;

Bank Besar Menghadapi Prospek Cerah

Hairul Rizal 31 Oct 2024 Bisnis Indonesia (H)

Kinerja perbankan Indonesia, khususnya empat bank terbesar anggota Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) IV—Bank Mandiri, BRI, BCA, dan BNI—menunjukkan perkembangan positif pada kuartal III 2024. Meskipun ada tantangan dalam pertumbuhan laba akibat tingginya biaya dana (cost of fund), keempat bank ini berhasil meningkatkan kualitas penyaluran kredit yang terlihat dari penurunan rasio nonperforming loan (NPL).

Bank Mandiri, dipimpin oleh Direktur Utama Darmawan Junaidi, mencatat pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) tertinggi. BRI, di bawah kepemimpinan Sunarso, tetap menjadi bank dengan laba terbesar berkat pengelolaan yang baik dan fokus pada hilirisasi. BCA mencatat pertumbuhan laba tertinggi di antara bank besar, didorong oleh strategi penyaluran kredit yang beragam. Sementara itu, BNI, dengan Direktur Keuangan Novita Widya, menjaga rasio margin bunga bersih (NIM) yang sehat berkat pengelolaan likuiditas yang efisien.

Secara keseluruhan, penurunan BI Rate diharapkan dapat meringankan beban dana bagi bank-bank ini, memberikan potensi pertumbuhan yang lebih baik untuk menutup tahun 2024. Namun, para analis juga mengingatkan bahwa tantangan dari suku bunga global yang tinggi masih harus dihadapi, sehingga penting bagi bank untuk mengoptimalkan pendapatan non-bunga dan melakukan digitalisasi untuk efisiensi operasional.


Serius Wujudkan Target Swasembada Pangan

Hairul Rizal 31 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Pentingnya swasembada pangan bagi Indonesia, yang menjadi prioritas utama dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dengan target pencapaian swasembada pada tahun 2028-2029, langkah-langkah konkret seperti intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian diusulkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk meningkatkan produktivitas pangan domestik.

Swasembada pangan tidak hanya bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor, tetapi juga untuk menjaga kedaulatan ekonomi, stabilitas sosial, dan politik. Ancaman perubahan iklim dan tantangan infrastruktur menjadi hambatan dalam mencapai target ini, sehingga diperlukan kebijakan yang efektif dan berkelanjutan.

Artikel ini juga mencatat bahwa Indonesia dapat mengambil pelajaran dari negara-negara seperti China, India, Brasil, Thailand, dan Vietnam yang telah berhasil dalam swasembada pangan. Dengan tekad kuat dari pemerintah dan dukungan kebijakan yang tepat, harapan untuk mencapai swasembada pangan dapat terwujud demi kesejahteraan rakyat dan pertumbuhan ekonomi nasional.


Kerja Sama BRICS: Menghitung Dampak bagi Indonesia

Hairul Rizal 31 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Debat hangat di Indonesia mengenai keinginan bergabung dengan organisasi BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) sementara juga memproses aksesi ke OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development). Tokoh-tokoh seperti Ahmad Khoirul Umam dari Paramadina Public Policy Institute dan ekonom Wijayanto Samirin mengingatkan bahwa bergabung dengan BRICS dapat menimbulkan ketegangan dengan negara-negara barat, khususnya Amerika Serikat. Namun, mereka juga menekankan potensi keuntungan ekonomi dan dukungan pendanaan infrastruktur yang bisa diperoleh dari BRICS.

BRICS menawarkan alternatif bagi negara berkembang dengan pendekatan yang lebih fleksibel dalam pendanaan, sementara OECD memberikan jaringan stabil untuk perdagangan dan investasi dengan standar yang ketat. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa proses aksesi ke OECD tetap berjalan meskipun Indonesia mempertimbangkan keanggotaan BRICS, menunjukkan bahwa Indonesia berkomitmen pada diplomasi nonblok dan keseimbangan antara kedua aliansi ini.

Dengan tantangan dan peluang yang ada, keputusan Indonesia untuk memilih atau menyeimbangkan antara BRICS dan OECD menjadi sangat strategis dan harus mempertimbangkan hubungan diplomatik serta kepentingan ekonomi jangka panjang.


Tambang Mineral: Suntikan Investasi dari Bear Right Capital

Hairul Rizal 31 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Perkembangan terkini Asiamet Resources Limited terkait proyek tambang tembaga Beruang Kanan. Dalam pengumuman terbaru, CEO Darryn McClelland mengungkapkan bahwa perusahaan berhasil mengumpulkan dana sebesar US$3,55 juta, termasuk private placement dari DOID senilai US$3 juta. Dengan dukungan pemegang saham dan manajemen, Asiamet berada dalam posisi yang kuat untuk menyelesaikan optimalisasi proyek dan mempersiapkan pembiayaan lebih lanjut.

Rencana Asiamet untuk menyelesaikan optimalisasi pada kuartal IV 2024 dan memulai diskusi pembiayaan utang pada kuartal I 2025 menunjukkan langkah strategis perusahaan untuk memenuhi target produksi tembaga pertama pada tahun 2027. Peningkatan permintaan tembaga, terutama untuk industri energi terbarukan, membuat proyek ini sangat relevan.

Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif IESR, menekankan pentingnya tambang baru dalam mendukung hilirisasi dan penciptaan nilai tambah, terutama dalam produksi kabel listrik. Namun, tantangan terkait pembangunan smelter dan kebutuhan energi rendah karbon perlu diperhatikan. Yayan Satyakti dari Unpad menambahkan bahwa penerapan praktik pertambangan yang baik dan kolaborasi dalam penggunaan smelter juga krusial untuk keberlanjutan dan keselamatan operasional.

Secara keseluruhan, keberadaan tambang baru di Indonesia tidak hanya berpotensi meningkatkan cadangan mineral, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal melalui penciptaan lapangan kerja, asalkan diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja dan penerapan praktik pertambangan yang berkelanjutan.


Program Jangka Pendek: Kemenhub Akan Pangkas Ratusan Aplikasi Transportasi

Hairul Rizal 31 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Langkah proaktif pemerintah dalam menyederhanakan aplikasi layanan transportasi di Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menekankan pentingnya merampingkan ratusan aplikasi yang ada menjadi lebih sederhana, sehingga memudahkan pengguna dan menciptakan sistem yang lebih transparan dan efisien.

Agus juga mengungkapkan perhatian pemerintah terhadap penurunan biaya logistik, yang merupakan tantangan bagi pembangunan di Indonesia. Dengan mengurangi beban transportasi, diharapkan keuntungan ekonomi dapat lebih dirasakan oleh masyarakat. Fokus pada peningkatan konektivitas antarwilayah di seluruh Indonesia juga menjadi prioritas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang merata.

Menanggapi isu harga tiket pesawat, Menhub Dudy Purwagandhi menyatakan target penurunan harga sebelum Natal dan Tahun Baru 2025, dan saat ini Kemenhub sedang menunggu koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terkait hasil Satgas Penurunan Harga Tiket Pesawat.

Secara keseluruhan, langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan transportasi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.


Regulasi Baru untuk Super Holding BUMN

Hairul Rizal 31 Oct 2024 Kontan (H)
Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk super holding BUMN melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) semakin mendekati realisasi. Pemerintah merencanakan revisi terhadap sekitar 14 undang-undang terkait BUMN melalui omnibus law sebagai landasan hukum pembentukan super holding ini, yang bertujuan untuk mengonsolidasikan aset BUMN dan menciptakan ekosistem investasi yang kuat dan transparan.

Kepala BPI Danantara, Muliaman Darmansyah Hadad, telah bertemu dengan Presiden Prabowo di Istana Presiden untuk membahas persiapan peluncuran badan ini. BPI Danantara diharapkan menjadi super holding yang mirip dengan Temasek Holdings di Singapura dan Khazanah Nasional Berhad di Malaysia. Dalam pernyataannya, Muliaman menekankan pentingnya transformasi dan sinergi untuk meningkatkan nilai tambah aset negara melalui tata kelola yang baik.

Wakil Menteri Keuangan III Anggito Abimanyu mendukung rencana ini, menyatakan bahwa super holding akan mengonsolidasikan aset berbagai BUMN seperti saham Pertamina dan PLN untuk meningkatkan leverage aset negara. Menurutnya, upaya ini dapat membuat BUMN lebih efisien dalam mencapai tujuan investasi nasional.

Dari perspektif kelembagaan, Toto Pranoto dari BUMN Research Group FEB UI menilai bahwa struktur yang memungkinkan Kepala BPI Danantara bertanggung jawab langsung kepada Presiden sangat tepat untuk menjaga otonomi dan tata kelola BUMN tanpa banyak intervensi. Toto juga menyarankan agar fungsi regulasi Kementerian BUMN dipisahkan, sehingga BPI Danantara bisa berfungsi sebagai pelaksana langsung sesuai dengan amandemen UU No. 19/2003 tentang BUMN.

Dinamisnya Kondisi Global Bikin Rupiah Fluktuatif

Hairul Rizal 31 Oct 2024 Kontan
Nilai tukar rupiah masih menunjukkan tren pelemahan, dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan kondisi domestik. Wijayanto Samirin, ekonom Universitas Paramadina, menjelaskan bahwa situasi Timur Tengah dan proyeksi ekonomi Indonesia dari IMF membuat investor lebih memilih aset yang dianggap kuat. Proyeksi IMF yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sekitar 5% hingga 2029 juga turut membebani nilai tukar rupiah. Wijayanto menyarankan agar Bank Indonesia (BI) mengoptimalkan cadangan devisa dan menjaga tingkat suku bunga BI repo rate agar menarik bagi investor.

Dari Macroeconomic, Finance and Political Economy Research Group LPEM UI, Jahen F Rezki menyebut bahwa perang di Timur Tengah dan data ketenagakerjaan AS mempengaruhi fluktuasi rupiah. Jahen memperkirakan rupiah akan berada di kisaran Rp 15.800 hingga Rp 16.000 per dolar AS hingga akhir tahun, dengan BI terus menjaga stabilitas rupiah meskipun hal ini mengurangi cadangan devisa.

Sementara itu, Myrdal Gunarto dari Bank Maybank Indonesia memproyeksikan bahwa rupiah akan menguat menuju Rp 15.106 per dolar AS menjelang akhir tahun, karena kemungkinan The Fed menurunkan suku bunga sebesar 50 basis poin. Dia juga optimis bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia, termasuk upaya swasembada pangan dan energi, akan menarik investasi asing. Dengan kebijakan BI yang memungkinkan penurunan suku bunga, serta kondisi pemerintahan baru yang berfokus pada diversifikasi sumber pajak, Myrdal memperkirakan rupiah akan menguat pada akhir tahun 2024.

Kenaikan Beban Keuangan Menekan Laba TLKM

Hairul Rizal 31 Oct 2024 Kontan
Laba bersih PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tertekan sepanjang periode Januari-September 2024 meski pendapatannya tumbuh sebesar 0,88% menjadi Rp 112,21 triliun. Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan terbesar berasal dari data, internet, dan jasa teknologi informasi senilai Rp 70,55 triliun. Namun, beban operasional yang meningkat, termasuk biaya pemeliharaan, penyusutan, dan beban karyawan, menekan profitabilitas TLKM. Laba usaha turun 7,24% menjadi Rp 32,45 triliun, dan laba bersih turun 9,35% menjadi Rp 17,67 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Kinerja TLKM ini disambut negatif oleh pasar, dengan sahamnya terkoreksi 1,35% dalam sepekan terakhir. Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst di Mirae Asset Sekuritas, menilai saham TLKM berada dalam tren bearish pada jangka pendek namun bergerak sideways dalam tren jangka panjang. Meskipun demikian, Nafan masih merekomendasikan akumulasi beli saham TLKM, dengan target harga jangka pendek di Rp 3.010, dan target jangka menengah hingga panjang masing-masing di Rp 3.420 dan Rp 3.700 per saham.

Tren Kenaikan Harga Komoditas Dorong Pertumbuhan

Hairul Rizal 31 Oct 2024 Kontan
Kinerja PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diproyeksikan menguat karena didorong oleh kenaikan harga komoditas, terutama emas dan bijih nikel. Miftahul Khaer, Equity Research Analyst di Kiwoom Sekuritas, menilai bahwa kenaikan harga emas berpotensi meningkatkan EBITDA ANTM melalui margin yang lebih baik dan volume penjualan yang lebih tinggi. Selain itu, meski ada keterbatasan infrastruktur yang menyebabkan kelangkaan, permintaan bijih nikel dari smelter dalam negeri tetap tinggi, memberikan peluang bagi ANTM untuk menjual dengan harga premium.

Benny Kurniawan dari JP Morgan menambahkan bahwa profitabilitas dari bisnis nikel ANTM memiliki prospek yang besar, dengan volume penjualan yang diharapkan mencapai 2,50 juta wet metric tons (wmt) pada kuartal ketiga 2024. Kelangkaan bijih nikel saprolit berkadar tinggi menyebabkan premi yang terus meningkat hingga Oktober. JP Morgan memproyeksikan laba bersih ANTM mencapai Rp 2,4 triliun tahun ini dan merekomendasikan overweight dengan target harga Rp 1.850.

Timothy Wijaya dari BRI Sekuritas melihat ANTM juga dapat meraih keuntungan dari jeda waktu dalam persetujuan kuota RKAB dengan Weda Bay Nickel (WBN), di mana ANTM memiliki 10% saham. Dia merekomendasikan buy dengan target harga Rp 2.000 per saham.

Pendapatan Non-Bunga Perbankan Terus Meningkat

Hairul Rizal 31 Oct 2024 Kontan
Sejumlah bank besar di Indonesia mencatatkan pertumbuhan signifikan pada pendapatan non-bunga sepanjang sembilan bulan pertama 2024, didorong oleh peningkatan fee-based income (FBI) yang dihasilkan dari layanan digital dan inovasi berbasis teknologi.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatatkan pendapatan non-bunga sebesar Rp 41,3 triliun, naik 29,8% secara tahunan, di mana FBI mencapai Rp 17,15 triliun. Menurut Sunarso, Direktur Utama BRI, pencapaian ini banyak dipengaruhi oleh transformasi digital yang dilakukan, terutama melalui aplikasi super BRImo yang mencatat volume transaksi sebesar Rp 4.034 triliun. Bisnis agen Brilink juga menyumbang FBI Rp 1,19 triliun.

Bank Mandiri membukukan pendapatan non-bunga sebesar Rp 30,8 triliun, tumbuh 12,6% secara tahunan. FBI tercatat Rp 12,9 triliun, didorong oleh transaksi digital melalui aplikasi Livin yang mencatat frekuensi transaksi 2,8 miliar kali dengan nilai Rp 2.940 triliun. Darmawan Junaidi, Direktur Utama Bank Mandiri, menambahkan bahwa aplikasi Kopra juga berkontribusi pada pertumbuhan FBI, dengan nilai transaksi sebesar Rp 16.000 triliun.

Bank Central Asia (BCA) meraih pendapatan non-bunga Rp 19 triliun, dengan FBI sebesar Rp 13,8 triliun, berkat perkembangan transaksi digital melalui aplikasi myBCA, menurut Jahja Setiaatmadja, Direktur Utama BCA.

Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat pendapatan non-bunga sebesar Rp 11,75 triliun, dengan FBI mencapai Rp 5,23 triliun. Royke Tumilaar, Direktur Utama BNI, menyebut pertumbuhan FBI sebesar 2,8% berperan penting dalam pencapaian tersebut.

Secara keseluruhan, transformasi digital dan inovasi layanan di sektor perbankan menjadi kunci utama dalam meningkatkan pendapatan non-bunga di tengah tantangan biaya dana dan provisi yang meningkat.

Pilihan Editor