;

Ratusan Daerah Terancam Terlambat Dapatkan Pupuk Subsidi Tahap Kedua

Yoga 16 Jul 2024 Kompas

Ratusan daerah, termasuk sentra-sentra beras nasional, terancam terlambat mendapatkan pupuk subsidi tahap kedua. Alokasi awal atau tahap pertama pupuk subsidi di daerah-daerah tersebut telah dan akan habis pada Juli 2024. Penyaluran tahap kedua atau setelah ada penambahan anggaran subsidi pupuk masih belum dapat dilakukan lantaran masih menunggu pencairan dana dari Kemenkeu. Jika problem itu tak segera diatasi, produksi beras nasional tahun ini bisa terhambat. Masalah itu mengemuka dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta, Senin (15/7) dan dipimpin Mendagri Tito Karnavian.

Dirut PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi mengatakan, tahun ini, alokasi pupuk subsidi bertambah dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton. Per 12 Juli 2024, realisasi penyalurannya baru 3,41 juta ton atau 35,7 % dari total alokasi pupuk subsidi. ”Namun, jika mengacu pada alokasi awal, yakni 4,7 juta ton, realisasi penyalurannya sudah 65,2 %. Tanpa ada tambahan alokasi menjadi 9,55 juta ton, kuota awal pupuk subsidi itu bakal habis pada Agustus 2024,” ujarnya. Dalam rapat tersebut terungkap bahwa pengadaan dan penyaluran tambahan alokasi pupuk subsidi tengah terkendala dana. Meski telah disetujui parlemen dan pemerintah, Kemenkeu belum mencairkan dana tambahan subsidi pupuk.

Hal itu menyebabkan ratusan daerah yang sudah dan akan kehabisan pupuk subsidi pada Juli 2024 berpotensi terlambat mendapatkan pupuk. Pupuk Indonesia baru bisa menyalurkan kembali jika dana tambahan itu sudah dicairkan. Rahmad menjelaskan, ada 478 kabupaten penerima alokasi awal pupuk NPK dan urea bersubsidi. Untuk pupuk NPK, 32 kabupaten telah kehabisan alokasi awal dan 88 kabupaten akan kehabisan alokasi pada akhir Juli 2024. Untuk urea, ada 12 kabupaten yang kehabisan alokasi awal pupuk tersebut. Selain itu, ada 71 kabupaten yang bakal kehabisan alokasi pada akhir Juli 2024. ”Sembari menunggu dana tambahan cair, kami usulkan untuk merealokasi pupuk subsidi dari daerah lain. Namun, harus disertai dasar hukum yang kuat,” ucap Rahmad. (Yoga)


Tren Pertumbuhan Positif IHSG Belum Diiringi Kenaikan Kinerja Sektor Konsumen

Yoga 16 Jul 2024 Kompas

Indeks Harga Saham Gabungan telah terpompa ke level 7.200-7.300 dalam sebulan terakhir dari level 6.700. Namun, pertumbuhan indeks belum diikuti perbaikan kinerja saham sektor konsumen. Per Senin (15/7) IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup pada level 7.278,863. Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, memprediksi, dengan kondisi pasar saat ini, IHSG akan menguji area psikologisnya di area 7.369-7.403 selama pecan ini. ”Jika data sepekan ke depan sesuai ekspektasi pasar, ada kemungkinan IHSG akan menembus area psikologis tersebut dan akan menguji level berikutnya di 7.454,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin. Tren dan prediksi pertumbuhan IHSG, menurut dia, ditopang sentimen kebijakan suku bunga, khususnya dari bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan CME FedWatch, yang mengukur tingkat kemungkinan penurunan suku bunga oleh The Fed, 86,4 % responden optimistis The Fed mulai akan memangkas suku bunganya pada September 2024, meningkat dibanding beberapa hari sebelumnya yang hanya 70 %. Hal ini didasarkan pada inflasi tahunan AS yang turun ke level 3 % secara tahunan pada Juni 2024. Tingkat inflasi ini sudah turun tiga bulan berturut-turut dan terendah sejak Juli 2023. Dari sisi inflasi inti, yang tidak memperhitungkan variabel energi dan makanan, juga mengalami penurunan ke level 3,3 %, terendah selama tiga tahun terakhir.

Menurut analis Mirae Asset Sekuritas, Abyan Yuntoharjo, dalam laporannya, sektor konsumen sebenarnya masih menghadapi banyak kendala. ”Perusahaan konsumen nonsiklikal (consumer non-cyclical/barang konsumen primer menghadapi lingkungan yang menantang dengan prospek pertumbuhan yang terbatas. Meskipun ada peristiwa besar, sebagian besar perusahaan di sektor ini berkinerja buruk,” kata Abyan. Sektor konsumen siklikal, yang menyangkut produk selain kebutuhan primer, juga masih mengalami perlambatan karena harga bahan baku yang tidak stabil dan rupiah yang melemah. (Yoga)


Saling-silang Bea Masuk Antidumping Keramik Cina

Yuniati Turjandini 16 Jul 2024 Tempo (H)
ENAM perusahaan produsen keramik gulung tikar. Ketua Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia Edy Suyanto mencatat 3.000 orang terkena dampak pemutusan hubungan kerja akibat penutupan pabrik tersebut. Masalahnya satu: tak kuat menahan gempuran produk impor.  Edy mengatakan pasar terganggu oleh produk keramik impor yang harganya jauh di bawah produk lokal. Para pelaku usaha mengindikasi adanya tindakan dumping dari Cina atau tindakan menjual barang impor lebih murah dibanding harga di negara asalnya. Akibatnya, saat barang tersebut masuk ke Indonesia, produk domestik kalah harga.

Indikasi dumping, menurut Edy, terlihat setidaknya selama satu setengah tahun terakhir. Dia menyatakan rata-rata utilisasi pabrik keramik domestik anjlok dari 75 persen pada 2022 menjadi 69 persen pada 2023. "Di semester pertama tahun ini menjadi 63 persen," katanya, kemarin.  Itu sebabnya asosiasi meminta pemerintah lewat Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) menyelidiki dugaan dumping produk keramik oleh Cina selama periode satu setengah tahun terakhir ini. Hasilnya bisa menjadi landasan bagi Indonesia untuk menerapkan bea masuk antidumping atau BMAD untuk menjaga persaingan yang sehat di Indonesia. Apalagi tingkat komponen dalam negeri produk keramik lokal rata-rata sudah di atas 80 persen. 

KADI sudah menyelesaikan penyelidikan dan melaporkan hasilnya kepada Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan per 2 Juli 2024. Kesimpulannya adalah terjadi tindakan dumping dari perusahaan asal Cina. Akibat tindakan tersebut, pelaku usaha domestik mengalami penurunan laba, utilisasi kapasitas, hingga return of investment atau ROI. (Yetede)

Cara Tepat Mengukur Kesejahteraan Petani

Yuniati Turjandini 16 Jul 2024 Tempo
BADAN Pusat Statistik (BPS) tengah mengkaji “alat” untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani: indeks kesejahteraan petani (IKP). Pelaksana tugas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam rapat kerja Komisi XI DPR dengan pemerintah, 5 Juni 2024, mengatakan IKP dapat menjadi alternatif pengukuran kesejahteraan petani dengan pendekatan multidimensi. Tak hanya mencakup subsektor (tanaman pangan, produk hortikultura, peternakan, perkebunan, dan perikanan), indeks ini juga mencakup indikator kesejahteraan petani dalam multidimensi aspek, yang meliputi pendapatan dan sumber daya, pendidikan, kesehatan, standar hidup layak, ketahanan pangan dan gizi, serta mitigasi risiko.

Bagi petani, kabar ini tentu menggembirakan. Langkah ini, jika benar-benar diimplementasikan di lapangan, akan mengakhiri “kesesatan berjemaah” dalam mengukur tingkat kesejahteraan petani. Selama ini, diakui atau tidak, ada keyakinan kuat bahwa kenaikan produksi komoditas dengan sendirinya diikuti dengan kenaikan kesejahteraan petani. Padahal kondisi riil tidak demikian adanya. Produksi bisa saja naik, tapi petani semakin miskin tatkala harga jatuh ketika musim panen. Implikasi dari cara pandang ini, peningkatan produksi selalu jadi target, sementara kesejahteraan petani tak pernah diperhitungkan. (Yetede)

Ancaman Berulang Urusan Logistik Pilkada 2024

Yuniati Turjandini 16 Jul 2024 Tempo (H)
KETUA Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Badung, Bali, Yusa Arsana Putra khawatir akan pengadaan surat suara untuk pemilihan kepala daerah atau pilkada di Badung, tahun ini. Sebab, pilkada 2024 ini berbeda dengan pemilihan sebelumnya. Pilkada kali ini tak berselang lama dengan pelaksanaan Pemilu 2024. “Banyak tahapan yang beririsan. Di satu sisi, kita kampanye dua bulan, tapi kita juga menyiapkan logistik segalanya di hari itu,” kata Yusa kepada Tempo, Senin, 15 Juli 2024.

Pemungutan suara dalam pilkada serentak tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 27 November mendatang. Dua bulan sebelum pemungutan suara, KPU RI sudah menjadwalkan penetapan pasangan calon peserta pemilihan kepala daerah. Setelah penetapan pasangan calon itu, KPU daerah baru dapat memulai proses pengadaan logistik, khusus kertas suara dan berbagai jenis formulir yang berhubungan dengan pemungutan suara. 

Saat ini KPU pusat tengah menggodok peraturan tentang perlengkapan pemungutan suara dan dukungan perlengkapan lainnya menjelang pilkada 2024. Jumat pekan lalu, KPU menguji publik rancangan peraturan tersebut. Aturan tersebut yang menjadi pijakan secara teknis dalam proses pengadaan dan distribusi logistik pilkada."Pada prinsipnya, uji publik rancangan PKPU tentang perlengkapan pemungutan suara pilkada tidak terdapat banyak perubahan karena rancangan PKPU tersebut menyesuaikan dengan PKPU logistik dalam pemilu,” kata komisioner KPU, Yulianto Sudrajat, Senin kemarin. (Yetede)


Ketergantungan Impor Tinggi, Harga Obat Sulit Turun

Yuniati Turjandini 16 Jul 2024 Investor Daily (H)
Ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku farmasi maupun obat terus tinggi selama bertahun-tahun yaitu tak beranjak disekitar 90% dari total kebutuhan. Ekspor industri farmasi Indonesia tercatat US$ 1,16 miliar (Rp18,76 triliun) pada 2020, US$ 1,28 miliar (Rp 20,70 triliun) pada 2023, dari US$ 0,37 miliar (Rp 5,98 triliun) pada tahun ini hingga April. bahkan, pada 2021, saat pandemi Covid-19 merebak, impor industri farmasi melonjak menjadi US$ 4,36 miliar atay Rp 70,52 triliun. Akibat ketergantungan ekspor yang tinggi terus-menerus itu, harga obat di Indonesia tercatat sangat mahal dan telah menjadi masalah yang tak kunjung terselesaikan secara tuntas dan permanen. Dibandingkan dengan negeri tetangga seperti Malaysia, harga obat di tanah air bisa 3-5 kali lipat, sedangkan dibandingkan India harga obat didalam negeri jauh lebih mahal lagi yakni bisa mencapai hingga enam kali lipat. (Yetede)

Ekspor Kontraksi, Surplus Neraca Dagang Turun 18 %

Yuniati Turjandini 16 Jul 2024 Investor Daily (H)
Surplus neraca perdagangan nasional turun 18% menjadi US$ 2,39 miliar Juni 2024, dibandingkan bulan sebelumnya sebesar US$ 2,93 miliar. Ini terjadi sering merosotnya ekspor nasional. Sementara itu, jika dibandingkan Juni 2023, surplus neraca dagang  anjlok 30% dari tadinya US$ 3,45 miliar. Ini terjadi akibat kenaikan impor lebih besar dari ekspor. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Juni 2024, ekspor naik 1,17 secara tahunan US$ 20,8 miliar, sedangkan impor tumbuh 7,58% menjadi US$ 18,45 miliar. Dibandingkan  Mei 2024, eskpor terpangkas 6,7% dari US$ 22,3 miliar. Adapun impor turun 4,6% dari US$ 19,3 miliar. Per Juni 2024, akumulasi surplus neraca perdagangan mencapai US$15,45, turun 22% dari periode sama tahun lalu US$ 19,3 miliar. (Yetede)

Rasio Kredit UMKM Terus Melandai

Yuniati Turjandini 16 Jul 2024 Investor Daily
Bank Indonesia (BI) mencatatkan komposisi penyaluran kredit usaha UMKM terus melandai. Per Mei 2024, porsi kredit UMKM sebesar 18,71% dari total penyaluran kredit perbankan nasional. Merujuk data uang beredar BI, per Mei 2024 kredit UMKM yang disalurkan senilai Rp 1.368,2 triliun, sedangkan total kredit UMKM yang dikucurkan perbankan hingga Mei 2024 mencapai Rp7.311,7 triliun. Komposisi kredit UMKM menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Di mana, per April 20244, kredit UMKM sebesar Rp 1.373,8 triliun dari total kredit Rp 7.247,4 triliun. Sehingga prosi kredit UMKM sebesar 18,95%. Artinya, terdapat penurunan sekitar 24 basis poin (bps) dari April ke Mei 2024 yang 18,71% porsi UMKM-nya. Padahal OJK mendorong porsi kredit nasional bisa mencapai 30%. (Yetede)

Indeks Parekraf Dapat Bantu Pertumbuhan Ekonomi

Yuniati Turjandini 16 Jul 2024 Investor Daily
BEI menjadi indeks Samuel Sekuritas Unggulan Pariwisata (SUPER) sebagai patron di sektor pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraft). Hal ini menunjukkan sektor tersebut dinilai dapat membantu pertumbuhan ekonomi. Kementerian Parekraf bersama PT Samuel Sekuritas  Indonesia menandatangani  MoU pada Rabu (10/7/2024). Pada penandatanganan kerja sama tersebut, Kemenparekraf dan Samuel Sekuritas memiliki tujuan yang sama yaitu memperkuat indeks saham  di sektor Parekraf di Indonesia. Direktur kebijakan Strategis  Kemenparekraf Agustini Rahayu menjelaskan, Kemenparekraf  berupaya mendorong pengutan indeks saham di sektor Parekraf. Senior Economist PT Samuel Sekuritas  Indonesia Fithra Faisal Hastiado menjelaskan, sementara SUPER menjadi  nama indeks. Dia mengatakan, akan melihat terlebih dahulu indeks Parekraf ini sebelum diajukan ke BEI. (Yetede)

Zyrex Naikkanlah Kapasitas Produksi 3 Kalo Lipat

Yuniati Turjandini 16 Jul 2024 Investor Daily
Zyrex Indonesia, perusahaan terkemuka dalam bidang teknologi, mengumumkan proyek peningkatan kapasitas pabrik dan gudang  baru tiga kali lipat yang terletak di Jakarta Barat. Pembangunannya diharapkan selesai akhir 2024, sehingga bisa segera beroperasi. Ekspansi tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas logistik hingga  minimal tiga kali lipat karena akan memungkinkan Zyrex untuk melayani pelanggan dengan produksi, pengiriman, dan logistik dalam jumlah besar dengan lebih cepat dan efisien. Direktur Utama Zyrex Indonesia Timothy Siddik mengatakan, ekspansi  itu merupakan langkah strategis yang penting bagi Zyrex Indonesia dalam upaya untuk terus berkembang dan memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat. (Yetede)

Pilihan Editor