Pertumbuhan Tipis Tabungan Nasabah Kelas Menengah
Strategi Asuransi Jiwa di Tengah Gejolak Sentimen Pasar
Bird Pacu Pertumbuhan Kinerja di Tengah Persaingan Ketat
Para Musisi Ramai-ramai Belajar Aturan Royalti
Royalti, Hak Musisi yang Masih Belum Terlindungi
Paradoks kondisi kesejahteraan petani
Pembentukan Badan Karbon Untuk Mendukung Ekonomi Hijau
Pelayaran Rakyat Belum Dilibatkan dalam Tol Laut
Pemerintahan Prabowo Menuju Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
Presiden terpilih Prabowo Subianto mematok target pertumbuhan ekonomi tinggi, yakni sebesar 8% per tahun, melampaui rata-rata 10 tahun terakhir sekitar 5%. Pemerintah sudah menyiapkan strategi untuk mewujudkan target tersebut. Strategi ini antara lain mengoptimalkan investasi berkelanjutan, lalu melibatkan swasta di proyek mercusuar, menciptakan kemandirian energi dan pangan, serta menggenjot inovasi teknologi untuk mencegah korupsi. Secara historia, Indonesia pernah mencapai pertumbuhan ekonomi 8%, yakni pada 1977, 1980, 1981, dan 1995.
Artinya target itu bukan mustahil tercapai, kendati perlu upaya keras. Itu sebabnya, ekonom menyarankan pemerintah menjaga daya beli kelas menengah karena mereka penggerak pertumbuhan ekonomi dengan cara pemberian subsidi, fasilitas kesehatan, dan pendidikan hingga penundaan kenaikan pajak. Lalu, pemerintah bisa mendorong pertumbuhan usaha dengan pemberian insentif dan kredit khususnya pada industri padat karya. Investasi juga harus dipacu habis-habisan hingga mencapai 53% dari PDB atau setara Rp 11 ribu triliun. Jumlah itu jauh diatas target 2024 sebesar Rp1.600 rupiah. (Yetede)
Januari-September Penjualan Mobil Merosot
gabungan Industri Kendaraan Bermotor indonesia (Gaikindo) mencatat sepanjang Januari-September 2024 penjualan mobil nasional secara wholesales atau dari pabrik ke dealer turun 16,2% year on year (yoy) menjadi 633.218 unit. Pada periode sama tahun sebelumnya, penjualan wholesales mobil nasional mencapai 755.788 unit. Tren serupa terjadi untuk penjualan retail mobil nasional yang meorost 11,9% yoy dari 746.246 menjadi tersisa 657.223 unit pada Januari-September 2024.
Penjualan pada September juga menunjukkan perlambatan, dimana pada September penjualan secara wholesales mencapai 72.336 unit. begitu juga penjualan secara retail yang melemah 5,8% secara bulanan jadi 72.366 unit pada September 2024 dari bulan sebelumnya mencapai 72.808 unit. Penurunan daya beli pada industri otomotif yang tidak kunjung mereda membuat harapan besar tertuju pada pemerintah baru yang dipimpin Prabowo Subianto. Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam berharap pemerintah baru dapat segera memulihkan daya beli masyarakat. (Yetede)









