Prospek Cerah Dari Emiten Farmasi
Sejumlah emiten farmasi optimis menghadapi tantangan di tahun 2025 dengan menargetkan pertumbuhan kinerja tinggi. PT Brigita Biofarmaka (OBAT) yang baru terdaftar di Bursa Efek Indonesia memproyeksikan pertumbuhan laba sebesar 20%, setelah mencatatkan pendapatan Rp 100 miliar dan laba bersih Rp 30 miliar pada 2024.
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menargetkan pertumbuhan kinerja low double digit dengan fokus memperluas distribusi dan menghadirkan produk herbal untuk generasi muda. Sementara itu, PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) juga menargetkan pertumbuhan kinerja 20%, didukung rencana ekspansi yang telah direncanakan.
Abdul Azis Setyo Wibowo, Analis Kiwoom Sekuritas, menilai prospek sektor farmasi tetap menjanjikan, terutama karena peningkatan konsumsi obat dan vitamin akibat virus Human Metapneumovirus (HMPV) dan peralihan musim. Namun, ia mengingatkan risiko pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang bisa meningkatkan biaya bahan baku impor.
Meski demikian, SIDO dinilai lebih tangguh menghadapi fluktuasi nilai tukar karena penggunaan bahan baku herbal lokal. Peningkatan harga jual rata-rata produk SIDO juga menjadi faktor pendukung. Azis merekomendasikan trading buy untuk saham TSPC dengan target harga Rp 2.520–Rp 2.580 per saham.
Meski ada tantangan eksternal seperti nilai tukar, emiten farmasi tetap optimis dengan strategi inovasi produk, ekspansi distribusi, dan peningkatan efisiensi untuk mendorong kinerja positif di tahun 2025.
Tags :
#BursaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023