;

Ahok Dimintai Keterangan oleh KPK

Hairul Rizal 10 Jan 2025 Bisnis Indonesia

Mantan Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kembali diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi dalam pengadaan gas alam cair (LNG). Ahok sebelumnya sudah diperiksa sebagai saksi pada November 2023, saat masih menjabat sebagai komisaris utama Pertamina. Pemeriksaan terbaru berlangsung singkat, di mana Ahok menyatakan bahwa dugaan korupsi LNG ditemukan pada 2020 saat dia menjabat, meskipun kontrak sudah ditandatangani jauh sebelumnya.

Kasus ini merupakan pengembangan dari penyidikan terhadap Direktur Utama Pertamina periode 2009-2014, Karen Agustiawan. KPK tengah mengusut dugaan kerugian negara yang diakibatkan oleh pengadaan LNG dengan perusahaan asal Amerika Serikat, Corpus Christi Liquefaction (CCL), yang diduga merugikan negara sekitar US$113,83 juta. Ahok yang diangkat sebagai Komisaris Utama Pertamina pada November 2019, mengundurkan diri pada awal 2024 untuk fokus pada kampanye Pilpres 2024.



Rasio Modal Bank Tetap Aman Meski Ada Tantangan

Hairul Rizal 10 Jan 2025 Kontan
Rasio kecukupan modal (CAR) industri perbankan masih memadai untuk mendukung ekspansi kredit di tahun 2025. Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, mencatat CAR perbankan per November 2024 berada di level 26,92%, sedikit turun dibandingkan 27,6% pada tahun sebelumnya karena pertumbuhan kredit. Namun, level ini dianggap tetap solid sebagai bantalan mitigasi risiko di tengah ketidakpastian global.

Meski demikian, beberapa bank memiliki CAR yang mendekati batas minimum 8%, seperti Bank Mayapada (11,71%) dan Bank JTrust Indonesia (13,08%). Helmi A Hidayat, Direktur Bank JTrust, mengungkapkan bahwa pihaknya berencana melakukan rights issue untuk meningkatkan CAR ke atas 14%. Bank JTrust mencatat pertumbuhan kredit yang agresif, mencapai Rp 28,13 triliun per September 2024 atau tumbuh 19,2% secara tahunan. Sementara itu, Bank Mayapada, milik Dato' Sri Tahir, menghadapi peningkatan risiko dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 3,68% dan belum merealisasikan rencana rights issue sejak tahun lalu.

Di sisi lain, bank besar seperti BCA memiliki CAR yang sangat kuat di level 29,3%, diikuti oleh BRI di 26,7%, dan Bank Jatim di 23,06%. Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication BCA, menyatakan bahwa posisi permodalan yang tinggi mampu menopang pengembangan bisnis secara berkelanjutan. Catur Budi Harto, Wakil Direktur BRI, juga memastikan CAR yang solid mendukung ekspansi kredit. Edi Masrianto, Direktur Keuangan Bank Jatim, menyebut CAR banknya akan tetap dijaga di kisaran 20%-25% untuk mendukung ekspansi bisnis di 2025.

Mayoritas perbankan nasional memiliki permodalan yang cukup kuat, meskipun beberapa bank seperti Bank Mayapada dan Bank JTrust perlu memperkuat posisi modalnya untuk menghadapi risiko dan mendukung pertumbuhan.

Meraup Rezeki Dari Makan Bergizi

Hairul Rizal 10 Jan 2025 Kontan
Pemerintah memulai program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional pada 6 Januari 2025, namun dampaknya terhadap saham emiten sektor pangan belum signifikan. Pandhu Dewanto, Analis Investindo Nusantara Sekuritas, menilai bahwa meskipun ada peluang peningkatan pendapatan emiten di sektor susu dan unggas, margin keuntungan mereka diprediksi tidak banyak berubah karena daya beli masyarakat masih lambat pulih.

Sementara itu, Ekky Topan, Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, menyebut beberapa emiten seperti PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) berpotensi mendapat tambahan pendapatan dari program MBG. Uji coba program yang menyasar 600.000 orang menunjukkan potensi dampak lebih besar jika program meluas dan emiten terlibat dalam kemitraan langsung.

Sentimen positif dari program MBG terhadap saham sektor pangan diperkirakan mulai terlihat setelah kinerja kuartal I-2025 dirilis. Pandhu menyarankan strategi buy on weakness, terutama untuk saham sektor ini yang valuasinya dianggap murah. Ekky merekomendasikan mencermati JPFA dengan target harga Rp 2.200–Rp 2.300 dan HOKI dengan target harga Rp 150.

Kenaikan Produksi Emas, Kinerja Emiten Terangkat

Hairul Rizal 10 Jan 2025 Kontan
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) diperkirakan mencatatkan kinerja positif pada tahun 2025, didukung oleh peningkatan kapasitas produksi tambang emas serta diversifikasi ke logam dasar seperti seng dan perak. Miftahul Khaer, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, menyebut permintaan emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global turut menjadi pendorong. Harga emas yang stabil, meski dipengaruhi dinamika kebijakan Federal Reserve, inflasi, dan geopolitik, juga memberikan prospek positif bagi BRMS.

Menurut Farras Farhan dari Samuel Sekuritas, produksi emas BRMS pada kuartal III-2024 meningkat 111% secara tahunan, sementara kadar emas yang diproses juga naik menjadi 1,67 gram per ton. Didukung oleh operasi pabrik ketiga dengan metode heap leach di Poboya, produksi emas diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai 145,4 koz pada 2027. Namun, tantangan seperti kenaikan liabilitas jangka pendek sebesar 71,98% menjadi US$ 145,12 juta hingga September 2024 dan potensi tekanan nilai tukar terhadap biaya operasional perlu diantisipasi.

Laurencia Hiemas dari KB Valbury Sekuritas memproyeksikan produksi emas BRMS akan meningkat setiap tahun hingga 2029, dengan tingkat pertumbuhan per tahun (CAGR) sebesar 41,4%. Produksi tahun 2025 diperkirakan meningkat 51,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, Laurencia memprediksi harga emas pada 2025 mencapai US$ 2.600 per ons troi dan US$ 2.800 pada 2029, didorong dedolarisasi, risiko geopolitik, dan permintaan bank sentral global.

Pendapatan BRMS pada 2025 diproyeksikan mencapai US$ 216 juta dengan laba bersih sebesar US$ 38 juta, atau laba per saham sebesar Rp 72,2. Dengan prospek pertumbuhan yang kuat, KB Valbury Sekuritas merekomendasikan buy untuk BRMS dengan target harga Rp 560 per saham, sementara Farras dan Miftahul masing-masing memberikan target Rp 500 dan Rp 454 per saham.

Tren Menabung Bikin Konsumsi Melambat

Hairul Rizal 10 Jan 2025 Kontan
Keyakinan konsumen terhadap perekonomian Indonesia terus meningkat, sebagaimana tercermin dalam Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2024 yang mencapai 127,7, naik dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK), menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso.

Namun, meskipun optimisme meningkat, konsumen tampak berhati-hati dalam mengalokasikan pendapatan untuk konsumsi. Rata-rata proporsi pendapatan untuk konsumsi turun ke 74,1% dari bulan sebelumnya 74,4%. Esther Sri Astuti, Direktur Eksekutif Indef, menyebut penurunan ini dipengaruhi oleh pendapatan riil masyarakat yang menurun akibat kenaikan harga bahan pangan dan barang lainnya. Meski pemerintah memberikan insentif fiskal, Esther meragukan langkah tersebut akan signifikan dalam mendorong konsumsi karena sebagian besar pendapatan masyarakat terfokus pada kebutuhan pokok.

Di sisi lain, Kepala Ekonom BCA David Sumual memproyeksikan konsumsi rumah tangga pada kuartal I-2025 akan stabil, didukung oleh kenaikan harga komoditas seperti minyak sawit, kopi, dan cokelat yang menopang daya beli. Namun, David memperkirakan pertumbuhan konsumsi rumah tangga belum akan melampaui 5% secara tahunan, tetap berada di sekitar 4,9% yoy.

Meskipun optimisme konsumen terhadap perekonomian meningkat, pola konsumsi masyarakat cenderung konservatif, dipengaruhi oleh tekanan harga dan pengeluaran kebutuhan dasar.

Usia Pensiun Diperpanjang, Buruh Protes

Hairul Rizal 10 Jan 2025 Kontan (H)
Pemerintah memutuskan untuk menaikkan usia pensiun dari 58 tahun menjadi 59 tahun melalui Pasal 15 PP Nomor 45 Tahun 2015 tentang Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini dilakukan secara bertahap hingga mencapai 65 tahun, dengan alasan peningkatan harapan hidup, bonus demografi, dan keberlanjutan program. Oni Marbun, Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, menyatakan bahwa langkah ini sejalan dengan tren global dan mempertimbangkan produktivitas serta kondisi demografis Indonesia, yang diperkirakan mencapai puncak bonus demografi pada 2042.

Namun, kebijakan ini menuai kritik keras dari kalangan pekerja. Sunarno, Ketua Umum Konfederasi KASBI, menyebut penambahan usia pensiun menambah beban bagi buruh yang sudah mencapai usia lanjut. Ia juga menilai kebijakan ini tidak diiringi perhatian kepada kesejahteraan buruh senior, seperti pengurangan beban kerja atau penyediaan fasilitas pendukung. KASBI menolak keras perpanjangan usia pensiun dan menuntut batas usia tetap di 58 tahun.

Di sisi lain, Nailul Huda, Direktur Ekonomi Celios, menilai kebijakan ini memberikan keuntungan bagi pemerintah. Dengan memperpanjang usia pensiun, dana yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan dapat dimanfaatkan lebih lama untuk investasi, seperti pembelian Surat Berharga Negara (SBN). Namun, Huda juga mengingatkan bahwa kebijakan ini dapat memperburuk masalah ketenagakerjaan, karena kurangnya pergantian tenaga kerja dapat mempersempit peluang bagi lulusan baru.

Kebijakan ini memunculkan pro dan kontra, dengan pemerintah memprioritaskan keberlanjutan program jaminan pensiun, sementara pekerja merasa beban mereka di usia senja semakin berat.

Diskon Lebaran Siap Dongkrak Konsumsi

Hairul Rizal 10 Jan 2025 Bisnis Indonesia

Periode angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 menjadi momen penting bagi masyarakat pengguna jasa transportasi umum di Indonesia. Selama periode tersebut, terdapat peningkatan signifikan dalam jumlah pengguna angkutan umum, dengan data mencatatkan kenaikan 5,07% YoY menjadi 17,18 juta orang. Peningkatan tersebut terutama terlihat pada transportasi udara, yang melonjak 10,7%, sebagian besar dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang memberikan diskon harga tiket pesawat domestik.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyatakan bahwa keberhasilan kebijakan diskon tiket pesawat pada Nataru akan dipertimbangkan untuk diterapkan pada Lebaran 2025. Ia menekankan pentingnya menjaga kenyamanan dan keamanan selama masa liburan, serta upaya menurunkan harga tiket transportasi lainnya, seperti angkutan laut.

Selain itu, berbagai pihak terkait, termasuk maskapai dan bandara, turut berkolaborasi untuk memastikan kelancaran angkutan Nataru. Kepala Humas PT AirAsia Indonesia, Eddy Krismeidi Soemawilaga, menyoroti pentingnya diskusi mendalam mengenai kebijakan penurunan tarif penerbangan untuk memastikan keseimbangan antara aksesibilitas, keberlanjutan operasional maskapai, dan kualitas layanan.

Data dari PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menunjukkan adanya peningkatan jumlah penumpang sekitar 11% selama Nataru 2024/2025, dengan Bandara Soekarno-Hatta menjadi yang terbanyak. Faktor utama yang mendorong lonjakan ini adalah kebijakan diskon harga tiket pesawat dan permintaan perjalanan udara yang terus meningkat pasca-pandemi. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pemerintah dan berbagai pihak terkait berhasil mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat dengan baik.

Dengan melihat keberhasilan Nataru 2024/2025, Agus Harimurti Yudhoyono merasa yakin untuk menghadapi lonjakan mobilitas menjelang Ramadan dan Lebaran 2025.


Peran Perguruan Tinggi dalam Urusan Pangan

Yoga 10 Jan 2025 Kompas
Peran perguruan tinggi diperkuat untuk mendukung pembangunan, yaitu dengan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat, industri, dan bangsa. Salah satu fokus kontribusi perguruan tinggi adalah mendukung terwujudnya ketahanan pangan Indonesia. Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan Adziman, di Jakarta, Kamis (9/1/2025), mengatakan, pemenuhan suplai beberapa komoditas pangan penting Indonesia masih tergantung impor. Untuk itu, perwujudan ketahanan pangan memerlukan langkah strategis, di antaranya dengan pengembangan benih unggul. ”Pengembangan benih unggul di Indonesia masih sangat terbatas dan masih banyak tergantung dari benih impor. Untuk itu, perlu digalakkan riset dan inovasi untuk menghasilkan benih-benih unggul untuk berbagai komoditas pangan yang penting,” tutur Fauzan. Pihaknya sudah bertemu dengan lebih dari 25 pakar dari perguruan tinggi untuk membahas strategi-strategi yang dapat dikembangkan. Sejauh ini, strategi penting nomor satu adalah benih unggul.

Strategi berikutnya adalah intensifikasi. Ini diperlukan karena dapat diterapkan tanpa memperluas lahan arealtanam. Strategi ini lebih mengutamakan penggunaan teknologi dalam budidaya pertanian. Fauzan mencontohkan, di Bondowoso, Jawa Timur, jika tanpa intensifikasi, produksi padi di sawah hanya menghasilkan gabah 5 ton per hektar. Dengan implementasi intensifikasi pertanian berbasis riset organik, produksi bisa meningkat menjadi 8 ton per hektar. DIa mengatakan, peran riset untuk mencapai ketahanan pangan, yaitu meningkatkan nilai tambah baik dalam hal produktivitas benih melaluiteknologi genomik. Selainitu, riset juga berperan dalam optimalisasi penggunaan lahan melalui implementasi berbagai teknologi, baik berbasis internet of things (IoT) maupun kecerdasan buatan (AI). Agen pembangunan ekonomi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro di acara Taklimat Media Kemendiktisaintek 2025: Arah dan Kebijakan Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, beberapa waktu lalu, menekankan, pendidikan tinggi harus berdampak pada pembangunan nasional dengan memaksimalkan pengembangan serta pemanfaatan sains dan teknologi. (Yoga)

Pemerintah Merencanakan Pembangunan Sekolah Rakyat Secara Masif

Yoga 10 Jan 2025 Kompas
Pemerintah merencanakan pembangunan sekolah rakyat secara masif agar anak-anak dari keluarga tidak mampu bisa mengenyam pendidikan. Namun, rencana ini perlu dipertimbangkan secara matang dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Jangan sampai konsepnya simpang siur atau malah tidak sesuai dengan regulasi sistem pendidikan nasional. Rencana pembangunan sekolah rakyat itu tidak dieksekusi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), tetapi Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan, ini merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto saat rapat koordinasi pemberdayaan masyarakat di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (3/1/2025). Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini menjelaskan, sekolah rakyat merupakan sekolah yang dirintis untuk membantu pelajar tidak mampu, khususnya mereka yang masuk kelompok miskin ekstrem agar bisa mengenyam pendidikan secara gratis dan berkualitas.

”Perintah Pak Presiden Prabowo agar kami membangun sekolah rakyat,” kata Gus Ipul di Jakarta, Kamis (9/1). Dia menggambarkan, sekolah rakyat yang akandibangunnantinya menyerupai sekolah asrama (boarding school). Dengan begitu, sekolah ini tidak hanya gratis dan berkualitas, tetapi turut bisa menjamin asupan gizi para siswanya. Kemendikdasmen tetap akan dilibatkan dalam pelaksanaan proses belajar mengajarnya nanti ketika sekolah rakyat sudah berdiri. Tujuan utama dari pendirian sekolah rakyat adalah untuk memutus mata rantai kemiskinan. ”Jika orang tuanya miskin, jangan sampai anaknya jadi miskin. Ini harus diputus dengan menyekolahkan mereka,” ujar Gus Ipul. Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan, pihaknya akan berkolaborasi dengan Kemensos dalam pelaksanaan program sekolah rakyat ini.

Menurut Mu’ti, program ini bisa membantu mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah di Indonesia. Dengan pembangunan sekolah rakyat, anak-anak yang kurang mampu dan selama ini mungkin belum tertampung di sekolah negeri diharapkan bisa masuk ke sekolah rakyat. ”PPDB (penerimaan peserta didik baru) yang kita punya sebenarnya untuk membantu mereka yang tidak mampu. Jalurnya ada empat, salah satunya afirmasi untuk disabilitas dan anak kurang mampu ditampung di sekolah negeri. Jadi, konsepnya itu yang elite dan alit (kecil) bisa berkumpul,” kata Mu’ti. Kemendikdasmen saat ini juga memiliki sukarelawan pendidikan yang bisa diperbantukan. Sukarelawan pendidikan ini biasanya ditempatkan di daerah terpencil dengan jumlah penduduk yang sedikit sehingga tidak memungkinkan dibangunkan sekolah. Rencana ini pun mendapat dukungan dari parlemen. Wakil Ketua KomisiXDPR Lalu Hadrian Irfani menilai rencana ini merupakan upaya pemerataan pendidikan di Indonesia. (Yoga)

Kemasan Rokok Bukan Sebatas Pembungkus

Yoga 10 Jan 2025 Kompas
Kemasan rokok bukan sebatas pembungkus, melainkan juga salah satu media pemasaran produk tembakau itu. Rokok yang dikemas dengan berbagai desain dan aneka warna menarik minat masyarakat membeli lalu mengonsumsinya. Diperlukan standardisasi kemasan untuk mengurangi ketertarikan terhadap rokok sekaligus menekan prevalensi perokok. Kemasan rokok ibarat iklan berjalan. Jika standardisasi tidak diatur, semakin banyak orang, termasuk anak-anak, yang terpapar. Alhasil, laju peningkatan jumlah perokok di Indonesia makin sulit ditekan. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia pada 2023, jumlah perokok aktif di Indonesia mencapai 70 juta orang. Jumlah itu merupakan yang tertinggi ketiga di dunia setelah China dan India. Ditengah tren penurunan konsumsi rokok global, kondisi di Indonesia menjadi anomali karena mengalami peningkatan.

Salah satu penyebab adalah jumlah perokok baru di kalangan anak dan remaja yang terus bertambah. Survei Global YouthTobacco Survey 2019 menyebutkan, prevalensi perokok anak (10-18 tahun) di Indonesia mencapai 19,2 persen. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, upaya menurunkan prevalensi perokok tidak cukup hanya melalui satu intervensi. Cukai rokok telah dinaikkan beberapa kali, tetapi jumlah perokok masih tinggi. Harga rokok di Indonesia masih lebih murah dibandingkan dengan sejumlah negara, seperti Singapura dan Jepang. Upaya lainnya adalah dengan menstandardisasi kemasan rokok. Standardisasi itu meliputi beberapa item, seperti bentuk dan warna kemasan, gambar pada peringatan kesehatan, tulisan peringatan kesehatan, informasi kesehatan, serta informasi produk.

”Kita perlu mengatur kemasannya supaya anak-anak tidak tertarik mencoba. Harapannya bisa menurunkan prevalensi perokok,” ujarnya dalam diskusi publik ”Perlunya Penerapan Standardisasi Kemasan pada Bungkus Rokok dalam Upaya Menurunkan Prevalensi Perokok di Indonesia”, di Jakarta, Kamis (9/1/2025). Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17Tahun 2023 mendukung upaya pengendalian tembakau di Tanah Air. Pasal 435 peraturan pemerintah itu mengatur standardisasi kemasan pada produk tembakau dan rokok elektrik. Terdapat 25 negara yang telah menerapkan aturan kemasan standar pada produk tembakau dan rokok elektrik, seperti Inggris, Perancis, Belanda, Finlandia, Denmark, Arab Saudi, Australia, dan Singapura. Menurut Nadia, standardisasi kemasan juga bertujuan mengedukasi warga tentang bahaya mengonsumsi produk tembakau. ”Gambarnya (peringatan kesehatan) diperbesar menjadi 50 persen. (Yoga)

Pilihan Editor