Pasar Saham Mulai Mendapat Tertekan Berat
Pasar saham diprediksi masih tertakan hingga kuartal I-2025, karena masifnya sentimen negatif global. Investor perlu berhati-hati dan bersikap lebih oportunis dalam memilih saham tahun depan. Kemenangan Donal Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) merupakan sentimen global yang sepertinya kurang mendapat sambutan hangat dari para pelaku pasar. menurut riset Schroders Indonesia, muncul reaksi spontan selepas Trump memenangkan Pilpres AS, seiring kebijakannya yang pro-korporasi dan berpotensi reflasioner. "Kami berpendapat, investor perlu melihat lebih dekat kebijakan-kebijakan yang akan diumumkan Trump dan melihat dampak potensialnya teradao pasar," tulis riset Schroders Indonesia. Terpilihnya Trump, juga menimbulkan risiko buruk bagi Indonesia, terutama bila perang dagang AS-China kembali terjadi. Sebab, hal itu akan memberikan tantangan lebih lanjut kepada Tiongkok, mengingat pertumbuhan perekonomian negara itu dalam beberapa tahun terakhir didorong oleh ekspor. (Yetede)
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023