;

Dirjen Baru Diharapkan Jaga Stabilitas Fiskal

Dirjen Baru Diharapkan Jaga Stabilitas Fiskal
Kementerian Keuangan resmi menunjuk Bimo Wijayanto sebagai Dirjen Pajak dan Djaka Budi Utama sebagai Dirjen Bea dan Cukai pada Jumat (23/5). Penunjukan ini dilakukan di tengah tekanan menurunnya penerimaan pajak dan perlunya optimalisasi penerimaan negara, seperti ditegaskan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ia meminta keduanya bekerja sama erat dalam mengamankan penerimaan negara serta mempercepat reformasi birokrasi dan sistem pelayanan.

Bimo Wijayanto, yang sebelumnya merupakan analis senior dengan keahlian dalam deteksi fraud dan kepatuhan pajak, didorong untuk mempercepat perbaikan sistem coretax demi meningkatkan pelayanan dan tax ratio. Meski belum memberikan banyak pernyataan ke media, Bimo menyebut bahwa arahan dari Presiden Prabowo Subianto adalah untuk memperkuat martabat Ditjen Pajak.

Sementara itu, Djaka Budi Utama menekankan pentingnya pengawasan di pelabuhan serta penguatan kerja sama dengan TNI dan kepolisian untuk menekan penyelundupan barang ilegal yang merugikan negara. Ia juga akan memperbaiki sistem CEISA, yang banyak dikeluhkan pengguna jasa kepabeanan.

Menurut Ariawan Rahmat, Direktur Eksekutif IEF Research Institute, kepemimpinan baru ini menandai awal penting dalam reformasi perpajakan nasional yang lebih akuntabel dan berintegritas tinggi. Ia menilai Bimo punya kapasitas kuat untuk mendorong kebijakan pajak yang tak hanya fokus pada penerimaan, tapi juga mendukung iklim investasi yang sehat.

Dengan tantangan berat di depan, kepemimpinan Bimo dan Djaka akan menjadi penentu penting dalam keberhasilan misi fiskal pemerintah ke depan.
Tags :
#Birokrasi
Download Aplikasi Labirin :