Menjelang Natal dan Tahun Baru, Antisipasi Risiko Deflasi
Upaya Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin, dalam menghadapi berbagai tantangan di daerahnya sejak menjabat pada 5 September 2023. Dalam enam bulan pertama, Bey menghadapi masalah serius seperti ledakan sampah, tingginya pengangguran, angka stunting yang memprihatinkan, dan tantangan inflasi, sambil mengawal Pemilu 2024.
Bey telah melakukan sejumlah terobosan, termasuk menggandeng camat untuk menekan kemiskinan dan stunting, serta aktif berkolaborasi dengan perguruan tinggi. Upaya ini menunjukkan hasil positif, dengan penurunan angka kemiskinan di Jawa Barat menjadi 3,89 juta orang pada Maret 2024, dan inflasi tahunan per September 2024 tercatat sebesar 2,09%, lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Bey juga mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan II 2024 mencapai 4,95% (y-o-y), mencerminkan ketahanan ekonomi provinsi di tengah tantangan global. Ia berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga menjelang musim perayaan dengan memastikan stok kebutuhan pokok terjaga, serta menggenjot program pompanisasi untuk membantu petani menghadapi musim kemarau.
Bey mengapresiasi dukungan dari Forkopimda, ASN, dan masyarakat dalam pencapaian pembangunan di Jawa Barat. Secara keseluruhan, kepemimpinan Bey Machmudin menunjukkan komitmen untuk memecahkan masalah sosial dan ekonomi di provinsi tersebut.
Harapan Pailit Sritex Tidak Picu Efek Sistemik
Keputusan pailit PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) memicu kekhawatiran akan potensi kredit macet di perbankan, mengingat total utang perusahaan tekstil ini mencapai US$ 828,09 juta (sekitar Rp 13 triliun), tersebar di 28 bank. Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi kreditur terbesar dengan piutang US$ 82,67 juta, namun memastikan kondisi kreditnya tetap sehat. EVP Corporate Communication BCA, Hera F Haryn, menegaskan rasio NPL BCA stabil di 2,1%.
Bank Permata juga memiliki piutang US$ 37,9 juta dari Sritex. Direktur Utama Permata Bank, Meliza M Rusli, menyatakan bahwa meski ada peningkatan utang, fundamental bank tetap kuat dengan pencadangan Rp 1,22 triliun. Bank Danamon, dengan piutang US$ 4,57 juta, mengklaim telah menjalankan prosedur yang memadai, menurut Risk Management Director Dadi Budiana.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menilai dampak pailit Sritex terhadap industri perbankan tidak signifikan karena pencadangan sudah memadai. Sementara itu, Direktur Celios, Bhima Yudhistira, mengingatkan pentingnya penyelamatan Sritex untuk mencegah dampak sistemik pada sektor keuangan dan industri tekstil.
Mengincar Rp 300 Triliun dari Pelaku Usaha Nakal
Bursa Saham Lakukan Revisi Indeks Unggulan
Emiten Barang Konsumsi Tunjukkan Kinerja Stabil
Kinerja saham emiten di sektor consumer non cyclicals terus menunjukkan penguatan sepanjang tahun ini, meskipun sempat mengalami penurunan harian sebesar 0,07% pada 28 Oktober 2024. Sejak awal tahun, indeks ini telah menguat sebesar 6,37%.
Vinko Satrio Pekerti dari Kiwoom Sekuritas Indonesia menilai bahwa stabilnya permintaan barang konsumsi di tengah berbagai kondisi ekonomi menjadi katalis positif bagi sektor ini. Sub-sektor makanan dan minuman, seperti ICBP, INDF, dan CPIN, serta emiten ritel seperti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), menjadi pendorong utama. Ia menegaskan bahwa konsumsi rumah tangga yang kuat, didukung oleh stabilitas harga bahan pokok, dapat memastikan kinerja solid sektor ini hingga akhir tahun.
Andhika Cipta Labora dari Kanaka Hita Solvera menambahkan bahwa saham-saham di indeks barang konsumsi sedang dalam tren naik, dengan peluang pertumbuhan dobel digit hingga akhir 2024. Ia merekomendasikan beli saham PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dan CPIN, didukung oleh kenaikan harga komoditas minyak sawit mentah (CPO) dan turunnya harga jagung.
Secara fundamental, Vinko mencermati saham ICBP dan AMRT. Meskipun ICBP dianggap memiliki ekosistem bisnis yang terintegrasi dan brand equity kuat, ia merekomendasikan jual ICBP dengan peluang akumulasi kembali di harga Rp 12.200–Rp 12.300 per saham. AMRT juga direkomendasikan untuk sell dengan akumulasi kembali di target harga Rp 3.330–Rp 3.370 per saham.
Tekanan Penurunan Margin pada Laba Emiten
Agar Petani Untung Karena Swasembada
Menyingkronkan sumber saya alam (SDA), teknologi dan petani-terutama generasi milenial- melalui tranformasi dari pertanian tradisional ke modern, diyakini bisa mengantarkan Indonesia untuk menggapai status swasembada pangan, bahkan menjadi lumbung pangan dunia, seperti yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Presiden ingin, status ini terwujud paling lambat dalam 4-5 tahun, sedangkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ingin lebih cepat, yakni dalam tiga tahun. Melalui transformasi ke pertanian modern dengan memanfaatkan teknologi tinggi, sektor pertanian yang menguntungkan karena lebih efisien. Dengan itu, sektor pertanian akan makin diminati, termasuk kalangan milenial, sehingga produksi pangan, tak terkecuali beras, akan meningkat. Dengan produksi yang meningkat. Jalan menuju swasembada pangan pun menjadi kian lapang. "Petani itu sederhana, buat dia untung, maka dia berproduksi sehingga swasembada tercapai. Tapi, manakala petani jalan sendiri, swasembada bisa gagal," ujar Amran kepada Pemimpin Redaksi Investor Daily (B-Universe) Djaka Susila. (Yetede)
Pemutihan Utang Petani dan Nelayan Masih jadi Wacana
Grup Bakrie Akuisisi Blok Gas Strategis
Kinerja PT Energi Persada Tbk (ENRG) diproyeksikan kian cemerlang ke depannya, seiring rampungnya akuisisi 100% Blok Gas Sangkang, Sulawesi Selatan. Emiten migas Grup Bakrie ini diyakini bakal menikmati manisnya dampak keuangan dari akuisisi blok gas startegis itu. Prospek cerah tersebut, diikuti pergerakan sahamnya yang masih berpotensi melesat hingga menyentuh Rp 720. Pada 25 Oktober 2024, anak usaha perseroan yakni PT EMP Energy jaya (EEJ) telah menyelesaikan transaksi pemberlian 51% kepemilikan di blok KKS Sengkang di Sulawesi Selatan. Sebelumnya, perseroan melalui anak perushaannya yakni PT Energi Maju Abadi (EMA) sudah memiliki 49% saham di Sengkang.
Setelah menyelesaian transaksi pembelian tersebut, 100% dari kinerja produksi keuangan Sengkang dapat dikonsolidasikan oleh perseroan melalui beberapa anak perusahaannya. "Dampak dari aksi ini akan positif bagi kinerja perusahaan, terutama dengan adanya peningkatan produksi harian dan peluang pertumbuhan dari sisi pendapatan (topline)," kata Head of Equity Research Kiwooon Sekuritas Sukarno Alatas kepada Investor Daily. Sejalan dengan kinerja keuangan yang bakal moncer, Sukarno menilai, prospek sahan ENRG juga masih menarik meskipun berada di tengah ketidakpastian global. Dari sisi valuasi, harga saham ENRG saat ini tergolong undervalue, dengan rasio P/E estimasi 6,24x dan PBV 0,61x. (Yetede)
Bergegas untuk Selamatkan Sritex
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan menyiapkan beberapa opsi penyelamatan terhadap PT Sri Rezeki Isman Tbk atau Sritex (SRIL) dari kondisi pailit seperti yang ditetapkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Sritex dan menyiapkan dua strategis guna menyelamatkan raksasa tekstil tersebut. Pemerintah berkomitman untuk menjaga keberlangsungan operasional Sritex serta memastikan tidak ada PHK. "Kami membahas dua kemungkinan: jika kasasi Sritex menang atau kalah.
Pemerintah memiliki komitmen yang sama dalam dua skenario, yaitu menyelamatkan tenaga kerja dan menjaga agar perusahaan tetap produksi tanpa ada PHK. Jika kasasi kalah, Sritex masih memiliki opsi hukum lanjutan berupa Peninjauan Kembali (PK)," ucap dia. Adapun langkah yang harus segera dilakukan yaitu memastikan perusahaan tekstil tersebut tetap dapat mengirimkan barangnya ke konsumen di luar negeri. "Merekakan tetap berproduksi, tapi barang tidak bisa keluar dari pabrik, tidak bisa keluar dari kawasan berikat. Itu bagaimana pemerintah bisa memastikan dalam hal ini. Bea Cukai bahwa barang-barang yang diproduksi oleh mereka itu bisa keluar, bisa diekspor" ujar Agus. (Yetede)









