;

Indonesia Butuh Peta Jalan Pembangunan SDM

Yuniati Turjandini 13 Jul 2024 Investor Daily (H)

Pemerintah perlu mengambil langkah cepat dan tepat untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang mampu bersaing secara global. Untuk memastikan fokus pemerintah tersebut,  dan arah langkah, peta jalan (roadmap) pembangunan SDM pun mendesak untuk disusun guna mengintegrasikan peta jalan yang selama ini terpisah-pisah berdasarkan bidang atau sektor. Hanya dengan itu, Indonesia bisa berpeluang  untuk menikmati bonus demografi yang diperkirakan dialami  Indonesia dalam rentang tahun 2030 hingga 2040 mendatang, sehingga status negara maju dapat disandang  Indonesia pada 2045. Namun, datangnya erat saat jumlah generasi muda atau produktif lebih besar dibanding usia non produktif harus sudah dilaksanakan mulai saat ini. (Yetede)

KAI Terlilit Utang Rp 56 T, Negara Wajib Hadir

Yuniati Turjandini 13 Jul 2024 Investor Daily (H)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) membukukan pembengkakan utang menjadi Rp 56 triliun kuartal I-2024 dibandingkan akhir 2023 sebesar Rp 50 triliun. Sejumlah kalangan mendesak pemerintah  hadir untuk membantu KAI mengatasi masalah tersebut. Lonjakan utang KAI dipicu megaproyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh dan LRT Jabodetabek. Sejalan dengan itu, KAI memutuskan tidak membagikan dividen ke pemerintah. KAI mengajukan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 1,8 triliun pada tahun anggaran 2025 untuk mendukung pengaduan sarana KRL Jabodetabek, termasuk mendatangkan 11 rangkaian kereta baru dari luar negeri. Selain KAI, BUMN transportasi lainnya industri Kereta Api (PT INKA) mengajukan PMN Rp 976 miliar, PT Pelayaran nasional Indonesia (Pelni) Rp 2,5 triliun, dan Perum Damri Rp 1 triliun. Dengan demikian, total pengajuan BUMN transportasi Rp 6,27 triliun PMN. Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana mengatakan, wajar penugasan pemerintah dijalankan oleh BUMN. Dalam konteks ini, pemerintah perlu memberikan dukungan BUMN yang diberikan penugasan misalnya mellaui PMN. (Yetede)

Menanti Sinyal Positif Emiten Semen di Paruh Kedua 2024

Yuniati Turjandini 13 Jul 2024 Investor Daily (H)
Industri semen nasional belum juga menunjukkan indikasi perbaikan di semester I-2024, dengan kinerja yang diperkirakan masih dibawah estimasi konsensus. Di paruh kedua tahun ini, emiten semen papan atas seperti PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) diharapkan mampu membalikkan kinerja ke arah positif, yang didorong kenaikan harga dan ekspektasi  peningkatan volume penjualan. "Kami memperkirakan baik SMGR maupun INTP akan menunjukkan pembalikan arah volume penjualan di semester II-2024, yang didorong lebih banyaknya hari kinerja dan history kinerja yang lebih baik di paruh kedua  setiap tahunnya," kata Analis BRI Danareksa Sekuritas Richard Jerry dan Christine Sitorus dalam riset terbarunya. (Yetede)

Defisit APBN Terjaga Topang Fundamental Ekonomi

Yuniati Turjandini 13 Jul 2024 Investor Daily (H)
Kalangan pengusaha meminta pemerintah untuk berhati-hati bila akan melakukan pelebaran defisit APBN. Sebab, pelebaran defisit diluar ambang batas dapat akan menggerogoti resilensi fundamental ekonomi Indonesia, apalagi saat ini masih terjadi ketidakpastian akibat tekanan geopolitik. Adapun APBN 2024 ditargetkan sebesar 2,29% dari produk domestik bruto (PDB). Namun pemerintah baru menetapkan prognosis defisit akhir tahun 2024 menjadi 2,7%. Sementara itu, defisit APBN 2025 ditargetkan  dalam kisaran 2,29%-2,82% dari PDB. Deifisit fiskal turut memegang peranan vital terhadap keberlangsungan perekonomomian negara. Defisit yang dapat ditekan serendah mungkin akan dapat menjadi langkah produktif menuju kemandirian ekonomi. (Yetede)

Kenapa Mitigasi Pusat Data Nasional Berjalan Lamban

Yuniati Turjandini 13 Jul 2024 Tempo
KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyiapkan tiga strategi untuk memulihkan layanan publik yang terimbas peretasan. Pelaksana tugas Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo, Ismail, mengatakan tiga strategi tersebut disiapkan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Strategi jangka pendek adalah memulihkan data yang terimbas peretasan. Proses tersebut dilakukan sejak Juli hingga Agustus mendatang. "Strategi ini bertujuan mengoptimalkan kembali layanan publik yang menjadi prioritas," ujar Ismail kepada Tempo pada Jumat, 12 Juli 2024. 

Ismail menyebutkan salah satunya adalah pemulihan layanan keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Strategi jangka pendek ini juga menjadi bagian dari forensik yang tengah dilakukan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta kepolisian. Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) II Surabaya, Jawa Timur, yang dikelola Kemenkominfo dan BSSN diretas sejak 20 Juni 2024 oleh data ransomware LockBit 3.0. Ransomware merupakan istilah untuk jenis malware yang menyerang sistem data. PDNS yang ada di Surabaya itu mengelola data 73 kementerian/lembaga serta ratusan pemerintah daerah.

Kepada pemerintah, peretas meminta uang tebusan US$ 8 juta atau setara dengan Rp 131 miliar. Pemerintah menyatakan tidak akan membayar uang tuntutan tersebut. Setelah dua pekan, kelompok peretas Brain Cipher mengklaim telah memberikan decryptor atau kunci untuk membuka data pada PDNS yang diretas. (Yetede)

Salah Obat BUMN Sakit

Yuniati Turjandini 13 Jul 2024 Tempo
KEPUTUSAN pemerintah menyuntikkan modal baru bagi badan usaha milik negara yang merugi berpotensi sia-sia. Sudah lama kebijakan serupa tidak pernah menyehatkan perusahaan negara yang sakit selama akar masalah yang menggerogotinya tidak diatasi lebih dulu. Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat yang mengurusi keuangan telah menyetujui penyertaan modal negara (PMN) tunai dan nontunai senilai Rp 44,24 triliun untuk 16 BUMN. Nilai PMN untuk anggaran 2025 itu hampir dua kali lipat dibanding anggaran PMN 2024 yang sebesar Rp 27,4 triliun untuk 17 BUMN. Artinya, beban anggaran yang mesti dipikul negara juga makin besar.

Namun persoalan utama bukan semata bertambahnya beban anggaran. Masalah yang lebih serius adalah tidak ada jaminan bahwa suntikan modal tersebut bakal membuat BUMN memiliki kinerja lebih baik. Apalagi sejumlah BUMN yang mendapat tambahan dana tersebut dalam kondisi tidak sehat. Kementerian Badan Usaha Milik Negara selalu berdalih bahwa suntikan PMN itu untuk meningkatkan kinerja perusahaan agar kembali sehat. Faktanya, selalu saja ada BUMN yang sakit meski setiap tahun anggaran PMN yang disuntikkan cenderung meningkat.  Tengok saja pada 2023, terdapat 15 BUMN yang sakit dan tujuh BUMN yang bubar. Padahal, sepanjang 2021-2022, pemerintah menyuntikkan PMN hingga Rp 109,7 triliun. Alih-alih menyehatkan, PMN itu justru membuat pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (Yetede)

Jejak Merpati di Udara

Yuniati Turjandini 13 Jul 2024 Tempo
KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyiapkan tiga strategi untuk memulihkan layanan publik yang terimbas peretasan. Pelaksana tugas Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo, Ismail, mengatakan tiga strategi tersebut disiapkan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Strategi jangka pendek adalah memulihkan data yang terimbas peretasan. Proses tersebut dilakukan sejak Juli hingga Agustus mendatang. "Strategi ini bertujuan mengoptimalkan kembali layanan publik yang menjadi prioritas," ujar Ismail kepada Tempo pada Jumat, 12 Juli 2024. 

Ismail menyebutkan salah satunya adalah pemulihan layanan keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Strategi jangka pendek ini juga menjadi bagian dari forensik yang tengah dilakukan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta kepolisian. Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) II Surabaya, Jawa Timur, yang dikelola Kemenkominfo dan BSSN diretas sejak 20 Juni 2024 oleh data ransomware LockBit 3.0. Ransomware merupakan istilah untuk jenis malware yang menyerang sistem data. PDNS yang ada di Surabaya itu mengelola data 73 kementerian/lembaga serta ratusan pemerintah daerah.

Kepada pemerintah, peretas meminta uang tebusan US$ 8 juta atau setara dengan Rp 131 miliar. Pemerintah menyatakan tidak akan membayar uang tuntutan tersebut. Setelah dua pekan, kelompok peretas Brain Cipher mengklaim telah memberikan decryptor atau kunci untuk membuka data pada PDNS yang diretas. (Yetede)

Muncul Gugatan Setelah Peretasan Pusat Data Nasional

Yuniati Turjandini 13 Jul 2024 Tempo
ERSAMA sejumlah pegiat digital dan ahli hukum, Nenden Sekar Arum kerap berdiskusi selama sekitar dua jam. Diskusi rutin tersebut dilakukan Direktur Eksekutif Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) itu sejak Jumat pekan lalu. Pada 5 Juli 2024, SAFEnet, organisasi masyarakat sipil yang memperjuangkan hak-hak digital, mengajukan permohonan keterbukaan informasi kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi alias PPID Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

SAFEnet mengajukan permohonan ke PPID itu setelah terjadi peretasan Pusat Data Nasional Sementara atau PDNS. Nenden mengatakan pengajuan keterbukaan informasi tersebut menjadi hal penting untuk memastikan kebijakan pemerintah di masa mendatang, khususnya jaminan keamanan siber data publik. “Diberi atau tidak jawaban oleh PPID nanti, kami tetap melayangkan gugatan,” kata Nenden saat dihubungi pada Jumat, 12 Juli 2024.

Jika permohonan ke PPID tidak digubris atau jawabannya tak memuaskan, Nenden menyebutkan mereka akan menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Dasar gugatan itu adalah adanya dugaan kelalaian dan pengabaian oleh pemerintah dalam menjaga keamanan data masyarakat di ruang siber. Peretasan PDNS menyebabkan banyak layanan publik terganggu. “Peretasan tidak hanya terjadi dalam konteks PDNS, tapi juga peristiwa lain yang sebelumnya terjadi,” ujarnya.

Salah satu peristiwa yang dimaksudkan, kata Nenden, adalah bocornya akses data Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) yang dikelola Komisi Pemilihan Umum atau KPU pada November tahun lalu. Dari peristiwa itu, pemerintah semestinya mengevaluasi celah keamanan siber, alih-alih langsung melakukan program transformasi dengan menyatukan semua data ke dalam satu server. “Ini yang kami sebut pemerintah melakukan pengabaian,” ucapnya. (Yetede)

Menjaga Keajaiban Lamun di Pesisir Bintan

Yoga 12 Jul 2024 Kompas (H)

Padang lamun menjadi sumber kehidupan warga pesisir Pulau Bintan, Kepri. Nelayan, pemuda, dan pelaku industri berkolaborasi menjaga kelestarian rumput ajaib tersebut. Pentingnya padang lamun di Kepri, dirasakan kelompok nelayan pencari teripang di pesisir timur Bintan. Padang lamun adalah habitat teripang emas laut atau Stichopus hermanii. Saat bulan mati dan langit gulita merupakan waktu terbaik bagi nelayan pesisir timur Bintan, seperti Adi (44) dan Yuliati (42) mencari teripang. Dengan senter di kepala, menyeret jeriken apung yang diikat ke pinggang, dan menenteng sebotol minyak goreng, mereka turun ke laut yang surut di Desa Malang Rapat, Bintan. Daun-daun lamun (Enhalus acoroides) yang rimbun menutupi dasar laut. Yuliati menyemprot minyak goreng agar pandangan mata lebih jelas menembus air berlumpur.

Teripang yang dicari adalah teripang emas laut, berwarna kuning, kerap bersembunyi di antara padang lamun dan menyamar serupa batu karang. ”Kalau dapat, langsung dimasukkan ke air dalam jeriken. Telat sebentar, mereka nanti mati, lalu badannya hancur,” kata Yuliati, Minggu (30/6) malam. Kelestarian padang lamun berdampak pada kelestarian teripang, yang juga berdampak bagi periuk nelayan teripang seperti Adi dan Yuliati. Dalam satu malam, nelayan tradisional seperti mereka bisa mengumpulkan belasan kg teripang yang dijual ke perusahaan pengolah yang bernama Kampong Teripang. Pendiri Kampong Teripang, Yogie Arry, menuturkan, pabriknya menerima 1 ton teripang per bulan dari nelayan. Teripang basah dihargai Rp 27.000 per kg. Teripang yang kaya kolagen atau protein alami diolah menjadi tepung dan cairan. Produk mengandung kolagen itu dipasarkan menjadi bahan baku obat, makanan, dan kosmetik.

Yogie mendirikan pabrik itu pada 2020 untuk mengembangkan potensi pesisir Bintan. Tiga tahun berselang, dia mendirikan organisasi Lamun Warrior untuk menjaga kelestarian ekosistem lamun yang menjadi habitat teripang. ”Pesisir Pulau Bintan sudah lama ditetapkan menjadi kawasan konservasi lamun oleh pemerintah. Namun, belum ada upaya serius melestarikan lamun,” ujarnya, Sabtu (29/6). Relasi warga dengan ekosistem padang lamun adalah pasang surut cinta dan benci. Di satu sisi, lamun menguntungkan nelayan karena tumbuhan itu menjadi rumah bagi teripang, rajungan, dan kerang. Lamun juga jadi habitat kuda laut, dugong, dan penyu yang membuat wisatawan dalam dan luar negeri melancong ke Bintan.

Lamun juga tempat berkembang biak ikan serta penahan abrasi pantai, ombak, dan penambat sedimen. Namun, bagi pengelola wisata pantai, lamun menjadi gangguan yang bikin pusing, saat musim angin kencang pada November-Februari, lamun kering tersapu ombak dan menutupi pasir putih pantai. Oleh para pemuda Lamun Warrior, sampah lamun kering diolah menjadi bahan baku kertas dan kain. ”Sekarang (pembuatan kertas dan kain dari lamun) masih dalam tahap uji coba. Harapannya ke depan, inisiatif ini bisa mengatasi masalah sampah lamun dan memberi manfaat ekonomi bagi warga,” ucap co-founder Lamun Warrior, Siti Nurohmatiljanah. Lamun yang serupa rumput liar berjasa menjaga kehidupan pesisir dan mengisi jaring nelayan dengan rupa-rupa hasil laut. Kini, giliran warga menjaga ”si rumput ajaib” itu dari ancaman kerusakan. (Yoga) 

Masa Depan Konglomerasi Keuangan

Yoga 12 Jul 2024 Kompas

Penerapan UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK) akan membawa perubahan penting dalam pengawasan konglomerasi keuangan. UU ini juga mengembuskan angin segar perlindungan konsumen di Indonesia. Sesuai UU PPSK, OJK tengah mempersiapkan aturan baru konglomerasi keuangan (KK) dan perusahaan induk konglomerasi keuangan (PIKK) yang tak hanya mencakup perbankan, asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan pasar modal, tapi juga perusahaan modal ventura, pegadaian, teknologi finansial (tekfin/fintech), dan inovasi keuangan digital. Negara lain juga memiliki aturan serupa.

AS, memiliki Dodd-Frank Act tahun 2010 untuk menanggapi krisis keuangan 2008. Eropa memiliki Financial Conglomerates Directive di 2002, yang diperbarui pada 2011 untuk menghadapi peningkatan kompleksitas sektor keuangan. Berbagai aturan itu bertujuan memperkuat stabilitas keuangan dan mengatasi risiko dari kegiatan lintas sektor keuangan. Pengawasan atas KK diperlukan, tidak hanya untuk menghadapi tantangan di dunia keuangan yang semakin kompleks, tetapi juga untuk meningkatkan perlindungan konsumen dan masyarakat di sektor jasa keuangan.

Terutama dengan munculnya risiko keuangan baru terkait disrupsi teknologi keuangan. Misal, masuknya tekfin ke dalam layanan sistem pembayaran dan pinjam-meminjam. Pengawasan terintegrasi diharapkan mampu memastikan bahwa setiap pelaku usaha anggota konglomerasi memiliki standar yang sama dalam menjalankan kegiatan usahanya secara transparan. Hal ini akan memberikan jaminan bagi konsumen untuk memperoleh perlindungan terhadap perilaku tidak bertanggung jawab dari penyedia produk atau layanan. Konsumen mengharapkan inovasi keuangan yang berkembang pesat saat ini bisa memberikan manfaat optimal bagi mereka tanpa menimbulkan risiko yang tak diinginkan.

Untuk itu, perlu pengawasan terintegrasi guna mencegah penyebaran risiko antarsektor. Implementasi UU PPSK adalah langkah penting untuk memastikan stabilitas sektor keuangan di masa depan. Ketika lembaga keuangan diawasi dengan baik dan dijalankan secara transparan, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan akan meningkat. Kepercayaan ini penting untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan, yang pada gilirannya akan mendorong inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi nasional. (Yoga) 

Pilihan Editor