;

Disoroti, Penurunan Tarif Tiket Pesawat

15 Jul 2024 Kompas
Disoroti, Penurunan Tarif Tiket Pesawat

Kemenko Kemaritiman tengah menyusun rencana efisiensi biaya penerbangan dan menurunkan harga tiket pesawat. Langkah-langkah yang disiapkan akan dijalankan di bawah supervisi Komite Supervisi Harga Tiket Angkutan Penerbangan Nasional. Pimpinan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk merespons positif rencana tersebut. Namun, ia juga mengingatkan bahwa ada aspek lain yang selama ini membebani maskapai penerbangan sehingga efisiensi tak optimal. ”Dukung saja (rencana Kemenko Kemaritiman), tetapi yang menjadi masalah kami adalah tarif batas atas (TBA). Sudah lima tahun enggak naik. Inflasi, dollar AS, dan avtur sudah naik.

Ada yang melanggar TBA, tapi dibiarkan,” tutur Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (14/7). Idealnya, menurut Irfan, TBA direvisi kemudian diserahkan pada mekanisme pasar. Untuk itu, ia menanti koordinasi lanjutan dengan Kemenko Kemaritiman serta kementerian-lembaga negara dan pemangku kepentingan lain guna menindaklanjuti upaya efisiensi penerbangan dan penurunan harga tiket. Rencana efisiensi biaya penerbangan dan penurunan harga tiket pesawat itu disampaikan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, melalui akun Instagram-nya, Kamis (11/7).

Di akun media sosialnya, Luhut menyampaikan, harga tiket penerbangan cukup tinggi sebagaimana dikeluhkan banyak orang akhir-akhir ini. Penyebabnya, aktivitas penerbangan global telah 90 % pulih dibanding sebelum pandemi. Berdasar data Asosiasi Perhubungan Udara Internasional (IATA), menurut Luhut, terdapat 4,7 miliar penumpang global atau 200 juta penumpang lebih banyak ketimbang 2019. ”Dibandingkan dengan negara-negara ASEAN dan negara berpenduduk tinggi, harga tiket penerbangan Indonesia jadi yang termahal kedua setelah Brasil,” kata Luhut. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :