;

Pemerintah Diminta Makan Bergizi Gratis Dilakukan Konsisten

Yoga 07 Jan 2025 Kompas (H)
Program  Makan Bergizi Gratis dimulai Senin (6/1/2025) di 26 provinsi. Meski belum semua sasaran penerima mendapatkan bagian, pemenuhan janji kampanye Presiden Prabowo Subianto ini tetap disambut antusias warga dengan beberapa catatan. Di Ternate, Maluku Utara, Kepala Madrasah Ibtidaiah Negeri2Jamal Laher menjelaskan, peserta didik antusias untuk mengikuti program ini. Ia berharap, program bisa konsisten dilaksanakan selama lima hari per minggu. Peserta program menerima menu nasi, ayam, tumis sayur, sepotong semangka, jeruk, dan air mineral. ”Ini bermanfaat untuk siswa yang tidak mampu sarapan pagi. Program ini bisa memotivasi mereka semangat sekolah,” ujar Jamal.

Di Ambon, Maluku, distribusi menu makanan dilakukan sejak pukul 07.30 WIT. Kepala MTs Al Muhajirin, Ambon, Mirna Saali mengapresiasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena membantu 346 siswa mendapat makanan bergizi selama pembelajaran. Berbeda dengan rata-rata harga nasional, menu di Maluku disesuaikan dari Rp 10.000 menjadi Rp 11.000 per porsi. Menu yang disediakan mulai dari ikan cakalang hingga daging ayam. Di Kota Medan, Sumatera Utara, salah satu lokasi MBG ada di SD Negeri 067246, yang berada di pinggiran kota. Kepala SD Negeri 067246 Rosdiana Samosir berharap sekolah mereka diprioritaskan untuk mendapat MBG. ”Makan Bergizi Gratis ini masih uji coba hanya untuk satu hari. Kami mendapat jatah 250 porsi,” kata Rosdiana.

Program MBG di Kendari, Sulawesi Tenggara, masih berjalandi 12 sekolahdari ratusan sekolah di sana. Program ini ada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) dan dibantu Kodim 1417 Kendari. Kepala SDN 10 Kendari
Husnah Faizal menyambut positif program ini. Dengan program ini, anak didiknya mendapatkan asupan makanan dengan lauk yang seimbang dan bergizi. Terlebih lagi, siswa sekolah ini sebagian besar berasal dari kalangan warga berpenghasilan rendah. Orangtua siswa bekerja sebagai pemulung, tukang bangunan, dan pekerjaan tidak tetap lainnya. DiBandung, JawaBarat, pelaksanaan MBG dilakukan di tiga lokasi, dua lokasi di Kecamatan Cicendo, satu lokasi di Kecamatan Sukajadi. Di SD 193 Caringin, Kecamatan Sukajadi, misalnya, ratusan siswa menyambut antusias program ini. Menu yang diterima siswa adalah nasi, ayam goreng, sayur-sayuran, buah semangka, dan susu kemasan. (Yoga)

Alasan Bantuan Pangan Beras Diperpanjang jadi 6 Bulan

Yuniati Turjandini 06 Jan 2025 Tempo
Pemerintah resmi memperpanjang periode bantuan pangan beras dari dua bulan sepanjang Januari hingga Februari 2025 menjadi enam bulan. Keputusan ini telah disetujui Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin, 30 Desember 2024. Keputusan memperpanjang periode bantuan pangan itu tetap diambil pemerintah kendati produksi beras tahun depan diproyeksi akan naik dari 30,35 juta ton pada tahun lalu menjadi 32,83 juta ton pada tahun ini. Pemerintah optimistis pada awal tahun, produksi beras akan berlimpah. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras pada Januari 2025 bisa mencapai 1,2 juta ton dan Februari 2025 sebesar 2,08 juta ton.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menjelaskan, perpanjangan periode bantuan pangan beras itu tetap diperlukan lantaran produksi bulan-bulan tertentu tak sebesar bulan-bulan lain, yakni 2,5 juta ton. "November, Desember, dan Januari biasanya belum bisa 2,5 juta ton setara beras. Hampir setiap tahun," ujarnya saat dihubungi Tempo, Ahad, 5 Januari 2024. Presiden Prabowo Resmi Melanjutkan Bansos Beras di 2025 untuk 16 Juta Penerima Manfaat Kendati begitu, eks Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI ini memastikan bantuan pangan tambahan selama empat bulan itu bukan merupakan pilihan opsional, melainkan pasti akan digulirkan. Namun, ia mengaku belum dapat menentukan kapan bantuan pangan beras tambahan itu akan disalurkan kepada masyarakat. Untuk empat bulan selanjutnya, kata dia, penyaluran bantuan pangan akan disesuaikan dengan kebutuhan.

Database penerima bantuan pangan beras di 2025 akan menggunakan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Kementerian PPN/Bappenas). Rinciannya terdiri dari 15,6 juta PBP desil 1 dan 2, serta 400 ribu PBP perempuan kepala rumah tangga miskin dan lansia tunggal. Daftar Barang dan Layanan yang Kena Imbas Kenaikan PPN 12 Persen Per 1 Januari 2025 Rencana perpanjangan ini pernah dilontarkan Arief dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 19 November 2024. Ia mengusulkan anggaran belanja tambahan (ABT) sebesar Rp31,01 triliiun untuk program bantuan pangan beras, bantuan pangan stunting, dan penyaluran stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) pada 2025. Bantuan itu akan disalurkan selama 6 bulan dan menyasar 16 juta keluarga penerima manfaat dan 1,5 juta keluarga risiko stunting. (Yetede)

APBN 2024 Alami Defisit Rp 507,8 Triliun

Yuniati Turjandini 06 Jan 2025 Tempo
 Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 mengalami defisit 2,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Berdasarkan realisasi sementara, APBN mengalami defisit atau tekor Rp 507,8 trilun. Dalam Undang-Undang APBN 2024 defisit ditargetkan tidak lebih dari 2,29 persen terhadap PDB. “Jadi APBN didesain dengan defisit sebesar Rp 522.8 triliun atau 2,29 persen dari PDB,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi kinerja APBN KiTa di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin 6 Januari 2024. Target awal defisit APBN adalah Rp 522.8 triliun. Sebelumnya Menteri Keuangan dan Dewan Perwakilan Rakyat juga sempat menyepakati defisit Rp 609,7 triliun. Angka itu setara 2,70 persen terhadap PDB.

Sri Mulyani melaporkan pendapatan negara 2024 telah mencapai Rp 2.842,5 triliun atau naik 2,1 persen secara tahunan (yoy) dibanding 2023. Pendapatan negara pada 2024 berasal dari penerimaan pajak Rp 1.932,4 triliun, kepabeanan dan cukai Rp 300,2 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 579,5 triliun, dan hibah Rp 30,3 triliun. Menurut Sri Mulyani, pendapatan negara dalam situasi yang begitu rentan, kondisi tak pasti dan tekanan namun masih terjaga. Sehingga penerimaan negara tumbuh dibanding 2023 yang mengumpulkan Rp 2.783,9 triliun. MA Sebut Sri Mulyani Sudah Setujui Kenaikan Gaji Hakim Sedangkan belanja negara telah mencapai Rp 3.350,3 triliun triliun atau naik 7,3 persen dari tahun sebelumnya. Terdiri dari belanja kementerian dan lembaga, non kementerian dan lembaga dan transfer ke daerah.

Kenaikan terbesar dilaporkan terjadi karena belanja kementerian dan lembaga yang melonjak. Realisasi belanja kementerian dan lembaga hingga akhir 2024 tercatat  Rp 1.315 triliun. "Tadinya di APBN hanya Rp 1.090,8 triliun, di laporan semester kita predisi naik ke Rp 1.198 triliun," ujarnya. Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya mengungkapkan defisit APBN 2024 ditutup lebih rendah dibandingkan yang telah diproyeksikan sebelumnya. Hal ini dia sampaikan dalam pidato Peresmian Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2025, pada Kamis, 2 Januari 2025. Sri Mulyani berujar, defisit APBN itu mendekati angka yang ditetapkan dalam Undang-Undang APBN 2024. “Ini adalah hasil yang luar biasa, lebih kecil, jauh lebih kecil dari laporan semester yang waktu itu diprediksikan 2,7 persen,” ujar Sri Mulyani di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, pada Kamis pagi. (Yetede)
 

Prioritaskan Makanan Bergizi Gratis Bagi 11,3 Juta Warga

Yoga 06 Jan 2025 Kompas (H)
Program Makan Bergizi Gratis , yang dimulai Januari 2025, bisa difokuskan bagi 11,3 juta anak sekolah, anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dari warga miskin. Mereka adalah kelompok warga yang selama ini sulit mengakses makanan bergizi. Jumlah warga miskin yang termasuk kriteria penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih sedikit dibandingkan jumlah target pemerintah tahun ini sebanyak 19,47 juta warga. Analisis Tim Jurnalisme Data Harian Kompas dari data mikro Survei Sosial Ekonomi Nasional Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 menunjukkan adanya 11,3 juta orang yang masuk kategori miskin, atau 12 persen dari total 93,8 juta orang kriteria penerima MBG. Dari total 11,3 juta orang tersebut, 4,5 juta orang atau 48,4 persen merupakan siswa SD hingga SMA sederajat dari keluarga miskin, yang konsumsi kalorinya kurang dari angka kecukupan gizi. Selanjutnya, 3,8 juta orang atau 33,5 persen adalah anak balita dari keluarga miskin.

Sisanya 1,9 juta atau 16,6 persen meliputi ibu menyusui dan 168.513 atau 1,5 persen ibu hamil dari keluarga miskin. Penentuan kategori miskin menggunakan acuan BPS tahun 2024 tentang klasifikasi pengeluaran per kapita setiap bulan. Warga yang masuk kategori keluarga miskin pada 2022, pengeluaran per kapitanya Rp 505.469 per bulan. Khusus untuk anak sekolah, tim Kompas juga menghitung angka kecukupan gizi dari Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi untuk Masyarakat Indonesia. Sofiatun (58), warga Slipi, Jakarta Pusat, adalah salah satu yang merasa terbantu dengan uji coba program ini di sekolah Nando (9), cucunya. Selama sebulan ini, Sofiatun tidak perlu membelikan nasi uduk dan orek tempe seharga Rp 7.000 sebagai bekal cucunya di sekolah.

”Saya senang. Alhamdulillah banget. Kalau dia pulang sekolah, saya menawari makan, katanya kenyang. Kalau ada makanan sisa dari sekolah, kadang dibawa pulang untuk adiknya, dimasukkan tempat bekal,” kata Sofiatun, yang ditemui akhir Desember lalu. Sofiatun tinggal bertujuh dalam satu rumah, termasuk dengan Nando. Dia dan suaminya sama-sama sudah tidak bekerja. Di rumah itu, hanya ibu Nando yang bekerja sebagai petugas kebersihan. Dari 11,3 juta yang tersebut diatas, tim Kompas menghitung wilayah dengan proporsi jumlah warga miskin yang memenuhi syarat sebagai penerima MBG. Merujuk hitungan ini, Provinsi Sulawesi Barat sebagai wilayah dengan proporsi jumlah warga miskin terbanyak, yakni 150.377 orang atau 26,7 persen. Urutan berikutnya Provinsi Gorontalo 108.908 orang atau 25,9 persen, Sulawesi Tenggara 288.888 orang (25,6 persen), Nusa Tenggara Timur (NTT) 605.013 orang (25,4 persen) dan Sulawesi Selatab 606.123 orang atau 19,4 persen. (Yoga)

IHSG Tertekan di Akhir Sesi Pertama Perdagangan Hari Ini

Yuniati Turjandini 06 Jan 2025 Tempo
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG tertekan di sesi pertama perdagangan pekan ini dengan parkir di level 7.112,3 atau -0,72 persen. Di akhir sesi pertama ini, sebanyak 268 saham menguat, 362 melemah, dan 208 stagnan. “Dengan nilai transaksi mencapai Rp4,2 triliun, frekuensi trading sebanyak 668.515 kali dan volume trading sebanyak 140,8 juta lot,” kata Tim Riset Samuel Sekuritas Indonesia dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 6 Januari 2024. IHSG Berpeluang Menguat, Samuel Sekuritas Soroti 4 Saham Perbankan Emiten teknologi cloud Era Digital Media (AWAN) menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan di sesi pertama hari ini, dengan frekuensi transaksi mencapai 83.354 kali. Kondisi ini disusul GZCO dengan frekuensi 30.957, dan GoTo sebanyak 26.153. 

Dari segi volume, saham teknologi GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menjadi yang terbanyak diperdagangkan di sesi pertama hari ini dengan volume perdagangan sebesar 67 juta lot. Kemudian, disusul INET sebanyak 3,8 juta lot, dan BRMS 3,5 juta lot. IHSG Diproyeksi Melemah Secara Terbatas Pekan Depan, Pasar Menantikan Sentimen Debat Pilgub Jakarta Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi indeks sektoral yang naik paling tinggi di sesi pertama hari ini dengan jumlah +1,7 persen. Kemudian, disusul indeks sektor energi (IDXENERGY) sebanyak +0,7 persen, dan indeks sektor consumer siklikal (IDXCYCLIC) dengan +0,0 persen. Sementara itu, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) menjadi indeks sektoral yang melemah paling dalam di sesi pertama hari ini dengan angka -1,2 persen. Kemudian, disusul indeks sektor transportasi (IDXTRANS) -1,2persen, dan indeks sektor properti (IDXPROPERT) -0,9 persen. (Yetede)

Turunnya Biaya Provisi Bank, Laba Perbankan Meningkat

Hairul Rizal 06 Jan 2025 Kontan
Perbankan berhasil menjaga pertumbuhan laba meskipun menghadapi tantangan suku bunga tinggi pada 2024 dengan strategi efisiensi melalui penurunan biaya provisi, didukung oleh peningkatan kualitas aset.

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), Biaya provisi turun 30,45% menjadi Rp 1,14 triliun. Laba naik 4,86% menjadi Rp 5,85 triliun, meski pendapatan bunga bersih turun 3,42%. Presiden Direktur Lani Darmawan menekankan kualitas aset yang terjaga sebagai basis pertumbuhan lebih tinggi.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Biaya provisi turun 15,46% menjadi Rp 2,03 triliun. Pendapatan bunga bersih naik 9,29% menjadi Rp 70,15 triliun, dan laba meningkat 14,31% menjadi Rp 50,47 triliun. EVP Hera F. Haryn menyebut disiplin dalam penyaluran kredit membantu menjaga kualitas kredit.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), Biaya provisi turun 18,72% menjadi Rp 6,41 triliun. Laba naik 4,04% menjadi Rp 19,81 triliun meskipun pendapatan bunga bersih turun 3,87%. Direktur Utama Royke Tumilaar optimistis kualitas aset akan terus membaik.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Biaya provisi turun 35,57% menjadi Rp 2,2 triliun. Direktur Manajemen Risiko Setiyo Wibowo yakin tekanan makro dan suku bunga tinggi akan mereda pada 2025, seiring perbaikan kondisi ekonomi.

Strategi efisiensi dalam mengelola biaya provisi dan fokus pada kualitas aset menjadi kunci keberhasilan perbankan menjaga kinerja positif di tengah tekanan suku bunga tinggi.

Sentimen Positif Dorong Dana Asing Rp 1,08 Triliun ke RI

Hairul Rizal 06 Jan 2025 Kontan
Aliran dana dari investor asing mulai masuk kembali ke pasar keuangan Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing sebesar Rp 1,08 triliun masuk (capital inflow) ke pasar keuangan lokal pada periode 30 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025.

Berdasarkan data transaksi 30 Desember 2024-2 Januari 2025, aliran modal asing masuk dari pasar saham dan surat berharga negara (SBN). Namun di saat bersamaan, asing menjual neto atau keluar dari pasar keuangan domestik di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Seiring masuknya dana asing ke pasar keuangan dalam negeri, premi risiko investasi di Indonesia juga meningkat. Ini terlihat dari premi credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun per 2 Januari 2025 sebesar 78,00 bps, naik dibandingkan posisi 27 Desember 2024 sebesar 75,51 bps

Daya Beli Masih Jadi Kunci Kebangkitan Ekonomi

Hairul Rizal 06 Jan 2025 Kontan
Saham sektor barang konsumsi primer diprediksi akan mencatat kinerja positif pada tahun 2025. Natalia Sutanto, Analis BRI Danareksa Sekuritas, menyebut beberapa faktor pendorongnya, seperti kenaikan upah minimum sebesar 6,5%, program makan bergizi gratis, serta insentif tarif PPh final 0,5% untuk UMKM. Faktor-faktor ini meningkatkan daya beli masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah, yang diperkirakan akan mendorong pertumbuhan pendapatan sektor ini sebesar 6,8% yoy pada 2025.

Natalia juga memperkirakan adanya penyesuaian harga jual rata-rata (ASP) sebesar 1,7% karena peningkatan biaya input. Meski harga jual naik, margin sektor ini tetap terjaga, dengan pertumbuhan laba inti diproyeksikan mencapai 9,3% yoy pada 2025.

Abdul Azis Setyo Wibowo, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, menyatakan program B40 juga dapat menjadi katalis positif bagi sektor ini, meskipun implementasinya harus dilakukan dengan maksimal.

Namun, Willy Goutama, Analis Maybank Sekuritas Indonesia, menilai kenaikan upah minimum tidak signifikan dalam mendorong daya beli karena inflasi dan tantangan di pasar tenaga kerja. Oleh karena itu, Willy merekomendasikan saham emiten dengan kepemimpinan pasar yang kuat dan strategi bisnis unggul, seperti ICBP dan MYOR.

Dengan volume penjualan yang solid dan kontribusi pasar ekspor yang besar, MYOR diproyeksikan dapat mengimbangi fluktuasi margin akibat biaya input. Sementara ICBP akan menyesuaikan harga jual untuk mendukung pertumbuhan.

Tantangan Imbal Hasil Utang yang Kian Tinggi di 2025

Hairul Rizal 06 Jan 2025 Kontan
Pemerintah menghadapi tantangan besar dalam mengelola utang jatuh tempo tahun 2025 yang mencapai Rp 800,33 triliun, termasuk utang surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 705,5 triliun dan pinjaman sebesar Rp 100,19 triliun. Untuk mengatasi hal ini, berbagai strategi seperti debt switch, reprofiling, dan pemanfaatan pinjaman bilateral atau multilateral akan menjadi kunci.

Strategi Debt Switch Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Suminto, menegaskan bahwa pemerintah akan menggunakan mekanisme debt switch untuk mengonversi utang jangka pendek menjadi jangka panjang. Pemerintah juga akan menawarkan lelang debt switch kepada pelaku pasar dan menerima tawaran bilateral sesuai kebutuhan portofolio.

Efek Kebijakan Global Staf Bidang Ekonomi Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menilai pemerintah mungkin mengandalkan penerbitan SBN pada kuartal III dan IV untuk menghindari risiko imbal hasil yang tinggi akibat kebijakan global, termasuk proteksionisme perdagangan Presiden AS Donald Trump. Reprofiling juga diharapkan dapat membantu mendapatkan suku bunga lebih rendah dari pinjaman lembaga multilateral dan bilateral.

Risiko Global Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memperingatkan bahwa ketidakpastian global, seperti perang dagang dan perang mata uang, berpotensi menjaga yield US Treasury tetap tinggi pada paruh pertama 2025. Hal ini dapat mendorong yield obligasi domestik di atas 7%. Namun, Josua juga menilai dampak yield tinggi terhadap beban utang pemerintah akan relatif terbatas.

Melalui strategi yang matang, pemerintah diharapkan dapat menjaga stabilitas fiskal, mengelola risiko global, dan memanfaatkan peluang normalisasi sentimen pada akhir tahun.

Efek Januari: Kilauan Saham Blue Chip

Hairul Rizal 06 Jan 2025 Kontan (H)
Performa saham blue chip melemah sepanjang tahun 2024, dengan indeks LQ45 turun 14,83% dan IDX30 turun 14,48%, lebih buruk dibanding IHSG yang turun 2,65%. Faktor-faktor seperti capital outflow, depresiasi nilai tukar rupiah, suku bunga tinggi, dan sentimen ekonomi global menjadi penyebab utama pelemahan, sebagaimana dijelaskan oleh Ratih Mustikoningsih, Financial Expert Ajaib Sekuritas.

Menurut Oktavianus Audi, Vice President Kiwoom Sekuritas Indonesia, tahun politik di Indonesia dan Amerika Serikat turut memicu pelepasan saham oleh investor. Namun, di awal tahun 2025, optimisme terhadap January Effect membuka peluang rebound saham blue chip, terutama karena valuasi menarik dan potensi akumulasi investor.

Reyhan Pratama, Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, menyoroti peluang rebound melalui akumulasi saham undervalue dan optimisme awal tahun. Ekky Topan, Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, juga melihat potensi technical rebound jangka pendek pada saham-saham blue chip.

Investor dengan orientasi jangka menengah hingga panjang dapat memanfaatkan peluang dividend yield dan capital gain, seperti yang disarankan oleh Ratih Mustikoningsih. Namun, investor juga harus berhati-hati terhadap faktor eksternal, termasuk kebijakan The Fed dan Donald Trump sebagai presiden AS yang baru. Strategi seperti buy on weakness dan dollar cost averaging dapat membantu memitigasi risiko.

Pilihan Editor