;

Ketahanan Emiten Tetap Teruji

Hairul Rizal 09 Jan 2025 Kontan
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tetap menjadi pilihan menarik bagi investor di tengah kondisi pasar yang volatil dan likuiditas yang ketat. Menurut Andrey Wijaya, Kepala Riset RHB Sekuritas Indonesia, pertumbuhan pinjaman BBCA yang mencapai Rp 875,78 triliun per November 2024, naik 15,47% secara tahunan, serta laba bersih sebesar Rp 50,47 triliun (naik 14,31% yoy), menunjukkan kinerja yang solid. Manajemen BBCA bahkan menaikkan target pertumbuhan pinjaman 2024 menjadi 10%-12%.

James Stanley Widjaja dari Buana Capital Sekuritas menilai, koreksi harga saham BBCA sebesar 6,52% dalam sebulan terakhir adalah peluang untuk akumulasi. Dengan profil pertumbuhan laba yang tetap kuat, margin bunga bersih (NIM) sebesar 6,2%, dan kualitas aset terbaik, BBCA memiliki daya tahan di tengah ketatnya likuiditas.

Sementara itu, menurut Harsh Wardhan Modi dari JP Morgan Sekuritas, likuiditas ketat akibat penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) lebih berdampak pada bank BUMN dibandingkan BBCA. Dengan pendapatan yang konsisten, BBCA diproyeksikan tetap mencetak kinerja lebih baik dari bank lain dan diperdagangkan dengan harga premium.

Ketiga analis, yakni Andrey, James, dan Harsh, memberikan rekomendasi "buy" untuk saham BBCA dengan target harga masing-masing Rp 12.060, Rp 12.400, dan Rp 12.000 per saham. Strategi BBCA, seperti program BCA Expoversary dan BCA UMKM Fest, serta kekuatan fundamentalnya, mendukung optimisme terhadap emiten ini.

Diversifikasi Investasi di Luar Tiongkok

Hairul Rizal 09 Jan 2025 Kontan
Bergabungnya Indonesia dalam BRICS memberikan peluang besar untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan China, yang selama ini menjadi salah satu mitra utama Indonesia dalam perdagangan dan investasi. Presiden Prabowo Subianto berhasil membawa komitmen investasi sebesar US$10,07 miliar dari kunjungannya ke China pada November 2024, sementara Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani juga mengamankan komitmen investasi tambahan sebesar US$7,46 miliar. Menurut Ronny P. Sasmita, Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution, masuknya investasi China penting untuk membuka lapangan kerja dan memanfaatkan surplus produksi barang modal China melalui program Belt and Road Initiative.

Namun, menurut M. Rizal Taufikurrahman, Kepala Center of Macroeconomics and Finance Indef, tantangan signifikan dapat muncul dari perlambatan ekonomi China yang diproyeksikan ke kisaran 4%-5%. Ketergantungan yang tinggi pada investasi China juga berisiko meningkatkan kerentanan ekonomi Indonesia terhadap dinamika ekonomi dan kebijakan China. Oleh karena itu, diversifikasi sumber FDI dari negara maju seperti AS, Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan India dinilai krusial untuk mendukung pertumbuhan berbasis teknologi, energi terbarukan, dan inovasi.

Untuk menarik lebih banyak investor global, Rizal menyarankan Indonesia meningkatkan daya saing dengan reformasi struktural dan penyederhanaan regulasi investasi. Hal ini akan membantu menciptakan stabilitas ekonomi jangka panjang sambil memanfaatkan peluang besar dari keanggotaan BRICS.

Modal Terbakar, E-Commerce Tumbang

Hairul Rizal 09 Jan 2025 Kontan (H)
Industri e-commerce Indonesia menghadapi tantangan berat meskipun potensi ekonomi digitalnya sangat besar. Penutupan layanan marketplace oleh PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA), yang didirikan oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan Muhamad Fajrin Rasyid, mencerminkan ketatnya persaingan dan sulitnya mencetak keuntungan di sektor ini. Head of Media and Communications BUKA, Dimas Bayu, menyatakan bahwa perusahaan akan fokus pada layanan produk virtual seperti pulsa dan token listrik, setelah sebelumnya merugi Rp597,35 miliar pada kuartal III-2024.

Menurut Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital Celios, persaingan sengit dengan pemain besar seperti Shopee dan Tokopedia-TikTok, yang didukung inovasi seperti fitur live shopping dan strategi "bakar uang," menjadi penyebab utama runtuhnya BUKA. Ketergantungan konsumen Indonesia pada harga murah semakin memperberat posisi perusahaan di pasar.

Meskipun demikian, Budi Primawan, Sekretaris Jenderal Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), optimistis industri e-commerce akan terus tumbuh, dengan proyeksi nilai transaksi mencapai US$85–90 miliar pada 2025. Dominasi pemain besar seperti Shopee, Tokopedia, serta platform social commerce seperti TikTok Shop dan Instagram Shopping diperkirakan akan berlanjut, didukung oleh penetrasi internet yang semakin luas di Indonesia.

Keputusan BUKA ini menunjukkan bahwa fokus pada model bisnis yang berkelanjutan menjadi kunci untuk bertahan dalam ekosistem e-commerce yang kompetitif.

Pilkada Ulang, Risma-Gus Hans Berikan Tanggapan

Hairul Rizal 09 Jan 2025 Bisnis Indonesia
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 3, Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta (Risma-Gus Hans), melalui kuasa hukum mereka, Tri Wiyono, meminta Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menggelar pemilihan ulang tanpa keikutsertaan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak. Permintaan ini diajukan dalam sidang gugatan sengketa hasil Pilkada Jawa Timur yang berlangsung di MK, Rabu (8/1).

Wiyono menuding pasangan Khofifah-Emil telah melakukan pelanggaran pemilu yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif (TSM), terutama dengan membagikan bantuan sosial (bansos) selama masa Pilkada untuk memengaruhi hasil suara. Ia mengklaim bahwa distribusi bansos tersebut berkaitan erat dengan perolehan suara mereka.

Dalam Pilkada Jawa Timur, Risma yang diusung oleh PDIP kalah telak di sekitar 1.000 TPS, dengan Khofifah-Emil akhirnya dinyatakan sebagai pemenang oleh KPUD Jawa Timur melalui keputusan No. 63/2024. Namun, Risma-Gus Hans kini menuntut agar MK membatalkan hasil tersebut, mendiskualifikasi Khofifah-Emil, dan menggelar pemilu ulang tanpa mereka.

Sidang gugatan ini merupakan bagian dari 309 sengketa Pilkada 2025 yang ditangani MK dalam waktu 45 hari kerja.

Menata Kembali Sistem Penyelenggaraan Haji

Hairul Rizal 09 Jan 2025 Bisnis Indonesia
Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR menyepakati biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 sebesar rata-rata Rp89,41 juta per jemaah, turun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp93,41 juta. Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa biaya ini terdiri dari Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar langsung oleh jemaah, rata-rata Rp55,43 juta (62%), serta komponen nilai manfaat sebesar Rp33,98 juta (38%).

Kesepakatan ini akan menjadi dasar bagi Presiden Prabowo Subianto untuk menetapkan biaya resmi. Pada tahun ini, Indonesia mendapatkan kuota 221.000 jemaah, termasuk 201.063 jemaah reguler dan 17.680 jemaah khusus.

Selain biaya, isu daftar tunggu haji yang mencapai 20 hingga 40 tahun tergantung provinsi menjadi perhatian serius, terutama bagi jemaah lanjut usia. Menteri Agama berencana meningkatkan pendampingan lansia dengan menambah petugas kesehatan dan meningkatkan fasilitas aksesibilitas.

Tantangan lainnya adalah pengelolaan transportasi, akomodasi, dan kualitas pelayanan di Tanah Suci. Dengan 30% jemaah berusia di atas 60 tahun, perhatian khusus diperlukan untuk memastikan pengalaman haji yang aman dan nyaman bagi semua pihak. Penurunan biaya dan perbaikan layanan menunjukkan komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat serta meningkatkan standar global penyelenggaraan haji.

Investasi Asing Kembali Percaya Diri

Hairul Rizal 09 Jan 2025 Bisnis Indonesia
Pemerintah Indonesia serius merealisasikan target pembangunan 3 juta unit rumah per tahun, salah satunya dengan menggandeng investor asing, termasuk Investor Perumahan Kerajaan Qatar. Melalui nota kesepahaman (MoU) antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait dan Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani, Qatar berkomitmen membangun 1 juta unit rumah, terutama di kawasan padat penduduk seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

MoU ini disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto, yang juga mendorong berbagai insentif seperti pembebasan pajak pembelian rumah (BPHTB dan PPN) serta percepatan pengurusan izin bangunan (PBG) untuk mendukung realisasi proyek tersebut. Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah menegaskan bahwa program ini terbuka bagi investor asing lainnya, seperti dari UEA dan China, untuk berpartisipasi.

Selain itu, Kementerian PKP bekerja sama dengan kementerian terkait, seperti Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Sekretariat Negara, untuk menyiapkan lahan milik negara di lokasi strategis. Menteri Investasi Rosan P. Roeslani memastikan kemudahan perizinan dan dukungan penuh bagi investor asing untuk mempercepat pelaksanaan proyek.

Komitmen ini menunjukkan optimisme pemerintah dalam menyediakan perumahan sosial yang layak bagi masyarakat menengah ke bawah, sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur perumahan yang berkelanjutan melalui kerja sama dengan mitra internasional.

Peluang Cerah Pasar E-Commerce

Hairul Rizal 09 Jan 2025 Bisnis Indonesia (H)
Keputusan PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) untuk menutup bisnis e-commerce produk fisik awal tahun ini mencerminkan ketatnya persaingan di industri e-commerce Indonesia, yang membuat sulitnya mencetak keuntungan. Dimas Bayu, Head of Media and Communications BUKA, menjelaskan bahwa langkah ini diambil agar perusahaan dapat fokus pada layanan produk virtual, yang dinilai lebih berpotensi menguntungkan dan memperkuat posisi mereka di ekosistem tersebut.

Langkah ini berbeda dengan strategi Tokopedia (GOTO), yang sebelumnya berkonsolidasi dengan TikTok, dan Blibli (BELI), yang terus berinovasi dengan teknologi seperti kecerdasan buatan dan strategi omnichannel. Direktur Utama GOTO, Patrick Walujo, tetap optimistis akan mencapai profitabilitas melalui strategi efisiensi hingga 2029, sementara CEO BELI, Kusumo Martanto, menekankan pentingnya inovasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Riset dari Google, Temasek, dan Bain & Company menunjukkan bahwa meskipun nilai pasar e-commerce Indonesia diproyeksikan mencapai US$150 miliar pada 2030, persaingan yang dipimpin oleh model bisnis baru seperti video commerce, terutama TikTok, semakin memperketat dinamika pasar.

Martha Christina, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas, menyoroti tantangan berat sektor e-commerce, dengan banyak pemain besar menghadapi kesulitan mencetak laba, termasuk penutupan JD.ID pada 2023. Namun, Paulus Jimmy dari Sucor Sekuritas menilai dampak keputusan BUKA terhadap sektor e-commerce secara umum minim, mengingat pangsa pasar mereka relatif kecil.

JP Morgan menyebut restrukturisasi BUKA sebagai potensi katalis positif untuk kinerja sahamnya dan saham induknya, EMTK. Di sisi lain, Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital Celios, menegaskan bahwa strategi “bakar uang” masih menjadi kekuatan utama pemain e-commerce untuk menarik konsumen Indonesia yang sangat sensitif terhadap harga.

Langkah BUKA ini mencerminkan kebutuhan akan fokus dan efisiensi di tengah persaingan sengit dalam industri e-commerce Indonesia.

Cadangan Devisa pada Akhir 2024 Sebesar US$ 155,7 Miliar

Yuniati Turjandini 09 Jan 2025 Investor Daily (H)

Cadangan devisa (cadev) pada akhir 2024 sebesar US$ 155,7 miliar, mencapai rekor tertinggi dari posisi sebelumnya pada Oktober 2023 yang sebesar US$ 151,123 miliar, Di sisi lain, pemerintah akan melakukan pembenahan regulasi devisa hasil ekspor (DHE) agar devisa konsisten berada di dalam pasar keuangan domestik. Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso mengatakan cadangan devisa hingga akhir tahun 2024 akan menopang kelangsungan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Posisi cadev 2024 setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

Kenaikan posisi cadev tersebut antara lain bersumber dari penerimaan pajak dan jasa, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta penerimaan devisa migas, ditengah kebijakan stabilias nilai tukar rupiah sejalan dengan peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global. "Ke depan BI memandang cadev memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal," jelas Ramdan. Dia menjelaskan, prospek ekspor yang tetap postif serta neraca transaksi modal dan finansial yang diperkirakan tetap mencatatkan surplus, sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik, serta tetap mendukung terjaganya ketahanan eksternal. (Yetede)

MBG Bisa Pangkas Angka Stunting hingga Dibawah Standar WHO

Yuniati Turjandini 09 Jan 2025 Investor Daily (H)

DPR RI optimistis program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi unggulan Presiden Prabowo Subianto dapat menurunkan prevalensi stunting di Indonesia hingga di bawah satandar WHO, yaitu 20%. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan gizi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi pedesaan. MBG dimulai pada awal 6 Januari 2025. Tahap awal, pemerintah mengerahkan 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di 26 provinsi dengan jumlah penerima manfaat 570 ribu orang. Dalam jangka pendek atau pada April 2023, jumlah SPPG ditargetkan mencapai 937 unit yang diproyeksikan dapat melayani hingga 3 juta penerima manfaat dengan sasaran utama anak sekolah,  balita, dan ibu hamil. Jumlah ini akan terus ditingkatkan, sehingga total penerima manfaat  mencapai 82,9 juta pada 2029. Tahun ini, anggaran MBG ditetapkan Rp71 triliun. "Program ini diharapkan membantu menurunkan prevalensi stunting. Selain itu, memberikan dampak nyata bagi masyarakat, ibu hamil, dan ibu menyusui," ujar anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati. Kurniasih menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyukseskan pelaksanaan program MBG. Hal ini mencakup penguatan pengawasan, pemanfaatan sumber daya lokal, serta komunikasi dan edukasi  kepada masyarakat. (Yetede)

Mendiversifikasi Mitra Dagang dan Investasi Ditengah Dinamika Ekonomi Global

Yuniati Turjandini 09 Jan 2025 Investor Daily (H)
Keanggotaan penuh Indonesia dalam BRICS dinilai sebagai peluang strategis untuk mendiversifikasi mitra dagang dan investasi di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah, Sehingga, hal ini diprediksi mampu menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga sebesar 0,3% poin. Sebagai kelompok ekonomi multipolar, BRICS memungkinkan Indonesia memperkuat kerja sama ekomomi dengan negara-negara seperti China, India, dan Uni Emirat Arab (UEA), yang merupakan pasar potensial. Keanggotaan ini juga dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar nontradisional seperti Afrika dan Timur Tengah. Guru Besar Ilmu Ekonomi Moneter Universitas Indonesia (UI) Telisa Aulia Falianty menyebut, BRICS memberikan dampak yang positif bagi perekonomian Indonesia. Selain itu, Indonesia juga bisa mengambil peranan kuat yang dalam organisasi tersebut bila disertai dengan iklim persaingan usaha yang baik. "Ada yang memprediksi dengan keterlibatan RI ke BRICS, pertumbuhan ekonomi bisa naik 0,3%. Jadi kalau kita punya target 5%, bisa nambah 0,3% menjadi 5,3% kalau dengan dampak BRICS," ujar Telisa. (Yetede)

Pilihan Editor