;

Dilema Pemerintah atas Emisi Obligasi

Ekonomi Hairul Rizal 12 Dec 2024 Bisnis Indonesia (H)
Dilema Pemerintah atas Emisi Obligasi

Penerbitan surat utang oleh Pemerintah Indonesia pada tahun depan akan menghadapi situasi yang dilematis. Di satu sisi, ada peluang untuk penurunan yield seiring dengan turunnya inflasi global dan kemungkinan pelonggaran moneter. Namun, tantangan utama adalah likuiditas yang terbatas dan risiko over-supply surat utang. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan yield SUN tenor 10 tahun pada 2025 berada di kisaran 6,31%-6,69%, lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi tahun 2024. Namun, pemerintah menargetkan yield di level 7%, yang mencerminkan tantangan besar terkait tingginya pasokan surat utang dan terbatasnya daya serap domestik.

Pemerintah menghadapi beban jatuh tempo yang signifikan pada 2025, dengan defisit anggaran yang diperkirakan meningkat. Selain itu, proyeksi penerbitan obligasi korporasi juga menambah tekanan kelebihan pasokan di pasar obligasi. Tantangan lainnya termasuk keterbatasan likuiditas yang disebabkan oleh lesunya pertumbuhan dana pihak ketiga perbankan, serta persaingan dengan instrumen investasi lain seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Risiko eksternal, seperti pelemahan rupiah akibat kebijakan Donald Trump dan stimulus ekonomi China, juga dapat memengaruhi daya tarik SUN Indonesia di pasar global. Meskipun demikian, beberapa riset optimis bahwa pasar modal akan tetap melampaui kinerjanya pada 2024 dengan adanya ruang penurunan suku bunga. Pemerintah berusaha menjaga stabilitas dan kondusivitas pasar melalui kebijakan ekonomi makro yang stabil dan diversifikasi instrumen serta basis investor.


Tags :
#Obligasi
Download Aplikasi Labirin :