;

Program 3 Juta Rumah menggunakan Lahan Sawah di Jawa

Yoga 13 Dec 2024 Kompas

Pemerintah berencana membuat kebijakan tentang sawah atau lahan pertanian pangan di Jawa bisa dialihkan untuk pembangunan 3 juta rumah dan hilirisasi. Rencana itu dinilai berlawanan dengan program swasembada pangan dan berpotensi menambah jumlah petani gurem. Rencana kebijakan menyangkut kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B) itu akan dimasukkan dalam Rancangan PP tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RPP RTRW) Nasional 2025-2045. RPP RTRW tengah disusun Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. KP2B akan mengakomodasi, alih fungsi lahan pertanian pangan berkelanjutan di Pulau Jawa untuk program 3 juta rumah per tahun serta program hilirisasi. Pengembang yang memanfaatkan sawah di suatu daerah di Jawa tidak diwajibkan mencetak sawah pengganti di daerah itu, tetapi di luar Jawa.

Menteri ATR dan Kepala BPN, Nusron Wahid menyebutkan, RPP RTRW itu ditargetkan tuntas pada triwulan I-2025. Kebijakan itu merupakan solusi untuk mengakomodasi kepentingan pangan, papan, dan hilirisasi. Lahan di Jawa yang sudah padat penduduk digunakan untuk perumahan dan hilirisasi, sedangkan lahan di luar Jawa yang masih luas untuk ketahanan pangan (Kompas, 12/12/2024). Kepala Departemen Kampanye dan Manajemen Pengetahuan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Benny Wijaya, Jumat (13/12) berpendapat, rencana itu bertolak belakang dengan program swasembada pangan yang tengah digulirkan Presiden Prabowo dan berpotensi menambah jumlah petani gurem atau yang memiliki lahan kurang dari 0,5 hektar. ”Justru seharusnya pemerintah memproteksi sawah-sawah yang masih tersisa, khususnya di Jawa. Jika perlu, penguasaan tanah petani gurem perlu ditambah melalui program redistribusi tanah,” ujar Benny. (Yoga)


Program 3 Juta Rumah

Yuniati Turjandini 13 Dec 2024 Tempo
MENTERI Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengusulkan program 3 juta rumah menjadi proyek strategis nasional (PSN). Ia mengatakan usul tersebut sudah dirumuskan dengan matang dan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, langkah ini dapat menciptakan kepastian sehingga lebih menarik bagi perusahaan swasta untuk bekerja sama. Politikus Partai Gerindra itu menilai pelibatan swasta sangat dibutuhkan dalam merealisasi program 3 juta rumah lantaran anggaran negara untuk proyek ini sangat terbatas. "Supaya nanti program ini bisa kami endorse lebih besar lagi, walaupun variabelnya adalah kemampuan fiskal negara juga," tutur Maruarar di Hotel Movenpick, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Desember 2024.

Pemerintah akan menyediakan 2 juta rumah di perdesaan dan 1 juta apartemen di perkotaan per tahun. Satuan Tugas Perumahan menghitung kebutuhan dana untuk pembangunan 3 juta rumah bersubsidi ini sebesar Rp 53,6 triliun, sedangkan anggaran yang tersedia pada 2025 hanya Rp 5,1 triliun. Karena itu, keterlibatan swasta dan badan usaha milik negara dibutuhkan untuk program 3 juta rumah. Maruarar menyebutkan sudah ada sejumlah perusahaan swasta yang berkomitmen menyukseskan program 3 juta rumah. Misalnya, PT Berau Coal Energy Tbk. Perusahaan ini akan membangun rumah susun di Kalimantan Timur.  Beberapa konglomerat Indonesia juga ikut terlibat dalam program 3 juta rumah ini. Garibaldi Thohir, kata Maruarar, akan membantu pembangunan rumah lewat program corporate social responsibility (CSR) perusahaannya, yakni PT Adaro Energy Indonesia Tbk. Adaro akan melakukan groundbreaking pembangunan rumah susun di Kalimantan Timur.

Selain itu, Maruarar menyebutkan Franky Wijaya, pemilik Sinarmas Group; Sugianto Kusuma (Aguan), pemilik Agung Sedayu Group; Lawrence Barki, pemilik Harum Energy; dan Prajogo Pangestu, pemilik Barito Pacific, juga turut mendukung program 3 juta rumah. Namun dia belum merinci berapa nilai investasi para konglomerat ini untuk program 3 juta rumah. Aguan ikut menyediakan program 3 juta rumah lewat skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dana CSR untuk membangun rumah murah itu berasal dari perusahaan Aguan, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK 2. Nilainya Rp 60 miliar. Dalam wawancara dengan majalah Tempo, Aguan mengatakan keterlibatannya dalam program itu murni sebagai bentuk tanggung jawab sosial. “Sudah kewajiban dari setiap usaha untuk mengembalikan kepada masyarakat,” ucapnya. (Yetede) 
 

Siniar Jela$in Dong Tempo Raih Anugerah Jurnalistik CISDI

Yuniati Turjandini 13 Dec 2024 Tempo
Dua episode siniar Tempo, Jela$in Dong, meraih juara satu dan dua dalam Anugerah Karya Jurnalistik Sehat Adil Setara 2024 yang diselenggarakan oleh Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) untuk kategori podcast. Jela$in Dong episode "Waspada Roti Diduga Berpengawet Berbahan Berbahaya" meraih juara satu, dan episode "Di Balik Polemik Cukai" meraih peringkat dua. Penganugerahan tersebut berlangsung pada Jumat malam, 13 Desember 2024, di Jakarta, bersamaan dengan resepsi Satu Dekade CISDI. Setiap pekan, siniar yang pertama kali tayang sejak Juni 2024 ini menghadirkan berita dan ulasan mendalam terkait isu-isu ekonomi dan bisnis. 

"Dengan percakapan sederhana, Jela$in Dong membuat publik menjadi lebih tahu tentang produk Tempo," kata Wakil Pemimpin Redaksi Tempo Bagja Hidayat di Jakarta pada Jumat, 13 Desember 2024. Anugerah Karya Jurnalistik Sehat Adil Setara 2024 ini diikuti total 200 produk jurnalistik dari berbagai kategori yang mendaftar. Dalam setiap kategori, dewan juri memilih juara satu dan peringkat kedua. Dewan juri ini terdiri dari dua perwakilan CISDI, perwakilan organisasi nirlaba, dan perwakilan jurnalis senior. 

Dalam dua penghargaan yang diterima Jela$in Dong, dewan juri menilai Tempo berhasil menyajikan liputan yang mendalam, tapi mudah dipahami. Hingga Jumat, 12 Desember 2024, episode “Waspada Roti Diduga Berpengawet Berbahan Berbahaya” yang tayang pertama di Youtube tempodotco pada 19 Juli lalu telah ditonton sebanyak 737 ribu kali. Sementara, episode “Di Balik Polemik Cukai” telah ditonton sebanyak 59 ribu kali sejak 9 Agustus hingga hari ini.  (Yetede)


Permudah Perdagangan Karbon untuk Dana Besar

Yuniati Turjandini 13 Dec 2024 Tempo
Pemerintah tengah merencanakan perubahan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Peraturan Presiden mengenai Kontribusi yang Ditetapkan atau Nationally Determined Contribution (NDC). Perubahan ini bertujuan mempermudah perdagangan karbon tanpa harus memenuhi target NDC. “Dulu kita harus memenuhi NDC baru boleh dagang. Sekarang bisa bersamaan,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta, Kamis, 12 Desember 2024.

NDC merupakan komitmen dari negara-negara yang meratifikasi Persetujuan Paris atau Paris Agreement untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencapai tujuan iklim global. Indonesia menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89 persen secara domestik dan hingga 43,2 persen dengan dukungan internasional. Jumlah tersebut lebih tinggi dari sebelumnya, yakni di angka 29 persen secara mandiri hingga 41 persen dengan dukungan global. Aturan mengenai NDC yang akan diubah tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 12 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional dalam Penanganan Perubahan Iklim. Aturan itu juga tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon.

Zulhas mengatakan, perubahan aturan ini diperlukan karena pemerintah perlu mencari pembiayaan pembiayaan yang tidak terikat. Pasalnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang terbatas untuk membiayai program-program pemerintah. “Apalagi yang namanya batuan. Jadi kalau dana besar masuk, kenapa tidak?” kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut. Sedangkan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memastikan dalam dokumen iklim Second Nationally Determined Contribution (NDC) akan berisi peningkatan target pengurangan emisi gas rumah kaca meski belum dapat membocorkan besaran targetnya. (Yetede)
 

Jepang Membutuhkan Jutaan tenaga Kerja Asing

Yuniati Turjandini 13 Dec 2024 Tempo
Jepang sedang menghadapi krisis tenaga kerja, sehingga membutuhkan tenaga kerja asing termasuk Indonesia, untuk mengejar pertumbuhan ekonomi mereka. "Usia lanjut di Jepang lebih banyak daripada usia muda, yang artinya pekerja usia muda sangat sedikit sekali, sehingga kami sangat mengharapkan bantuan manpower dari negara-negara tetangga khususnya, salah satunya dari Indonesia," kata kepala proyek Japan Association for Construction Human Resources (JAC), Naoya Shikano, di Jakarta, Rabu, 11 Desember 2024, kepada Antara. Menurut laporan Reuters pada Juli 2024, Jepang menghadapi kekurangan hampir satu juta pekerja asing pada tahun 2040 jika pemerintah ingin mencapai tujuan pertumbuhan ekonominya karena populasi menyusut.

Diperkirakan 5,91 juta orang asing akan bekerja di Jepang pada tahun 2040, kurang satu juta dari tenaga kerja asing yang dibutuhkan untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata yang ditargetkan sebesar 1,24%, kata badan penelitian Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA). Kesenjangan permintaan-penawaran dalam tenaga kerja asing melebar lebih dari dua kali lipat dari perkiraan JICA sebelumnya pada tahun 2022, setelah para peneliti memperbarui data untuk memperhitungkan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dari yang diharapkan di negara-negara emigrasi seperti Vietnam, Myanmar dan Kamboja.

Pekerja asing sangat penting bagi ekonomi Jepang karena mereka membantu mengisi kekurangan tenaga kerja yang parah karena penuaan dan angka kelahiran yang anjlok. Jumlah pekerja asing di Jepang meningkat lebih dari empat kali lipat dalam 15 tahun terakhir menjadi 2,05 juta, atau sekitar 3% dari seluruh tenaga kerja, per Oktober 2023. Pemerintah telah memperluas izin visa kerja ke sejumlah sektor kerah biru dan pekerjaan terampil dengan meredakan opini publik tentang penerimaan tenaga kerja imigran. (Yetede)

Pemerintah Harus Tegas Berantas Rokok Ilegal

Yuniati Turjandini 13 Dec 2024 Investor Daily (H)
Peredaran rokok ilegal yang kian marak diyakini berdampak negatif terhadao penerimaan negara dan berpotensi menambah jumlah pengangguran. Dari sisi pendapatan negara, hal itu tidak hanya mengakibatkan hilangnya potensi menambah jumlah pengangguran. Dari sisi pendapatan, hal itu tidak hanya mengakibatkan  hilangnya potensi penerimaan dari cukai, melainkan juga  lepasnya potensi penerimaan PPN maupun PPh dari aktivitas bisnis industri hasil tembakau (IHT). Mengacu pada data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), potensi kerugian negara akibat peredaran rokok ilegal pada pada tahun 2023 dari penerimaan cukai saja disetimasi mencapai tidak kurang dari Ro 1 triliun- Rp28,6 triliun. Angka potensi kerugian sebesar itu muncul mengingat dari 318 miliar batangan rokok yang beredar di Indonesia sepanjang tahun lalu, 6,9% diantaranya merupakan rokok ilegal. (Yetede)

Pasar Saham Mulai Mendapat Tertekan Berat

Yuniati Turjandini 13 Dec 2024 Investor Daily (H)
Pasar saham diprediksi masih tertakan hingga kuartal I-2025, karena masifnya sentimen negatif global. Investor perlu berhati-hati dan bersikap lebih oportunis dalam memilih saham tahun depan. Kemenangan Donal Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) merupakan  sentimen global yang sepertinya kurang mendapat sambutan hangat dari para pelaku pasar. menurut riset Schroders Indonesia, muncul reaksi spontan selepas Trump memenangkan Pilpres AS, seiring kebijakannya yang pro-korporasi dan berpotensi reflasioner. "Kami berpendapat, investor perlu melihat lebih dekat kebijakan-kebijakan yang akan diumumkan Trump dan melihat dampak potensialnya teradao pasar," tulis riset  Schroders Indonesia. Terpilihnya Trump, juga menimbulkan risiko buruk bagi Indonesia, terutama bila perang dagang AS-China kembali terjadi. Sebab, hal itu akan memberikan tantangan lebih lanjut kepada Tiongkok, mengingat pertumbuhan perekonomian negara itu dalam beberapa tahun terakhir didorong oleh ekspor. (Yetede)

Pemerintah Telah Menarik Utang Sebesar Rp 438,6 Triliun

Yuniati Turjandini 13 Dec 2024 Investor Daily (H)
Pemerintah telah menarik utang sebesar Rp 438,6 triliun per 30 November 2024. Pola pembiayaan pemerintah pada  tahun ini diperkirakan masih tetap fleksibel dan tidak seluruhnya bergantung pada penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Hal ini karena tren penerimaan negara yang  mengalami peningkatan menjelang akhir tahun. Fleksibilitas dalam mengelola  pendanaan pemerintah dan kombinasi antara  penerimaan pajak, penerimaan negara bukan pajak, dan pendanaan non-utang akan menjadi strategi penting dalam menghadapi dinamika ekonomi dan geopolitik yang terus berubah. Jika dirinci, pembiayaan utang pemerintah sebesar Rp483,6 triliun  terbagi dalam SBN sebesar Ro 46,4 triliun. Sedangkan pembiayaan non-utang sebesar Rp 54,8 triliun. Sedangkan realisasi pendapataan negara hingga akhir November 2024 mencapai Rpp 2.492,7 trilium atau 89% dari target dalam pagu pendapatan negara 2024. Jika dibandingkan dengan periode  yang sama penerimaan negara tumbuh tipis 1,3%. (Yetede)

Bank dan Fintech Berkolaborasi untuk Mendukung Perekonomain Global

Yuniati Turjandini 13 Dec 2024 Investor Daily (H)
Kolaborasi PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) mendukung over event Bulan Fintech Nasional (BFN) yang telah digelar sebulan penuh untuk mendorong  pertumbuhan ekonomi digital dan mengakselerasi sektor keuangan. CIMB Niaga merupakan anggota baru dari Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) dan berkomitmen mendorong inovasi dan kolaborasi antara bank dan fintech dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan layanan yang lebih beragam dan inklusif, meningkatkan literasi keuangan digital, serta membangun digital trust. Head of Digital Economy CIMB Niaga Dedy Sahat mengatakan, partisipasi CIMB Niaga dalam BFN 2024 merupakan wujud komitmen untuk terus memperkuat kerja sama antara perbankan dan fintech sehingga dapat berkembang bersama-sama dan saling melengkapi sesuai kebutuhan masing-masing. (Yetede)

Dilema Pemerintah atas Emisi Obligasi

Hairul Rizal 12 Dec 2024 Bisnis Indonesia (H)

Penerbitan surat utang oleh Pemerintah Indonesia pada tahun depan akan menghadapi situasi yang dilematis. Di satu sisi, ada peluang untuk penurunan yield seiring dengan turunnya inflasi global dan kemungkinan pelonggaran moneter. Namun, tantangan utama adalah likuiditas yang terbatas dan risiko over-supply surat utang. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan yield SUN tenor 10 tahun pada 2025 berada di kisaran 6,31%-6,69%, lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi tahun 2024. Namun, pemerintah menargetkan yield di level 7%, yang mencerminkan tantangan besar terkait tingginya pasokan surat utang dan terbatasnya daya serap domestik.

Pemerintah menghadapi beban jatuh tempo yang signifikan pada 2025, dengan defisit anggaran yang diperkirakan meningkat. Selain itu, proyeksi penerbitan obligasi korporasi juga menambah tekanan kelebihan pasokan di pasar obligasi. Tantangan lainnya termasuk keterbatasan likuiditas yang disebabkan oleh lesunya pertumbuhan dana pihak ketiga perbankan, serta persaingan dengan instrumen investasi lain seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Risiko eksternal, seperti pelemahan rupiah akibat kebijakan Donald Trump dan stimulus ekonomi China, juga dapat memengaruhi daya tarik SUN Indonesia di pasar global. Meskipun demikian, beberapa riset optimis bahwa pasar modal akan tetap melampaui kinerjanya pada 2024 dengan adanya ruang penurunan suku bunga. Pemerintah berusaha menjaga stabilitas dan kondusivitas pasar melalui kebijakan ekonomi makro yang stabil dan diversifikasi instrumen serta basis investor.


Pilihan Editor