;

Anggaran terbatas, target pembangunan 3 juta rumah per tahun butuh konsep dan strategi

Yoga 30 Oct 2024 Kompas

Dengan anggaran terbatas dan target pembangunan rumah 3 juta unit per tahun membutuhkan konsep dan strategi yang jelas. Pemerintah menyiapkan skenario efisiensi agar target membangun rumah 3 juta unit per tahun bisa tercapai di era pemerintahan Prabowo-Gibran. Dukungan lintas kementerian dan lembaga amat dibutuhkan. Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Golkar, Hamka Baco Kady, mengaku terkejut dengan loncatan program pembangunan 3 juta rumah per tahun. Karenanya, perlu dirumuskan konsep yang jelas untuk implementasinya. Sejak 2019 sampai 2024, pembangunan rumah hanya mampu terealisasi 2.177 unit dengan alokasi dari APBN mencapai Rp 119,9 triliun.

”Pola yang lalu hanya mengandalkan APBN. Kini, perlu dicari solusi agar target 3 juta rumah per tahun bisa tercapai,” ujarnya dalam raker KomisiVDPR dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di Jakarta, Selasa (29/10). Dalam rapat tersebut, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan, program 3 juta rumah per tahun butuh gotong royong seluruh pihak. Pada 2025, anggaran kementerian yang ia pimpin untuk pembangunan perumahan Rp 5,078 triliun, turun dibanding tahun 2024 di  Rp 14,3 triliun. ”Anggaran kami tahun 2025 turun dari Rp 14,3 triliun menjadi Rp 5,078 triliun dan mesti bangun 3 juta rumah. Apakah anggaran ini layak untuk membangun 3 juta rumah?

Bayangkan, berarti kita mesti kerja 25 kali lipat untuk mencapai target 3 juta rumah,” kata Maruarar. Di sisi lain, ujarnya, upaya membangun 3 juta rumah per tahun memerlukan terobosan untuk efisiensi. Di antaranya, penerapan mekanisme pembelian terpusat (central purchasing) yang biasa dilakukan pengembang swasta dalam pembelian material perumahan. Saat ini terdapat ratusan material bahan properti untuk rumah. Pembelian terpusat diharapkan menghemat biaya produksi sehingga harga rumah turun dan rakyat bisa membeli rumah dengan harga lebih murah. Dicontohkan, pembelian semen untuk program 3 juta rumah ditaksir menghabiskan biaya lebih dari Rp 10 triliun sehingga dengan pembelian langsung dari pabrik semen bisa didapat diskon harga untuk menekan biaya material. (Yoga)


Pengadaan Mobil dinas Maung untuk Menteri

Yoga 30 Oct 2024 Kompas

Mensesneg, Prasetyo Hadi menegaskan, penggantian mobil dinas anggota Kabinet Merah Putih dengan mobil Maung masih dalam perencanaan, dengan memperhitungkan kemampuan produksi PT Pindad (Persero) sebagai produsen mobil tersebut. Untuk jenis kendaraan Maung yang akan dipilih sebagai mobil dinas, Prasetyo mengaku tidak hafal spesifikasi yang akan dipilih. Namun, sejauh ini Presiden Prabowo tampil beberapa kali ke tengah publik menggunakan mobil Maung seri MV3 Garuda Limousine hingga Maung MV3 Inspektur Upacara (Irup). ”Ya, jadi dong, semangatnya adalah kita harus punya mobil buatan sendiri,” ujar Prasetyo terkait rencana penggunaan Maung sebagai mobil dinas, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (29/10).

Mobil Maung dipilih karena tingkat komponen dalam negerinya sudah 70 %. ”Gini lho, Maung ini adalah beliau (Presiden Prabowo) ingin semangatnya itu kita harus punya mobil buatan sendiri. Enggak ada juga yang perlu diramaikan. Doain aja, doain biar Pindad bisa segera memproduksi dengan kualitas yang baik,” tambah Prasetyo. Ketika ditanya apakah seluruh menteri dan wamen akan langsung berganti mobil dinas Maung, Prasetyo menegaskan, hal itu masih bergantung pada kemampuan produksi PT Pindad. Prasetyo menegaskan, pengadaan mobil dinas Maung ini akan dilakukan dengan skema membeli, bukan menyewa. Dengan membeli mobil produksi dalam negeri dari PT Pindad, pemerintah sekaligus berinvestasi. (Yoga)


Nola Marta, Menyejahterakan Perajin dengan Tapis

Yoga 30 Oct 2024 Kompas (H)

Nola Marta (43) terpincut dengan keindahan kain tapis Lampung. Desainer kelahiran Jakarta ini lantas mengembangkan pesona tapis yang elegan ke pasar dunia. Terlebih itu, ia menciptakan ekosistem yang berdampak positif pada kesejahteraan perempuan perajin lokal. Cerita bermula ketika Nola bergabung dalam program Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara atau Ikkon inisiatif Badan Ekonomi Kreatif 2016. Dia dan sejumlah desainer lainnya ditempatkan di Lampung untuk residensi dengan pelaku kreatif lokal. Di sana, dia berkenalan dengan kain tapis. Menurut buku Tapis: Kain Tradisional Masyarakat Lampung (2012) kain tapis adalah jenis tenunan berbentuk seperti kain sarung yang dipakai kaum hawa.

Terbuat dari benang kapas dengan hiasan sulaman benang emas, benang perak, atau sutra pada bidang tertentu yang menggunakan sistem sulam. Di Lampung, Nola berkolaborasi dengan sembilan ibu perajin di Desa Negeri Katon, Pesawaran, 1 jam dari ibu kota provinsi. Bersama mereka, Nola membuat kain tapis dari bahan baru, seperti kain organza, sutra, dan kulit. Waktu itu, pembuatan tapis masih tradisional. ”Proyek di sana cuma 4 bulan. Saya kembali ke Lampung tahun berikutnya untuk mengembangkan tapis dengan sentuhan modern dan bisa untuk sehari-hari tanpa menghilangkan konteks budaya,” kata Nola, Rabu (23/10). Nola memperkenalkan kain tapis dengan inovasi baru itu dalam berbagai kesempatan.

Contohnya, koleksi bertajuk A Journey yang merupakan hasil kolaborasi dengan perajin di Desa Negeri Katon dalam acara Indonesia Fashion Week 2018 dan 2019. Lalu ke tingkat Internasional.Nola memperkenalkan kain tapis dalam koleksi A Season of Change berkolaborasi dengan dua desa di Lampung pada Couture Fashion Week New York 2019. ”Saya coba membawa tapis ke pasar internasional agar bisa diterima sama orang lokal. Pasar lokal itu biasanya mau lebih menerima ketika produk tersebut sudah mendapat eksposur di luar negeri. Hal ini untuk mendorong anak-anak muda di Lampung bangga meneruskan profesi ibu mereka,” ucap Nola.

Pengembangan tapis oleh Nola tak sebatas pakaian uniseks. Kain tapis disulap menjadi dompet, taplak meja, tatakan gelas, dan tatakan piring. Benang yang digunakan pun bervariasi, mulai dari benang katun, wol, kasur, kulit, sampai serat daun. Sekarang, Nola tengah menyiapkan koleksi tapis untuk Paris Fashion Week tahun depan sembari mengembangkan aplikasi mode bernama Et Voila! Seiring waktu, proyek Nola merambah ke perajin di desa-desa kabupaten lainnya, seperti Pringsewu, Tulang Bawang Barat, Tulang Bawang, Pesisir Barat, danTanggamus. Hingga kini dia telah berkolaborasi dengan 47 perajin. Nola melatih mereka cara membuat kain tapis sesuai tuntutan pasar. Ilmu ini juga sering dia bagikan. (Yoga)


Diduga Korupsi Impor Gula, Tom Lembong ditahan

Yoga 30 Oct 2024 Kompas (H)

Bekas Mendag Thomas Trikasih Lembong ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi impor gula tahun 2015-2016. Pria yang dikenal sebagai Tom Lembong itu diduga memberi izin impor gula saat dalam negeri mengalami surplus gula. Kejagung telah menyidik kasus tersebut sejak Oktober 2023. Penetapan Tom Lembong sebagai tersangka diumumkan Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar dalam jumpa pers di kantor Kejagung, Jakarta, Selasa (29/10). Abdul mengungkap, penyidik menetapkan dua tersangka perkara dugaan korupsi importasi gula di Kemendagn pada 2015-2016 setelah memeriksa 90 saksi. Selain Tom Lembong, satu tersangka lain ialah Direktur Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Perdagangan Indonesia 2015-2016 Charles Sitorus.

”Pada hari ini, penyidik pada Jampidsus menetapkan status saksi dua orang menjadi tersangka karena telah memenuhi alat bukti bahwa yang bersangkutan telah melakukan tinda pidana korupsi,” kata Abdul. Menurut Abdul, saat menjadi Mendag, Tom Lembong memberi izin persetujuan impor gula Kristal mentah sebanyak 105.000 ton kepada PT AP untuk gula Kristal putih. Izin impor diberikan untuk menstabilkan harga gula. Padahal, Kepmendag dan Perindustrian No 257 Tahun 2004 mengatur, hanya BUMN yang boleh mengimpor gula kristal putih dalam rangka stabilisasi harga. ”Dan, impor gula Kristal tersebut tidak ditetapkan melalui rakor dengan instansi terkait serta tanpa adanya rekomendasi dari Kemenperin guna mengetahui kebutuhan riil gula di dalam negeri,” ucap Abdul. (Yoga)


Pembekuan Kegiatan Badan Eksekutif Mahasiswa

Yuniati Turjandini 30 Oct 2024 Tempo

PEMBEKUAN kegiatan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga pada 25 Oktober 2024 membuktikan otoritarianisme telah masuk kampus. Kendati pembekuan itu dicabut atas permintaan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, watak otoriter tak bisa dihilangkan dari muka Dekan FISIP Bagong Suyanto dan universitas negeri di Surabaya tersebut. Bagong Suyanto, seorang yang mendaku diri sebagai Guru Besar Sosiologi, menganggap karangan bunga yang dibuat pengurus BEM FISIP sebagai “narasi kasar yang tak sesuai dengan habitus akademik”. Para pengurus BEM membuat papan bunga selamat atas pelantikan “jenderal bengis” sebagai presiden dan wakil presiden yang lahir dari “rahim haram konstitusi”. Papan itu memuat foto Prabowo Subianto dengan predikat “Ketua Tim Mawar” dan Gibran Rakabuming Raka sebagai “Admin Fufufafa”.

Apa yang disampaikan para pengurus BEM itu adalah fakta. Semasa menjadi Komandan Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat, Prabowo membentuk “Tim Mawar” yang diakuinya menculik aktivis mahasiswa prodemokrasi pada 1998. Sedangkan Gibran, dari banyak bukti di media sosial, terafiliasi sebagai pengendali akun Kaskus “Fufufafa” yang mengejek dan menghina Prabowo dan keluarganya secara personal selama pemilihan presiden 2014 dan 2019. Gibran naik menjadi wakil presiden berkat cawe-cawe ayahnya, Presiden Joko Widodo, yang memakai aparatur negara dan bantuan sosial untuk mempengaruhi pemilih agar mencoblos anaknya. Ipar Jokowi pula yang mengubah Undang-Undang Pemilihan Umum agar Gibran cukup syarat menjadi calon wakil presiden. Maka pengirim karangan bunga yang mengatasnamakan “Mulyono: Bajingan Penghancur Demokrasi” juga mengacu pada fakta yang sudah terjadi. Mulyono, seperti diakui Jokowi, adalah nama kecilnya. (Yetede)

Akankah KPK Menelusuri Keterlibatan Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu?

Yuniati Turjandini 30 Oct 2024 Tempo

KOMISI Pemberantasan Korupsi terus mendapat desakan agar menyelidiki keterlibatan Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu, menantu dan putri Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo, dalam kasus suap dan gratifikasi terhadap mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba. Berbagai pihak menilai kesaksian yang menyebut nama Bobby dan Kahiyang dalam persidangan Abdul Gani bisa menjadi dasar bagi KPK untuk memulai penyelidikan. Dosen hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, menilai KPK bisa melanjutkan fakta persidangan serta membuka penyelidikan keterlibatan Bobby dan Kahiyang. Dia menjelaskan, fakta persidangan merupakan fakta hukum. "Karena itu bisa ditempatkan sebagai alat bukti," katanya saat dihubungi Tempo, Selasa, 29 Oktober 2024.

Keterlibatan Bobby dan Kahiyang terungkap dari kesaksian eks Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Maluku Utara, Suryanto Andili, dalam persidangan Abdul Gani pada 31 Juli 2024. Dalam kesaksiannya, Suryanto pernah menyebut kode "Blok Medan" yang mengarah pada wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) yang berhubungan dengan Bobby. Suryanto pun mengaku pernah diajak Abdul Gani ke Medan, Sumatera Utara, untuk bertemu dengan Bobby pada 2022. Pertemuan itu turut dihadiri pengusaha Kenneth Jehezkiel, anak Komisaris Utama PT Mineral Trobos. Belakangan, anak perusahaan PT Mineral Trobos memenangi lelang dua dari empat blok tambang di Maluku Utara.

Sehari kemudian, Abdul Gani mengakui adanya kode Blok Medan. Ia menyatakan kode itu bukan untuk Bobby, melainkan Kahiyang. Ia mengaku pernah mendapat panggilan telepon dari Kahiyang yang menanyakan konsesi tambang di Maluku Utara. "Itu untuk istrinya (Kahiyang Ayu) Wali Kota Medan. Istrinya Bobby," kata Abdul Gani dalam sidang di Pengadilan Negeri Ternate, 1 Agustus 2024. Laporan majalah Tempo berjudul "Bagaimana Bobby Nasution Menjadi Makelar Blok Medan" menyebutkan sebelumnya terjadi perebutan blok tambang antara PT Petroleum Fariska Perkasa milik Silfana Bachdim dan salah satu anak usaha PT Mineral Trobos, PT Lipu Jaya Mineral, di Blok Medan. Suryanto, dalam pemeriksaan oleh penyidik KPK, menyatakan konsesi PT Lipu Jaya Mineral disorongkan oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah Partai Gerindra Muhaimin Syarif, yang juga menantu Abdul Gani. Suryanto mengaku pernah menyarankan kepada Abdul Gani agar WIUP PT Lipu Jaya Mineral tidak dibatalkan. Tujuannya supaya pihak Medan tidak tersinggung. (Yetede)

Surplus Terjadi Karena Kinerja Impor yang Anjlok

Yuniati Turjandini 30 Oct 2024 Tempo

SUDAH 53 bulan berturut-turut neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus. Rekor ini berpotensi berlanjut hingga akhir tahun. Namun sejumlah ahli menyoroti kualitas surplus tersebut. Pada periode awal surplus yang terjadi mulai Mei 2020, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Indonesia Mohammad Faisal mencatat surplus terjadi karena kinerja impor yang anjlok, lebih dalam dibanding pelemahan ekspor. Surplus yang terjadi di tengah kondisi tersebut, menurut Faisal, tak sehat. Idealnya, surplus ditopang pertumbuhan ekspor. Kondisi ideal ini yang terjadi pada 2021-2022. Saat itu pandemi mendorong kenaikan harga komoditas. Indonesia yang mengandalkan komoditas untuk ekspor ketiban untung. "Surplus kita sehat saat itu karena didorong ekspor yang lebih tinggi dibanding impor," tuturnya, Selasa, 29 Oktober 2024.

Namun harga komoditas mulai melemah menjelang akhir 2022 hingga memasuki 2023. Kinerja ekspor perlahan melambat. Surplus neraca perdagangan masih terjadi karena kontraksi pada impor lebih tajam. Nilai surplus akibatnya perlahan berkurang. Kondisi serupa masih terjadi pada 2024. Faisal memperkirakan, hingga akhir tahun, surplus neraca dagang mungkin terjadi, tapi nilainya berpotensi makin tipis. Tahun ini, sepanjang Januari-September, nilai surplus neraca dagang Indonesia mencapai US$ 21,98 miliar. Nilainya naik tipis, hanya 0,39 persen, dibanding periode yang sama tahun lalu. 

Per September, nilai surplus neraca dagang sebesar US$ 3,26 miliar. Pada bulan tersebut, total ekspor mencapai US$ 22,08 miliar, turun 5,80 persen dibanding bulan sebelumnya. Sedangkan impor sebesar US$ 18,82 miliar atau turun 8,91 persen dibanding bulan sebelumnya. Faisal menyoroti pelemahan impor disebabkan oleh impor bahan baku dan penolong yang anjlok hingga 9,69 persen, barang modal turun 7,15 persen, dan barang konsumsi turun 4,53 persen. Melansir pernyataan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan pada 18 Oktober 2024, kinerja ini berkaitan dengan kondisi manufaktur yang sedang melemah. "Penurunan impor seiring dengan indikator Purchasing Managers' Index Indonesia periode September 2024 yang masih berada di zona kontraktif sebesar 49,2," tuturnya. (Yetede)

Prabowo Ingin Indonesia Gabung Blok Ekonomi BRICS

Yuniati Turjandini 30 Oct 2024 Tempo

PRESIDEN Prabowo Subianto ingin Indonesia bergabung ke blok ekonomi BRICS. Menurut dia, langkah tersebut dapat menunjukkan Indonesia berada di semua keanggotaan dunia dan tidak condong pada blok tertentu. "Supaya kita baik di semua tempat," ucapnya dalam keterangan tertulis, Senin, 28 Oktober 2024. BRICS adalah organisasi yang dipelopori lima negara, yaitu Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan, pada 2009. Organisasi ini sering disebut sebagai aliansi negara "non-Barat". Sebab, salah satu visi aliansi ini adalah mendorong kerja sama ekonomi, perdagangan, dan politik di antara anggotanya untuk menghadapi dominasi negara maju di kancah global. Prabowo yakin keanggotaan Indonesia dalam BRICS bakal memperluas kemitraan secara global. Ia merujuk pada pertumbuhan ekonomi negara-negara yang sudah bergabung dengan BRICS. 

Adapun hingga saat ini sudah ada sepuluh negara yang menjadi anggota BRICS, yaitu Brasil, Rusia, India, Cina, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Data menunjukkan proporsi ekonomi negara BRICS meningkat cukup tajam. Pada 1990, proporsi ekonomi negara BRICS terhadap perekonomian global hanya 15,66 persen. Sedangkan pada 2022, proporsinya naik menjadi 32 persen. Secara akumulasi, populasi penduduk BRICS mencakup 43 persen populasi dunia. Badan Pusat Statistik mencatat ekspor nonmigas pada September 2024 terbesar adalah ke Cina dengan nilai US$ 5,35 miliar atau sekitar 25,56 persen dari total ekspor nonmigas. Selain itu, negara anggota BRICS lain yang menjadi salah satu negara tujuan ekspor terbesar Indonesia adalah India. Pada Juli 2024, misalnya, nilai ekspor ke India mencapai US$ 1,84 miliar, setelah Cina dengan US$ 4,65 miliar dan Amerika Serikat sebesar US$ 1,97 miliar. (Yetede)

Liku-liku Berat Swasembada Energi

Yuniati Turjandini 30 Oct 2024 Investor Daily (H)

Presiden Prabowo menargetkan Indonesia bisa swasembada energi dalam beberapa tahun ke depan. Namun, sejumlah pengamat menilai visi itu akan menghadapi sejumlah tantangan berat. Tantangan pertama, produksi minyak Indonesia terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Target produksi minyak 1 juta barel per hari (bph) yang dicanangkan pemerintah sebelumnya tak kunjung tercapai. Sebaliknya, produksi minyak malah  turun dari 800 ribu bph menjadi 600 bph, sedangkan total kebutuhan sekitar 1,6 juta bph. Artinya, Indonesia harus mengimpor minyak 1 juta bph demi menutup kebutuhan dalam negeri. 

Pada titik ini, mencegah penurunan produksi minyak lebih dalam menjadi hal krusial yang perlu dilakukan pemerintah. Sebab, rencana pemerintah menghidupkan lagi sumur-sumur minyak yang idle membutuhkan waktu panjang. Kedua, pengembangan bahan bakar nabati (BBN) membutuhkan investasi besar, kepastian bahan baku (feed stcok), dan lahan sebagai contoh, rencana pemerintah merealisasikan B60 menghadapi tantangan dari ketersediaan lahan. Program ini membutuhkan setidaknya tambahan lahan 10 juta hektare (ha). Kemudian, sawit yang ditanam membutuhkan waktu untuk bisa dipanen, setidaknya lima tahun. Padahal, target B60 ditargetkan dieksekusi dalam waktu dekat. (Yetede)

DPR dan pemerintah Berikan Perlindungan pada Industri Tekstil Lokal

Yuniati Turjandini 30 Oct 2024 Investor Daily (H)

DPR RI berkomitmen memberikan perlindungan pada industri tekstil lokal. Karenanya DPR mengajak pemerintah bersama-sama mencari solusi yang tepat untuk menyelematkan industri ini dari kepailitan. "Kami di Komisi VII akan segera melakukan RDP (rapat dengar pendapat) dengan menteri perlindungan menyelesaiakan permasalahan," kata Wakil Ketua Lomisi VII DPR Rahayu Saraswati. Menurut Saraswati, DPR selaras dengan pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang ingin memberikan perlindungan pada industri lokal. Dia menilai, industri tekstil memang mendapatkan pukulan keras usai pandemi Covid-19. Terbaru, salah satu perusahaan tesktil; raksasa di Indonesia, yakni PT Sri rezeki Iman Tbk atau Sritex, dinyatakan pailit. Saraswati merinci ragam permasalahan di industri tekstil Indoneia. Tidak sedikit perusahaan tekstil yang melakukan PHK terhadap ribuan karyawannya. "Banyak perusahaan yang mau melakukan PHK, ini tentunya nasib ribuan, puluhan ribu rakyat Indonesia," kata dia. (Yetede)

Pilihan Editor