Harga Beras Dunia Turun
Yuniati Turjandini
16 Jan 2025 Tempo
PADA 30 Desember 2024, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam rapat yang berlangsung sekitar 2 jam 30 menit itu, Prabowo memutuskan penghentian impor beras untuk mewujudkan target swasembada pangan. Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan kemudian menginstruksikan jajarannya menjalankan strategi demi mencapai ambisi swasembada pangan ini. Berapa pun produksi gabah petani, kata dia, akan ditampung sesuai dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu Rp 6.500 per kilogram.
Rapat koordinasi kemudian diselenggarakan di Serang, Banten, pada Jumat, 10 Januari 2025. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi melaporkan keputusan Indonesia menyetop impor beras turut memicu penurunan harga beras di pasar internasional. "Begitu Pak Menko Pangan sampaikan bahwa kita tidak mengimpor empat produk pangan, salah satunya beras, harga beras beberapa negara turun," ujarnya.
Menurut Arief, saat Indonesia mengumumkan penghentian impor beras pada 19 Desember 2024, harga beras mulai menurun di rentang US$ 455-514 per metrik ton. Didorong kebijakan India yang kembali membuka keran ekspornya, kata Arief, tren harga beras putih makin menurun menjadi US$ 430-490 per metrik ton per 8 Januari 2025. Arief menyebutkan harga beras beberapa negara turun, dari US$ 640 per metrik ton turun lagi ke US$ 590 sampai mendekati US$ 400. Menurut catatan Badan Pangan Nasional, rata-rata harga beras dari Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Myanmar pada Januari 2024 sebesar US$ 622-655 per metrik ton. (Yetede)
Peluang Besar Emiten Bank Digital di Masa Depan
Hairul Rizal
16 Jan 2025 Kontan
PT Super Bank Indonesia, anak usaha PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), berencana melantai di bursa pada tahun 2025 melalui penawaran umum perdana (IPO) dengan target dana sebesar US$ 300 juta, yang dapat menilai valuasinya antara US$ 1,5 miliar hingga US$ 2 miliar. Meskipun rencana IPO ini masih dalam tahap awal dan bisa berubah, langkah ini menarik perhatian pelaku pasar karena ketertarikan investor pada sektor bank digital.
Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menilai bahwa pasar saat ini rindu akan bank digital yang melantai di bursa. Keberadaan Superbank dapat menjadi daya tarik, terutama dengan dukungan ekosistem dari Grab, Singtel, dan Kakao Bank. Namun, dia mengingatkan bahwa yang lebih penting adalah ekosistem digital yang ditawarkan, yang bisa memberikan nilai tambah bagi pengguna dan investor.
Sementara itu, Adityo Nugroho, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, berpendapat bahwa saham bank digital yang ada saat ini belum cukup menarik, karena sebagian besar masih kecil meski ada beberapa yang mulai tumbuh. Menurutnya, bank besar lebih menarik bagi investor. Di sisi lain, Nico lebih menyoroti PT Bank Jago Tbk (ARTO) sebagai emiten bank digital yang berhasil memanfaatkan ekosistem dengan baik, di mana saham ARTO menunjukkan kinerja positif. Nico menyarankan untuk membeli saham ARTO dengan target harga Rp 3.300 per saham.
Konsumsi Domestik Jadi Kunci Pemulihan
Hairul Rizal
16 Jan 2025 Kontan
PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) diuntungkan oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperkirakan dapat meningkatkan permintaan ayam domestik. Arinda Izzaty, Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, berpendapat bahwa jika ayam menjadi komponen utama dalam program ini, akan terjadi peningkatan konsumsi domestik, mengurangi surplus pasokan, serta volatilitas harga ayam. Dengan kapasitas produksi dan distribusi yang besar, CPIN memiliki potensi untuk memanfaatkan peluang ini, asalkan perusahaan dapat menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah dan memastikan distribusi yang efisien.
Namun, tantangan yang dihadapi CPIN adalah potensi lonjakan harga pakan akibat ketidakpastian pasokan jagung dan bungkil kedelai, karena kebijakan pemerintah yang berfokus pada pengurangan impor. Ezaridho Ibnutama, Analis NH Korindo Sekuritas, optimistis bahwa CPIN akan mengalami kinerja positif di kuartal IV-2024, didorong oleh program MBG dan proyeksi pendapatan yang meningkat menjadi Rp 68,14 triliun di 2024. Namun, dia juga mengingatkan adanya potensi dampak dari ketidakpastian anggaran dan masalah kesehatan seperti virus HMPV dan Flu Burung.
Victor Stefano, Analis BRI Danareksa Sekuritas, memperkirakan perbaikan harga DOC dan ayam hidup pada 2025, tetapi juga mengantisipasi margin pakan yang lebih rendah karena biaya bahan baku yang tinggi. Meski ada risiko lonjakan harga pakan, CPIN tetap memiliki katalis positif, seperti permintaan yang meningkat dan valuasi saham yang masih murah.
Rekomendasi saham untuk CPIN adalah buy dengan target harga yang bervariasi: Rp 5.550 (Ezaridho), Rp 6.050 (Arinda), dan Rp 6.711 (Victor).
Prospek Cerah Dari Emiten Farmasi
Hairul Rizal
16 Jan 2025 Kontan
Sejumlah emiten farmasi optimis menghadapi tantangan di tahun 2025 dengan menargetkan pertumbuhan kinerja tinggi. PT Brigita Biofarmaka (OBAT) yang baru terdaftar di Bursa Efek Indonesia memproyeksikan pertumbuhan laba sebesar 20%, setelah mencatatkan pendapatan Rp 100 miliar dan laba bersih Rp 30 miliar pada 2024.
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menargetkan pertumbuhan kinerja low double digit dengan fokus memperluas distribusi dan menghadirkan produk herbal untuk generasi muda. Sementara itu, PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) juga menargetkan pertumbuhan kinerja 20%, didukung rencana ekspansi yang telah direncanakan.
Abdul Azis Setyo Wibowo, Analis Kiwoom Sekuritas, menilai prospek sektor farmasi tetap menjanjikan, terutama karena peningkatan konsumsi obat dan vitamin akibat virus Human Metapneumovirus (HMPV) dan peralihan musim. Namun, ia mengingatkan risiko pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang bisa meningkatkan biaya bahan baku impor.
Meski demikian, SIDO dinilai lebih tangguh menghadapi fluktuasi nilai tukar karena penggunaan bahan baku herbal lokal. Peningkatan harga jual rata-rata produk SIDO juga menjadi faktor pendukung. Azis merekomendasikan trading buy untuk saham TSPC dengan target harga Rp 2.520–Rp 2.580 per saham.
Meski ada tantangan eksternal seperti nilai tukar, emiten farmasi tetap optimis dengan strategi inovasi produk, ekspansi distribusi, dan peningkatan efisiensi untuk mendorong kinerja positif di tahun 2025.
Pemotongan Bunga untuk Mendorong Ekonomi
Hairul Rizal
16 Jan 2025 Kontan (H)
Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan memangkas suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%, meskipun rupiah tengah berada di posisi terlemah dalam enam bulan terakhir di angka Rp 16.311 per dolar AS. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang tertekan dan menciptakan peluang pemulihan meskipun ketidakpastian global masih tinggi.
Dinamika Kebijakan BI Pemangkasan suku bunga acuan oleh BI merupakan langkah kedua dalam lima bulan terakhir, dengan pertimbangan inflasi yang rendah (2,5% ±1%) serta peluang pertumbuhan ekonomi 2025 di rentang 4,7%-5,5%. Perry menekankan bahwa penurunan suku bunga saat ini adalah langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang stagnan di level 5%.
Tekanan pada Rupiah Nilai tukar rupiah yang melemah hingga 5% year-on-year menjadi perhatian, terutama karena sentimen global seperti penguatan dolar AS dan ketidakpastian kebijakan suku bunga Federal Reserve (FFR) pasca terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS.
Dukungan dari Stimulus Fiskal
Ekonom Bank Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menyoroti pentingnya sinergi kebijakan fiskal dan moneter. Dengan pemangkasan suku bunga, ditambah stimulus pemerintah dan momentum Ramadan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2025 diproyeksikan mencapai 5,2%.
Tantangan dan Prospek Ekonomi
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memprediksi pertumbuhan ekonomi akan tetap tertekan akibat faktor eksternal seperti perang dagang yang menekan ekspor dan pelemahan permintaan domestik. Sementara itu, Kepala Ekonom Bank BCA, David Sumual, menilai masih ada ruang bagi kebijakan moneter untuk mendukung pertumbuhan, meski tekanan terhadap rupiah akibat ekspektasi kebijakan tarif AS tetap membayangi.
Langkah BI menurunkan suku bunga menunjukkan upaya agresif untuk menopang pertumbuhan ekonomi, meskipun harus menghadapi tantangan berupa pelemahan nilai tukar rupiah dan ketidakpastian global. Kombinasi kebijakan moneter dan fiskal diharapkan mampu menjaga ekonomi tetap stabil pada tahun 2025.
Ekspor Batubara dan CPO Mengancam Surplus Dagang
Hairul Rizal
16 Jan 2025 Kontan
Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar US$ 2,24 miliar pada Desember 2024, lebih rendah dibandingkan November 2024 yang mencapai US$ 4,37 miliar. Sepanjang tahun 2024, surplus neraca dagang mencapai US$ 31,04 miliar, turun dari US$ 36,88 miliar pada 2023.
Komoditas ekspor utama menurun, Ekspor batubara, besi dan baja, serta minyak sawit mentah (CPO) menunjukkan tren penurunan. Contohnya, ekspor batubara Desember 2024 tercatat US$ 2,69 miliar, turun 10,36% secara tahunan, meski naik sedikit secara bulanan (2,81%). Defisit perdagangan dengan beberapa negara, Defisit terbesar terjadi dengan China (US$ 11,41 miliar), Australia (US$ 4,76 miliar), dan Thailand (US$ 3,84 miliar).
Permintaan global melemah, Menurut David Sumual, Kepala Ekonom BCA, perlambatan surplus dipicu oleh pelemahan harga komoditas dan permintaan ekspor dari negara seperti China.
Surplus perdagangan terbesar pada 2024 adalah dengan Amerika Serikat (US$ 16,84 miliar), diikuti India (US$ 15,39 miliar), dan Filipina (US$ 8,85 miliar). David Sumual memprediksi surplus 2025 akan turun menjadi US$ 26,2 miliar, sementara Myrdal Gunarto dari Bank Maybank Indonesia lebih optimis, memperkirakan surplus perdagangan mencapai US$ 43 miliar jika tidak ada tekanan besar, seperti kebijakan proteksionis Presiden AS Donald Trump.
Penurunan surplus neraca perdagangan pada 2024 menunjukkan dampak pelemahan harga komoditas dan permintaan ekspor global. Meski surplus masih diproyeksikan berlanjut pada 2025, tantangan dari kebijakan perdagangan internasional dan fluktuasi harga komoditas perlu diantisipasi untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Kredit Investasi Jadi Penopang
Yuniati Turjandini
16 Jan 2025 Investor Daily (H)
Bank Indonesia (BI) mencatatkan peran kredit/pembiayaan perbankan pada 2024 tetap kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan kredit pada 2024 mencapai 10,39% secara tahunan (year on year/yoy), berada dalam kisaran target BI sebesar 10-12%. Apabila dibandingkan dengan tahun 2023, kredit perbankan tumbuh 10,38% (yoy). Artinya kredit hanya naik tipis di tahun 2024 menjadi 10,39% (yoy). Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan kredit dipengaruhi oleh terjaganya minat penyaluran kredit perbankan, berlanjutnya realokasi alat liquit ke kredit oleh perbankan, tersedianya dukungan pendanaan dari pertumbuhan DPK, serta positifnya dampak insentif kebijakan liquiditas makroprudensial (KLM) BI. Dari sisi permintaan, pertumbuhan kredit didukung oleh kinerja usaha korporasi yang terjaga, ditengah konsumsi rumah tangga yang terbatas. Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi, masing-masing sebesar 8,35% (yoy), 13,62% (yoy), dan 10,61% (yoy) Pembiayaan syariah tumbuh sebesar 9,87% (yoy), sementara kredit UMKM tumbuh 3,37% (yoy). (Yetede)
Saham Migas Tersulut Sangsi Rusia
Yuniati Turjandini
16 Jan 2025 Investor Daily (H)
Pengenaan sanksi oleh Amerika Serikat terhadap perusahaan minyak Rusia, memicu kenaikan harga minyak dunia hingga mencapai level tertinggi dalam empat bulan terakhir. Harga minyak yang diproyeksi naik terus hingga US$ 90 per barel, dipercaya akan menjadi bahan bakar saham-saham terkait komoditas tersebut untuk terus menanjak, potensi peningkatan harga saham hingga 425 pun terbuka lebar, dengan analis merekomondasikan buy untuk saham migas. Pada awal pekan ini, harga minyak Brent naik US$ 1,25 (1,6%) menjadi US$ 81,01 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik U$ 2,25 (2,9%) menjadi US$ 78,82 per barel. Kenaikan tersebut membawa Brent mencatatkan penutupan tertinggi sejak 26 Agustus 2024. Kedua acuan harga minyak itu tetap berada dalam overbought untuk dua hari berturut-turut. Analis Indo Premier Sekuritas Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan memperkirakan, pergerakan harga minyak mentah kedepannya akan ditentukan oleh imbas pengenaan sanksi terhadap Rusia. Dengan harga minyak Bren diperkirakan terus merangkak naik hingga US$ 90 per barel. (Yetede)
Kerugian NelayanRp 7,7 MiliarPer Bulan Akibat Pagar Laut
Yoga
16 Jan 2025 Kompas (H)
Kerugian nelayan akibat keberadaan pagar laut sepanjang 30,16 kilometer yang melintasi enam kecamatan di Kabupaten Tangerang, Banten, ditaksir mencapai Rp 7,7 miliar per bulan. Kerugian ini berasal dari melambungnya biaya operasional untuk melaut dan menurunnya hasil tangkapan. Penghitungan ini disampaikan anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, setelah meninjau pagar laut di kawasan Pulau Cangkir, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Rabu (15/1/2025). Dari hasil investigasi Ombudsman sejak Agustus 2024, pagar laut tersebut terbukti mendatangkan kerugian yang signifikan bagi nelayan. Terhitung ada 3.888 nelayan yang biasa mencari ikan di kawasan tempat pagar laut itu berdiri. Mereka terpaksa mengeluarkan biaya bahan bakar lebih besar karena harus memutar saat mencari ikan. Hasil tangkap menurun karena waktu perjalanan lebih panjang dan daerah tangkap terusik pagar laut.
Kerugian nelayan sekitar Rp 100.000 per hari. Jika hari kerja rata-rata 20 hari per bulan, kerugian 3.888 nelayan mencapai Rp 7,7 miliar per bulan. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten Eli Susiyanti mengatakan, selain merugikan ribuan nelayan, keberadaan pagar laut itu juga merugikan sekitar 500 pembudidaya hasil laut lainnya. Direktur Pengaduan dan Pengawasan Lingkungan Hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup Ardyanto Nugroho mengatakan, jika dari hasil analisis terbukti memicu terjadi kerusakan alam, seperti hilangnya biota laut atau kerusakan lain, pembuat pagar laut bisa dijerat sanksi administrasi hingga sanksi pidana. Diminta keterangan Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Halid Yusuf menegaskan, pihaknya terus mendalami siapa yang bertanggung jawab atas pemasangan pagar laut di Kabupaten Tangerang.
Sampai saat ini, ada beberapa pihak yang sudah dimintai keterangan terkait hal itu. ”Dengan penyegelan ini, kami berharap akan ada yang datang sebagai pihak yang bertanggung jawab,” kata Halid. Kalaupun nantinya tidak ada yang mau bertanggung jawab, pemerintah akan bertindak tegas dan segera membongkar pagar laut itu secara bertahap. ”Mengenai kapan akan dibongkar, akan diputuskan dua hari ke depan,” ujarnya. ”Kami juga berharap adanya partisipasi warga jika nanti pagar laut ini jadi dibongkar,” tambah Halid. Direktur Penanganan Sengketa Pertanahan Kementerian ATR/BPN Eko Prianggodo memastikan, pagar laut itu masih Kesenjangan Masih Lebar Penurunan kemiskinan harus nyata dan berkelanjutan, bukan hanya bergantung pada bantuan sosial. (Yoga)
BI Memutuskan untuk Memangkas Bunga Acuan Jadi 5,75 Persen
Yoga
16 Jan 2025 Kompas
Bank Indonesia memutuskan untuk memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Keputusan tersebut mempertimbangkan tingkat inflasi mendatang yang diperkirakan tetap terjaga rendah dan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi. Hal itu disampaikan Guber- nur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI di Jakarta, Rabu (15/1/2025). RDG yang berlangsung selama 14-1 Januari 2025 ini juga memutuskan untuk menurunkan suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility sebesar 25 basis poin (bps) sehingga masing-masing menjadi 5 persen dan 6,5 persen. ”Rapat Dewan Gubernur BI pada 14-15 Januari 2025 memutuskan untuk menurunkan BI Rate (suku bunga acuan BI) menjadi 5,57 persen,” kata Perry. Perry menjelaskan, keputusan ini konsisten dengan tetap rendahnya perkiraan inflasi pada 2025 dan 2026 yang terkendali dalam sasaran 1,5-3,5 persen dan terjaganya nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamental.
Di sisi lain, BI memandang perlunya upaya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Selanjutnya, BI turut menempuh kebijakan makroprudensial longgar guna meningkatkan kredit perbankan kesektor-sektor prioritas pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi hijau. Kemudian, kebijakan sistem pembayaran juga diarahkan untuk turut menopang pertumbuhan. ”Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengarahkan kebijakanmoneter untukmenjaga inflasi dalam sasarannya dan nilai tukar yang sesuai dengan fundamental, dengan tetap mencermati ruang untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dinamika yang terjadi pada perekonomian global dan nasional,” tutur Perry. Pada Desember 2024, inflasi tercatat sebesar 1,57 persen secara tahunan atau berada dalam kisaran target BI.
Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26 persen secara tahunan, sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan BI untuk mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya. Sementara itu, inflasi kelompok harga bergejolak (volatile food) tercatat sebesar 0,12 persen secara tahunan didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Perry menambahkan, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS hingga 14 Januari 2025 hanya melemah 1 persen dibandingkan nilai tukar akhir 2024. Perkembangan tersebut relatif lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya, seperti rupee India yang melemah 1,2 persen, peso Filipina sebesar 1,33 persen, dan baht Thailand sebesar 1,92 persen. Dinamika global Sementara itu, ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Teuku Riefky, berpendapat, perkembangan dinamika global membuat BI tidak memiliki banyak fleksibilitas untuk memangkas suku bunga acuannya dalam jangka pendek. (Yoga)









