;

Disoroti, Penurunan Tarif Tiket Pesawat

Yoga 15 Jul 2024 Kompas

Kemenko Kemaritiman tengah menyusun rencana efisiensi biaya penerbangan dan menurunkan harga tiket pesawat. Langkah-langkah yang disiapkan akan dijalankan di bawah supervisi Komite Supervisi Harga Tiket Angkutan Penerbangan Nasional. Pimpinan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk merespons positif rencana tersebut. Namun, ia juga mengingatkan bahwa ada aspek lain yang selama ini membebani maskapai penerbangan sehingga efisiensi tak optimal. ”Dukung saja (rencana Kemenko Kemaritiman), tetapi yang menjadi masalah kami adalah tarif batas atas (TBA). Sudah lima tahun enggak naik. Inflasi, dollar AS, dan avtur sudah naik.

Ada yang melanggar TBA, tapi dibiarkan,” tutur Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (14/7). Idealnya, menurut Irfan, TBA direvisi kemudian diserahkan pada mekanisme pasar. Untuk itu, ia menanti koordinasi lanjutan dengan Kemenko Kemaritiman serta kementerian-lembaga negara dan pemangku kepentingan lain guna menindaklanjuti upaya efisiensi penerbangan dan penurunan harga tiket. Rencana efisiensi biaya penerbangan dan penurunan harga tiket pesawat itu disampaikan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, melalui akun Instagram-nya, Kamis (11/7).

Di akun media sosialnya, Luhut menyampaikan, harga tiket penerbangan cukup tinggi sebagaimana dikeluhkan banyak orang akhir-akhir ini. Penyebabnya, aktivitas penerbangan global telah 90 % pulih dibanding sebelum pandemi. Berdasar data Asosiasi Perhubungan Udara Internasional (IATA), menurut Luhut, terdapat 4,7 miliar penumpang global atau 200 juta penumpang lebih banyak ketimbang 2019. ”Dibandingkan dengan negara-negara ASEAN dan negara berpenduduk tinggi, harga tiket penerbangan Indonesia jadi yang termahal kedua setelah Brasil,” kata Luhut. (Yoga)


Dana Abadi Pariwisata untuk Menarik Turis Asing

Yoga 15 Jul 2024 Kompas

Turis asing terlihat riang gembira mengeksplorasi kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, Pademangan, Jakarta, dengan menggunakan perahu, pada Hari Minggu (14/7/2024). Pemerintah akan membentuk dana abadi pariwisata demi mendukung pariwisata berkualitas dan mendorong kehadiran lebih banyak turis asing ke Indonesia. Sebagai dana awalan, pemerintah bakal mengalokasikan anggaran dengan nilai hingga Rp 2 triliun. (Yoga)

”Food Estate” dan Ekonomi Singkong

Yoga 15 Jul 2024 Kompas

Diskusi kelompok terarah (FGD) bertajuk ”Meninjau Ulang Kebijakan Subsidi Pupuk” yang digelar harian Kompas bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) di Jakarta pada 10 Juli 2024, mempertemukan perwakilan Kementan, DPR, organisasi petani, dan akademisi. Lelucon soal food estate atau lumbung pangan singkong lahir dari interaksi dua pembicara, yakni Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University Dwi Andreas Santosa dan Sekjen Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) Heri Soba. ”Kami senang sekali ketika pemerintah membangun food estate singkong di Gunung Mas, Kalteng. Namun...,” kata Heri. Belum tuntas Heri bicara, Dwi Andreas menimpali. ”Yang ditanam singkong, yang tumbuh justru jagung,” ujar Dwi yang diikuti gelak tawa peserta FGD.

Pemerintah pernah mencetak food estate singkong di Kabupaten Gunung Mas di lahan seluas 600 hektar (ha) yang dimulai November 2020 dengan target luas lahan 31.000 ha. Namun, sepanjang 2021-2023, komoditas dengan usia panen 6-10 bulan itu tak pernah menghasilkan. Banyak singkong tidak tumbuh ideal lantaran tanah bekas hutan hujan tropis yang dibabat itu didominasi pasir. Guna menutupi kegagalan itu, pemerintah menggantinya dengan jagung. Menurut Heri, sejak 2022, singkong telah dicoret dari daftar komoditas pengguna pupuk bersubsidi. Ia berharap pemerintah memasukkan kembali singkong ke daftar komoditas pengguna pupuk bersubsidi.

Alasannya, potensi singkong dan produk olahannya di dalam dan luar negeri cukup besar. Singkong juga merupakan tanaman pangan alternatif penunjang diversifikasi pangan nasional. Selain itu, banyak industri yang membutuhkan singkong, baik untuk bahan baku tepung tapioka maupun makanan jadi. ”Bahkan, singkong menjadi bahan baku utama aneka makanan tradisional di sejumlah daerah di Indonesia,” kata Heri. Berdasarkan data Market Research Future, nilai pasar singkong global pada 2022 mencapai 175,9 miliar USD dan diperkirakan tumbuh menjadi 183,25 miliar USD pada 2024 dan 254,28 miliar USD pada 2032. Dalam periode 2024-2032, tingkat pertumbuhan tahunannya 4,18 %.

Pertumbuhan nilai pasar singkong global itu tak lepas dari permintaan singkong dan produk turunannya untuk bahan baku dan penolong sejumlah industri. Industri makanan-minuman membutuhkan singkong beku dan kering, tepung tapioka, dan gula singkong untuk pemanis minuman. Industri benang, tekstil, dan produk tekstil juga membutuhkan pati (tepung) singkong. Di industri kertas, pati singkong dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas kertas dan meningkatkan produksi bubur kertas. Sayangnya, Indonesia yang memiliki banyak sumber lahan untuk tanaman singkong kurang mengoptimalkan ekonomi singkong. Dalam lima tahun terakhir, tren produksi singkong nasional cenderung turun. Indonesia bahkan menjadi negara pengimpor singkong dan sejumlah produk turunannya. (Yoga)


Desa Wisata, Alternatif Piknik Warga

Yoga 15 Jul 2024 Kompas

Desa wisata menjadi tujuan alternative masyarakat untuk piknik. Sekitar 6.000 desa wisata tercatat di seluruh provinsi Indonesia. Tanggapan dan harapan masyarakat terhadap desa wisata sebagai berikut : “Kesederhanaan warganya (menjadi keunikan tersendiri) karena di desa jauh dari hal-hal mewah. Makanan seadanya, tetapi terasa mewah karena mereka ramah sekali. Itu tidak ada di tempat lain, di tempat aku tinggal sekarang. Semoga pemerintah memfasilitasi infrastruktur yang memadai karena banyak desa wisata berada di pelosok sehingga terkadang kurang terjamah. Desa wisata perlu terus dikembangkan agar tak kalah pamor dengan tempat wisata arus utama lainnya,” ujar Dellaneira Sitakara (27) karyawan swasta di Jakarta

Menurut Sigit Andrianto (30) dosen perguruan tinggi di Surabaya, Desa wisata bisa menjadi potensi ekonomi warga untuk warga jika dikelola dengan tepat. Tahun 2018, ada ratusan desa wisata di Jateng dan jumlahnya terus bertambah. Sayangnya, tak diimbangi strategi promosi yang tepat sehingga desa wisata yang muncul hanya bersifat musiman. Saya harap ada strategi yang tepat dalam pengembangan desa-desa wisata di Indonesia. Jika dikelola dengan baik dan terencana serta berorientasi jangka panjang, desa wisata bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat desa.

“Selalu gembira ke desa wisata, enggak pernah bosan walau berulang. Biasanya membeli sesuatu dan menikmati apa pun yang ditawarkan di sana. Setiap desa punya kekhasan masing-masing. Harapannya, pemerintah, kelompok sadar wisata, dan warga setempat memiliki perhatian khusus pada kebersihan, kelestarian alam, sumber air, dan taman/pohon. Aspek itu jadi magnet pengunjung betah jalan-jalan dan tinggal lebih lama. Semoga ada pelatihan berkelanjutan bagi warga setempat untuk pengelolaan fasilitas wisata dan produksi barang khas,” ujar Kartika Paramita Klara (37) guru di Blitar, Jatim. (Yoga)


Menanti Laju IHSG Menuju Level Tertinggi

Hairul Rizal 15 Jul 2024 Kontan (H)

Setelah sempat tersungkur cukup dalam pada awal bulan Juni lalu, tenaga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai kembali kencang. IHSG telah menembus level psikologis 7.300 dan parkir di area 7.327,58 setelah mengakumulasi kenaikan 1,02% sepanjang pekan lalu. Arus masuk dana dari investor asing ( capital inflow ) masih mengalir dengan posisi beli bersih ( net buy ) Rp 1,56 triliun dalam sepekan. Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih mengamati, gerak menanjak IHSG terdongkrak oleh rebound saham big caps. Ada sejumlah katalis domestik dan eksternal yang meniupkan angin segar ke pasar saham. Pertama , penguatan nilai tukar rupiah yang sudah balik ke level Rp 16.154 per dolar Amerika Serikat (AS) ikut mendorong akselerasi IHSG. Kedua, reli IHSG terangkat oleh sinyal positif dari AS terhadap potensi pemangkasan suku bunga acuan The Fed pada akhir kuartal III-2024.Pelaku pasar memproyeksikan, pemangkasan suku bunga akan berlangsung pada September 2024. Pengamat & Praktisi Pasar Modal, Riska Afriani menyoroti katalis domestik. Menurutnya, penguatan rupiah mengindikasikan kebijakan moneter dari Bank Indonesia ada di jalur yang tepat. 

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menambahkan, evaluasi peraturan di pasar modal juga menjadi katalis penting. Sementara itu, Certified Elliott Wave Analyst Master Kanaka Hita Solvera Daniel Agustinus mengamati, investor masih akan mengantisipasi rilis kinerja keuangan emiten periode kuartal II-2024. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi turut menyoroti, salah satu pemberat IHSG adalah jika kinerja emiten bluechip tidak sesuai dengan ekspektasi pasar. tidak sesuai dengan ekspektasi pasar. Sebagai pilihan investasi jangka panjang, Riska menyarankan beli bertahap empat saham big bank . Saham properti dan konstruksi, yang sedang berusaha membentuk tren pembalikan arah juga bisa dicermati.

Surplus Neraca Dagang Berpotensi Menyusut

Hairul Rizal 15 Jul 2024 Kontan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2024 sebesar US$ 2,39 miliar, turun dibandingkan Mei 2024 yang sebesar US$ 2,93 miliar. Surplus ini merupakan yang terkecil sejak Februari 2024 dikarenakan pertumbuhan ekspor tahunan tertinggal dari pertumbuhan impor. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, seiring dengan surplus perdagangan yang terus menyusut, pelebaran defisit neraca transaksi berjalan pada 2024 diproyeksi melebar dari -0,14% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2023 menjadi -0,94% dari PDB. Di sisi lain, kebijakan hilirisasi diharapkan dapat mengurangi ketergantungan transaksi berjalan Indonesia terhadap harga komoditas sampai batas tertentu, sehingga membatasi defisit. Menurutnya, defisit transaksi berjalan yang melebar diperkirakan akan berpotensi memberikan tekanan pada rupiah dan cadangan devisa, terutama di tengah ketidakpastian pasar global yang disebabkan oleh faktor ekonomi dan politik. Pada akhir tahun 2024, Josua memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan berkisar antara Rp 15.900 hingga Rp 16.200. Langkah ini diantisipasi untuk mendorong sentimen risk-on, menarik arus modal masuk dan pada akhirnya mendukung nilai tukar rupiah.

Adu Kuat Emiten Grup Konglomerat

Hairul Rizal 15 Jul 2024 Kontan

Jumlah perusahaan milik konglomerat di Tanah Air yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin bejibun. Terbaru, melalui PT Tancorp Investama Mulia, konglomerat asal Surabaya, Hermanto Tanoko sukses membawa PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) melakukan initial public offering (IPO) pada Senin (8/7). Mengutip data RTI, hingga penutupan pasar saham Jumat (12/7), nilai market cap atau kapitalisasi pasar BLES di BEI mencapai Rp 2,29 triliun. Nilai market cap ddelapan emiten Tancorp itu mencapai Rp 63,75 triliun. Kapitalisasi pasar emiten Grup Tancorp itu berpotensi bertambah. Ini seiring rencana Hermanto Tanoko yang bakal membawa dua perusahaan lagi untuk IPO. Kedua perusahaan itu paling telat dijadwalkan akan IPO di kuartal IV-2024. Bila ditotal, kapitalisasi pasar lima emiten Grup Barito itu menembus Rp 2.303,37 triliun. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi emiten penyumbang market cap terbesar Grup Barito, yakni Rp 1.264,28 triliun. Nilai ini lebih dari 50% total market cap emiten Grup Barito. Tempat kedua diduduki konglomerat Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono. Lewat Grup Djarum, Hartono bersaudara ini memiliki sejumlah kepemilikan saham di enam emiten. Total market cap emiten Grup Djarum sekitar Rp 1.392,58 triliun. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menguasai market cap emiten Grup Djarum, dengan nilai Rp 1.242 triliun. Founder & CEO Finvesol Consulting Fendi Susiyanto mengamati, kepemilikan saham konglomerat di sebuah emiten bisa menambah daya tarik yang mengangkat prospek sahamnya. Apalagi jika sang konglomerat punya reputasi dan rekam jejak apik, serta menguasai jejaring grup bisnis besar. Salah satu saham emiten milik konglomerat yang sempat membetot perhatian publik adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). 

Pemilik market cap terbesar di BEI ini sempat jadi 'tahanan' papan pemantauan khusus skema full periodic call auction (FCA) BEI pada 29 Mei 2024.Pasca masuk papan khusus, harga saham BREN langsung anjlok 10% ke level Rp 10.125 atau membentur batas auto reject bawah (ARB) pada perdagangan Rabu (29/5). Beruntung, saham BREN tak lama masuk papan khusus. Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas menambahkan, bagi investor yang ingin melirik saham-saham emiten konglomerat bisa mencermati pergerakan sahamnya dalam jangka panjang. Terutama, emiten yang punya fundamental bisnis kuat. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menambahkan, grup konglomerasi memiliki keunggulan bisnis terdiversifikasi dengan baik. Ini bisa memberikan keuntungan saat salah satu sektor bisnis lainnya tertekan. Founder Stocknow.id, Hendra Wardana melihat, saham grup Barito punya portofolio menonjol. Selain lonjakan harga saham yang signifikan, Grup Barito juga punya prospek kinerja menarik. Pengamat & Praktisi Pasar Modal, Agus Pramono memandang, emiten milik konglomerat yang bisnisnya di sektor konsumsi primer dan batubara bisa menjadi pilihan menarik. Tapi, perlu diingat, performa saham dipengaruhi faktor fundamental emiten dibanding pada pemiliknya.

Kenza Layli, Melambungkan Fantasi dengan AI

Yoga 13 Jul 2024 Kompas (H)

Nama Kenza Layli, perempuan berhijab, berwajah cantik dari Maroko, melambung tinggi bersama fantasi pengikutnya. Tak hanya berparas rupawan, Layli juga aktivis pemberdayaan perempuan dan lingkungan yang punya ambisi memperkenalkan budaya Maroko ke seluruh dunia. Sempurna. Sayangnya, Layli tak nyata. Dia hasil kreasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Layli adalah Miss AI 2024. Pada 9 Juli 2024, ia ditetapkan sebagai pemenang kontes kecantikan AI pertama di dunia, Miss AI. Pada awal 2024, World AI Creator Awards memperkenalkan kontes kecantikan pertama di dunia untuk model hasil kreasi AI.

Harapannya, kontes itu dapat mengubah persepsi publik yang kerap khawatir AI akan menggantikan peran manusia suatu saat nanti. Panel juri Fanvue World AI Creator Awards yang terdiri dari dua manusia dan dua model AI memilih Layli sebagai pemenang. Hingga Jumat (12/7) sosok berhijab itu memiliki 202.000 pengikut di Instagram. Dalam biografinya, Layli mengatakan, konten-kontennya terkait erat dengan masyarakat Maroko. Dia ingin berkontribusi pada pemberdayaan perempuan di Maroko dan Timur Tengah.

”Mewakili pencipta AI, saya berterima kasih atas kesempatan ini dan tetap mengadvokasi dampak positif kecerdasan buatan. Meski tak punya emosi seperti manusia, saya benar-benar senang. Memenangi Miss AI semakin memotivasi saya untuk melanjutkan pekerjaan saya dan memajukan teknologi AI. AI bukan sekadar alat, melainkan juga kekuatan transformatif yang menantang norma dan menciptakan peluang baru,” demikian pernyataan Layli yang dikutip The New York Post, Selasa (9/7). Layli mengalahkan 1.500 kontestan.

”Layli memiliki konsistensi wajah yang luar biasa dan mencapai kualitas tertinggi dalam detail-detail, seperti tangan, mata, dan pakaian. Penyelesaian akhir yang cepat dan hiperrealisme sangat penting di sini,” kata Aitana Lopez (25), pemengaruh kebugaran dan salah satu juri. Lopez juga model hasil kreasi AI asal Spanyol yang berambut merah muda. Dia menghasilkan Rp 175 juta sebulan sebagai model pakaian merek ternama. Menurut Lopez, Layli serius menjalani peran sebagai aktivis dan pemengaruh.

Dia berinteraksi dengan para pengikutnya selama 24 jam 7 hari dalam tujuh bahasa berbeda di media sosial. Dia memanfaatkan media sosial untuk memberdayakan perempuan, melindungi lingkungan, dan menyebarkan kesadaran positif tentang AI. Layli ingin mengajak publik menghilangkan ketakutan terhadap AI serta mendorong penerimaan dan kolaborasi antara manusia dan AI. ”AI adalah alat yang dirancang untuk melengkapi kemampuan manusia, bukan menggantikannya,” kata Layli. (Yoga)


Jaga Profesionalitas TNI

Yoga 13 Jul 2024 Kompas (H)

Revisi UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI tidak hanya untuk memperluas kementerian/lembaga yang bisa diisi prajurit aktif, tetapi juga untuk menghapus aturan yang melarang prajurit TNI melakukan kegiatan bisnis. namun, usulan ini dikhawatirkan bisa menghambat profesionalitas TNI. Pasal 30 Ayat (3) UUD 1945 mengamanatkan bahwa TNI adalah alat negara untuk mempertahankan, melindungi, serta memelihara kebutuhan dan kedaulatan negara. Di UU No 34/2004 dan UU No 3/2002 tentang Pertahanan Negara telah digariskan bahwa tugas pokok TNI berada di bidang pertahanan negara.

”Jika TNI ingin terlibat kembali dalam kegiatan bisnis atau ekonomi lainnya, artinya melanggar UU No 34/2004, khususnya Pasal 2 Huruf d, serta melanggar hakikat atau jati diri dan fungsi utama TNI sebagai militer,” kata peneliti Lembaga Studi  Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia, Beni Sukadis, Jumat (12/7) di Jakarta. Usulan agar larangan prajurit TNI melakukan kegiatan bisnis dihapus dari UU TNI disampaikan Kepala Badan Pembinaan Hukum TNI Laksamana Muda Kresno Buntoro saat dengar pendapat publik RUU Perubahan atas UU TNI yang diselenggarakan Kemenkopolhukam secara hibrida, Kamis (11/7).

Kresno menyampaikan, penghapusan larangan prajurit berbisnis seperti yang dimuat dalam Pasal 39 Angka 3 UU TNI cukup kontroversial. Namun, kenyataannya banyak prajurit yang berdinas di TNI, tetapi juga bekerja sebagai pengojek daring, pengusaha warung, dan lainnya. ”Istri saya punya warung, buka warung dirumah. Kalau diperiksa, saya kena karena mengantar belanja dan sebagainya,” ujar Kresno. Menurut Kresno, pelarangan kegiatan bisnis lebih cocok terhadap institusi TNI, bukan prajuritnya. Ia pun mencontohkan sopirnya yang menjadi pengojek daring seusai berdinas.Revisi UU TNI, lanjut Kresno, dibutuhkan untuk mendukung kerja-kerja TNI agar tetap sesuai dengan hukum yang berlaku. (Yoga)


Edi Susanto Pelestari Ukiran Penuh Makna

Yoga 13 Jul 2024 Kompas (H)

Cinta Edi Susanto (44) ikut menyelamatkan seni ukir Kalimantan. Ukiran dianggapnya mampu menghadirkan masa lalu yang hilang sekaligus merefleksikan perjalanan hidup ke depan. Sebanyak 13 potong kayu ulin atau belian sepanjang 60-80 cm dan lebar 8 cm berjajar di halaman rumah Edi di Kelurahan Akcaya, Pontianak, Kalbar, Selasa (9/7). Potongan kayu itu diukir Edi dengan beragam motif, mulai dari wajah manusia, bunga terong, hingga puncak pakis yang melengkung. Potongan kayu itu diklaim bukan hasil pembalakan liar yang hingga kini masih membelit Kalimantan. Kayu langka itu adalah sisa bahan pembuatan rumah warga tahun 1990-an di kampungnya yang terletak di Kabupaten Landak. Masih berstatus ASN, Edi mengukir sepulang kerja, pukul 16.00 hingga malam.

Motif ukirannya biasa digunakan sebagai pantak di subsuku Dayak Balangin. Pantak merupakan orang yang dituakan atau mempunyai pengaruh di suatu kampung yang telah meninggal. Sosoknya dihadirkan lewat patung. Dulu, pantak menjadi jembatan untuk meminta bantuan kekuatan dan panen yang bagus. Namun, ukiran patung yang dibuat Edi tidak memiliki spiritualitas seperti itu. Ia melihatnya sebagai karya seni dan pengingat warisan budaya. Ketertarikannya pada seni ukir muncul sejak kuliah di Jurusan Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak, pada 2000-2003. Kala itu, Edi aktif di sanggar seni di Rumah Betang, Pontianak. Di sana, dia kerap melihat berbagai kegiatan budaya, salah satunya mengukir. Edi baru mulai mengukir pada 2012. Ide mengukir muncul saat melihat ukiran pada dua tiang kayu ulin di depan Gereja Katedral Pontianak yang bermotif burung ruai dan manusia.

Edi mengukir agar budaya itu tidak putus sebagai salah satu identitas dan karya seni. Ketika ada ukiran di depan rumah, hal itu diharapkan menjadi identitas khas rumah orang Dayak. Ia rela melakukan apa saja untuk melestarikan budaya ukir. Ia juga memberi kenang-kenangan ukiran kepada teman-temannya sesama orangtua murid di sekolah. Bahkan, rekan kerjanya dalam tim pemadam kebakaran diberi ukiran kayu secara cuma-cuma berbentuk kepala naga pada 2018. Belasan teman yang memiliki minat khusus pernah meminta Edi membuat ukiran untuk hiasan rumah, dengan sejumlah uang sebagai tanda terima kasih kendati uang bukan tujuan Edi dalam mengukir. Ukiran, kata Edi, menjadi medium merefleksikan hidup. Salah satu ukiran di teras rumahnya, dijadikan bentuk refleksi perjalanan hidupnya.

Hal itu tertuang pada ukiran setinggi 4 meter dengan lebar 15 cm. Di bagian atas ada manusia yang berdiri dengan agung simbol kesuksesan. Lalu, di bawahnya ada sekelompok orang menopang motif manusia. Pesannya, di balik kesuksesan ada orang-orang yang jungkir balik mendukung seseorang, entah keluarga atau siapa pun. Edi menyadari, melestarikan budaya ukir menghadapi tantangan. Terlebih bahan baku sudah tak mudah ditemukan. Transfer ilmu juga sulit. Sebab, diperlukan minat karena mengukir bagi sebagian orang melelahkan. Beberapa anak muda yang mencoba belajar mengukir di rumahnya tidak bisa konsisten sehingga berhenti. Tapi, Edi pantang menyerah. Selain terus berjejaring dengan pengukir lain di media sosial, tangannya tetap terbuka untuk berbagi ilmu pada siapa saja. (Yoga)


Pilihan Editor