita Hartoto mengatakan, pelayaran merupakan salah satu sektor industri strategi dengan lebih dari 90% akivitas pedagangan global melalui laut sehingga perlu ditopang. "Di domestik, pelayaran juga berperan sebagai tulang punggung kegiatan logistik nasional mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan," ucap Carmelita. DI sisi lain, pelayaran merupakan industri padat modal, yang membutuhkan dukungan pendanaan yang besar, baik untuk modal kerja operasional maupun investasi jangka panjang. Modal kerja yang dimaksud adalah gaji awak kapal, jasa kepelabuhan, hingga kewajiban pajak, dan biaya bahan bakar, sedangkan investasi jangka panjang terkait dengan pengadaan kapal. Ia menuturkan, perusahaan pelayaran biasa memanfaatkan skema kredit perbankan maupun non kredit perbankan untuk modal investasi kapal, namun sayangnya dengan kendala operasional yang dihadapi, pelayaran dikatagorikan sbagai profil usaha yang berisiko tinggi. (Yetede)
Lesunya Pertumbuhan Kredit
Yuniati Turjandini
24 May 2025 Investor Daily (H)
Lesunya pertumbuhan kredit per April 2025 salah satunya dikontribusi dari kredit modal kerja yang tumbuh melambat. Ini dikarenakan permintaan dari sektor riil yang juga melemah, sehinga di sisi permintaan kredit modal kerja menurun dan diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun. Berdasarkan data uang beredar yang dirils BI, kredit ya disalurkan perbankan per April 2025 sebesar Rp7.886. 5 triliun, tumbuh 8,5% secara yoy. Dari jenis penggunaannya, kredit modal kerja (KMK) pada empat bulan pertama tahun ini hanya naik 4,4% (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh 6,2% (yoy). Perkembangan KMK terutama bersumber dari pertumbuhan sektor keuangan, real estate, dan jasa perusahaan yang meningkat 10,1% (yoy) menjadi Rp544,2 triliun per April 2025. Pertumbuhan kredit ini (yoy). Selain itu melambat dari posisi Maret 2025 yang sebesar 12,8% (yoy). Selain itu, kredit sektor industri pengolahan juga tumbuh melambat dari 8,3% (yoy). Selain itu, kredit dektor industri pengolahan juga tumbuh melambat dari 8,3% (yoy) per Maret 2025 menjadi naik 5,2,(yoy) per April 2025 dengan nilai kredit Rp842,3 triliun (Yetede)
G7 Janji Mengatasi Ketimpangan Ekonomi Global
Yuniati Turjandini
24 May 2025 Investor Daily (H)
Para menteri keuangan (Menkeu) dan gubernur bank sentral dari kelompok negara G7 mengaku telah menyelesaikan bermacam perbedaan di antara mereka dan berjanji mengatasi ketimpangan berlebihan dalam ekonomi global. Pertemuan para petinggi keuangan ini menjadi pembuka untuk pertemuan puncak para pemimpin G7 pada 15-17 Juni 2025 di resor pegunungan Kannaskis, Kanada. menurut Gedung Putih pada Kamis (22/5/2025), Presiden Donald Trump dijadwalkan menghadiri KTT G7. Sempat muncul keraguan apakah para petinggi keuangan G7 bakal mengeluarkan komunike final, mengingat perbedaan pendapat mengenai tarif yang dijatuhkan AS dan keengganan AS untuk menyebut perang Rusia di Ujraina sebagai suatu yang ilegal. Namun setelah tiga hari pembicaraan, para peserta menandatangani dokumen panjang, yang sebelumnya tidak menyinggung tentang memerangi perubahan iklim dan meredakan perang Ukraina. "Kami menemukan titik temu dalam isu-isu global yang paling mendesak yang kita hadapi. Saya pikir ini mngirimkan sinyal yang sangat jelas kepada dunia bahwa G7 bersatu dalam tujuan dan tindakan," ujar Menkeu kaada Francois-Philippe Champagne. Para pejabat, yang bertemu di kawasan pegunungan Rocky Kanada, turut menyerukan pemahaman bersama tentang bagaimana kebijakan keamanan ekonomi internasional. (Yetede)
Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Harus Mempertimbangkan Banyak Aspek
Yuniati Turjandini
24 May 2025 Investor Daily (H)
Pembangunan Kereta cepat Jakarta-Surabaya harus mempertimbangkan banyak aspek berdasarkan kajian atas potensi sehingga mampu berkelanjutan dan memberikan manfaat optimal. Ketua Forum Transportasi Jalan dan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana mengatakan, pembangunan proyek ini harus dilihat berdasarkan kondisi makroekonomi dan kebutuhan masyarakat sebagai pembentukan permintaan yang utama. "Rencana ini sebenarnya sudah lama dan masuk dalam rencana induk perkeretapian nasional. tapi pembangunannya harus mempertimbangkan supply and demans, dan kondisi perekonomian kita. karena siapapun investornya mau itu pemerintah atau swasta atau dari China harus melihat pengembalian modalnya berapa lama," ujarnya kepada Investor Daily. Ia mencontohkan, untuk realisasi pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) bisa mencapai seratus triliun lebih dengan pengembalian modal dalam jangka 40 tahun. hal itu memberikan gambaran setiap tahun jumlah pengembalian keuntungan yang bisa dicapai pengelola KCJB setiap tahunnya harus hati-hati," ucapnya. (Yetede)
Investasi Emas Diuji Momentum
Hairul Rizal
24 May 2025 Bisnis Indonesia (H)
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan geopolitik, emas kembali menjadi instrumen investasi yang menarik, baik dalam bentuk fisik maupun melalui saham emiten tambang logam mulia. Harga emas global mencatat kenaikan signifikan, bertahan di atas US$3.300 per troy ounce, dengan kenaikan mingguan sekitar 3%—terbesar dalam lebih dari sebulan.
Miftahul Khaer, analis dari Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai lonjakan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap defisit fiskal Amerika Serikat dan pencabutan sovereign credit rating oleh Moody’s, menjadikan emas kembali dipandang sebagai safe haven. Hal ini berdampak positif pada saham emiten tambang emas seperti ANTM, BRMS, dan MDKA.
Andy Nugraha dari Dupoin Futures menambahkan bahwa arus modal saat ini mengalir ke aset aman seperti emas, meski ia mengingatkan bahwa data ekonomi AS yang membaik dapat menekan harga emas karena mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Andy juga menyarankan para trader untuk mencermati sinyal teknikal harga emas dalam jangka pendek.
Sementara itu, Ariston Tjendra, Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, menyebut potensi kenaikan harga emas masih terbuka, didorong oleh kenaikan tarif impor AS dan potensi pelonggaran suku bunga. Ia merekomendasikan strategi beli saat harga koreksi dan tahan untuk jangka panjang.
Dari sisi saham, ANTM mencatat kenaikan harga luar biasa, mencapai 100% sepanjang 2025. Meski demikian, analis Muhammad Farras Farhan dari Mirae Asset Sekuritas menilai valuasi sahamnya mulai terbatas. Namun, Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas tetap optimis terhadap kinerja kuartal II/2025, seiring dengan peningkatan rata-rata harga jual emas.
Dengan kontribusi pendapatan emas mencapai Rp21,61 triliun pada kuartal I/2025, ANTM terus memperkuat bisnis logam mulia melalui kerja sama pembangunan fasilitas di Gresik, Jawa Timur.
Meskipun terdapat potensi tekanan jangka pendek akibat dinamika suku bunga dan ekonomi AS, prospek jangka panjang investasi emas dan saham-saham tambang emas tetap menjanjikan, terutama jika tensi geopolitik dan ketidakpastian fiskal global terus berlangsung.
Sinyal Positif dari Pasar Surat Utang
Hairul Rizal
24 May 2025 Bisnis Indonesia
Keputusan Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan menjadi 5,5% memberikan dampak positif bagi pasar surat utang. Kebijakan ini berhasil mendorong kenaikan harga surat utang di pasar sekunder serta menurunkan biaya penerbitan obligasi (cost of fund), yang diharapkan mendorong penerbitan obligasi baru, terutama oleh sektor swasta.
Paska pengumuman tersebut, minat investor terhadap surat utang meningkat tajam. Yield obligasi negara tenor 10 tahun tercatat turun menjadi 6,94% dari sebelumnya 7,11%. Bahkan, lelang Surat Utang Negara (SUN) pada 20 Mei 2025 mencatat penawaran tertinggi sepanjang tahun, mencapai Rp108,33 triliun, sebagai respons atas proyeksi pelaku pasar terhadap keputusan Bank Indonesia.
Menurut catatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), nilai emisi surat utang korporasi pada kuartal I/2025 melonjak 77,4% dibanding periode yang sama tahun lalu, mencapai Rp46,75 triliun, terutama untuk kebutuhan refinancing.
Meski prospek pasar obligasi terlihat menjanjikan, terdapat tantangan eksternal seperti ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Fed, yang memengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah dan aliran dana asing ke Indonesia. Keputusan suku bunga Bank Indonesia ke depan juga akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan The Fed dan kondisi ekonomi global.
Penurunan BI rate membawa angin segar bagi pasar keuangan nasional, namun tetap perlu diwaspadai risiko jangka pendek seperti fluktuasi global, serta pengalihan dana dari deposito ke instrumen berimbal hasil lebih tinggi. Stakeholder perlu merespons peluang ini dengan hati-hati dan strategi yang tepat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
APBN Berubah Arah: Dari Defisit ke Surplus
Hairul Rizal
24 May 2025 Bisnis Indonesia
Pada akhir April 2025, postur APBN mencatat surplus sebesar Rp4,3 triliun atau 0,02% dari PDB, membalikkan kondisi defisit yang terjadi pada tiga bulan pertama tahun ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa surplus ini terjadi karena pendapatan negara tumbuh lebih cepat daripada realisasi belanja, meskipun secara tahunan pendapatan turun 12,4% dan belanja turun 5,1%.
Sri Mulyani menegaskan pentingnya akselerasi penerimaan negara, terutama di sektor perpajakan, seiring dengan dilantiknya Bimo Wijayanto sebagai Dirjen Pajak menggantikan Suryo Utomo. Ia menekankan pentingnya peningkatan tax ratio, pelayanan, dan transparansi perpajakan untuk mendukung keberlanjutan fiskal.
Di sisi lain, penunjukan Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama sebagai Dirjen Bea dan Cukai diharapkan dapat memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum dalam memberantas impor ilegal dan menjaga industri dalam negeri. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menaruh perhatian besar pada kerja Bea Cukai.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Bea Cukai sebagai "gateway" penting dalam ekspor-impor dan berharap Dirjen baru dapat bersikap tegas sekaligus ramah terhadap pekerja migran.
Ketua APSyFI Redma Gita Wirawasta turut menyoroti tantangan berat di sektor tekstil akibat praktik impor ilegal dan prosedur yang belum optimal. Ia berharap reformasi di Bea Cukai mampu memperbaiki sistem dan teknologi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi industri nasional.
Pergantian pejabat strategis di Kemenkeu mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat penerimaan negara, transparansi fiskal, dan perlindungan industri dalam negeri.
QRIS Buka Akses Internasional, Jajaki Kolaborasi Baru
Hairul Rizal
24 May 2025 Bisnis Indonesia
Bank Indonesia (BI) tengah memperluas kerja sama internasional untuk penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di berbagai negara. Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menyatakan bahwa QRIS akan mulai dapat digunakan di Jepang dan China pada 17 Agustus 2025, setelah melalui tahap uji coba atau sandbox sejak 15 Mei 2025.
Selain itu, ekspansi QRIS juga ditargetkan ke India, Korea Selatan, dan Arab Saudi. Di India, kerja sama masih dalam tahap pembahasan teknis antara ASPI dan NPCI International. Sementara di Korea Selatan, kerja sama sedang difinalisasi antara industri dan otoritas keuangan setempat. Untuk Arab Saudi, BI telah mengadakan diskusi dengan Otoritas Moneter setempat.
Perluasan ini merupakan bagian dari strategi BI untuk mendorong digitalisasi sistem pembayaran lintas negara, setelah sebelumnya QRIS telah digunakan di beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. Inisiatif ini diharapkan memperkuat konektivitas keuangan Indonesia secara global.
Film Animasi Lokal Cetak Sejarah
Hairul Rizal
24 May 2025 Kontan (H)
Keberhasilan film animasi "Jumbo" yang disutradarai oleh Ryan Adriandhy dan diproduksi oleh Visinema, telah mencatat sejarah baru di industri perfilman Indonesia dengan meraih 9,85 juta penonton dalam 53 hari, serta pendapatan lebih dari US$ 20 juta. Kesuksesan ini menjadi fenomena tersendiri karena belum ada film animasi Indonesia yang mencapai capaian serupa.
Menurut Yan Widjaya, pengamat film, Jumbo bukan sekadar keberhasilan, melainkan tonggak baru bagi film animasi lokal. Ia menyebut proses produksinya yang melibatkan lebih dari 400 animator selama lima tahun membuktikan dedikasi tinggi dan menjadi standar baru bagi film animasi Indonesia. Namun, ia juga mengingatkan bahwa produksi animasi bukanlah hal mudah, dan memprediksi hanya akan ada 2–3 judul baru tiap tahun yang bisa mengikuti jejak Jumbo.
Dampak kesuksesan Jumbo dirasakan luas di industri. Astrid Suryatenggara, Chief Communications Officer MD Entertainment, menyebut keberhasilan ini membangkitkan optimisme rumah produksi lain, termasuk MD yang telah memproduksi serial animasi Adit Sopo Jarwo. Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem animasi yang sehat untuk menghadapi tantangan seperti biaya tinggi dan waktu produksi panjang.
Selain itu, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (Cinema XXI) melaporkan lonjakan jumlah penonton bioskop, dengan lebih dari 14 juta penonton pada April 2025, rekor baru yang turut didorong oleh penayangan Jumbo.
Kesuksesan Jumbo tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga pendorong semangat bagi industri animasi lokal untuk terus berkembang dan menembus pasar global, termasuk rencana penayangan Jumbo di 17 negara.
Dirjen Baru Diharapkan Jaga Stabilitas Fiskal
Hairul Rizal
24 May 2025 Kontan
Kementerian Keuangan resmi menunjuk Bimo Wijayanto sebagai Dirjen Pajak dan Djaka Budi Utama sebagai Dirjen Bea dan Cukai pada Jumat (23/5). Penunjukan ini dilakukan di tengah tekanan menurunnya penerimaan pajak dan perlunya optimalisasi penerimaan negara, seperti ditegaskan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ia meminta keduanya bekerja sama erat dalam mengamankan penerimaan negara serta mempercepat reformasi birokrasi dan sistem pelayanan.
Bimo Wijayanto, yang sebelumnya merupakan analis senior dengan keahlian dalam deteksi fraud dan kepatuhan pajak, didorong untuk mempercepat perbaikan sistem coretax demi meningkatkan pelayanan dan tax ratio. Meski belum memberikan banyak pernyataan ke media, Bimo menyebut bahwa arahan dari Presiden Prabowo Subianto adalah untuk memperkuat martabat Ditjen Pajak.
Sementara itu, Djaka Budi Utama menekankan pentingnya pengawasan di pelabuhan serta penguatan kerja sama dengan TNI dan kepolisian untuk menekan penyelundupan barang ilegal yang merugikan negara. Ia juga akan memperbaiki sistem CEISA, yang banyak dikeluhkan pengguna jasa kepabeanan.
Menurut Ariawan Rahmat, Direktur Eksekutif IEF Research Institute, kepemimpinan baru ini menandai awal penting dalam reformasi perpajakan nasional yang lebih akuntabel dan berintegritas tinggi. Ia menilai Bimo punya kapasitas kuat untuk mendorong kebijakan pajak yang tak hanya fokus pada penerimaan, tapi juga mendukung iklim investasi yang sehat.
Dengan tantangan berat di depan, kepemimpinan Bimo dan Djaka akan menjadi penentu penting dalam keberhasilan misi fiskal pemerintah ke depan.
Pilihan Editor
-
Penyebab Kenaikan Harga Gula
30 Apr 2020 -
Penjualan Video Game Melejit
29 Apr 2020 -
20.018 WP Badan Ajukan Insentif Pajak
27 Apr 2020 -
Iwan Sunito Bangun Properti di AS
23 Apr 2020









