;

Menggeliatkan Eksplorasi Hulu Migas

Hairul Rizal 02 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Optimisme terhadap pencapaian target produksi minyak dan gas (migas) nasional kembali meningkat menjelang akhir 2024, meskipun target produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari pada 2030 masih menghadapi tantangan besar. Peningkatan investasi eksplorasi di sektor hulu migas menjadi sinyal positif, seperti yang dicatat oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Investasi eksplorasi meningkat dari US$900 juta pada 2023 menjadi target US$1,8 miliar pada 2024, yang berkontribusi pada sejumlah temuan cadangan migas baru, termasuk Geng North dan Layaran-1.

Menurut Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, keberhasilan eksplorasi saat ini merupakan hasil upaya berkelanjutan sejak 2018 melalui inisiatif seperti G&G Days, pembaruan data basin, dan kampanye pengeboran eksplorasi baru. Keberhasilan juga didukung oleh reformasi regulasi dan optimalisasi kerja eksplorasi berbasis data.

Namun, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan pentingnya percepatan produksi dari cadangan migas baru. Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 110/2024, SKK Migas memiliki kewenangan untuk mengelola lapangan migas yang belum dikembangkan lebih dari tiga tahun dengan beberapa opsi, termasuk insentif untuk operator atau pengembalian ke negara.

Meskipun produksi minyak nasional pada 2023 hanya mencapai 606.000 barel per hari (bph) dibandingkan kebutuhan nasional 1,6 juta bph, pemerintah terus berupaya mengurangi ketergantungan impor BBM dengan mendukung kerja sama erat antara SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja hulu migas dan memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

DMAS Manfaatkan Kredit BMRI untuk Kawasan Industri

Hairul Rizal 02 Nov 2024 Bisnis Indonesia

PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) berhasil memperoleh fasilitas pinjaman senilai Rp1,5 triliun dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) untuk mendukung pengembangan Kawasan Deltamas di Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto, menyatakan bahwa pinjaman modal kerja non-revolving ini akan digunakan dalam jangka waktu lima tahun untuk memperkuat operasional perusahaan dan meningkatkan profitabilitas secara berkelanjutan. Pinjaman tersebut dijamin oleh aset tanah di Kawasan Deltamas.

Sepanjang Januari–September 2024, DMAS mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,12 triliun, naik signifikan 84,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Segmen industri menjadi kontributor utama pendapatan usaha sebesar Rp1,5 triliun, dengan sektor pusat data (data center) menyumbang 64,5% dari pendapatan tersebut. Kawasan Greenland International Industrial Center (GICC) terus menarik minat investor asing, menjadikan sektor data center sebagai andalan utama.

Selain itu, segmen hunian berkontribusi Rp92,3 miliar, segmen komersial Rp34,3 miliar, dan segmen sewa serta hotel masing-masing menyumbang Rp12,3 miliar dan Rp12,1 miliar. Secara keseluruhan, DMAS berhasil mencapai 93,6% dari target pendapatan 2024 dengan total pendapatan usaha Rp1,7 triliun, naik 71,8% dibandingkan tahun sebelumnya.

Garuda Indonesia Tambah Jalur Penerbangan Baru

Hairul Rizal 02 Nov 2024 Bisnis Indonesia

PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA), di bawah kepemimpinan Direktur Utama Irfan Setiaputra, akan menerima empat pesawat baru jenis Boeing 737-800NG secara bertahap hingga akhir tahun 2024. Dengan penambahan ini, Garuda akan mengoperasikan setidaknya 76 pesawat hingga akhir tahun. Irfan juga mengungkapkan bahwa maskapai ini berencana menambah total 8 pesawat sepanjang 2024, termasuk 4 narrow body dan 4 wide body (2 Boeing 777-300ER dan 2 Airbus 330-300).

Berdasarkan laporan Kementerian BUMN, Garuda Indonesia menargetkan pengoperasian 98 armada pada akhir 2026, terdiri dari berbagai jenis pesawat, seperti Boeing 737-800 dan Airbus A330-300. Hingga akhir 2024, jumlah pesawat yang dioperasikan diproyeksikan mencapai 82 unit, dan bertambah menjadi 89 pada 2025.

Garuda juga berencana membuka rute baru, termasuk dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Balikpapan, Bali, Singapura, dan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Strategi ini diharapkan memperluas jaringan penerbangan domestik dan internasional serta mendukung pengembangan transportasi udara di kawasan IKN.

Pegawai Kementerian Terjerat Kasus Judi Online

Hairul Rizal 02 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Dua oknum pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), termasuk staf ahli, diamankan oleh polisi terkait dugaan keterlibatan dalam praktik judi online. Mereka diduga menyalahgunakan wewenang yang diberikan kepada mereka untuk memblokir situs judi online, namun justru tidak menjalankan tugas tersebut dan malah memfasilitasi aktivitas judi tersebut. Penangkapan ini melibatkan 11 orang, dan penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan, dengan beberapa tersangka lainnya masih dalam pencarian.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafi, menegaskan bahwa penegakan hukum akan dilakukan secara tegas dan tanpa pandang bulu, termasuk jika ditemukan adanya pejabat di lingkungan Kementerian Komdigi yang terlibat dalam mendukung atau memfasilitasi praktik judi online. Kejadian ini menyoroti pentingnya integritas dalam penegakan regulasi di sektor digital dan komunikasi, serta perlunya tindakan tegas terhadap pihak yang menyalahgunakan posisi mereka.



BRICS Memicu Pergeseran Dana Asing

Hairul Rizal 02 Nov 2024 Kontan (H)
Arus dana asing keluar dari pasar keuangan Indonesia meningkat dalam sepekan terakhir, baik di pasar saham maupun obligasi. Di pasar saham, terjadi aksi jual bersih asing senilai Rp 2,64 triliun dalam sepekan, sementara pasar Surat Berharga Negara (SBN) juga mengalami penurunan kepemilikan asing sebesar Rp 3,1 triliun.

Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy, menilai bahwa jika Indonesia bergabung dengan BRICS, hal ini akan menguntungkan investor dari China tetapi mungkin kurang menarik bagi investor Barat, terutama di tengah ketidakpastian politik dan pemerintahan mendatang di bawah Prabowo Subianto. Selama Januari-September 2024, investasi China di Indonesia mencapai US$6,06 miliar atau 60% dari total investasi negara-negara BRICS.

Fikri C. Permana, Senior Economist dari KB Valbury Sekuritas, menyebutkan bahwa investor cenderung beralih ke aset yang lebih aman seperti dolar AS dan emas di tengah ketidakpastian global, yang semakin diperburuk oleh kemungkinan kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS. Sementara itu, Hendra Wardana, Praktisi Pasar Modal dari Stocknow.id, menilai bahwa kekhawatiran investor juga disebabkan oleh potensi perubahan arah kebijakan ekonomi Indonesia menuju BRICS, yang berisiko memperburuk hubungan dengan negara-negara Barat.

Sebaliknya, Maximilianus Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas melihat dampak positif jika Indonesia bergabung dengan BRICS, karena BRICS memiliki misi untuk memperkuat ekonomi anggotanya dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Populasi BRICS yang besar dan nilai ekonominya yang mencapai 28% dari perekonomian global bisa memberikan dukungan bagi stabilitas ekonomi Indonesia ke depan.

Secara keseluruhan, prospek aliran dana asing ke Indonesia di akhir 2024 hingga 2025 masih penuh tantangan, dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan perubahan arah kebijakan ekonomi.

Emas Picu Inflasi, Bukan Kenaikan Daya Beli

Hairul Rizal 02 Nov 2024 Kontan

Inflasi di Indonesia pada Oktober 2024 mencapai 0,08% (mtm) setelah mengalami deflasi selama lima bulan. Amalia Adininggar Widyasanti, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), menyatakan bahwa komoditas emas perhiasan menjadi pendorong utama inflasi bulan ini dengan kontribusi sebesar 0,06%. Secara tahunan, inflasi emas perhiasan mencapai 35,82% (yoy), seiring meningkatnya harga emas global akibat ketidakpastian geopolitik, seperti konflik di Timur Tengah dan Ukraina-Rusia, serta kebijakan moneter The Fed yang menurunkan suku bunga, mendorong investor untuk beralih ke emas sebagai aset aman.

Selain emas, inflasi juga disumbang oleh komoditas lain, seperti daging ayam ras, bawang merah, dan tomat. Meski inflasi inti naik menjadi 0,22% (mtm) dan 2,21% (yoy), komponen harga bergejolak tetap mencatat deflasi 0,11% (mtm).

Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif Celios, menilai kenaikan inflasi ini belum menunjukkan perbaikan daya beli masyarakat. Menurutnya, inflasi tahunan yang rendah sejak 2021 dan tren PMI Manufaktur di bawah 50 menunjukkan lemahnya konsumsi rumah tangga. Bhima memperkirakan inflasi akan meningkat pada awal 2025 dengan penerapan tarif PPN 12%, yang bisa menekan permintaan lebih lanjut. Ia menyarankan pemerintah segera meluncurkan stimulus berupa peningkatan upah minimum dan perluasan bantuan sosial bagi masyarakat kelas menengah yang rentan.

Laba Meroket, Prospek Emiten Energi Terbarukan Cerah

Hairul Rizal 02 Nov 2024 Kontan
Laporan kinerja emiten sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) menunjukkan bahwa mayoritas perusahaan masih mencatatkan pertumbuhan laba meski pendapatan sedikit tertekan. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), emiten EBT dengan kapitalisasi pasar terbesar, mengalami penurunan pendapatan 0,89% secara tahunan menjadi USD 441,29 juta, tetapi berhasil meningkatkan laba bersih sebesar 1,87% menjadi USD 86,05 juta. Direktur Utama BREN, Hendra Soetjipto Tan, menyatakan bahwa gangguan pada segmen panas bumi yang memengaruhi output telah diatasi pada September 2024, sehingga ada peluang peningkatan kinerja ke depan.

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dan PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) juga mencatat kinerja serupa, dengan pendapatan yang sedikit menurun tetapi laba bersih masih bertumbuh. Hendra Wardana, pendiri Stocknow.id, menilai bahwa pertumbuhan laba di tengah penurunan pendapatan menunjukkan kemampuan perusahaan EBT dalam mengelola efisiensi dan menjaga profitabilitas.

Miftahul Khaer, analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, optimistis dengan prospek jangka panjang sektor EBT, terutama karena potensi dukungan kebijakan dari pemerintahan baru yang mendorong swasembada energi melalui EBT. Namun, ia mengingatkan investor untuk waspada terhadap valuasi yang cenderung overvalue pada beberapa saham EBT, sementara William Wibowo dari Kanaka Hita Solvera dan Hendra memberikan rekomendasi beli untuk beberapa saham EBT, seperti PGEO dan ARKO.

United Bike Genjot Produksi Kendaraan Listrik

Hairul Rizal 02 Nov 2024 Kontan
PT Terang Dunia Internusa Tbk (UNTD), perusahaan yang berdiri sejak 1988 dan dikenal melalui produk United Bike, terus memperkuat posisi dalam tren kendaraan listrik global. Dalam beberapa tahun terakhir, UNTD memperluas lini produk dengan memasukkan sepeda listrik dan motor listrik, serta membuka fasilitas manufaktur khusus kendaraan listrik pada 2023. Langkah ini didorong oleh meningkatnya permintaan kendaraan listrik, terutama di pasar internasional seperti Jerman, AS, dan Singapura.

Direktur UNTD, Andrew Mulyadi, menyatakan bahwa perusahaan akan berfokus pada produksi sepeda, sepeda listrik, dan motor listrik untuk jangka panjang, seiring dengan tren pasar yang bergerak ke arah kendaraan listrik. UNTD juga melakukan penawaran saham di Bursa Efek Indonesia pada awal 2024, mengumpulkan dana Rp 400 miliar untuk modal kerja dan bahan baku.

UNTD menargetkan pendapatan Rp 700 miliar pada 2024, dengan laba Rp 15 miliar, dan terus berupaya memperluas pasar domestik serta internasional. Meski target penjualan motor listrik tahun ini belum tercapai, UNTD tetap optimis, dengan rencana membuka 50 toko resmi di akhir 2024 dan menambah kapasitas produksi dengan belanja modal sebesar Rp 50 miliar.

Performa Cemerlang Bank Digital

Hairul Rizal 02 Nov 2024 Kontan
Meskipun beban bunga yang tinggi, bank digital tetap mencatat pertumbuhan pendapatan bunga bersih. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI), misalnya, mencatat kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 149,4% menjadi Rp 677,94 miliar. Namun, laba bersihnya hanya naik 9,54% menjadi Rp 107,13 miliar karena beban bunga yang melonjak drastis. Presiden Direktur Krom Bank, Anton Hermawan, menyatakan bahwa bank ini mampu bertahan dengan strategi yang tepat.

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan laba bersih 130,9% menjadi Rp 33,9 miliar, didukung net interest margin (NIM) yang naik menjadi 4,35%. Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut, optimistis dengan strategi produk mereka yang dinilai efisien.

Sementara itu, PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) mengalami penurunan laba bersih sebesar 10,69% menjadi Rp 302,59 miliar akibat peningkatan biaya pencadangan, meskipun pendapatan bunga bersihnya naik 8,18%. Direktur Utama Allo Bank, Indra Utoyo, menyatakan bahwa mereka akan disiplin dalam mengelola biaya.

M Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan bahwa konsistensi bank digital dalam mencetak laba bisa menarik investor, terutama dengan adanya potensi inovasi di masa depan.

Eksplorasi Migas RI Tarik Kembali Minat Investor Asing

Hairul Rizal 02 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Indonesia mengalami peningkatan minat investasi di sektor minyak dan gas bumi (migas) berkat respons positif pemerintah dalam melakukan berbagai reformasi, termasuk perbaikan sistem fiskal, perpajakan, dan pemberian insentif. Hal ini menciptakan iklim investasi yang lebih menarik bagi para investor global. Salah satu indikatornya adalah kembalinya sejumlah raksasa migas internasional, seperti Exxon, Inpex, Petronas, dan Mubadala, yang terlibat dalam eksplorasi di berbagai wilayah di Indonesia, seperti West Andaman, Barong, dan Seram Aru. Dwi Soetjipto, Kepala SKK Migas, mengungkapkan bahwa penemuan besar di laut dalam, seperti di wilayah South Andaman dan Geng North Ganal, telah mengubah persepsi dunia terhadap potensi sumber daya alam Indonesia, yang semakin menjanjikan bagi sektor migas.


Pilihan Editor