;

Trump Tenang, Iklim Bisnis Stabil

Hairul Rizal 22 Jan 2025 Bisnis Indonesia (H)

Respons positif yang muncul setelah pidato perdana Donald J. Trump sebagai Presiden Amerika Serikat pada 20 Januari. Meskipun sebelumnya banyak yang khawatir bahwa Trump akan segera melaksanakan kebijakan keras, terutama mengenai tarif tinggi pada produk impor, ia justru mengumumkan bahwa kebijakan tarif akan dilakukan secara bertahap. Keputusan ini mengurangi ketegangan terkait potensi perang dagang, khususnya dengan China, yang juga berdampak positif bagi dunia usaha.

Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno, menyambut baik penundaan kenaikan tarif tersebut, dengan harapan ekspor Indonesia, khususnya ke China, akan meningkat karena kebutuhan China akan energi dari Indonesia. Sektor batu bara juga diprediksi akan diuntungkan, seperti yang disampaikan oleh Corporate Secretary PT Bukit Asam Tbk, Niko Chandra.

Pemerintah Indonesia optimistis bahwa neraca perdagangan dengan AS akan tetap surplus pada masa jabatan kedua Trump, mengingat tren positif selama periode pertama kepemimpinan Trump. Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan komitmen Indonesia untuk terus bekerja sama erat dengan AS.

Sentimen positif ini tercermin dalam pergerakan pasar, dengan melemahnya dolar AS dan penguatan rupiah, yang diperkirakan akan terus berlanjut. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menguat, menunjukkan optimisme pasar terhadap kebijakan Trump yang lebih moderat. Namun, ada juga kekhawatiran mengenai volatilitas mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, yang mungkin meningkat akibat kebijakan ekonomi Trump di masa depan.


Target Energi Terbarukan: Perjuangan Panjang

Hairul Rizal 22 Jan 2025 Bisnis Indonesia

Target pemerintah Indonesia untuk menghasilkan 49,7 gigawatt (GW) listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 menghadapi berbagai kendala yang cukup besar. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah ketidakmampuan mencapai target bauran energi hijau yang telah ditetapkan. Capaian porsi EBT dalam bauran energi nasional selama beberapa tahun terakhir tidak sesuai dengan harapan, yang mengarah pada penurunan target porsi EBT pada 2025 dari 23% menjadi 17%-19%.

PLN, dalam upaya mencapai target tersebut, juga mengalami kesulitan, termasuk dalam mengeksekusi rencana penambahan pembangkit listrik berbasis EBT. Hingga 2025, PLN diproyeksikan hanya dapat merealisasikan sekitar 1—1,5 GW, sementara target yang harus dicapai adalah 9 GW. Hal ini disebabkan oleh berbagai hambatan seperti keterbatasan permodalan, tantangan geografis, dan minimnya investasi di sektor pembangkit listrik berbasis energi hijau. Selain itu, masalah pembebasan lahan, kepastian hukum, dan harga jual listrik yang tidak kompetitif menjadi faktor penghambat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan pihak terkait lainnya berupaya untuk menyelesaikan tantangan ini dan meningkatkan perhatian terhadap transisi energi menuju net zero emission. Pembangkit listrik berbasis energi hijau diharapkan dapat menggantikan pembangkit listrik tenaga uap yang berbasis energi fosil di masa depan, guna memastikan pasokan listrik nasional yang berkelanjutan dan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.



Dorongan Masif untuk 3 Juta Rumah

Hairul Rizal 22 Jan 2025 Bisnis Indonesia

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menegaskan komitmennya dalam menjalankan program pembangunan 3 juta unit rumah layak huni per tahun yang telah digagas oleh pemerintah. Program ini mencakup 1 juta rumah di perkotaan dan 2 juta rumah di perdesaan. Dalam pencapaiannya, pemerintah telah bekerja sama dengan investor Qatar yang akan berfokus pada pembangunan 1 juta unit rumah di perkotaan. Lokasi-lokasi potensial untuk proyek ini termasuk bekas kompleks DPR Kalibata dan Bandara Kemayoran.

Menteri BUMN, Erick Thohir, juga mendukung program ini dengan mendorong bank-bank pelat merah untuk membiayai perumahan rakyat, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Erick juga mengingatkan pentingnya memperhatikan profil risiko dalam penyaluran KPR untuk menghindari masalah sertifikat bermasalah yang dapat mengganggu kelancaran program. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan investor, Maruarar Sirait optimis bahwa program pembangunan rumah untuk masyarakat Indonesia akan berjalan dengan lancar dan tepat sasaran.




Sritex Tetap di Bawah Kendali Manajemen Lama

Hairul Rizal 22 Jan 2025 Bisnis Indonesia

PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Sritex) tetap mempertahankan kendali operasional meskipun telah dinyatakan pailit oleh pengadilan. Direktur Utama Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto, menegaskan bahwa perusahaan tetap menjalankan amanah pemerintah untuk menormalkan operasionalnya, meski tengah menjalani proses verifikasi final dan pembentukan panitia kreditur. Sritex juga sedang mempersiapkan upaya peninjauan kembali (PK) atas putusan kasasi yang menjadikan perusahaan resmi pailit.

Pemerintah, melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mendukung agar kegiatan produksi di Sritex tetap berjalan meski putusan kasasi ditolak. Airlangga juga menyarankan agar kreditor utama, seperti BNI, memimpin para kreditor lainnya untuk setuju dengan upaya pemerintah dalam menjaga kelangsungan operasional perusahaan, demi melindungi lapangan pekerjaan dan industri tekstil di Indonesia. Sritex berupaya untuk mempertahankan status going concern dan mencari jalan untuk pemulihan keuangan perusahaan.


Pengaruh Trump pada Stabilitas Pasar Keuangan

Hairul Rizal 22 Jan 2025 Kontan (H)
Donald Trump resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-47 pada 20 Januari, menandai kali keduanya memegang tampuk kekuasaan. Pada hari pertama menjabat, Trump langsung menerbitkan sejumlah perintah eksekutif, termasuk membatalkan 78 kebijakan era Presiden Joe Biden. Ia juga mengumumkan kebijakan ekonomi kontroversial, seperti tarif impor global 10%, tarif 60% untuk produk asal China, dan tambahan 25% untuk produk Kanada dan Meksiko. Kebijakan ini memperpanjang perang dagang AS-China serta mengguncang pasar global, termasuk anjloknya indeks saham Shanghai dan melemahnya mata uang Kanada serta Meksiko.

Alwi Assegaf, dari Trijaya Pratama Futures, menyebutkan kebijakan Trump dapat memperpanjang pelemahan mata uang global akibat kekhawatiran pasar. Namun, Indonesia relatif lebih stabil. Oktavianus Audi, VP Marketing Kiwoom Sekuritas, mengatakan bahwa kebijakan Trump tidak berdampak langsung ke Indonesia, dengan penguatan IHSG lebih didorong oleh keputusan Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan.

Sementara itu, Adityo Nugroho, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, menilai kepemimpinan Trump akan memperkuat dolar AS. Hal ini berisiko memicu capital outflow dari Indonesia, dengan dana asing mengalir kembali ke AS untuk mencari imbal hasil lebih tinggi. Di sisi lain, IHSG tetap menguat sebesar 1,44% sepanjang tahun berjalan hingga 21 Januari 2025, mencerminkan optimisme domestik.

KSSK Siaga Hadapi Risiko Global

Hairul Rizal 22 Jan 2025 Kontan
Stabilitas sistem keuangan Indonesia pada kuartal IV 2024 tetap terjaga, meskipun berbagai risiko eksternal masih harus diwaspadai. Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Sri Mulyani Indrawati, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia menunjukkan divergensi, dengan Amerika Serikat masih tumbuh kuat, sementara Eropa dan China mengalami stagnasi.

Sri Mulyani menegaskan pentingnya koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk memperkuat kewaspadaan dan sinergi menghadapi tantangan ekonomi global.

Meskipun nilai tukar rupiah melemah sebesar 1,14% hingga 23 Januari 2025, pelemahan tersebut lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4,34%. Dengan optimisme tinggi, Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 tetap berada di jalur target APBN sebesar 5,2%.

Indonesia Bisa Desak AS Bayar Pajak Global

Hairul Rizal 22 Jan 2025 Kontan
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menolak penerapan pajak minimum global sebesar 15% yang diinisiasi Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Trump menilai kesepakatan pajak global yang dibuat oleh pemerintahan sebelumnya (Joe Biden) membatasi kebijakan domestik AS dan merugikan perusahaan serta pekerja Amerika. Pemerintahannya bahkan memerintahkan penyelidikan terhadap negara-negara yang dianggap memiliki aturan pajak diskriminatif terhadap perusahaan AS.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia telah menerapkan pajak minimum global mulai Januari 2025 melalui Peraturan Menteri Keuangan No. 136 Tahun 2024. Pengamat perpajakan dari Danny Darussalam Tax Center (DDTC), Bawono Kristiaji, menyatakan bahwa penolakan AS terhadap Pilar Satu kesepakatan pajak global dapat menghambat implementasi global, karena membutuhkan dukungan negara-negara besar. Namun, Pilar Dua yang mengatur pajak minimum global masih dapat diterapkan oleh negara lain.

Pengamat pajak dari CITA, Fajry Akbar, menambahkan bahwa mekanisme pemaksaan dalam Pilar Dua memungkinkan penerapan pajak global tetap memberikan keuntungan bagi negara-negara seperti Indonesia, meskipun AS tidak berpartisipasi. Hal ini berpotensi meningkatkan pendapatan pajak global Indonesia dari perusahaan multinasional, termasuk yang berasal dari AS.

Awan Gelap Saham Gudang Garam

Hairul Rizal 22 Jan 2025 Kontan
Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) terus mengalami penurunan, dengan pelemahan sebesar 9,04% sejak awal tahun 2025 dan 41,45% dalam satu tahun terakhir. Penurunan ini sejalan dengan kinerja keuangan yang lesu akibat lemahnya daya beli masyarakat, persaingan dari produsen rokok kecil yang diuntungkan tarif cukai lebih rendah, dan tidak adanya diversifikasi produk ke rokok bebas asap, seperti yang dilakukan pesaingnya, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan Bentoel Internasional Investama.

Menurut Willy Goutama, analis Maybank Sekuritas, pendapatan GGRM pada tahun 2025 diprediksi akan turun menjadi Rp 88,4 triliun dari Rp 98,99 triliun pada tahun 2024. Namun, laba bersih diperkirakan tumbuh menjadi Rp 1,4 triliun dari Rp 1,18 triliun di tahun sebelumnya. Ia juga menyarankan GGRM untuk meningkatkan skor Environmental, Social, and Governance (ESG) yang masih rendah di level 13, jauh di bawah rata-rata perusahaan sejenis.

Abdul Azis Setyo Wibowo, analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai lemahnya daya beli masyarakat dan tingginya tarif cukai rokok menjadi faktor utama penurunan kinerja GGRM. Investasi GGRM di bisnis infrastruktur, seperti bandara, belum memberikan dampak positif signifikan.

Sementara itu, Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, melihat peluang perbaikan kinerja GGRM dengan stabilnya data keyakinan konsumen dan absennya peningkatan tarif cukai pada tahun 2025. Namun, Nafan menyatakan GGRM masih membutuhkan katalis positif yang signifikan.

Rekomendasi analis terhadap saham GGRM bervariasi. Maybank Sekuritas menyarankan sell dengan target harga Rp 8.000, sementara Nafan dan Natalia Sutanto dari BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan hold dengan target harga masing-masing Rp 11.600 dan Rp 17.500.

Usulan Pansus Pagar Laut untuk Pengawasan Lebih Baik

Hairul Rizal 22 Jan 2025 Kontan
Polemik pagar laut di perairan Tangerang, Banten, terus memicu perhatian publik dan politisi. Riyono, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, mendorong pembentukan panitia khusus (pansus) untuk menyelesaikan kasus ini. Ia menegaskan pentingnya perlindungan terhadap hak nelayan dan tata kelola ruang laut yang bertanggung jawab.

Presiden Prabowo Subianto telah memanggil Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk membahas permasalahan ini. Trenggono menyatakan bahwa pagar laut di Kabupaten Tangerang tidak memiliki izin kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut (KKPRL) sesuai UU Cipta Kerja. Selain itu, sertifikat HGB dan SHM di lokasi tersebut dinyatakan ilegal berdasarkan PP 18/2021 karena wilayah di bawah air tidak boleh memiliki sertifikat kepemilikan.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, menegaskan bahwa sertifikat tersebut terbit pada tahun 2023, sebelum dirinya menjabat sebagai Menteri ATR/BPN pada Februari 2024. Ia menyatakan tidak menerima laporan terkait penerbitan sertifikat tersebut.

Kasus ini mendorong urgensi penyelidikan lebih lanjut agar tidak menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum dan tata kelola kelautan di Indonesia.

Penurunan BI Rate: Saham Bank Kembali Menanjak

Hairul Rizal 22 Jan 2025 Kontan
Pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) ke 5,75% membawa optimisme pada sektor perbankan di pasar modal. Praska Putrantyo, CEO Edvisor, menilai penurunan ini meningkatkan harapan pertumbuhan kredit perbankan hingga 11%-12% tahun ini, yang juga menarik minat investor asing pada saham bank. Saham Bank Negara Indonesia (BBNI) mencatat kenaikan signifikan sebesar 13,13% sepekan terakhir, sementara Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik 10,08%.

Ekky Topan, Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, menyebut tren penurunan saham bank telah berakhir dan musim pembagian dividen turut menjadi katalis positif. Ia memproyeksikan saham-saham bank besar, seperti BBNI, BBRI, BMRI, dan BBCA, akan terus menguat dalam jangka pendek. Namun, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan laba bank tidak akan langsung melonjak signifikan, mengingat kondisi ekonomi masih memengaruhi kredit.

Royke Tumilaar, Direktur Utama BNI, menilai dampak positif penurunan BI rate terhadap likuiditas bank perlu didukung dengan kebijakan lain, seperti penurunan bunga SRBI. Hal ini penting untuk memastikan likuiditas yang lebih cair.

Lani Darmawan, Direktur Utama Bank CIMB Niaga, menyebut fokus banknya tahun ini adalah ekspansi sektor UMKM dan ritel untuk meningkatkan margin. Ia berharap penurunan suku bunga BI dapat mendorong permintaan kredit, meskipun dampaknya masih terlalu dini untuk diukur.

Meskipun penurunan suku bunga memberikan sentimen positif bagi saham perbankan, dampaknya terhadap kinerja keuangan bank diperkirakan baru terasa di kuartal II 2025.

Pilihan Editor