Pilkada Ulang, Risma-Gus Hans Berikan Tanggapan
Menata Kembali Sistem Penyelenggaraan Haji
Investasi Asing Kembali Percaya Diri
Peluang Cerah Pasar E-Commerce
Cadangan Devisa pada Akhir 2024 Sebesar US$ 155,7 Miliar
Cadangan devisa (cadev) pada akhir 2024 sebesar US$ 155,7 miliar, mencapai rekor tertinggi dari posisi sebelumnya pada Oktober 2023 yang sebesar US$ 151,123 miliar, Di sisi lain, pemerintah akan melakukan pembenahan regulasi devisa hasil ekspor (DHE) agar devisa konsisten berada di dalam pasar keuangan domestik. Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso mengatakan cadangan devisa hingga akhir tahun 2024 akan menopang kelangsungan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Posisi cadev 2024 setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Kenaikan posisi cadev tersebut antara lain bersumber dari penerimaan pajak dan jasa, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta penerimaan devisa migas, ditengah kebijakan stabilias nilai tukar rupiah sejalan dengan peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global. "Ke depan BI memandang cadev memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal," jelas Ramdan. Dia menjelaskan, prospek ekspor yang tetap postif serta neraca transaksi modal dan finansial yang diperkirakan tetap mencatatkan surplus, sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik, serta tetap mendukung terjaganya ketahanan eksternal. (Yetede)
MBG Bisa Pangkas Angka Stunting hingga Dibawah Standar WHO
DPR RI optimistis program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi unggulan Presiden Prabowo Subianto dapat menurunkan prevalensi stunting di Indonesia hingga di bawah satandar WHO, yaitu 20%. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan gizi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi pedesaan. MBG dimulai pada awal 6 Januari 2025. Tahap awal, pemerintah mengerahkan 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di 26 provinsi dengan jumlah penerima manfaat 570 ribu orang. Dalam jangka pendek atau pada April 2023, jumlah SPPG ditargetkan mencapai 937 unit yang diproyeksikan dapat melayani hingga 3 juta penerima manfaat dengan sasaran utama anak sekolah, balita, dan ibu hamil. Jumlah ini akan terus ditingkatkan, sehingga total penerima manfaat mencapai 82,9 juta pada 2029. Tahun ini, anggaran MBG ditetapkan Rp71 triliun. "Program ini diharapkan membantu menurunkan prevalensi stunting. Selain itu, memberikan dampak nyata bagi masyarakat, ibu hamil, dan ibu menyusui," ujar anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati. Kurniasih menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyukseskan pelaksanaan program MBG. Hal ini mencakup penguatan pengawasan, pemanfaatan sumber daya lokal, serta komunikasi dan edukasi kepada masyarakat. (Yetede)









