;

Kenapa Mitigasi Pusat Data Nasional Berjalan Lamban

Kenapa Mitigasi Pusat Data Nasional Berjalan Lamban
KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyiapkan tiga strategi untuk memulihkan layanan publik yang terimbas peretasan. Pelaksana tugas Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo, Ismail, mengatakan tiga strategi tersebut disiapkan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Strategi jangka pendek adalah memulihkan data yang terimbas peretasan. Proses tersebut dilakukan sejak Juli hingga Agustus mendatang. "Strategi ini bertujuan mengoptimalkan kembali layanan publik yang menjadi prioritas," ujar Ismail kepada Tempo pada Jumat, 12 Juli 2024. 

Ismail menyebutkan salah satunya adalah pemulihan layanan keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Strategi jangka pendek ini juga menjadi bagian dari forensik yang tengah dilakukan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta kepolisian. Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) II Surabaya, Jawa Timur, yang dikelola Kemenkominfo dan BSSN diretas sejak 20 Juni 2024 oleh data ransomware LockBit 3.0. Ransomware merupakan istilah untuk jenis malware yang menyerang sistem data. PDNS yang ada di Surabaya itu mengelola data 73 kementerian/lembaga serta ratusan pemerintah daerah.

Kepada pemerintah, peretas meminta uang tebusan US$ 8 juta atau setara dengan Rp 131 miliar. Pemerintah menyatakan tidak akan membayar uang tuntutan tersebut. Setelah dua pekan, kelompok peretas Brain Cipher mengklaim telah memberikan decryptor atau kunci untuk membuka data pada PDNS yang diretas. (Yetede)
Download Aplikasi Labirin :